Krystal pov
Ahhh akhirnya bel pulang berbunyi. Aku segera turun dari kelasku dan menunggu jemputan di bawah pohon rindang di halaman taman depan sekolah, taman ini benar-benar indah. Banyak bungan mawar melati yang semuanya indah. Burung-burung berkicau seperti nada simphoni yang menghangatkan jiwa, aku bersandar dipohon besar dengan membaca novel picisan yang tadi belum aku tuntaskan. Novel ini bercerita tentang namja cuek yang jatuh cinta dengan yeoja yang merubah duniannya yang gelap menjadi bersinar kembali, si namja sangat mencintai si yeoja. Ia mau melakukan apa yang yeoja itu inginkan meski si yeoja sudah memiliki namjachingu.
Meski baru setengah tapi aku sudah mengeluarkan air mataku karena membaca pengorbanan namja itu terhadap yeoja yang Dia cintai, baru kali ini aku membaca novel sampai bisa mengeluarkan air mataku. Seperti penulis novel ini benar-benar hebat membuatku serasa ada di kisah itu.
Sesekali aku melihat ke jam tangan ditangan kananku. Daejun ajushi belum menjemputku padahal biasanya Dia selalu tepat waktu, apa mobil jemputanku mengalami masalah??? Atau ada urusan yang membuatnya lupa menjemputku?? Ternyata aku tak sadar aku sudah menunggu selama 3 jam. Uhh, tiba-tiba aku merasakan tetesan air yang jatuh mengenai sekujur tubuhku, aku menatap ke atas dan sadar hujan baru saja turun.
Karena bingung berteduh dimana akhirnya aku berlari kesekolah kembali, ternyata aku tak sendiri disana ada nam-oh yeoja tampan yang dari tadi pagi dibicarakan oleh Jinyoung, Suzy, Hyeri dan Sohyun. Kalo tidak salah namanya amber dan dia sangat cuek, pintar main basket, kaya dan pintar. Hanya itu saja yang aku dengar tadi. Aku tak terlalu fokus mendengarkan tentangnya karena aku saat itu sedang sibuk dengan novel yang aku pegang.
Rasanya aku ingin hujan segera reda dan cepat-cepat pulang dari rumah, suasana diantara aku dengan amber unnie-ah seperti panggian unnie tidak cocok denganyaa Amber oppa sangat canggung. Seperti yang dibicarakan temanku memang benar Ia sangat cuek dan terkesan sombong? Ia tak berniat untuk menyapaku atau sekedar berkata 'hy' atau sekedar berkenalan. Disis lain aku juga tak berani menyapanya terlebih dulu, dikira aku termasuk salah satu fansnya lagi. Padahal kan aku tidak!!
"Hmhmmhm" Ia memecah keheningan diantara kita dengan berdehem "Kenapa aku terjebak disini juga" Katanya datar tanpa memandangku
Aku diam sejenak "Mobil jemputanku belum datang, bagaimana denganmu Amber-shi?"
Ia menatapku dengan wajah yang sangat terkejut dan membulatkan matanya, omo wajahnya sangat cute jika seperti saat ini "B-Bagaimana K-Kau tahu n-namaku?" katanya bergetar. Kenapa dengan suaranya??? Apa karena hujan yang membuat suaranya bergetar?? Mungkin!!
Kenapa perasaanku jadi gugup begini??? Tenang kry. Kau adalah orang yang cool dan percaya dirinya, hanya mengatakan hal yang biasa saja tanpa gugup. Ya kau harus begitu!! "Tidak sengaja aku mendengar namamu diteriaki oleh fans-fansmu, Amber sunbae" Jawabku, sebenarnya aku ingin mengatakan dengan jawabban 'Tentu saja aku mengenalmu, siapa yang tidak mengenal dirimu'. Tapi aku urungkan, bukankah perkataanku itu terkesan aku terlalu ingin dekat dengannya?
"Oh, aku kira Kau mengenal dengan seorang sunbae yang aku kenal" Gumamnya, tapi aku tak terlalu mendengar gumamnya
"Sunbae, bisakah Kau ulangi perkataanmu barusan??? Karena aku tidak terlalu mendengarnya" Pintaku, rasanya aku ingin mengatahui apa yang tadi Ia katakan. Kenapa aku jadi penasaran dengan yeoja tampan di sampingku ini?? Ada apa denganku?
Ia belum mau membuka mulutnya, seakan ia masih tenggelam dalam pikirannya "Kurasa perkatanku tadi tidak penting, kalau aku boleh tahu Kau kelas satu mana?"
Aku sedikit kecewa karena ia tidak mengulang perkataannya, tapi kekecewaanku tidak ada dasarnya. Aneh , ada apa denganku sekarang? "Kelas 1-a" Jawabku malas dan menatap ke bawah, kedua kakiku aku main-mainkan seperti anak kecil saat sepatu mereka terkena air hujan
"Oh" Ia bergumam dan mengangguk "Kalau aku tidak salah dengar kelas itu untuk kelas inti. Kelas yang berisi anak cerdas yang memiliki nilai diatas 9" Katanya datar
Aku mengangguk "Kalau Kau, sunbae?"
"3-a"
"Berarti sunbae juga termasuk anak yang cedas" Kataku penasaran, aku ingin tahu apakah Ia tipe orang yang menyombongkan kecerdasannya atau tidak. Aku dengar juga dari temanku Ia sering menjuarai semua bidang olimpiade.
"Tidak, aku bukan murid yang cerdas, kelasku hanya kelas biasa. Baru tahun ini ada kelas inti disekolah ini" Jawabnya. Oh ternyata Ia tipe orang yang merendah
"Benarkah? Tapi yang aku dengar sunbae termasuk murid yang cerdas" Aku mencoba memancingnya. Entah kenapa hari ini aku sangat aneh. Jika kalian ingin tahu aku bukanlah orang yang cukup banyak bicara saat baru berkenalan dengan seseorang, tapi kenapa saat aku dengan Amber sunbae aku menjadi ingin tahu tentangnya dan menjadi banyak bicara??? Aneh sekali diriku hari ini
Ia hanya menatapku tajam tapi dengan matanya yang penuh kelembutan lalu ia tersenyum yang sangat manis dan tiba-tiba dub-dub-dub-dub. Kenapa hatiku berdebar 2 kali lebih cepat dari debaran normal??? Aneh sekali, aku juga seperti merasakan kedua pipiku yang tiba-tiba menjadi hangat. Apa aku sekarang sedang blushing??? Apa sebabnya??
"Jangan terlalu percaya dengan apa yang Kau dengar dan apa yang dibicarakan oleh orang lain, karena Semua hal yang kita dengar itu pendapat belum tentu kenyataan. Semua yang kita lihat itu perspektif belum tentu kebenaran" Jawabnya sudah dengan kedua tangannya Ia masukkan di saku celananya, Oh My God kata-katanya barusan sangat cool ditambah mukanya juga jika diperhatikan seperti binatang llama yang tampan. Aku yakin Ia satu-satunya llama yang tampan yang ada didunia ini
Aku memangngguk "Yang dikatakan sunbae benar. Kita tidak boleh menerima apa yang kita dengar dan lihat dengan mentah-mentah, kita seharusnya mencari tahu kebenaran dari apa yang kita dengar dan lihat. Supaya jelas salah dan benarnya"
Ia hanya mengangguk tanda setuju dan kemudian berjalan lima langkah kedepan, tangannya Ia julurkan ke atas. Membuat telapak tangannya mengenai tetesan hujan, aku melihatnya menutup kedua matanya dan sesekali aku melihat kepalanya yang ia goyang-goyangkan. Seperti bunyi ditetesan hujan itu bagai musik yang sering ia dengar, mukanya nampak ia sangat menikmati apa yang ia lakukan. Apa apa yang Ia lakukan benar-benar sangat nikmat?
"Coba Kau mencoba melakukan ini" Katanya masih diposisi yang sama tanpa memandangku dan membuka matanya "Air hujan akan membuatmu merasa tenang dan damai" Ia menambahkan
Awalnya aku ingin menolak perintahnya tapi melihat Ia sangat menikmati dengan apa yang Ia lakukan, jadi aku penasaran bagaimana rasanya dan akhirnya aku mengikuti perintah Amber sunbae. Aku berjalan disampingnya dan menirukkan apa yang Ia lakukan. Hanya 1 menit aku sudah merasakan ketenangan yang mengisi setiap aliran darahku, rasanya aku seperti sedang bermidiatsi ditempat yang indah dan nyaman. Rintikan hujan seperti musik yang membuatku lebih dalam memasuki meditasiku. Dan meski aku tak mau mengakui kepada amber-sunbae bahwa aku belum pernah merasakan hal setenang ini, tapi Ia memang benar air hujan akan membuatmu merasa tenang dan damai.
Yuri pov
(2015, myeong woo university hospital)
Aku berjalan keluar dari rumah sakit dimana Amber di rawat. Hari ini sudah hari ke 15 ia koma dan semua pertanyaan yang masih menggatung dikepala tentang kenapa Ia bisa masuk rumah sakit sampai sekarang belum terjawab. Setiap hari baik aku, jessica, teman-temanku dan tentunya Krystal masih sibuk mondar-mandir keluar-masuk rumah sakit untuk bergantian menjaga Amber. Selama 15 hari ini juga tak pernah satu haripun krystal tidak berada disamping Amber. Ia selalu menjaganya, sampai sekarang aku selalu tak percaya bahwa gadis rumahan yang polos dan baik-baik itu melakukan perbuatan yang tak pernah bisa kami dan Amber maafkan seumur hidup kami.
Yang lebih tak memafkan Dia selain Amber adalah My Baby Sica, sejak Ia tahu siapa Krystal sebenarnya. Ia selalu menyalahkanku mengapa aku selalu bersikukuh memperkenalkannya dengan Amber, ia sangat membenci Krystal lebih dari sebelumnya, selalu ingin membunuh Krystal saat ia bertemu gadis itu. Sebenarnya Jessica melarangku untuk memberi ijin kepada Krystal berada disamping Amber, tapi Nana malah mengijinkannya, sontak hal itu membuat Jessica naik pitam. Tapi Ia tak bisa memperlihatkan kemarahanya karena baginya Nana adalah ibu kedua selain ibu kandungnya sendiri.
Saat aku sampai di lantai bawah, hujan turun sangat deras membuatku harus berhenti dan menunggu didepan pintu masuk rumah sakit, lewat kedua mataku aku bisa melihat Krystal sedang mengangkat tangannya ke atas membiarkan air hujan mengenai telapak tangnnya, kedua matanya ia tutup dan telinganya ia goyang-goyangkan,. Pemandangan itu sangat persis saat 6 tahun yang lalu ketika pertama kali Amber tahu ada sosok yeoja bernama Krystal.
Flashback
(6 tahun yang lalu, SM Senior High School)
Aku benar-benar cemburu bercampur kesal dengan pacarku sendiri. Bagaimana bisa Ia masih mencintai Amber??? Padahal sudah jelas-jelas Ia sangat tahu bahwa sekarang Dia sudah memilikiku, apa aku kurang baik untuknya?? Apa aku kurang sabar kepadanya??? Seharusnya ia katakan apa yang kurang dariku supaya aku bisa memperbaiki kekuranganku itu. Kenapa Ia tak pernah sadar bahwa Amber hanya menganggap hubungan diantara mereka sebatas hubungan adik-kakak. Kenapa ia tak pernah bisa mencintaiku seperti ia mencintai Amber??? Kenapa ia hanya mencintaiku 5 dan untuk amber 10??? Kenapa aku tak pernah bisa menggantikan posisi Amber didalam hatinya???
Yang lebih membuatku kesal adalah sekarang Ia menyuruhku untuk menunggunya ditempat parkir sedangkan Dia sedang aksik memandang amber yang sedang tidur dengan pulasnya. Sudah 3 jam lebih aku menunggunya tapi batang hidungnya tak pernah kelihatan, kalian pasti menganggap aku bodoh karena lebih mempertahankan Dia yang tidak mencintaiku, bukan??? Ya aku memang bodoh!! Aku taku aku bodoh tapi aku terlalu mencintainya, coba kalian menjadi diriku pasti kalian juga akan menjadi bodoh jika didekat seorang yeoja cantik tapi dingin dan kejam bernama Jessica Jung.
Akhirnya setelah sekian lama menunggu Dia datang bersama Amber, aku segera keluar dan kecemburuanku bertambah menjadi berlipat ganda saat tahu Jessber sedang bergandengan tangan. Aku tak menganggap Amber mencari kesempatan tapi aku malah mengagap Jessica yang mencuri-curi kesempatan itu, Amber nampaknya melihat aku memandang ke arah pegangan tangan mereka dan dengan cepat Ia melepaskannya.
"Kajja Baby" Kataku pelan , meski hatiku sangat sakit tapi aku tak boleh marah dan menyalahkan Amber karena disini yang perlu disalahkan adalah Jessica yang sudah tahu sudah memiliki pacar tapi malah mengharapkan orang lain yang jelas-jelas tidak balik mencintanya "Amb, Kami pulang duluan"
Amber hanya mengangguk dan aku segera melajukkan mobilku. Jessica sama sekali tak meminta maaf padahal ia jelas-jelas tahu bahwa aku sekarang sedang cemburu dan kesal, ia sekan tak pernah menganggap aku sebagai pacarnya, mungkin ia selalu menganggangp aku sebagai pelampiasan cintanya untuk bisa mendapatkan hati Amber. Tapi aku sangat yakin rencananya itu tak akan pernah bisa terwujud, Amber tidak pernah mencintainya.
Aku melihat ke arahnya lewat kaca spion, sekarang Ia tengah menatap ke jendela. Seakan aku hanya seorang supir yang mengantar dan menjemputnya. Ia seperti tahu bahwa ada mata yang memandanganya, lalu Ia menatap ke arahku "wae?"
"Tidak ada, apa yang Kau pikirkan?"
"Kau tahu sendiri jawabban atas pertanyaanmu itu, bukan? " katanya datar, ia begitu jahat dan kejam tak pernah memikirkan perasaanku yang sangat sakit atas jawabbannya dan aku tahu apa yang Ia pikirkan, Ia pasti sekarang sedang memikirkan Amber lagi. Padahal Ia baru beberapa menit bertemu dengannya tapi ia sudah memikirkan Amber??? Apa Ia juga memikirkan aku jika hanya berpisah beberapa menit??? Kenapa aku begitu mencintai yeoja disampingku yang hatinya seperti bongkahan es di antartika dimana bongkahan es itu sangat sulit dipecahkan???
"Aku tak tahu jawabban, bagaimana bisa orang bertanya jika Ia tahu jawabannya" Elakku
Dia tersenyum sinis atau bahkan terkesan mengejek "Kau ingin aku mengatakannya dan itu kan membuatmu semakin sakit atau Kau sendiri yang sudah tahu jawabbanya tapi pura-pura tak tahu???"
"Sudah lah aku tak mau berdebat denganmu" Kataku mengalah
Ia hanya diam dan kemudian Ia seperti mencari-cari sesuatu di dalam tas dan saku roknya, apa yang ia cari??? Seperti sesuatu itu yang sangat penting??? Biasanya ia tak sepanik itu jika ia kehilangan sesuatu??
"Baby apa yang kau cari??? Apa kau kehilangan sesuatu??" Tanyaku penuh perhatian
Ia menatapku dengan muka yang panik "Sepertinya handphoneku ketinggalan di kelasmu, bisakah kau memutar balik??? Handphone itu adalah handphone pemberian dari Amber" Katanya memohon dan lagi-lagi Amber dan Amber yang ada dipikirannya. Kapan ada nama 'Yuri' yang hati dan kepalanya pikirkan??
Aku membalikkan arah mobil ke sekolahan lagi dengan kecepatan yang tinggi karena aku melihat langit sudah berwarna hitam gelap, sepertinya hujan akan turun sebentar lagi, aku tak mau Babyku terkena sakit.
Setelah sampai digerbnag sekolah, aku dapat melihat motor Amber masih disana. Kenapa Ia tak tak langsung pulang??? Padahal seharusnya Ia sudah sampai dirumahnya??? Amber biasanya langsung pulang, jadi apa alasannya tetap tinggal disekolah?? Aku melihat ke koridor utama sekolah kami dan sekarang aku tahu jawabbanya, ternyata Amber belum pulang karena berkat Krystal disana. Hal itu membuatku tersenyum dan memberhetikkan mobilku.
"Kenapa Kau berhenti? Ini sudah jujan kwon yuri dan aku ingin cepat_cepat mengambil handphoneku lalu pulang ke rumah"
"Lihatlah, aku tak mau mengganggu orang yang sedang pendekatan" Kataku menunjukk ke arah Kryber
Aku bisa melihat mata Jessica yang penuh akan kecemburuan dan kemarahan. Aku tahu persis apa yang Jessica pikirkan, Ia pasti berpikir bahwa Krystal lah orang yang mendekati Amber karena baginya Amber tidak akan pernah perhatian dan mendekati yeoja lain selain dirinya, padahal belum tentu yang ia pikirkan itu benar. Kami cukup lama memata-matai Kryber, Aku sangat yakin Amber saat ini sedang gugup melihat bahasa tubuhnya yang tak bisa berbohong sedangkan Krystal bersikap biasa dan percaya diri namun dalam hatinya tak kalah gugup dari Amber.
Mereka kemudian melakukan obrolan yang aku dan Jess tak tahu apa obrolan itu dan itu membuat kami bingung sekaligus tercengang. Biasanya Amber tidak berbicara pada orang yang baru saja Ia kenal. Mereka kemudian melakukan adegan yang aku anggap bodoh tapi romantis, Amber mengangkat tanganya dan membuat telapak tangannya terkena air dan Krystal sepertinya juga ikut melakukan hal yang sama. Ketika mereka membuka mata aku tahu pasti makna apa yang tersirat dikedua mata Kryber, makaa bernama cinta didalam bula mata mereka dan mereka sangat jelas telah jatuh cinta satu sama lain. And it mean my mission success.
Author pov
Cukup lama mereka melakukan hal itu, sekitar 30 menit kemduian Amber membuka matanya pelan dan menatap krystal yang sudah membuka mata jug, mereka llau menatap satu sama lain dan tertawa. Tangan dan baju keduanya sedikit basah akibat apa yang mereka lakukan barusan.
"Bagaimana menyenangkan bukan?" Tanya amber dengan dorky smile yang selama 6 tahun kebelakang ini tak pernah Ia berikan kepada siapapaun. Dan anehnya hari ini Ia berikan kepada Krystal!! Rasanya itu seperti mukjizat dari Tuhan yang selama ini ditunggu oleh orang terdekat Amber.
Krystal mengangguk dan tersenyum , lgi-lagi hati berdeguk kencang melihat senyum dorky amber. senyum itu sangat manis dan membuat wajah tampan Amber semakin tampan lagi "Menyenangkan memang, tapi kita melakukan hal yang bodoh" Katanya sedikit terkekeh
"Meskipun Kita melakukan hal bodoh tapi yang penting hal itu bisa membuat kita bahagia, apa Kau tidak apa-apa jika pulang terlalu sore?" Kata Amber penasaran
"Sebenarnya tidak boleh Sunbae, tapi sepertinya supirku mengalami masalah. Tak biasanya Daejun ajjushi terlamabat menjemputku"
Amber mengangguk tanda paham "Apa Kau ingin aku memanggil taksi supaya Kau bisa pulang ke rumah" Tawarnya
"Apa itu tak merepotkanmu, sunbae???" Tanyanya dengan nada yang sedikit kecewa, tapi hanya kita yang tahu nada kecewa Krystal sedangkan amber tak tahu bahkan mungkin tak peka. Krystal seperti ingin lebih berlama-lama bersama dengan Amber, padahal Ia tadi menginginkan supirnya cepat menjemputnya supaya ia bisa cepat-cepat hengkang dari sekolah. Tapi kenapa ia sekarang merubah keinginanya?
"Tentu saja tidak, tunggu sebentar aku kan menelepon taksi" Kata Amber langsung mengambil handphonenya dan kemudian memanggil jasa salah satu taksi di Korea
"Baikalah terima kasih" Kata Amber mengakhiri panggilannya "Katanya kita hanya perlu menungu 10 menit"
Krystal mengangguk "Gomawo amber-sunbae"
"Bisakah kita berbicara formal saja?? Tak perlu ada embel-embel sunbae dibelakang namaku?? Jika kau memanggilku sunbae seperti umurku dengan umurmu terlalu jatuh terpautnya"
Krystal hanya mentapa Amber bingung tapi dihatinya sangat bahagia, itu berarti Amber ingin lebih dekat dengannya "Apa itu tak apa-apa?" Tanya krystal hati-hati. Ia sudah menggiit bibir bawahnya
Amber menggeleng
Krystal menggigit bibir bawahnya dan matanya ia sipitkan, tangan kirinya menyentuh ke pelipisnya. Ia seperti memikir sesuatu yang Amber pikir sangat serius "Bagaimana kalau aku memanggil sunbae dengan oppa" Usul Krystal dengan antusias
Amber memberikan wajah dan tatapan yang aneh untuk Krystal, bagaimana bisa Ia dipanggil oppa?? Amber kan yeoja bukan namja "Oppa?" Tanya Amber bingung
Krystal mengangguk dan bergumam "Hmmmhmm, Oppa. Amber oppa, sepertinya jika unnie tidak cocok denganmu sunbae, wajahmu lebih tampan jika dipanggil unnie" Ia menjelaskan dengan mukanya yang menunduk dan pipinya sudah merona merah
Amber mengangguk tanda paham meski Ia merasa aneh saja ada yeoja yang memanggilnya oppa, padahal fangirnya saja tidak pernah memikirkan hal itu. "Baiklah jika itu maumu" Akhirnya Amber setuju
"Ne Amber sunb- maksudku Amber oppa" Ucap Krystal hampir memanggil Amber sunbae
Tiba-tiba suara klakson taksi membuat obrolan mereka yang sudah tidak canggung itu menjadi terputus, keduanya merasa kecewa tapi mereka tidak yang memperlihatkan kekecawaan mereka satu sama lain. Baik Krystal maupun Amber sama-sama memasang topeng yang bernama 'cool'.
"Kalau begitu Amber Oppa, aku dulaun. Terima kasih sudah menemaniku, mengobrol dan melakukan hal yang bodoh tapi menyenangkan" Kata Krysta tersenyum tapi salah tingkah
Amber mengangguk "Hmm, hati-hati di jalan" kata Amber datar
Krystal segera menaiki taksi, amber menunggu taksi krystal sampai tidak kelihatan lagi lalu ia langsung berlari dan mengambil motornya, kemudian menghidupkan motornya dengan sangat buru-buru, Ia tak peduli dengan hujan yang sedang deras-derasnya itu. Setelah motornya sudah menyela ia kemudian melajukkan motornya dan mengikuti taksi yang Krystal tumpangi, tadi Ia sempat menghafal plat nomor taksi itu.
Yulsic yang melihat kelakukan Amber, kemudian mengikuti Amber dari belakang dan mereka sekarang saling ikut-mengikuti. Hati Jessica sakit tapi Ia tak bisa apa-apa melihat Ambernya sedang dilanda cinta, ia hanya bisa berharap bahwa Amber tak benar-benar jatuh cinta dengan Krystal tapi hanya menyukainya sebagi adik kelas aja. Melihat kelakukan Amber membuat Yuri hanya geleng-geleng kepala dan senyumnya tak pernah lepas dari bibirnya.
Baru kali ini Ia melihat Amber seperti sekarang dan Krystal lah orang dibalik sikap Amber yang berubah menjadi bodoh itu, Bersikap tak seperti biasanya dan seperti bukan Amber yang biasa ia kenal, Amber bukan tipe orang yang mau hujan-hujanan demi mengikuti mobil yeoja untuk memastikan apa Ia sampai rumah dengan selamat atau tidak. Seragam amber sudah basah kuyub akibat guruyuran hujan, sepertinya Amber juga buru-buru mengendarai motornya sampai Ia lupa memakai helm.
Amber terus mengikuti taksi yang Krystal tumpangi sampai taksi itu berhenti disebuah mansion di daerah Daegu. Kemudian Kystal langsung turun dan memasukki mansionnya, Amber berhenti didepan gerbang mansion itu, ia memandang kesebuah kamar yang jendelanya terbuka dan ia bisa melihat yeoja yang membuatnya melakukan hujan-hujanan demi mengikuti taksi yang ia tumpang sedang mengeringkan rambutnya degan handuk, ia tersenyum seperti orang bodoh.
Karena amber tak kuat lagi menahan dingin akibat guyuran hujan yang mengenai sekujur tubuhnya, akhirnya ia melajukkan motornya menuju mansionnya,
(di tempat yang sama)
"Apa kau sudah melihatnya baby?? Seseorang yang kau cinta dari dulu sekarang sedang jatuh cinta dengan yeoja lain. Berhentilah menyakiti dirimu sendiri dan berhentilah menutup matamu dengan apa yang Kau lihat" Kata Yuri memecah keheningan dimobil yang mereka tumpangi
"Bisakah kau mengantarku pulang? Aku tak mau berdebat denganmu, Amber hanya memastikan yeoja dingin itu sampai dirumah dengan selamat. Jangan cepat mengambil kesimpulan bahwa ia sedang jatuh cinta, Kwon Yuri!!" Protes Jessica.
Yuri hanya menghela nafas penuh sabar dan kemudian melajukkan mobilnya ke tempat mansion Jessica berada.
(Di amber mansion)
Amber memberhentikan motornya, kemudian Ia berlari ke rumah. Dingin sudah menjalar keseluruh tubuhnya, ia tak menyangka ia akan melakukan hal gila dan bodoh seperti tadi. Sampai di kamarnya, Ia langsung mandi dan mengguyur kepala dengan air hangat agar pusing tidak menyerangnya.
"Amb, minumlah air gingseng ini untuk membuat tubuhmu hangat" Kata Nana saat Amber sudah keluar kamar dan sudah menggunakan baju rumahan, sekarang ia tengah kedinginan dan bersembunyi dibawah selimut tebalnya.
Amber mengambil gelas gingseng itu dari tangan Nana "G-gomawo M-My N-a-na" Katanya sedikit bergetar akibat kedinginan, Ia kemudian menyesap gingseng itu pelan pelan "Hacim" suara bersin amber lagi-lagi terdengar, nampaknya ia akan mengalami sakit flu, hidungnya sudah merah merona
"kenapa kau hujan-hujanan?? Tak biasanya kau pulang terlambat dan lebih memilih menghadang hujan" Tanya Nana heran dan sudah duduk disamping tubuh Amber
"Hacim" amber membersihkan ingusnya yang sudah keluar ari hidungnya dengan tisu "Entahlah Nana. Aku saja tidak tahu" Jawab Amber "Eemhmmm, Nana"
"Ya, Amb?"
"Bolehkan aku bertanya sesuatu padamu"
"Tentu saja boleh, memang Kau ingin bertanya apa?"
"Jika kau tiba-tiba melakukan hal yang sebelumnya tidak pernah Kau lakukan hanya karena seseorang, itu artinya apa?"
Nana diam sejenak karena pertanyaan tiba-tiba dari amber, Ia menatap nanar mata yeoja tampan yang sudah Ia anggap anaknya sendiri itu. Seakan mencari-cari jawabban disana dan Ia kemudian tahu jawabbannya "Jika seseorang melakukan hal bodoh dan tak pernah Ia lakukan sebelumnya, berarti ia sedang jatuh cinta"
"Jatuh cinta?" Ulang Amber "Rasanya itu tidak mungkin" Gumamnya pelan
Nana mengangguk "iya, jatuh cinta. Apa kau sedang jatuh cinta?" Tanya Nana penasaran, tak biasanya Amber bertanya dengan pertanyaan aneh seperti sekarang ini
"HACIM, tentu saja tidak. Aku hanya bertanya nana, memang tanda-tanda seperti apa yang kita bisa tahu bahwa kita sedang jatu cinta?"
Nana mengangguk "Aku kira kau jatuh cinta" Jawab Nana dengan nada yang kecewa, Ia juga ingin Ambernya bisa merasakan cinta itu seperti apa. Ia ingin amber juga bisa menemukan kebahagiaan dengan seseorang yang ia cintai "Jika seseorang jatuh cinta ia akan melakukan hal yang tak pernah ia lakukan, mencari informasi tentang orang yang mencuri hatinya, tersenyum saat seseorang yang ia cintai tersenyum atau bahagia, ia akan bersenandung dengan lagu yang sebelum tak pernah ia suka, ketika ia melihat drama atau film, semua hal yang ada di drama itu seperti yang tengah ia alami, ia akan gugup jika dekat dengan seseorang yang membuatnya jatuh cinta tapi ketika ia jauh dengan seseorang itu ia akan merasa kehilangan, ia juga ingin lebih lama dekat dengan seseorang itu dan serasa waktu cepat berlalu" Nana menjelaskan panjang lebar
Amber diam tapi pikirannya meresapi dan memikirkan penjelasan dari Nana-nya barusan, apa sekarang ia sedang jatuh cinta?? Dengan yeoja bernama Krystal?? Tapi bagaimana bisa?? Tapi semua yang Nana katakan sedang ia rasakan jika ia bersama dengan yeoja itu. kemudian ia tersenyum dalam hati dan menyadari ia telah jatuh cinta dengan Krystal Jung Soojung. Mengingat yeoja itu membuatnya tersenyum ear to ear, sebuah perasaan ingin keluar dari dalam perutnya. Aneh tapi menyenangkan.
Author pov
(2015, myeong woo university hospital)
Cukup lama Yuri memperhatikan yeoja yang berdiri tak jauh dari Ia berdiri, yeoja itu seakan tak peduli bahwa setiap orang yang baru tiba di rumah sakit akan menatapnya dengan bingung dan tanda tanya. Ia malah semakin menikamti hal yang ia lakukan, telapak tangan dan bajunya sudah sedikit basah akibat percikkan hujan, tapi yeoja itu lagi-lagi tak peduli akan hal itu.
Yuri berjalan ke yeoja itu dan menjajarkan jarak diantara mereka kemudian ia mencoba membuka mulutnya "sedang apa kau disini?" tanya ayuri berusaha memulai pembicaraan
Krystal membuka mata dan menoleh ke arah samping, Ia menemukan Yuri sudah berada disampingnya dengan wajah bingung. Kemudian Ia menurunkan telapak tangannya dan mengelapnya ke celananya "Hanya menikmati hujan turun, unnie. Hari ini pertama kali hujan turun" Jawab Krystal dengan mata penuh akan kesedihan.
"Kenapa Kau tak kedalam? Apa Kau sudah selesai memeriksa pasienmu?"
Krystal menggeleng "Aku free hari ini,unnie. Unnie baru menjenguk Amber?"
Yuri mengangguk "Iya Aku baru saja menjenguknya. Sekarang didalam ada minah dan hyoyeon, Kau menjenguknya juga?? Biasanya kau langsung ke kamarnya"
Krystal diam sejenak dan kepalanya mengadah ke atas, melihat hujan turun. "Tadi aku berniat langsung ke kamarnya unnie, tapi karena hujan turun jadi aku berhenti disini" Jawab Krystal masih menatap ke atas
"Kau masih melakukan hal bodoh itu seperti pertama kalian bertemu dulu?" Tanya Yuri tak percaya
Krystal mengangguk "Tentu saja unnie, hal bodoh itu selalu membuatku tenang dan tersenyum meski suasana hatiku sedang kacau" Jawab krystal tanpa memandang ke arah lawan biacaranya dan Yuri bisa melihat mata yeoja disampingnya sudah berkaca-kaca "T-Tapi b-bagaimana Kau tahu kami bahwa melakukan hal bodoh saat kami pertama kali bertemu, unnie?? Tanya Krystal heran dan sudah menatap ke arah Yuri
"Karean saat itu aku dan Jesica ada disana dan kami menjadi saksi bahwa ada sepasang manusia yang tengah dilanda cinta yang hebat saat itu" Jawab Yuri tersenyum mengingat hari itu.
Krystal sudah tak kuat lagi untuk tak mengeluarkan butiran kristal yang sudah memenuhi ujung kelopak matanya dan butiran itu jatuh tanpa henti "Kau benar unnie, saat itu aku memang telah suka dengan Amber, hari itu juga aku juga tengah berselingkuh mata dan hati dari pacarku"
Yuri mendesah pelan dan hatinya sakit mengingat kebodohannya kenap Ia harus menunjukkan Krystal ke Amber, hatinya juga perih melihat yeoja dingin disampinnya juga tersiksa karena ulahnya sendiri. Sejak Ia melihat krystal sedang melakuakn hal yang kryber lakukan ketika hujan turun beberapa menit yang lalu, Ia hanya memiliki satu pertanyaan yang menusuk kepalanya dan kemudian ia mencoba membuka mulutnya "krys, apa Kau masih mengingat hari ini?" Tanya yuri hati-hati dan penasaran
Krysatal dengan air mata yang belum berhenti, kemudian Ia menatap ke atas lagi. Meneranwang ke masa beberapa tahun yang lalu tepat tanggal yang sama dengan tanggal hari ini "Tentu saja unnie. Bagaimana bisa aku melupkan hari ini, hari dimana semua hal tentang aku dan Amber dimulai dan kami tulis dengan indah, hari yang paling istimewa bagiku, hari yang selalu membuatku bahagia tapi hari itu pula yang membuatku menyesal sekaligus merasa bersala bisa mengenal amber. Aku menyesal karena aku lah orang yang membuatnya tersiksa selama ini" Krystal berhenti sejenak dan air matanya sudah semakin banyak membasahi pipinya, tangisannya juga sudah terdengar ditelinga Yuri "Sumpah demi tuhan unnie, aku tak pernah berniat melakukan hal itu kepada Amber. Aku tahu aku salah unnie, tapi aku juga tak bisa merubah waktu dan kejadian itu agar tak terjadi" Krystal menambahkan, kedua lututnya seakan lemas dan membuatnya terperosot ke bawah. Krystal memegang kaki Yuri seperti seorang budak yang sedang memohon
"Aku menyesal unnie, sangat menyesal melakukan perbuatan itu."
TBC