Hyerin berdiri sambil menundukkan kepalanya, pikirannya berfikir tentang seribu kemungkinan terburuk yang akan terjadi
"Jadi bagaimana ?"
Suara berat pria di depannya menyadarkan Hyerin dari lamunannya
"Saya akan menggantinya tuan"
"Kapan ?, beri aku kejelasan"
Sepertinya Hyerin memang harus merendahkan harga dirinya sedikit
"Saya tidak bisa pastikan tuan, tapi saya janji akan saya cicil setiap bulan"
"Ck, kau tahu kan biayanya tidak murah"
"Saya tahu tuan, tapi saya janji akan saya cicil hingga lunas"
"Aku punya ide yang lebih bagus, ini akan menguntungkan mu dan juga aku", ujar Taehyung sambil tersenyum manis yang malah membuat bulu kuduk Hyerin berdiri
~~~~
Cklek
Hyerin berjalan keluar dari ruangan Taehyung tanpa memperhatikan sekitarnya
"Eh Suga, Hyerin kok gak nyapa kita", ujar Seohee
"Mungkin dia lagi panik karena kejadian tadi pagi Seo"
"Bukannya rencananya tuan Kim akan memaafkannya"
"Entahlah, kalau dia tahu kau terlibat dalam rencana penjebakan ini, aku pastikan dia tidak akan memaafkan mu"
"Tapikan kata tuan Kim ini demi kebaikannya"
"Ya mungkin lebih baik sepulang dari kantor kamu tanya kejelasannya sama Hyerin"
"Aku kok jadi nyesel udah bantu tuan Kim"
Suga mengelus kepala Seohee
"Makanya jadi manusia itu jangan terlalu polos jadi dibego-begoin deh, hahahah"
"Suga nyebelin ih"
~~~~
"Huft...akhirnya selesai juga"
Hyerin merebahkan tubuhnya di kasur
Cklek
Seohee masuk ke kamar Hyerin, berniat menanyakan tentang kejadian tadi pagi
Tapi dia mengurungkan niatnya, karena melihat barang-barang Hyerin sudah dimasukkan dalam koper semua
"Hyerin, kenapa barang-barang kamu dimasukin koper semua ?"
Hyerin bangkit dan duduk di pinggiran kasur
"Sini duduk dulu, biar aku jelasin"
Seohee menurut dan duduk di sebelah Hyerin
"Kau tahu kan tadi pagi ada insiden mengerikan"
Seohee mengangguk
"Tuan Kim meminta ganti ruginya"
"APA!!"
"Wajar saja, sebab itu murni kesalahan ku"
Deg deg deg
Jantung Seohee berdegub kencang
Seohee takut Hyerin tahu dan malah membencinya
"Jadi dia meminta aku menjadi assisten pribadinya. Dan karena itu pula aku harus tinggal di rumahnya"
"Apa-apaan itu, dasar brengsek"
'Bajingan, perjanjiannya tidak seperti itu', batin Seohee
"Tidak apa, setidaknya aku tak harus mengganti dengan uang sebanyak itu. Aku juga jadi punya penghasilan lebih"
"Tidak bisa seperti itu Hyerin, aku akan bicara padanya"
"Tidak usah Seo, biar ini menjadi urusan ku dan Taehyung. Aku tak ingin melibatkan mu"
'Brengsek, ku bunuh kau Kim Taehyung', batin Seohee berapi-api
PAGI HARINYA DI MINGGU YANG CERAH
Hyerin masih tak habis pikir dia harus serumah dengan Taehyung
Di tatapnya pantulan wajahnya di cermin
"Kenapa aku sial sekali sih, sial sial sial", ujarnya sambil mengacak-acak rambutnya frustasi
Tiiiin....tiiiin....
Hyerin tau betul itu klakson mobil Taehyung
Hyerin membawa dua koper besarnya degan lambat, sengaja memperlama waktu
"Lama banget sih keluarnya", Taehyung turun dari mobil
Sebelum dia sempat mengetuk, pintu terbuka
Seohee menatap tajam ke arah Taehyung
"Aku butuh penjelasan ?"
"Okay aku minta maaf telah merubah rencananya tanpa sepengetahuan mu"
"Rencana apa ?", Seohee dan Taehyung menoleh
Seketika mereka gugup
"Eng..., rencana kerja, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dulu dengan tuan Kim", Seohee menarik tangan Taehyung dan membawanya ke arah mobil, menjauhi Hyerin
"Kalau masalah pekerjaan kenapa aku gak boleh dengar. Wah sepertinya orang kaya satu itu ganti mobil", gumam Hyerin
"Apa maksud tuan Kim seperti itu ?" Bentak Seohee
"Aku hanya ingin lebih dekat dengannya, semakin banyak waktu bersama maka akan semakin besar peluang mendekatinya"
"Tapi gak harus tinggal bersama kan tuan"
"Tenang aja, aku gak akan berlaku di luar batas sama sahabat kamu kok. Tapi kalau dapat persetujuan itu lain cerita"
Seohee makin melotot menatap Taehyung
"Hyerin kan udah kerja di perusahaan tuan, masa mau di jadikan assiten pribadi lagi, tuan gak kasihan sama Hyerin"
"Kamu bego ya Seo, itu cuma tipu-tipu biar Hyerin mau tinggal sama aku lagian aku punya pembantu kok. Aku gak akan biarin dia capek"
"Huft...aku titip Hyerin ya, dia gak sekuat kelihatannya"
Seohee pergi meninggalkan Taehyung dan menghampiri Hyerin
"Jangan nyusain tuan Kim ya Hyerin, sering-sering mampir ke rumahku yang kecil ini ya. Selamat jadi orang kaya"
"Kok gitu sih..., huhuhu"
Hyerin memeluk Seohee dan berdrama sedih menyebalkan, menurut Taehyung
"Aku pergi ya Seo"
Taehyung mengangkat dua koper Hyerin ke dalam mobil
"Jangan bertindak bodoh, ingat!"
Hyerin mengangguk dan masuk ke dalam mobil di bangku belakang
"Ngapain naik di belakang ?, kamu pikir aku supir kamu"
"Huuh", Hyerin mendengus kesal
Dia pindah duduk jadi di samping Taehyung
Perlu kalian tahu Hyerin tak mau menatap Taehyung sejak tadi
"Aku jelek ya"
"Huh ?"
"Kamu gak mau ngeliat aku dari tadi"
'Males banget liat kamu', batin Hyerin
"Lagi asyik liat jalan aja"
Mobil Taehyung memasuki area perumahan elit di Seoul
'ouh.., jadi rumah Taehyung di daerah sini. Keren banget'
Taehyung membelokkan mobilnya memasuki kawasan rumahnya
Hyerin kagum menatap rumah Taehyung yang mewah
'Besar banget, lebih mewah dari apartemennya dulu'
"Turun gih"
Hyerin turun dan berniat membawa kopernya sendiri
"Gak usah sok kuat"
"Rese banget sih"
Hyerin memanyunkan bibirnya dan mengikuti Taehyung dari belakang
Mereka berdua memasuki rumah Taehyung
"Tuan muda sudah pulang"
"Bibi Song, ini teman ku yang aku ceritakan Park Hyerin, Hyerin ini bibi Song ia sudah bekerja cukup lama di sini, ia akan membantu mu bekerja di rumah ini"
"Salam kenal bibi Song"
"Salam kenal juga Nona Hyerin"
"Bibi masih sibuk"
"Saya sedang membersihkan ruang tamu tuan"
"Kalau sudah selesai tolong bawa Hyerin melihat-lihat rumah ya"
"Baik tuan"
Taehyung menoleh ke arah Hyerin
"Ayo kita ke kamar mu"
Taehyung dan Hyerin menaiki tangga
Tak beberapa jauh dari tangga, ada sebuah ruangan dengan pintu berwarna putih gading, senada dengan warna dinding
Sayangnya itu bukan kamar Hyerin, Taehyung membuka sebuah pintu tak begitu jauh dari ruangan tadi
'luas banget', batin Hyerin 'Ini sih kamar idaman namanya'
"Kamu beres-beres sendiri ya, aku mau pergi. Kalau perlu apa-apa bilang sama bibi Song aja"
Hyerin hanya mengangguk dan Taehyung keluar dari kamarnya
Sebuah senyuman terukir di bibir Hyerin
"Luas banget"
Hyerin berjalan menuju balkon kamar yang langsung mengarah ke jalanan di depan rumah Taehyung
"Ini sih kamar idaman"
Hyerin bergegas membereskan barang-barangnya
Tok...tok...tok....
"Masuk"
"Nona Hyerin, ada yang bisa Bibi bantu"
"Gak usah bi, biar Hyerin aja"
"Gak papa non, tadi tuan muda menyuruh saya"
Hyerin tersenyum, "yaudah deh kalau Taehyung yang nyuruh"
"Bi kamarnya luas banget ya"
"Ini kamar yang biasa tuan besar tempati kalau datang ke rumah ini bersama nyonya"
"Maksud bibi orang tuanya Taehyung"
"Iya non"
"Jadi Taehyung tinggal sendirian bi ?"
"Iya non, sejak dua tahun lalu tuan muda selalu tinggal sendiri"
"Gak bosen apa, tinggal sendiri di rumah sebesar ini"
"Tuan muda jarang di rumah non, selalu pulang kerja hampir malam, dan setiap libur selalu pergi"
"Gak lelah ya"
"Begitulah non, tuan muda juga jarang bawa temennya kerumah"
"Bisa banget hidup kayak gitu ya bi"
Bibi Song hanya mengangguk
~~~~
"Selesai juga akhirnya bi, kalau berdua jauh libih cepat ya bi"
"Iya non, nona Hyerin mau istirahat dulu atau mau lihat-lihat rumah"
"Hyerin mau keliling rumah dulu bi"
"Yaudah ayo bibi temeni"
Hyerin dan bibi Song keluar dari kamar
"Di lantai dua ini ada ruang kerja tuan muda, dua kamar tamu, dan juga kamar tuan muda non"
"Kamar Taehyung juga di sini"
"Iya non, di sebelah tangga non"
"Ouh itu kamarnya Taehyung"
"Iya non, ini ruang kerjanya tuan muda. Bibi gak pernah berani masuk"
Hyerin hanya mengangguk
Selanjutnya Hyerin ditemani bibi Song mengelilingi rumah Taehyung bagian lantai satu, mulai dari ruang makan, ruang keluarga, hingga dapur
"Bibi tinggal disini juga"
"Bibi tinggal di rumah belakang non"
"Dibelakang ada rumah juga ya bi"
"Iya non, bibi tinggal sama anak perempuan bibi, namanya Song Yejin dia masih SMP non"
"Ouh Hyerin kira bibi tinggal disini juga"
"Nona Hyerin gak mau ke rooftop"
"Wah, mau dong"
"Tapi bibi gak bisa nemeni, bibi mau bersih-bersih rumah lagi"
"Yaudah gak papa bi"
"Tangganya di sebelah kamar tamu ya non"
"Iya bi"
Hyerin berjalan menuju rooftop dengan senyum yang mengembang
Dari dulu dia sangat ingin memiliki rumah dengan rooftop
Kakinya melangkah menuju rooftop
"Uh....hah", Hyerin menarik napas dalam lalu menghembuskannya
Dia berjalan menuju pagar pembatas, melihat pemandangan di sekitar perumahan elit ini
Rasa kesalnya seakan hilang, tak di sangka akan semenyenangkan ini tinggal di rumah Taehyung
Hari sudah cukup sore, Hyerin memilih kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri
Dia menuruni anak tangga, Hyerin berhenti sesaat ketika kakinya menginjak anak tangga terakhir
"Baru pulang"
"Iya, sedang apa di rooftop ?"
Hyerin menunjukkan senyumnya, senyum pertama yang Taehyung lihat sejak tadi pagi
"Hanya melihat pemandangan saja, indah ya"
"Begitukah ?, aku tak pernah sempat menikmatinya"
"Cobalah luangkan waktu sedikit"
"Ya akan aku coba"
Taehyung berjalan meninggalkan Hyerin, masuk kemarnya dan menutup pintunya rapat-rapat
Hyerin melangkah menuju kamarnya juga
~~~~
Hyerin keluar kamarnya, berniat membantu bibi Song memasak
Cklek
Taehyung membuka pintu ketika Hyerin berada di samping kamarnya
"Mau kemana ?"
"Kebawah bentar"
"Oh"
"Kamu sendiri ?"
"Mau keruang kerja, ada file yang mau di cek lagi"
Hyerin hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya
'Kok jadi canggung begitu ya', batinnya
"Bibi Song mau masak apa ?"
"Ayam goreng aja non"
"Ini anak bibi"
"Iya non, Yejin suka bantu bibi"
"Baik sekali kamu Yejin, ouh ya bi biar Hyerin aja yang masak"
"Gak usah non, nanti tuan muda marah"
"Gak papa bi"
"Gak boleh non, kata tuan muda nona Hyerin tidak boleh mengerjakan pekerjaan apapun di rumah ini"
"Gak papa bi, Taehyung gak bakal marah kok"
"Yaudah deh, Yejin bantu Kak Hyerin ya"
Yejin hanya mengangguk
"Kakak tinggal di sini ya ?"
"Iya Yejin"
"Kakak pacarnya tuan muda ya ?"
"Bukan Yejin, kakak cuma temannya"
"Kok bisa tinggal serumah ?"
"Ceritanya panjang deh, kamu bantuin kakak aja jangan ngomong mulu"
"Iya deh iya kak"
~~~~
Hyerin dan Taehyung sudah ada di meja makan, bersama dengan Bibi Song dan juga Yejin
Mereka makan bersama dalam diam
"Emm, bi masakan bibi kok agak aneh ya", ujar Taehyung di tengah kegiatan makannya
"Aneh kenapa tuan ?"
Hyerin memasang wajah was-was
"Rasanya aneh"
Hyerin mempoutkan bibirnya, dasar Taehyung tak tau terimakasih
"Maaf tuan, besok akan bibi masakkan yang lebih enak dari ini"
Taehyung hanya mengangguk
'Huh dasar, ini enak tau, aku kan sudah susah payah memasaknya', batin Hyerin
"Memang tidak enak", ujar Yejin sambil tertawa
Dan Hyerin semakin kesal dibuatnya
»»»» TBC ««««
Extra :
Trap for Hyerin (Seohee)
Perlahan Seohee memasuki ruangan Hyerin, dia membuka kaca jendela Hyerin
"Maaf ya Hyerin"
Seohee menumpuk pot kaktus milik Hyerin, kemudian dia menutup jendelanya lagi
"Saat Hyerin membuka jendelanya, brraak potnya akan jatuh mengenai kaca mobil tuan Kim, taraaaa misi Seohee berhasil hehhe"
"Sekali lagi maaf ya Hyerin"
Trap for Hyerin II (Taehyung)
Taehyung berjalan melewati dapur
"Ouh...jadi Hyerin yang masak, kerjain ah nanti"
"""""""
By the way yang coment kok makin dikit ya...
Apa ngebosenin??? Tell me something
Oops... Tadi kelupaan
Aku bawa FF temen aku nih
Coba dulu di cek, siapa tau suka
Complicated relationship
ketekdora
http://my.w.tt/UiNb/82w0yokJIE