Warning Area!!!
Bagi yang belum cukup umur saya sarankan untuk skipp bagian yang tidak layak dibaca efek samping dapat menyababkan gangguan otak(?).
Efek samping tanggung sendiri hehehe bukan salah saya karena saya sudah memperingati.
Happy Reading 😘😘
Naeun pov.
Kulihat kilatan matanya yang memandangku dengan intens yang membuat bulu kudukku merinding seketika. Mereka memaksaku dengan cara menarik paksa bahkan menyeretku untuk duduk dikursi yang telah mereka sediakan. Tentu saja aku meronta-ronta namun apa dayaku, kekuatannya tentu saja lebih besar dariku.
Plak....
Suara yang sangat familiar itu mengenai pipiku yang telah kebal akan suara itu.
"Ini untuk perlakuanmu tadi Son Naeun!"
Hanya memberikan senyum kecutku akan perlakuannya tadi.
"Dasar sombong!!" Dia langsung menarik mahkotaku yang entah sudah jadi apa.
"Sayang apa kau sekarang menikmatinya?" Suara itu yang membuatku terkejut,bukan karena Taemin melainkan wanita yang menarik mahkotaku dengan kasar berhenti melakukan aksinya dengan tiba-tiba.
"..."
"sayang? kenapa?"
"apa...apa...apa yang telah kulakukan?!' ucapnya histeris seakan tak sadar apa yang telah diperbuat tadi. Aku hanya memandang semua kejadian aneh ini yang membuatku tertawa sinis.
"Kau melakukan hal yang benar sayang...tenanglah...." jawab Taemin yang mencoba menenangkan kekasih tercintanya.
"Naeun-ah.... Maafkan aku...aku...aku tak sengaja...." ucapnya lirih dengan menunudukkan kepalanya di hadapanku.
1 Detik...
2 Detik...
3 Detik...
"Tapi...tapi...entah mengapa aku mulai menyukainya,jadi maafkan aku yang mulai menyukai permainan ini." Dengan perlahan ia mendongakkan wajahnya menatapku dengan intens sambil tersenyum miring. Dapat kulihat kilatan matanya yang menandakan seakan dia sangat bersemangat kali ini. Senyuman...ya hanya senyuman kecil yang dapat kuberikan pada meraka.
"Baiklah,cukup perkenalannya...." Ucap Taemin dengan nada yang sedikit mengintimidasiku.
"Mari kita lakukan rencana kita sayang...."
"Hem.... Kau yakin sayang? melakukannya sekarang? disini? bukankah ini pertamakali kita melakukannya? aku...aku...aku ragu sayang....dan malu...."
"Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? Dan rencana apa yang mereka buat? Kenapa sulli menjadi ragu melakukannya? Pasti ada yang aneh dari rencana mereka? Mungkinkah sesuatu diluar akal sehat?"
Mulai timbul banyak pertanyaan di benakku yang membuatku semakin penasaran akan apa yang mereka lakukan nanti.
"Bagaimana sayang? Sudah siap?"
"Baiklah...mari kita lakukan dan beri dia pelajaran oke?"
"Baiklah...dengan senang hati...." Yang juga menampilkan sederet giginya dengan kilatan mata yang intens menatapku.
"It's show time!" Ucap Taemin di ikuti dengan senyum evilnya.
Mereka menghadapkanku kedepan,mengikat tangan dan kakiku.
"Perhatikan baik-baik ya nona Son." Bisiknya tepat di samping telingaku yang membuat bulukudukku berdiri dan detak jantung yang berpacu dengan cepat.
Ya aku tentu saja melihat permainan mereka. Mula-mula aku tak tahu apa yang mereka lakukan namun dengan berjalannya waktu yang terus bergulir bersama dengan aktivitasnya,aku tahu maksud dan tujuan mereka dan juga alasan mengapa sulli ragu melakukan rencananya lebih tepatnya si monster itu.
"Naeun-ah...akan kutunjukkan cara popo yang baik...." Ucapnya yang diikuti dengan aktivitasnya itu.
Dapatku lihat dengan jelas bibir mereka semakin mendekat....
Lebih dekat lagi...sehingga hidung mereka menempel satu sama lain dan...ya bibir mereka bersatu dan saling melumat satu sama lain.
Akupun yang tak tahan melihat mereka melakukan adegan itu segera menutup mataku rapat-rapat mencoba mengabaikan apa yang terjadi didepanku.
Namun walaupun mataku tak melihat,gendang telinga ini dapat menangkap semua suara yang mereka timbulkan. Ingin ku menutup kedua indera pendengarku yang tajam ini,tetapi apa daya tanganku yang di ikat kebelakang kursi jelek ini.
Suara desahan demi desahan yang mereka timbulkan membuatku muak akan hal itu. Akupun terus mengumpat mereka dan berteriak....
"Dasar tak tahu diri!!!"
"Yak...brengsek!!!"
"Dasar kau wanita murahan!!!"
"Pergilah kemotel!!"
"Aku tak sudi melihat kalian!!!"
"Napeneun namja!!"
Hanya itu yang bisa kulakukan memaki-maki mereka dan meronta-ronta mencoba lepas dari ikatan ini.
"Hemmss...."
"Sa...yang...ah...sungguh nikmat bibirmu"
"Sepertinya dia terlalu berisik sayang. Bagaimana kalau kau menutup mulutnya oppa? Bukankah itu ide yang bagus?"
"Benar juga sayang...aku juga terganggu dengan suara berisiknya itu"
Kurasa mereka telah berhenti melakukan aktivitasnya dan dapat kudengar suara langkah kaki yang mendekat kearahku.
Kurasakan benda lengket yang mennyentuh permukaan mulutku segera kumembuka mata tuk melihat apa yang terjadi. Dan...yah aku terkejut yang merasakan mulutku sudah lengket menyatu dengan benda itu.
"Bagaiman sekarang? Masih bisakah kau bicara Naeun-ah?"
"Hmz...."
"Apa? Kau bicara apa? Sayang sekali aku tak mengerti yang kau bicarakan hahaha...." Ucapnya menggantung
"Kau hanya perlu melihatnya saja Naeun-ah tanpa mengeluarkan komentar apapun. Paham!!! Ini juga demi kebaikanmu agar kelak kau bisa melakukannya denganku hahaha...."
Lanjutnya panjang lebar.
"Hmzz...kaa....mehs...."
"Ssshhtt...." Dengan menempelkan satu jarinya ke mulutku yang telah dilapisi selembar kertas lengket berwarna hitam itu.
"Sayang mari kita lanjutkan...."
"Baiklah...apakah kau sudah memberinya peringatan oppa?"
"Tentu saja. Sekarang mari kita lanjutkan yang tadi."
Mereka saling melumat bibir meraka satu sama lain lagi dan kali ini lebih parah dapat kulihat Taemin menarik tengkuk lehernya dan memperdalam ciuman itu sahingga mengeluarkan suara-suara yang membuatku muntah akan suara-suara mereka yang telah memenuhi ruangan ini.
Akupun memejamkan mataku lagi mencoba mengabaikan semua yang terjadi sekarang ini.
"Ah...Taemin-ah...."
"Hemp...."
Author pov.
Ah...Taemin-ah...."
"Hemp...."
Merekapun menghentikan aktivasnya sejenak.
"Kukira percuma saja kita melakukannya."
"Maksudmu?"
"Itu...lihatlah." ucap sulli sambil menunjuk kearah Naeun.
"Kenapa?" Jawab Taemin yang masih tak mengerti maksud dari kekasihnya itu.
"Astaga...kau lihat dia menutup matanya!"
"Oh iya...hehehe....mianhae sayang aku baru mengerti maksudmu."
"Terus? Apa yang akan kau lakukan agar dia membuka matanya dan melihat kenangan yang sangat langka ini?"
"Hem...baiklah aku tau yang harus kulakukan." Ucapnya sambil tersenyum evil kearah kekasihnya itu.
"Seper...oh...aku tau maksudmu jadi itu? Kau benar-benar cerdas oppa."
"Tentu saja aku cerdas hahaha...." Jawab Taemin sambil melepaskan sabuk dari celananya.
Wesh...
Suara itu,ya suara yang berhasil membuat Naeun membuka matanya dengan sekejap dan merasakan panas yang menjalar ditubuhnya.
"Aarrgghh...." Teriak Naeun menggema yang berhasil memenuhi ruangan tersebut.
"Hem...bagus sekali oppa,kau berhasil membuatnya membuka mata itu."
"Tentu saja sayang...bukankah aku pintar? Jika dia berani menutup mata lagi maka aku akan mencambuknya kembali." Ucap Taemin tegas dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"Mari kita lanjutkan sayang...."
"Naeun-ah ingatlah kejadian ini mengerti."
Taemin mulai melakukan aksinya lagi,bukan hanya mencium dan melumat bibir sexy kekasihnya itu,tetapi tangan satunya yang menganggur mulai meraba kebagian atas tubuh Sulli.Tangan nakalnya mulai meremas 2 gunung itu yang masih tertutup oleh bra dan bajunya.
"Ah...oppa...." Desahan demi desahan itu keluar dari mulut sang kekasihnya yang membuat Taemin makin semangat untuk mempercepat remasan itu.
"Ugh...sungguh...nikmat...." Ucap Taemin yang tak henti-hentinya melumat dan meremas gunung itu.
Son Naeun yang sudah muak akan adegan demi adegan itu kembali menutup matanya dan...
Wesh!!
Ya...Taemin mencambuk kembali menggunakan sabuknya itu,dapat terdengar suara cambuk itu yang memenuhi ruangan mereka.
"Appo...." Gumam Naeun yang tak terdengar jelas dari mulutnya dan tetap teguh menutup matanya.
Wesh!!
Suara itu lagi suara yang membuat garis-garis merah di tubuhnya,rasa panas yang menjalar tubuhnya.
Wesh!!!
Wesh!!!
Wesh....
Taemin terus mencambuknya tanpa ampun dan belas kasihan pada Naeun.
Hingga buliran-buliran krystal bening jatuh membasahi kedua pipi mulusnya,sedikit demi sedikit buliran-buliran itu menjadi aliran sungai deras yang tak kunjung berhenti.
Wesh!!!
Dan cambukan itu berhasil membuat Naeun membuka matanya kembali dengan genangan-genangan krystal yang berhasil meluncur lebih deras dari sebelumnya....
"Bahkan dengan buliran-buliran itu,aku tak akan belas kasian padamu!"
Taemin mulai melucuti pakaian yang dikenakan kekasihnya itu lalu ia buang pakaian itu ke sembarang tempat dan menampilkan bra merah muda yang dikenakannya.
"Kau sungguh lezat...sayang" bisik Taemin,kecupan ringan ia berikan hingga turun keleher Sulli dan meninggalkan kissmark disana.
"Aarrgh...ah...." Desah Sulli sambil meremas junior Taemin yang sudah menegang itu dari luar yang membuat Sulli semakin meremasnya dengan kuat.
"Aahh....kau men...menggoda...ku...aahhh...."
Disisi lain Naeun yang melihat orang yang sangat dicintainya dulu sedang bercinta dengan seseorang yang bahkan Naeun menganggap orang yang baik dan bijaksana itu membuat hatinya remuk,shock,dan berharap jika semua ini hanyalah mimpi buruk semata.
Merasa telah dikhianati oleh mereka yang membuat Naeun terguncang bukan hanya raganya saja,namun jiwanya yang lebih tersiksa.
Badan Naeun terasa kaku dan lemas tak luput juga matanya yang bengkak akibat menangis yang sangat lama sehingga buliran-buliran krystal itu mengering,Naeun hanya bisa tersenyum kecut melihat semua itu.
"Argh...." Sulli terkejut yang tiba-tiba saja ada benda tumpul memasuki bagian sensitifnya itu.
"Faster...faster...sayang...."
"Ouch...mashita...." Ucap Taemin
Mereka terus melakukan kegiatan itu hingga keduanya mencapai titik puncak mereka.
Diam-diam Naeun mencoba melepaskan ikatan tangan itu menggerakan kedua tangannya yang diikat menyilang itu agar ikatannya semakin kendur.
Akhirnya Naeun berhasil melepaskan ikatan itu walaupun caranya banyak meningbulkan bekas biru disekitar pergelangan tangannya,ia tak menghiraukan rasa sakit itu dan terus melihat situasinya.
Sepasang kekasih itu telah mencapai titik puncaknya dan langsung ambruk dimatras yang mereka gunakan tadi.
Naeun tersenyum melihat mereka ambruk dan berhenti melakukan aktifitasnya,melihat situasi itu Naeun segera membuka ikatan pada kakinya itu dan bersiap menuju gerbang kebebasan itu.
Dengan langkah gemetar ia mendekati jaket yang dikenakan Taemin untuk mencari kunci pintu kebebasannya itu.
Setelah menemukan apa yang Naeun cari ia buru-buru mendekati pintu itu dan membukanya.
Krek....
Suara pintu itu terbuka hingga tak sadar Naeun mengeluarkan seulas senyum yang mengembang dibibirnya itu.
"Hem...suara apa itu..." Ucap Taemin yang masih setengah sadar itu melihat sumber suara tersebut.
Naeun yang mendengarnya segera melihat kebelakang,ia terkejut melihat Taemin yang masih setengah sadar dari alam indahnya itu.
"Siapa...itu?" Ucap Taemin ketika melihat bayangan seseorang yang masih buram itu.Naeun segara keluar,berlari kesembarang arah dengan kondisi yang sangat kacau.
Taeminpun tertidur lagi dan beberapa menit kemudian ia terbangun segera melihat kursi kosong itu,buru-buru ia mengenakan pakaiannya kembali untuk mengejar sanderanya.
"Son Naeun!! Jangan harap kau selamat!!!" Teriaknya marah yang sukses membuat kekasihnya itu bangun dari alam indahnya.
"Apa yang terjadi? Kenapa oppa berteriak sangat keras?"
"Lihat!" Dengan menunjuk kursi kosong itu.
"Omo!!" Sulli yang terkejut langsung kembali memakai pakaiannya kembali membantu sang kekasih mencari Naeun yang kabur entah kemana itu.
"Baiklah...mari kita berpencar. Kau kearah sana! Aku akan mencarinya disana."
"Baiklah oppa."
Terus berlari tanpa memperdulikan baju dan kondisi tubuhnya yang sangat berantakan itu,melawan dinginnya cuaca saat ini ditambah hari yang sudah gelap membuatnya bingung untuk memilih arah jalan.
"Naeun...Son Naeun!!!" Suara nyaring itu sukses membuat Naeun berlari lebih cepat walaupun larinya tak secepat dengan keadaannya yang sekarang ini.
Semakin lama langkahnya pelan hingga Naeun hanya bisa berjalan dengan langkah gontai dan...
Brukk....
Naeun yang sudah tak setabil itu menabrak seseorang didepannya.
Hingga ia pasrah akan apa yang terjadi selanjutnya,bibirnya yang telah membiru,Matanya yang mulai terpejam,dan indra pendengarannya yang mulai tak bisa mendengar apa yang orang didepannya itu katakan.
Untung pria yang ada didepannya segara menahan tubuh gadis itu,sehingga tubuhnya tak sampai merasakan dinginnya salju malam ini.
"Son...Naeun?" ucap pemuda itu.
Tbc....
Saya (Risty_Chokies) mengucapkan
Minal aidin walfaizin ya semua....
Mohon mahaf lahir dan batin 😀😀
Dan untuk CB Apink kali ini suka banget....
Wa...Yo...Wa...Yo...Wa... 12345! kekeke....
Apink Fighting!!! (Malah Curhat kekeke....)
Maaf ya kali ini updatenya lama hehehe....
Untuk adegan hotnya maaf ya kalo kurang hot 😅
Juga typo yang masih beterbangan tolong dimaklumi hehehe....
Jan lupa comment dan vote ya^^
See you next part....😘