"eh eh tuh liat Si Cana, dijemput sama Atlas "
"Iya, tau tuh ganjen banget "
Cibiran anak-anak saat melihat Cana turun dan digandeng oleh Atlas.
"Yang, aku ke kelas duluan ya, lagian udah ada si Vina sama Safa tuh " ucap Atlas yang membuat Cana malas.
"Emang ada yang nyuruh kamu nemenin aku ? " Tanya Cana yang sudah terbiasa memakai aku kamu.
Cana langsung berjalan menghampiri kedua teman nya dan meninggalkan Atlas tanpa berkata apapun.
"Terlanjur udah sayang kebangetan mau gimana lagi ? " Batin Atlas diakhiri senyuman.
Atlas berjalan kearah Kelas nya setelah melihat Cana dan teman-teman nya masuk ke kelas .
"Eh Can, tumben pake aku kamu, uhuy "
Cana tersedak minuman nya dan air itu keluar dari hidung Cana.
Perih yang dirasakan Cana.
"Ih jorok najis Can " ucap Safa
"Elo juga sih, ngomong gitu "
"Papa lo besok pulang ya ? Berarti besok ada apel pagi dong ? "
"Jangan kenceng-kenceng napa, ntar yang lain tau " ucap Cana sambil mengelap meja nya yang basah akibat air.
"Si Atlas tambah ganteng aja tuh Can " ucap Vina dan langsung menutup mulut nya.
"Lo suka sama Atlas Vin ? " Tanya Cana sembari memegang pundak Vina.
"E-eh enggak kok " jawab nya.
Safa yang hanya memperhatikan sifat Vina aneh sekarang.
Dan Cana yang terus mendesak Vina agar berkata jujur.
"Iyaa ! Gue suka sama Atlas, kenapa ?! " Vina yang menjawab berhasil membuat Cana kaget dan terdiam melihat Vina heran.
"Kenapa lo gak bilang si Vin ?, Kan gue bisa ngejauhin Atlas dari kemarin-kemarin " tawa yang mengakhiri pembicaraan Cana.
Vina masih menatap Cana dan mengernyitkan dahi nya.
"Lo pembohong ya Can "
Seketika Safa dan Cana langsung melihat ke arah Vina.
"Pembohong ?, Maksud lo ? " Tanya Safa.
Vina yang sebenarnya takut pada Cana memberanikan diri untuk melawan nya.
"Lo suka kan sama Atlas ? "
Vina langsung menarik Cana turun kebawah tangga dengan cepat-cepat,.
Sementara Cana yang terdiam memaklumi kelakuan teman nya itu.
Safa yang entah di mana sekarang.
"Vin lo ngapain sih ? " Tanya Cana saat ia dibawa ke tengah-tengah lapangan.
Disaksikan banyak wanita yang membenci nya.
"Gue ? Ngapain lo nanya hah ? " Suara nya gemetar seperti orang yang sebenarnya takut tapi dipaksakan.
"Woi, buruan ! " Teriak Vina pada segerombolan anak di pojok tembok.
"Percuma aja gue bisa berantem kalo lawan gue orang gila semua, udah mana banyak lagi " batin Cana sambil memutar bola mata nya.
Air yang berhasil mereka tumpahkan ke kepala Cana membuat Cana terkejut dan menengok kebelakang.
Lelaki itu tampak ketakutan saat Cana menatap nya dengan tatapan tajam.
Cana yang pasrah diperlakukan seperti ini hanya diam dan terus melihat ke arah Vina.
"At, Ka Atlas " teriak Safa terengah-engah berlari ke arah Atlas.
"Kenapa ? "
"Si Cana, Cana ! "
"Cana kenapa ? Eh dek yang bener dong "
"Lo liat sekarang ke lapangan buruan ! "
Atlas langsung berlari dan mencoba menerobos sekumpulan anak-anak.
Melihat Cana yang diperlakukan seperti itu, Atlas langsung berlari tidak peduli banyak mata yang memperhatikan nya.
"Eh, apa-apaan sih lo pada ! " Usir Atlas.
Melihat keadaan Cana yang sudah basah kuyup dan terigu-terigu yang menempel pada rambut nya membuat Atlas kesal dan tidak bisa menahan kemarahan nya lagi.
Cana hanya diam dan tersenyum pada Atlas.
"GUE NANYA ! LO APAIN CEWEK GUE !?, TERUTAMA LO VINA, ! LO SAHABAT NYA KAN ?! " teriak Atlas.
Tatapan Atlas yang tidak kalah tajam dari Cana berhasil membuat Vina ketakutan dan berlari.
"LO ANJING !, BEGO LO YA LANG, LO TUH KAKAK KELAS ! TEMEN GUE, NGAPAIN LO IKUT-IKUT AN NGEBULLY CEWEK GUE !"
Kemarahan yang tidak bisa dibendung lagi oleh Atlas membuat Cana kaget dan bengong.
Atlas bisa segalak itu karna dirinya.
Tangan Cana yang tiba-tiba memegang erat tangan Atlas, membuat nya berhenti berteriak.
"Lo semua ! Awas sampe gangguin cewek gue lagi ! Gue gak segan-segan buat lo bonyok, sekalipun lo adek kelas ! " Bentak Atlas.
"At, udah " Cana mencoba menenangkan Atlas dan mempererat pegangan nya.
Atlas yang sudah sedikit tenang langsung menggendong Cana dan membawa nya ke UKS.
"Ada apa ini ?!" Teriak wanita paruh baya yang merupakan guru disekolah ini.
"Ya ampun, Cana, kamu gapapa ? " Wakepsek itu pun khawatir dengan keadaan anak pemilik sekolah.
Yang bisa-bisa ia dianggap tidak becus menjadi wakil kepala sekolah dan segera dipecat.
"Kalian ya ! Ngapain kalian nyakitin Cana ! " Omel nya.
Siswa dan siswi itu pun hanya terdiam dan menundukan kepala.
"Sebernernya kita di asut sama Vina bu " ucap salah satu anak yang terdengar di kuping Cana.
Tidak disangka, teman nya selama ini mengkhianati diri nya dan Safa.