#2 My Broken Wedding

By DM_2112

719K 17.8K 806

Sequel of "My Bad (Life) Wedding" Lima tahun, masa di mana sebuah pernikahan akan diuji. Dan setelah itu, ti... More

OPEN PO
Announcement!!! (Please, Read This Before Continue)
"ONE"
"SIX"
"SEVEN"
"NINE"
"ELEVEN"
"THIRTEEN"
"FIFTEEN"
"EIGHTEEN"
"TWENTY ONE"
"TWENTY THREE"
"TWENTY FIVE"
"THIRTY"
PROMOSI!!!
Lagi Diskon
Diskon 8.8
Menyapa Kalian Semua

"TWO"

34.5K 2K 27
By DM_2112

Darren POV

Saat ini aku sedang bergumul dengan pekerjaanku yang sedang menumpuk. Rasanya kepalaku ingin pecah mengetahui jika beberapa perusahaan membatalkan kerja samanya dengan perusahaanku. Kabar itu baru aku ketahui tadi pagi ketika sekretarisku mengantarkan beberapa surat pembatalan kontrak ke mejaku.

Tidak tanggung-tanggung, 3 perusahaan besar dan bonafit di negara ini langsung membuat perusahaanku goyah karena mereka membatalkan kontrak mereka begitu saja. Aku tidak tahu alasan apa yang di jadikan mereka hingga mereka membatalkan perjanjian ini.

Aku tidak mungkin meminta bantuan kepada Daddy, bahkan aku tidak berniat untuk memberitahu masalah ini kepada Dad. Aku tidak ingin mebebankan masalah ini kepadanya dan aku juga tidak ingin mengecewakan Daddy yang sudah bertahun-tahun membangun perusahaan ini dari nol.

Aku mengistirahatkan sejenak kepalaku yang terasa sangat berat memikirkan semua ini. Tiba-tiba saja aku mendengar suara sekretarisku dari intercom yang mengatakan jika ada seseorang dari perusahaan Bein & co. yang ingin bertemu denganku.

Ada apa mereka ingin bertemu denganku??? Setahuku sudah sangat lama sekali aku mengajukan proposal kerja sama yang tidak di tanggapi oleh mereka.

"Sir... Apakah anda ingin menemuinya???"

"Persilahkan masuk ke ruanganku,"

Tidak lama aku mendengar suara pintu terbuka dan munculah seorang wanita berpakaian formal tetapi cukup terbuka di beberapa bagian. Aku langsung berdiri dari kursi kebesaranku dan menyambut wanita itu dengan sebagaimana mestinya sebagai seorang client.

"Selamat datang di Maxime Holding co. nyonya. Sepertinya ini pertemuan pertama kita???" ujarku sambil menjabat tangannya.

"Jangan memanggilku nyonya, tuan Darren. Apa wajah saya terlihat sudah tua???" balasnya hangat yang kini juga menjabat tanganku.

"Tidak,, sama sekali tidak,"

"Panggil saya Brenda saja, tanpa nyonya. Saya pikir usia kita tidak jauh beda,"

"Baiklah. Brenda,"

Setelah mempersilahkannya duduk di sofa. Aku langsung bertanya apakah tujuannya hingga membuat ia datang ke kantorku.

"Begini, kedatangan saya ke sini ingin menindaklanjuti proposal kerja sama yang pernah anda kirimkan ke perusahaan saya,"

"Perusahaan anda???" tanyaku sedikit bingung. Setahuku Bein & co. adalah perusahaan milik tuan Gerald Perrie.

"Ohh astaga, hampir saja saya lupa memberitahu anda. Pantas saja anda merasa bingung. Satu minggu lalu saya di angkat menjadi ceo Bein & co. oleh Daddy saya, jadi otomatis sekarang saya yang memimpin Bein & co."

"Jadi anda adalah putri dari tuan Gerald???"

"Benar sekali,"

"Maafkan saya, saya fikir anda adalah sekretaris yang dikirimkan tuan Gerald untuk menemui saya,"

"Tidak apa, banyak yang mengatakan jika saya lebih pantas menjadi seorang sekretaris di bandingkan menjadi pemimpin perusahaan. Tetapi Daddy saya berkata lain,"

"Begitu ya. Jadi apa yang membawa anda untuk menindaklanjuti kerja sama ini?? Setahu saya, sudah cukup lama sekali saya mengirimkan proposal kerja sama itu ke perusahaan anda,"

"Begini, saya juga baru menemukan proposal ini di tumpukan file-file kerja Daddy, mungkin dia tidak tertarik dengan proposal yang anda ajukan. Tetapi jika saya pikir, Maxime Holding co. adalah perusahaan yang sangat besar, jadi apa salahnya jika perusahaan kami bisa bekerja sama dengan perusahaan anda tuan Darren,"

Jika aku pikir-pikir kembali, bekerja sama dengan Bein & co. mungkin saja bisa memperbaiki perusahaanku kembali setelah perusahaan bonafit itu membatalkan kerja sama kami.

Tetapi aku sedikit memiliki keragaun jika Bein & co. mengetahui perusahaan ini sedang mengalami masalah hingga membuat mereka membatalkan kerja sama ini, perusahaanku akan benar-benar hancur.

"Tuan Darren, bagaimana apakah kita bisa membuat surat perjanjian itu???"

"Baiklah, besok sekretaris saya akan mengirimkan surat perjanjian itu ke kantor anda,"

"Ohh tidak perlu, biar saya saja yang datang ke kantor anda lagi. Perjanjian itu akan cepat selesai jika langsung di tangani oleh masing-masing pemimpin perusahaan bukan???"

"Apakah tidak merepotkan anda???"

"Tidak masalah tuan Darren. Perjanjian ini lebih cepat selesai lebih baik bukan???"

"Baiklah jika itu tidak merepotkan anda,"

"Kalau begitu saya bisa kembali lagi ke kantor saya. Besok saya akan datang lagi untuk menandatangani surat perjanjian itu," ujarnya sambil beranjak dari duduknya lalu berjalan menghampiriku lalu menjabat tanganku. Tetapi tanpa ku duga ia langsung menarik tanganku lalu ia langsung menempelkan pipi kanan nya ke pipi kiriku.

"Senang bekerja sama dengan anda tuan Darren," sambungnya dengan berbisik tepat di telingaku. Lalu ia segera meninggalkan ruanganku.

Begitu ia pergi dari ruanganku, aku langsung mengambil tisu yang ada di meja dan membersihkan wajahku dengan kasar, lalu memandang tisu itu dengan menggelikan.

Ohh hey bitch!!! Jika aku tidak membutuhkan perusahaanmu, aku tidak ingin kulitku di kotori oleh pipimu. Aku tidak akan tertarik oleh suaramu yang di buat-buat itu. Suaramu masih kalah merdunya dengan suara desahan Elle.

Aku bergidik ngeri mengingat kulitku yang baru saja di sentuh oleh wanita itu. Lihat saja besok aku akan memasang fotoku besar-besar bersama Elle di depan pintu agar dia tahu jika aku sudah memiliki seorang wanita.

***

Elle POV

Aku tersenyum senang melihat kedua anakku yang begitu bahagianya menceritakan kegiatan sekolah di hari pertamanya ini.

"Mommy, aku ingin ice cream," seru Charlotte yang kini memeluk kakiku.

"Nanti ya sayang setelah kita selesai makan siang bersama Daddy," balasku sambil mengelus puncak kepala Charlotte dengan sayang.

"Memangnya kita sedang di kantor Daddy ya Mom??" kali ini Charlie yang bersuara.

"Memang Charlie tidak ingat ya kantor Daddy??"

"Hhmm... Kantor Daddy jauh sama banyak pintunya. Jadi, Charlie tidak ingat,"

"Itu bukan pintu sayang tapi lift,"

"Ohhh... Lift. Memangnya lift itu apa Mom??"

Aku tertawa mendengar pertanyaan Charlie. Aku kira dia tahu apa itu lift.

"Lift itu yang sedang kita naiki ini sayang,"

"Ohh begitu ya Mom,"

Tidak lama kemudian, lift sudah terbuka menandakan kami sudah berada di lantai paling atas dimana ruangan Darren berada. Belum aku sempat berbicara kepada si kembar jangan berlari, mereka berdua sudah mengambil langkah seribu dan menghilang di tikungan menuju ruangan Darren. Jika aku tidak mengingat sedang mengandung dan membawa tas berisi makanan yang ku buat tadi, aku akan langsung sudah mengejar mereka.

"Charlie, sakit tahu,"

Ketika aku mendengar suara rintihan itu, aku segera mempercepat langkahku dan benar saja disana Charlotte sudah jatuh terduduk karena dia baru saja menabrak seseorang.

"Sudah berapa kali Mommy katakan jangan suka berlari-lari???" seruku yang kini sudah membantu Charlotte berdiri.

"Charlie yang mengajakku berlari Mom," balasnya dengan suara sesenggukan yang sekarang dia sudah menangis.

"Charlie juga harus dengar Mommy, jangan suka berlari-lari seperti ini. Nanti kalau kalian jatuh, Mommy juga yang cemas tahu,"

"Maafin Charlie Mom," cicit Charlie dengan kepala tertunduk.

Aku mengelus kedua kepala anakku, lalu berpaling ke wanita yang di tabrak Charlotte tadi. Aku cukup terkejut dengan pakaiannya yang terbuka untuk bekerja di suatu kantor seperti ini. Apa ini tamu Darren???

"Maafkan anak-anak saya nyonya. Mereka memang sedikit nakal," ujarku kepada wanita itu.

"Tidak apa-apa. Mereka masih kecil, itu wajar," balasnya dengan tersenyum.

"Twin's kalian sudah minta maaf kepada aunty???"

Mereka menggeleng secara bersamaan. Ughh... Mereka terlihat begitu menggemaskan sekali.

"Kalau begitu minta maaflah kepada aunty???"

"Aunty, kami ingin minta maaf sudah menabrak aunty,"

"Tidak masalah sayang. Mengapa kalian terlihat begitu menggemaskan sekali??" seru wanita itu yang kini mencubiti pipi si kembar.

"Baiklah kalau begitu kita harus segera makan siang, pasti Daddy sudah menunggu. Ayo Twin's ucapan sampai jumpa untuk aunty,"

"Sampai jumpa aunty," seru mereka bersamaan.

"Sekali lagi maafkan anak-anak saya nyonya. Saya permisi dulu," ujarku sambil tersenyum kepada wanita itu lalu berjalan menyusul si kembar yang sudah berjalan duluan ke ruangan Darren.

Aku melihat meja sekretaris Darren kosong, mungkin dia sedang istirahat makan siang. Aku melanjutkan langkah ku menuju ruangan Darren yang di sambut dengan suara Charlotte yang mengadu kepada Darren karena ia baru saja terjatuh.

"Maka dari itu kalian harus mendengar ucapan Mommy agar tidak terjatuh okey,"

Lagi-lagi aku tersenyum melihat si kembar yang sekarang berada di pangkuan Darren dan Darren yang begitu sabar dan pengertian selalu menasihati si kembar. Pemandangan seperti ini rasanya selalu tidak ingin terlewatkan dan selalu ingin aku abadikan.

"Dan sekarang waktunya kalian makan siang. Charlie dan Charlotte pasti sangat lapar bukan???" ujarku yang kini sudah duduk di sofa sambil membuka semua kotak makan yang ku bawa.

"Daddy juga sudah sangat lapar Mom. Apalagi tadi pagi Daddy tidak sarapan," balas Darren yang kini berjalan menghampiriku sambil menggendong si kembar di masing-masing tangannya.

Dasar!! Beraninya menyindirku, batinku.

Setelah aku memberikan si kembar masing-masing makan dan minun, aku mengambil satu kotak makan yang ku buat khusus untuk Darren.

"Ini ku buat khusus untukmu," seruku lalu memberikan kotak makan itu kepadanya.

"Hhmm... Kau tahu jika aku sedang sangat menginginkan makanan ini. Terima kasih sayang," balas Darren lalu mengecup bibirku.

"Kalau begitu makanlah,"

"Mengapa kau tidak memberitahuku jika ingin kesini??"

"Kejutan. Tadi pagi kau sudah tidak mendapatkan sarapan bukan?? Jadi sebagai gantinya, siang ini aku membuatkan makanan kesukaanmu,"

"Manisnya istriku ini,"

Aku kembali tersenyum melihat rasa cinta dan sayang yang terlihat di wajah Darren. Jangan ambil semua kebahagiaan ini dariku Tuhan. Aku tidak siap jika Kau mengambil semua kebahagiaan yang Kau berikan ini dengan cepat.

***





Biar para readers seneng, author usahain update tiap hari dehh...

Tapi jangan lupa juga buat Vote dan Commentnya okey...

Selamat Membaca...

Continue Reading

You'll Also Like

40.4K 6K 56
Marsel dan sella_ (completed) ♥ TAHAP REVISI♥ Dalam kisah cinta yang penuh dengan misteri dan emosi, Marsel, seorang pria kaya, tampan, dan pintar...
3.2M 346K 41
Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepak...
Mate By MiYu

General Fiction

6.7K 674 34
Seqwel dari The More I Love You The More Afraid I Lose You Yuna tidak mengetahui bahwa dia terikat dengan masa lalunya, dia tak tau apapun tentang di...
8.4M 423K 34
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya de...
Wattpad App - Unlock exclusive features