TAKDIR ALLAH

By syafira_A08

106 8 0

gak nyediain sinopsis atau prolog atau apapun itu. kalau penasaran langsung baca aja. More

Chapter 2

Chapter 1

54 4 0
By syafira_A08

  Ali segera menghentikan mobil Teranonya, ketika tiba tiba pandangannya tertuju pada mobil merah didepannya yang berhenti mendadak. Dalam hati, Ali agak sedikit dongkol melihat dirinya disalip dengan tiba tiba dan berhenti pula seketika. Tapi dicobanya sedikit sabar, sambil menanti orang yang mengendarai mobil merah itu keluar. Ingin dihampirinya orang itu dan bertanya apa maunya orang itu.
 
  Tapi mendadak dia terkesima, dan mengurungkan niatnya untuk memarahi orang yang mengendarai mobil merah itu. Dilihatnya seorang perempuan keluar dari mobil itu. Ali mengamati perempuan itu. Perut buncit dan wajah yang cantik menghiasi parasnya. Meskioun hamil, perempuan yang berkerudung hitam ini kelihatan begitu cantik. Dan tiba tiba Ali tersadar ketika pintu kaca mobilnya diketuk wanita itu. Ali segera membuka kaca mobilnya. Terlihat dengan begitu jelas paras wajah perempuan itu. Betapa cantik dan anggunnya wanita itu. Perempuan itu kelihatan panik dan berkata dengan terengah-engah.

"Maaf, pak. Tolonglah saya, didalam mobil saya ada...ada...," perempuan itu dengan terengah-engah menunjuk mobilnya, seakan mulutnya tercekat untuk bicara.

"Iya, Bu, ada apa di mobil Ibu? Tenang, Bu, ada apa? Coba tarik nafas. Nah, baru keluarkan. Sekarang ibu ceritakan ada apa?" tanya Ali.

"Itu...didalam mobil saya ada, ...ada ular di jok belakang. Ih, saya ngeri. Cepet tolong keluarkan ular itu, Pak," pinta wanita itu.

Seketika Ali juga agak dikit panik, tapi dia berusaha tenang. Dan dia mulai menuju mobil merah itu perlahan lahan. Ali mengamati jok belakang mobil itu. Dan benar saja, terlihat oleh Ali ada ular yang melingkar di mobil itu. Tidak terlalu besar tapi kelihatannya cukup berbisa. Ali mencari ranting pohon kecil dan perlahan di bukanya pintu belakang mobil itu. Wanita tersebut tampak ketakutan dan dia bersembunyi di belakang mobil terano Ali.

Dengan hati hati, Ali mengeser ular itu dengan ranting. Dan seketika ular itu marah dan mendesis desis mengeluarkan lidah nya. Ali segera menghindar. Ular itu merayap mencari jalan keluar. Ali terus mengusirnya menggunakan ranting dengan posisinya yang agak menjauh daro ular itu. Ternyata berhasil, ular itu segera keluar dari mobil dan merayap masuk kesemak semak dekat mobil itu.

Wanita yang sejak tadi ketakutan itu segera keluar dari persembunyiannya dan berkata kepada Ali, "Coba periksa dulu, Pak, barangkali ada ular yang lain lagi di mobil itu. Saya takut sekali," kata wanita itu.

"Saya sudah periksa semua yang ada di mobil Ibu, dan kolong kolongnyajuga sudah, ternyata... Empty, nggak ada ular lagi. Nah sekarang ibu bisa naik mobilnya lagi. Tenang saja, Everything will be fine, ...don't worry, OK!" kata Ali meyakinkan. Baru di sadari oleh Ali, dia baru saja berbicara pakai bahasa inggris, lalu dicoba menjelaskannya lagi kepada wanita itu.

"Ibu, semua baik baik saja, jangan khawatir, ok."

"Iya saya mengerti, terima kasih. Tapi, ... are you sure that there is no snake a any more?" wanita itu juga bertanya dengan bahasa inggris, tak kalah dengan Ali. Ali tersenyum.

"I am sure, Mam. Don't worry," jawab ali sambil tersenyum. Wanita itu masih sedikit merasa takut.

"Ngomong-ngomong, kenapa bisa sampai ada ular di dalam jok belakang mobil ibu?" tanya ali mengalihkan ketakutan wanita itu.

"Iya, tadi saya baru saja dari dokter kandungan, setelah selesai periksa lalu pulang naik mobil ini. Ketika saya mau mengambil sesuatu di belakang jok ini, tiba tiba sudah ada ular itu tadi. Saya tidak tahu, dari mana datangnya ular itu. Di taruh orangkah atau merayap sendiri di mobil. Ah, mengerikan sekali. Tadi ularnya berbisa ya?" tanya wanita itu.

"Ya, sedikit berbisa. Tapi sudahlah, tidak usah takut, mungkin ular itu merayap sendiri, bukan seseorang yang berniat jahat pada ibu." ali meyakinkan.

"Ya, terima kasih, pak." wanita itu segera pergi dari hadapan ali. Sesaat ali mengamati wanita itu. Dalam hatinya berkecamuk perasaan yang aneh. Tapi tiba tiba Ali tersenyum dan bergumam sendiri.

"Heh, istri orang!"gumamnya. Rupanya wanita itu mendengar gumaman ali. Dan dia segera berbalik.

"Apa, tadi anda bilang apa?" kata wanita itu. Ali segera terperanjat dan tersipu-sipu, sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Eh... Enggak, itu lho... ularnya sudah pergi, tidak usah khawatir." jawab yusuf agak gugup. Tapi sekilas dia menatap mata perempuan itu dan melihat ada sinar keteduhan di matanya.

"Oh,ya... Tapi tadi anda baik baik saja kan, tidak di gigit ular itu?"

"Oh, tidak-tidak. I am fine, but... ee... boleh tanya?" tanya ali agak malu-malu.

"Iya, boleh, ada apa ya?"wanita itu segera mengeluarkan dompet didalam tasnya dan mengambil lembaran lembaran uang lalu...

"Oh tidak-tidak, saya tidak butuh itu, ... Begini, saya senang kok bisa menolong ibu, ... eh... Mbak. Ee, berapa bulan usia kandungannya, kok berani nyetir sendiri, tidak di temani suaminya?"tanya ali agak sedikit ragu.

"Oh, saya pikir anda butuh ini. Bener nih gak mau saya kasih upah buat ngusir ular tadi?" tanya wanita itu.

"Nggak, nggak usah. Terimakasih bisa menolong mbak."

"Ok. Jazakumullah khayran katsira," jawabnya.

" apa artinya?" tanya Ali tak mengerti.

"Semoga Allah membalas kebaikanmu dengan balasan yang lebih banyak. Tadi anda tanya apa, usia kandungan saya... oh, ini baru 7 bulan jalan. Memang wanita hamil gak boleh nyetir mobil?" wanita itu balik bertanya.

"Iya sebaiknya jangan, karna berbahaya diusia mendekati kelahiran. Enyar kalau lahir dijalan bagaimana?"tanya ali agak sedikit bercanda. Tak terasa percakapan itu membuat Ali dan wanita itu menjadi hangat. Wanita tersenyum ceria.

"Saya memang terbiasa mandiri, suami saya sedang berada dirumah istrinya, gak enak kalau saya ganggu dia. Biarlah mereka menikmati kebersamaannya, semoga Allah menjaga saya dan memberkahi mereka. Amin,"

Ali terkejut dan tak mengerti maksud pembicaraan wanita itu.

"Maksud anda apa? ... lho, kok?"belum sempat ali bertanya lebih jauh, tiba tiba perempuan itu segera beralalu dan berkata padanya.

"OK, it's enough for our conversation, ya... ya... I am a second wife and I am happy for that. Nice to meet you."

Ali melongo, masih belum mengerti akan pembicaraan wanita itu. Tiba-tiba mobil merah itu sudah pergi begitu saja, meninggalkan Ali dengan banyak pertanyaan.

"Gila, ... siapa wanita itu. Uff.... luar biasa." gumam ali penuh penasaran dan segera menaiki mobilnya menuju rumahnya dikawasan elit jakarta.

         *****

Mobil terano putih Ali segera berbelok menuju rumahnya yang megah dan mewah. Rumah tingkat dua, besar dan asri. Baru kali ini Ali memasuki rumah itu setelah selama 7 tahun tinggal di canada. Rumah yang baru dibelikan oleh mamanya ini bagi ali terlalu mewah dan megah. Tapi, bagaimanapun juga dia tak bisa menolak keinginan mamanya yang sangat dicintainya itu. Ali anak bungsu dari dua bersaudara. Kakaknya, Kevin, sudah beristri dan sekarang sudah tinggal di australia.

Kini ali telah menyelesaikan S2 nya di Mc Master university di Hamilton, Ontario, Canada. Ali adalah sosok laki laki yang suka dugem, karna memang selain orang tuanya sebagai oengusaha sukses, ali sendiri berwajah ganteng, alis yang begitu tebal dan bulu mata yang super lentik. Dia Indo Arab. Ayahnya orang Arabdan ibunya orang surabaya, jawa timur.

Saat hendak berbelok ke rumahnya, tiba-tiba ali terpandang pada mobil merah yang baru saja ditemuinya dengan wanita berkerudung hitam tadi. Dia kaget dan segera memarkirkan mobilnya di garasi. Lalu dengan cepat dia menuju kearah rumah sebelahnya. Persis dimana mobil itu terparkir. Dia baru akan memasuki halaman rumah itu, tiba tiba datang seorang laki-laki setengah tua membawa gunting rumput.

"Cari siapa ya?" tanya laki-laki itu

"Maaf, pak. Apakah betul yang tinggal dirumah ini ada...," ali terdiam sejenak, dalam hati dia berkata, "Aduh, kenapa tadi lupa menanyakan nama wanita itu."

"Iya, ada apa, Pak? Bapak mau cari siapa?"

"Saya sedang mencari wanita yang pake kerudung hitam, dan kalau tidak salah dia lagi hamil," jelas Ali, agak sedikit penasaran.

"Oh, maksud Bapak, Nyonya Jessica,"kata tukang kebun itu.

"Iya, iya...," ali mengiyakan saja apa yang ditebak tukang kebun itu.

"Itu nyonya jessica, sedang istirahat. Barusan tadi periksa kandungan. Lagi pula boleh saya tahu ada keperluan apa bapak mencari beliu, namti saya sampaikan. Atau bapak mahasiswanya Nyonya jessica?"

"Bukan-bukan... Saya teman sekolahnya dulu," ali berbohong dengan mengaku temannya, sebab diasudah terlanjur ke pergok.

"Oh, begitu... Tapi nyonya lagi bersama tuan dan nyonya Prilly,"kata tukang kebun itu polos.

"Lho, siapa itu Prilly?" tanya Ali tambah penasaran. Sebenarnya dia tipe orang yang cuek terhadap masalah orang lain. Tapi semenjak dia kenal dengan wanita yang berkerudung, seperti yang di bilang tukang kebun bernama jessica itu. Dia jadi tergugah hatinya.

"Nyonya prilly itu.....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Penasaran ya....wkwkwk
Ayo coba tebak prilly itu siapa...btw kok ali jadi kepoan gitu sih orangnya...maaf ya kalau gak ada feel...ini baru permulaan...masih tahap pengenalan dulu...ok guys sampe ketemu di part selanjutnya..

   

Continue Reading

You'll Also Like

38.1K 2.3K 90
Keluarga Su yang kaya telah menantikan selama beberapa dekade, dan akhirnya mendapatkan seorang putri kecil. Akibatnya, putri kecil itu hilang begit...
1.6M 57.4K 74
|Follow akun sebelum membaca| Takdir mengantarkan Hana menuju sebuah perjodohan. Siapa sangka laki-laki yang di jodohkan adalah orang duda anak satu...
2.9M 144K 61
Seperti kata pepatah, berharap kepada manusia adalah patah hati paling disengaja. Hal itu pulalah yang dirasakan oleh Aisfa, mantan badgirl yang sed...
2.5M 188K 66
[A DAN Z UNIVERSE] Dibaca berurutan: A dan Z, ATHARRAZKA, ATHARRAZKA 2: Aryan, ATHARRAZKA 3: Zyana. Zyana Falisha Atharrazka, anak perempuan semata w...
Wattpad App - Unlock exclusive features