Jangan lupa vote and coment karna itu adalah motivasi author buat ngelanjutin cerita ini
********
Hosh...hosh...hosh
Seorang gadis berlari dengan ngos-ngosan menuju suatu tempat. Sesampainya di depan pintu tempat yang ia tuju, ia menarik nafas terlebih dahulu dan.....
Braaaak. Suara gebrakan pintu yang cukup keras tidak dapat mengalihkan pandangan lelaki yang sedang menghisap nikotinnya dengan santai. Ia tau siapa yang akan menjeputnya kemari, yang menjeputnya adalah gadis kecil yang menjabat sebagai ketua kelas teladan.
"Ohh bagus yaa lo! Nggak kapok apa? Mau masuk BK lagi hah?" Hardik prilly tajam.
"Kenapa lo harus peduli?" Desis Ali dingin tanpa menoleh.
"Karna gue adalah ketua kelas dan gua bertanggung jawab atas tingkah laku masyarakat sekelas" ucap Ali menirukan kata-kata prilly waktu itu.
**********
Prilly pov
Gua menatap laki-laki depan gua ini dengan tajam. Dia dengan santainya ngerokok di rooftoop sekolah dan bolos pelajaran kimia!
Ali menoleh ke arah gua dan menatap dengan tatapan sinisnya lalu berkata "Lo sadar nggak sih? Yang semua lo lakuin ke anak-anak sekelas itu cuma Ambisi Lo doang?"
Gua bingung nih anak ngomong apaan "mak-- maksud lo apa?" Ujar gua gugup. Kok gua gugup sih?
Gua liat dia mematikan nikotinnya dan berjalan ke arah gua. Nih anak kenapa sih? Kemarin baik! Saking baiknya pengen gua tabok sekarang dingin begini? Apa nih anak PMS kali yaa?
"Lo itu terlalu berambisi untuk menjadi ketua kelas teladan! Sampe-sampe lo nggak sadar kalo tindakan lo yang berlebihan ini ngebuat temen-temen sekelas merasa tertekan!" Ujar ali dingin. Gua mau balas ucapan ali tapi dia ngomong lagi.
"Dan lo begini cuma demi popularitas lo naik kan!" Desis Ali lagi. Gua mendisiplinkan temen-temen gua karna itu juga demi kebaikan mereka kali.
"Gua rasa lo pasti akan memikirkan apa yang gua bilang tadi !" Tambah ali. Kok dia bisa tau ya?
"Heh lo itu cuma anak baru yang nggak tau apa-apa, gua begini cuma menjalankan tugas gua. Lagian anak- anak juga nggak protes kalo gua begitu sama mereka!"
Gua lihat dia tersenyum miring dan menggumam, gua bisa mendengarnya "Cihh!" Katanya.
"Dan lo harus ikut gua sekarang ke ruang BK!" Titah gua.
Ali menatap gua dengan tajam lalu mendekat, gua liat dia semakin mendekat hingga jarak kira-kira 50 cm didepan gua! Darurat.
"Berhenti disitu!" Perintah gua. Gua liat dia tersenyum miring.
"Kenapa? Lo takut?" Katanya dengan senyum miringnya.
"Siii-- Siapa bilang gua takut" pura-pura berani biar nggak rendah dihadapan nih cowok!
Ali makin mendekat dan reflek gua mundur. Langkah mundur gua terhenti karna ada tembok. Aduhh nih anak mau ngapain sih?" MAMA, PAPA, BANG KEVIN TOLONG ILY" Teriak batin gua
"Apa yang mau lo lakuin?" Tanya gua akhirnya.
"Lo pikir?" Malah nanya balik nih anak!
Ali makin mendekat dan membuang jarak antara gua sama dia. Ali mengunci badan gua dengan kedua tanggannya menyatu dengan tembok.
"Ali gua peringatin! Jangan macem-macem lo sama gua" ancam gua, semoga mempan ya allah.
Ali tersenyum miring"Nggak macem-macem kok, cuma satu macam"
Makin dekat...Makin dekat...Makin dekat..dan Ali memiringkan kepalanya...Makin dekat daaannnn...
"AAAA PAPA, MAMA, BANG KEVIN TOLONG ILY" teriak gua pake suara 8 oktaf gua, mampus lo!
BUGH!! gua nendang perut ali dan dia pun kesakitan. Dengan kesempatan yang gua punya, gua lari nggak tentu arah! BodoAmat yang penting gua lari!
*******
Ali pov
BUGH! Gua meringis kesakitan karna ketua kelas ini tiba-tiba nendang perut gua, gua liat dia lariii ketakutan. Ck...padahal gua mau ngerjain prilly. Responnya dia begitu banget, gua harap sih dia nggak bakal ganggu hidup gua lagi! Tapi gua yang bakal ganggu hidup orang yang mengusik ketenangan gua!.
"Kuat juga tuh anak" pikir gua.
Setelah adegan action yang dilakukan prilly berakhir, gua memutuskan untuk mengejar dia. Emang dasarnya cewek yaah! Kalo lari lambat kek siput, gua liat dia berlari dan nggak butuh waktu lama buat gua hadang dia di lorong menuju kelas. Dia natap gua seperti takut, shitt! Kenapa gua baru sadar kalo prilly manis banget! Ahh apaan sih gua.
"Mau Apa Lagi lo?" Bentak prilly.
"Mau gua? Lo nanya mau gua apa? Gua mauu~" gua menggantungkan kalimat dan mendekat ke arah prilly. Secara spontan dia mundur.
"Mau gua anter ke ruang BK lagi? Oh Ayoo" gertaknya berjalan mundur.
"Hisssshhh Ali Minggir nggak lo! Gua mau ke kelas" titah prilly.
"Ali!! Gua--"
"ALI!! PRILLY!! Apa yang kalian lakukan? Bukannya ini masih jam belajar?" Teriak Bu Fatma.
Gua liat prilly hanya terdiam kedatangan bu fatma.
"Tadinya sa--saya mau mencari Ali yang bolos bu"
"Enak aja lo! Siapa bilang gua bolos? Bohong tuh bu, orang tadi saya ke toilet bentar" gua liat prilly cengo. Rasain Lo!
"Tapi bu--"
"SUDAH!! IBU TIDAK MENERIMA ALASAN KALIAN LAGI!! SEKARANG BERSIHKAN PERPUS SAMPAI BERSIH DAN RAPI!!"
"Tapi kenapa saya juga dihukum bu? Kan yang bolos itu Ali?" Mohon prilly.
"ITU KARNA KALIAN MELANGGAR ATURAN SEKOLAH! DILARANG PACARAN DI JAM BELAJAR!"
"Hah!! Pacaran?" Kaget gua sama prilly barengan.
"Iya! Kalian pacaran kan! Dan ibu tidak terima alasan kalian lagi! Sekarang cepat lakukan yang ibu perintahkan"
******
Author pov
"Ihhh Ali! Bantuin kek, nggak ada rasa kasihan sama cewe lo?" Gerutu prilly membersihkan jendela.
"Hmm"
35 menit sudah prilly membersihkan perpustakaan, seharusnya ia dapat menyelesaikan hukumannya dalam 15 menit saja karna kondisi perpustakaan juga tidak terlalu kotor. Hukuman itu tidak cepat selesai karna prilly mendapat gangguan dari ali yang sedari tadi mengacaukan nya tanpa membantu sedikit pun.
Suasana perpus yang tidak ramai atau bahkan sepi karna ini masih jam belajar semakin membuat ali gencar untuk melakukan aksinya pada prilly. Seperti saat ini, prilly yang sedang merapikan buku2 yang berceceran karna ulah ali.
"Ali!! Lo bisa diem nggak sih? Gua udah capek daritadi nggak selsai-selesai!"
"Kan biar bisa beduaan lama-lama" ujar ali dengan cengiran.
"Lo tuh kenapa sih? Bukannya bantuin gua!"
"Aku? Aku nggak papa kok!" Ali menatap prilly lekat.
"Aku-kamu? Ihh najis! Lo gila yaa?" Tanya prilly.
Ali tersenyum manis "Iya aku gila! Gila sama kamu Eakk"
"Mulai sekarang kita harus pake Aku-kamu nggak usah pake lo-gua!" Tambah ali.
"Apaan si--"
"Titik nggak pake koma, kalo lo nggak mau! Lo harus terima hukuman dari pacar lo yang ganteng ini"
"Nggak ada yaa! Gua nggak mau!" Ujar prilly tak terima.
Ali mendekat pada prilly, menatap prilly lekat2. Prilly takut kejadian tadi terulang lagi dan berakhir dengan hukuman, sedangkan ali semakin dekat dengan prilly. Hingga tubuh prilly membentur rak-rak perpustakaan, prilly melihat ali memejamkan matanya.
"O-oke gua mau" ucap prilly, ali seketika menjauhkan badannya dan tersenyum miring.
"Ngomong yang bener! Biasain!" Titah ali.
"Iyaa ali! Udah ah gu- eh aku mau kantin! BYE!" Nih cewe kayaknya emang kesel, hahaha.
*******
Prilly pov
Ali kenapa sih? Gua bingung sama tuh cowo, sikapnya aneh banget bentar2 kayak psikopat ehh nantinya dia jadi lembut banget kayak es krim. Isssh kok gua mikirin tuh cowo sih.
Brakk. Suara gebrakan meja kantin membuat gua sadar dari lamunan panjang gua. Dan gua disamperin sama itte, unna dan ava.
"Ngelamun aja lo prill, kayak ayam sakit!"
"Apaan sih lo tte, siapa juga yang ngelamun" balas gua pada itte.
"Lo kenapa bolos jam kimia tadi prill? Bukannya lo tadi bilang mau cari ali? Ehh tau nya lo ikut bolos! Ketularan lo ntar" tanya unna duduk depan gua
"Bener tuh prill, nggak biasanya lo bolos" tambah itte.
"Cerita nya panjang tte, na! Males gua cerita, kapan2 aja yee"
"Yaelah prill, gua kepo nih" Ava yang sedari tadi memainkan handphonenya ikut bertanya.
"Kapan-kapan aja va! Ntar keburu bell, kagak jadi makan lo bertiga. Buruan pesen, bakso gua aja udah mau habis" ucap gua.
"Yaudah karna gua lagi baik, gua aja yang pesen. Kalian mau apa?" Kata ava.
"Gua bakso sama es jeruk aja va" ujar unna.
"Gua mie ayam sama es teh aja deh" tambah itte.
"Yaudah tunggu bentar yee" ava berlalu untuk memesan makanan.
Skip sampe bell
******
tett...tett...tett
Bel tanda masuk kelas berdering. Gua sekarang lagi dikelas, gua liat si anak baru alias ali sedang bercengkrama sama riky cs. Huuh untung aja tuh anak kagak bolos lagi dan nggak buat gua ribet.
"Yuhuuu guys ada kabar gembira nih" teriak ava memasuki kelas.
"Kabar apaan va?" Tanya kirun
"Kabar kalo gua tadi nemu duit, lumayan buat jajan" ucap ava dengan cengiran.
"Ah elah alay lo, gua kira kabar apaan" timpal riky.
"iya nih, lo mah" itte bersuara
"Huuuuu" sorak temen2 gua yang lain.
"Wait selow...selow guys, becanda kali! Berita baru nya adalah kita jamkos sekarang karna gurunya nggak masuk"
"Yeeeeeey" pekik girang temen2 gua
"Trus kalo jamkos kalian mau apa? Mau bolos? Mau ribut? Mau tauran? Sekarang kalian duduk ditempat masing2! Nggak boleh ada kegaduhan sedikit pun."kata gua tegas, seketika kelas menjadi hening. Hingga....
"Selamat siang anak2" ujar wali kelas alias bu dina memasuki kelas.
"Loh bu? Ini kan jam pak amir kok ibu yang masuk?" Celetuk cacing
"Ibu tau kalo pak amir tidak masuk, jadi ibu akan mengisi jam pak amir untuk urusan kelas. Ada yang keberatan?" Ujar bu dina.
"Tidak buu" ucap alex li
bu dina duduk di kursi guru dengan tatapan yang sulit diartikan dan gua liat anak2 dikelas jadi diam, kenapa suasana nya jadi tegang gini? Pikir gua. Wah wah firasat gua kagak enak nih.
"Prilly!" Panggil bu dina membuat gua memberanikan diri untuk mendongak menatap bu dina, gua bisa liat jelas kilat marah bu dina.
"Belum ada tiga bulan kalian menduduki kelas 11 tapi sudah banyak kasus yang dilakukan yang mengatasnamakan murid kelas ini! Ibu malu mendapat ceramah dari kepsek! Mau taruh dimana muka ibu yang cantik ini" bu dina menghela nafas kasar lalu natap gua dan ali bergantian dengan tatapan tajamnya.
"Ibu akan memilih teman sebangku kalian! Sekarang bersihkan meja kalian dan berdiri didepan!" Ucap bu dina tak tarbantahkan.
########
TBC
Hayy guys thanks masih mau baca cerita abal2 author amatiran❤
Sorry for typo😂
Kecup dah atu atu😚