Sorry kalo part-part kemaren banyak typo nya yaaaa
xxx
'Well, I'm not sure what this is gonna be,
But with my eyes closed all I see
Is the skyline, through the window,
The moon above you and the streets below.
Hold my breath as you're moving in,
Taste your lips and feel your skin.
When the time comes, baby don't run, just kiss me slowly.'
-Kiss Me Slowly by The Parachute
xxx
Kylie bangun dengan perasaan tak enak di antara kedua pahanya. Ia menyadari bahwa ia sedang berada di pelukan hangat Oliver. Ia langsung mencoba berdiri tetapi lengan Ollie menahannya.
'Ollie, lepaskan aku.'
'Hmmm'
'Oliver!!'
Ollie lalu bangun dan menghadap ke wajah malaikat Kylie.
'Kylie, don't you remember what happened last night?'
'Of course I do!!!!'
Ollie lalu mencium bibir Kylie secara paksa ketika gadis itu meronta tetapi Kylie juga membalas lumatan sahabat kekasihnya.
Setelah mereka lama puas dengan ciuman tersebut, mereka bercinta lagi dan melupakan semua..
Ollie bangun dikagetkan dengan ketukan di pintu. Ia langsung tau kalo itu Max.
'Ollie!' Teriak Max
Kylie lalu juga bangun dan Ollie cepat-cepat memakaikan pakaiannya.
'Kylie, kamu ke kamar mandi sekarang! Dan pakai baju ini.'
Kylie lari-lari dengan tubuh semi-telanjangnya yang membuat Ollie bergairah lagi tetapi ia tau ia hatus menghadapi Max. Lalu Ollie membuka pintu.
'Ada apa Max?'
'Kenapa kau baru sekarang bangun?! This is so not you!'
'Aku kecapekan tadi malam Max, you know.'
'Huh. Kau tau dimana Kylie? Kamarnya kosong.'
'Hmm... Aku gak tau dimana dia' jawab Ollie bimbang.
'Benarkah?! Jangan-jangan ia diculik tadi malam.'
'Jangan konyol. Di rumahku tak ada pencuri yang dapat masuk,Max'
'Yasudahlah aku akan sarapan dan setelah itu bantu aku cari Kylie!'
'Ya...'
Oliver menutup kamar nya dan berlari ke kamar mandi mencari Kylie.
'Ah ollie gimana ini?'
'Angel, berjanjilah tak menceritakan semua ini kepada Max' kata Ollie dengan lembut.
'Ya Ollie'
Lalu Ollie mencium Kylie dan membuat Kylie mengerang protes. Lalu ia ke kamarnya dan pergi mandi.
Saat Kylie datang ke meja makan, ia melihat Max dan Oliver.
'Kemana saja dirimu dari tadi?' tanya Max
'Ehm aku ke teras tadi sebentar bosen' jawab Kylie dengan menatap Oliver
'Oh begitu.. Sini minum teh nya'
Kylie duduk bersama mereka dan berbincang-bincang. Siang itu Oliver pergi ke kantor karna ada meeting penting dengan klien. Kylie hanya membaca novel sedangkan Max bermain MacBook nya dari tadi. Kylie memikirkan Oliver terus dan nampaknya Oliver tidak bisa mengeluarkan Kylie dari pikirannya walaupun ia sangat sibuk. Saat malam datang, Max sudah tidur nyenyak dan Kylie membaca novel sedangkan Ollie sudah sampai di rumah ingin segera bertemu Kylie.
Ia mengendap-endap masuk ke dalam kamar Kylie dan lalu Kylie terkejut melihat Oliver.
'Oliver! Kamu kok sampe sini?'
'Sshhh' kata Oliver dengan mencium bibir Kylie membuatnya mendesah
'Ollie...'
'Iya Kylie.' erang Oliver dengan mencium leher dan dada Kylie seraya meremas lembut payudara Kylie.
Saat mereka berdua sudah telanjang bulat, Oliver memasukkan miliknya kedalam milik Kylie dan membuat mereka mendesah hingga lama sampai cairan Oliver membasahi milik Kylie.
'Kylie, ini bukan masa suburmu kan?'
Kylie hanya menggelengkan kepala dan menciumi pundak Oliver. Max terbesit dipikirannya tapi pikiran itu langsung di dapuk dari otaknya.
Oliver bercinta dengan Kylie hingga pagi dan akhirnya Kylie tidur di dekapan Ollie yang hangat.
Keesokan paginya mereka bertiga pergi dan bersenang-senang. Dan begitu juga hari seterusnya. Max tidak menyadari bahwa tiap hari ia bersenang-senang dan malamnya kekasihnya dan sahabatnya memadu kasih saat ia sudah tidur pulas.
Oliver menyadari ia sangat membutuhkan Kylie. Minggu ini adalah minggu paling mengesankan dan membahagiakan bagi dirinya. Ia sadar ia tak bisa melepas Kylie. 'Kau mencintai nya' bisikan di telinga Ollie itu menusuk hingga hatinya padahal tidak ada siapa-siapa di ruangan kerja Ollie. Tidak, bagaimana mungkin? Aku baru mengenalnya selama 7 hari, dan aku pun belum pernah jatuh cinta, bantah Ollie tapi ia tidak bisa menampik kenyataan bahwa ia menyayangi Kylie, kekasih sahabatnya. Dan malam itu pun mereka bercinta lagi dengan gairah yang meluap-luap.
2 hari lagi Kylie dan Max pulang. 2 hari lagi malaikat Ollie pulang. 2 hari lagi ia dapat bercinta dengan Kylie.
Oliver sedang di ruang kerja nya dengan tumpukan kertas tapi yang dipikirkannya hanya Kylie.
Lalu akhirnya seorang perempuan seksi datang. Florencia. Mantannya yang tidak pernah dicintainya.
'Babe, sekretaris mu sungguh bodoh melarangku masuk! Memang nya dia siapa?!!!'
'Florencia, mengapa kau ke sini?' Tanya Oliver dengan suara dingin
'Aku kan ingin menemuimu. Kata penjaga klub, kau sekarang tidak pernah datang lagi. Kau pasti selalu sibuk dan butuh pelepasankan?', goda Florencia
'Florencia, tolong pergi.' Jawab Oliver. Ia hanya menginginkan Kylie.
Tapi, Florencia malah naik ke pangkuan Oliver dan mencium bibir Oliver dengan ganas membuat laki-laki itu jijik ingin menjabak rambut Florencia. Tetapi, saat ia akan menjalankan aksinya, ia melihat Kylie terpaku di depan pintu kantornya bersama dengan Miranda, sekretarisnya.
Kylie datang ke kantor Oliver untuk mengejutkannya dan membawa makan siang.
Kylie dengan cepat lari dan menangis. Ia marah karna laki-laki yang di sayanginya bermesraan dengan mantannya. Oliver mengejar Kylie tapi Kylie sudah masuk lift dan pintu sudah tertutup.
'KYLIE!!!!!'
Kylie naik taxi dengan menangis-nangis. Ia lalu pulang ke rumah Ollie dan mengepak bajunya dan meminta Max untuk pulang sekarang juga. Saat Max bertanya, Kylie hanya bilang kalau dia merindukan kedua orang tuanya.
Lalu Max membooking pesawat dan mengepak barangnya, dan Ollie datang.
'Kylie mana?!' Teriak Ollie ke pelayannya.
'Di kamarnya'
Ollie langsung lari ke kamar Kylie dan menemukan Kylie mengepak baju-bajunya ke koper Prada nya.
'Kylie, dengarkan aku. Itu bukan seperti yang kau pikirkan?'
'Trus apa itu?!!!! Kau adalah bajingan!!!!'
'Kylie tatap aku'
'....'
Kylie tak mengatakan apa-apa dan langsung menuju pintu tetapi lengan Oliver menariknya kembali.
'Lepaskan aku, bajingan' kata Kylie dan menampar wajah Ollie.
Ollie hanya bisa melihat Kylie pergi karna ia tidak suka memaksa kehendaknya kepada perempuan. Ollie ingin menjelaskan yang sebenarnya terjadi tapi Kylie sudah meronta dengan menangis.
Oliver melihat orang yang disayanginya lepas dari genggaman tangannya.
2 jam kemudian, Kylie dan Max take off dari tempat tersebut.