We Are Bulletproof [BTS FF |...

By chiisaiihime

96.8K 7.4K 346

Kim Seok Jin Anak sulung dari 7 bersaudara, bekerja sebagai Dokter sebuah RS swasta. Min Yoongi Anak kedua ya... More

1 : Prologue
2 : Morning Routine
3 : School life
4 : Ya!!
5 : Family?
7 : Dang!
8 : Feelings
9 : Precious
10 : Unexpected Guest
11 : Ex GFriend
12 : Truth
13 : Hyung?
14 : I know
15 : Sad Truth
16 : Distance
17 : Curious
18 : Little White Lie
19 : Another Surprise
20 : Confession
21 : Wedding Day
22 : Changes
23 : Scandal
24 : New Guy
25 : Visit
26: Date!
27: Feeling
28 : Confirm
29 : things getting complicated
30 : confession
31 : Decided
32 : Convinced
33 : Truth Untold
34 : Plan
35 : Trap
36 : Make it Right
Epilogue

6 : Classmate

3.6K 250 4
By chiisaiihime

"Sebenarnya hari ini kita akan mengadakan acara barbecue. Kau ajak Ae Ra dan Min Ah teman mu ya", ucap Jin membuat Hoseok menghela napas panjang. Sepertinya kenyataan itu harus dikubur lagi, entah sampai kapan.

Hyeri menatap kakaknya yang paling tua dengan pandangan bingung, "memang ada acara apa Jin oppa?".

"Aku diangkat menjadi kepala rumah sakit", Jin memamerkan senyum nya. Semua langsung melihat ke arah Jin, "jinjja?"

Jin mengangguk, Hyeri pun langsung berdiri dan menghampiri Jin, memeluknya dan mencium pipi Jin untuk mengucapkan selamat.

Suasana pagi pun mulai mencair karena berita dari Jin. Jimin langsung menarik Hyeri ke arahnya, membuat Hyeri duduk dipangkuan Jimin.

"Ya! Jimin oppa!", Hyeri memukul paha Jimin berusaha bangun dari pangkuan Jimin, tapi Jimin malah melingkarkan tangannya ke pinggang Hyeri.

"Tidak mau!", sebelum Jimin sempat menyenderkan pipinya di pundak Hyeri, Yoongi sudah melemparnya dengan sendok. "Ya! Hyung!", Jimin pun melepaskan pegangannya, membuat Hyeri langsung berdiri dan menjulurkan lidahnya pada Jimin.

Hyeri menghampiri Yoongi dan memilih duduk di sebelahnya, menggeser Taehyung yang duduk disamping Yoongi.

"Kau itu! Hentikan kebiasaanmu! Hyeri sudah besar. Jaga tanganmu", ucap Yoongi ketus.

"Memangnya kenapa? Buat ku dia tetap adik kecilku", Jimin mengusap tangannya yang kena sendok.

"Tidak boleh", Yoongi berbicara dengan nada tidak bisa dibantah.

-----

Hyeri PoV

Hari ini aku dibuat kesal oleh kelakuan para kakakku. Kenapa mereka selalu memperlakukanku seperti anak kecil? Padahal kan aku sudah berumur 18, sebentar lagi aku akan mempunyai ktp sendiri.

"Kenapa wajahmu cemberut", Ae Ra bertanya padaku, kami sedang makan siang di atap sekolah.

"Aku kesal. Mereka memperlakukanku seperti anak kecil, padahal aku kan sudah dewasa", rajukku.

Tiba-tiba Min Ah menyenggol tanganku. Aku melihat ke arahnya, "wae?", tanyaku. Ia melirik ke arah belakang. Aku pun menengok ke arah pandangan Min Ah.

Sosok teman sekelasku, Baekhyun, berdiri di belakang. Ia tersenyum ke arahku. Aku pun balas tersenyum kemudian menengok ke depan lagi ke arah Min Ah dan Ae Ra. Tapi mereka berdua menyuruhku bangun dan menghampiri Baekhyun.

Aku menatap mereka berdua bingung, "dia menunggu mu Hyeri~ah", bisik Ae Ra menyenggol tanganku.

Aku pun berdiri dan menghampiri Baekhyun. Teman sekelasku yang tinggi tapi berwajah manis itu memasang senyum kotaknya saat aku menghampirinya.

"Kau ada perlu denganku?", aku bertanya tanpa basa basi. Tinggal bersama dengan para lelaki membuat karakterku menjadi gadis yang to the point.

"Aku ingin mengajak mu pulang sekolah bareng", ucapnya tersenyum malu, memegang tengkuknya.

Aku menatap nya heran, kenapa dia tiba-tiba mengajakku pulang bareng?

"Untuk apa?", tanyaku lagi, aku dapat melihat ia kebingungan mendengar pertanyaan ku.

Ae Ra dan Min Ah berada di belakang ku, "malam ini Hyeri mengadakan barbecue di rumahnya. Jadi tidak bisa pulang bareng denganmu. Besok saja?", Ae Ra menjawab menggantikanku.

"Ya! Ngapain aku pulang bareng Bae?", tanyaku berbisik pada Ae Ra yang malah mendapat cubitan di pinggangku, menyuruhku diam saja.

"Oh, begitu. Kalau begitu besok aku tunggu di gerbang sekolah ya", ia pun pergi meninggalkan kami.

"Ya! Kau tahu sendiri setiap pulang aku dijemput oleh kakakku", aku balas mencubit Ae Ra.

"Kau itu tidak peka banget sih! Dia itu menyukai mu, selama ini kau selalu menolak pulang bareng dengannya", Min Ah mendukung Ae Ra.

Baekhyun menyukaiku? Wajahku langsung memerah, aku tidak sadar kalau ia menyukaiku. Sejak kapan? Aku bertanya-tanya dalam hati.

Ae Ra dan Min Ah tertawa melihat wajahku yang memerah. Selama ini aku tidak pernah menyukai laki laki di kelasku. Terakhir aku menyukai laki laki adalah seniorku, Siwon. Tapi itu pun hanya sebatas mengagumi saja.

"Nanti kami bantu meminta izin pada kakak-kakak mu", ucap mereka padaku. Aku gelisah, apakah tidak apa-apa jika aku pulang bareng dengan laki laki lain selain kakakku? Aku tidak dapat membayangkan reaksi mereka.

-----

Mobil Yoongi sudah standby di depan gerbang sekolah. Aku dan Ae Ra dan Min Ah pun masuk ke dalam mobil.

"Annyeong Yoongi oppa", sapa teman-temanku.

Yoongi hanya mengangguk saja ke arah mereka dan memasangkan seat belt padaku. Aku pun tersenyum melihatnya. Sikapnya yang dingin namun perhatian itu tidak ada duanya. Aku bersyukur menjadi adiknya, karena ia memperlakukanku dengan baik.

"Oppa, hari ini kau tidak ada rekaman?", tanyaku. Ia menggeleng.

"Hari ini aku baru saja menciptakan lagu baru untuk penyanyi pendatang baru", ujarnya.

"Oh ya? Siapa? Perempuan atau laki laki?", aku bertanya padanya. Jujur saja, aku senang dengan pekerjaan Yoongi karena dia aku bisa bertemu beberapa penyanyi terkenal. Karena Yoongi jarang keluar, jadi lebih sering para penyanyi itu ke rumah untuk membuat lagu dengannya.

"Perempuan", jawabnya singkat dan tetap fokus pada jalanan.

"Cantik?", nadaku sedikit menggoda. Aku heran, kakakku semua tampan, tapi kenapa mereka tidak mempunyai pacar. Terutama Yoongi, ia bergelut di dunia entertainment tapi tidak ada satu penyanyi perempuan yang ia pacari.

"Biasa saja"

"Ya! Oppa! Kapan kau mau punya pacar?"

"Kapan-kapan. Memang kenapa?"

Aku nyengir saat ia melihat ke arahku, "karena aku ingin punya ponakan".

Tangan Yoongi langsung mengacak-acak rambutku dan kemudian mencubit pipiku.

"Kau minta sama Jin hyung dulu saja. Dia kan anak tertua"

"Tapi Jin oppa terlalu fokus jadi kepala rumah tangga. Dan yang lain tidak ada yang bisa diharapkan. Namjoon oppa juga sama saja, sedangkan Hoseok oppa belum punya pekerjaan tetap. Jadi hanya kau yang bisa kuharapkan", aku semakin menyeringai lebar.

"Tidak tertarik", jawabnya singkat. Jika sudah begitu tandanya aku harus berhenti meledeknya. Aku pun mengalihkan pembicaraan. Di belakang aku melihat Min Ah dan Ae Ra geleng-geleng kepala melihat kelakuan kami.

Taehyung membukakan pintu untuk kami sesampainya kami di rumah, sepertinya ia tidak ada kelas hari ini atau mungkin juga ia hanya ada kelas pagi.

Ia menghampiriku dan mencium pipiku, "welcome home, uri dongsaeng". Aku pun membalas mencium pipinya.

"Yang lain ada di rumah Tae oppa?", tanyaku.

"Hanya Jung Kook dan Hoseok hyung, yang lain belum pulang", ia menjawab dengan suara beratnya. Aku selalu suka mendengar suaranya.

Aku mengajak Ae Ra dan Min Ah ke kamarku, Ae Ra sempat melihat sekeliling mencari Hoseok tapi aku memberitahu nya bahwa Hoseok pasti ada di studio kecilnya sedang latihan dance.

*****

Ada Baekhyun lhoo..hahah Chapter ini lebih dikit..hahaha maaf yaaa..lagi buntu~ hihihi
Jangan lupa cek work aku yang lain yaaa..

Continue Reading

You'll Also Like

5.7K 336 42
Menikah dengan Min Jimin, cinta sejatinya yang manis, manja, dan penuh pesona, adalah keputusan terbaik dalam hidup Min Yoongi. Tapi tak pernah dalam...
9.3K 759 22
Jimin mencintai Jungkook, tapi bagi lelaki itu, Jimin hanyalah pelampiasan. Hingga suatu malam, ia nyaris hancur dalam jebakan kejam kekasihnya. Di s...
15.1K 1.1K 40
Park Jimin, mahasiswa kedokteran tingkat akhir dari Jakarta yang manis, imut, dan mungil, ditugaskan untuk menjalani magang di sebuah rumah sakit bes...
23.9K 1.3K 45
Perjodohan ini bukan tentang cinta pada pandangan pertama setidaknya tidak bagi Park Jimin. Pria cantik dan manis itu masih menyimpan harapan pada ci...
Wattpad App - Unlock exclusive features