Ancient Heart [SEVENTEEN IMAG...

Par aemihwang

34.7K 5K 959

Joshua x You x Jeonghan Hong Jisoo adalah pangeran Hubaekje yang terlahir kembali di tahun 2017 dengan dendam... Plus

Teratai Jisoo
Kembang Api Jeonghan
#2 [Jisoo POV]
#3 [Jeonghan POV]
#4 [Jisoo POV]
#5 [Jeonghan POV]
#6 [Jisoo POV]
#7 [Jisoo POV]
#8 [Jisoo POV]
#9 [Jisoo POV]
#10 [Jisoo POV]
#11 [Jisoo POV]
#0.1 Surat Y/N
#1 [You POV]
#2 [Jisoo POV]
#3 [Jeonghan POV]
#4 [Jisoo POV]
#5 [You POV]
#6 [Jisoo POV]
#7 [You POV]
#8 [Jeonghan POV]
#9 [Jisoo POV]
#10 [You POV]
Say Hi to AH readers~

#1 [Jisoo POV]

3.1K 351 18
Par aemihwang

후백제 Hubaekje, 935

Aku menghela napas pelan. Salju tidak berhenti turun, meski waktu sudah menyentuh awal bulan ketiga. Ini menghawatirkan. Sama menghawatirkannya dengan keputusan Aboji untuk mengangkatku menjadi raja.

Aku mengingat bagaimana ekspresi wajah Yong Bae hyung. Begitu marah dan muak. Kalau tidak mengingat ada Aboji dan seluruh anggota dewan kerajaan, Hyung pasti sudah melempar meja kehormatan Aboji.

Apa yang dipikirkan Aboji? Aku termuda di antara semua kakak laki-lakiku. Kami empat putra kehormatan dengan seribu kekurangan masing-masing, tetapi kenapa harus aku? Yong Bae hyung lebih pantas. Setidaknya Junho Hyung. Atau mungkin Gong Chan hyung. Tidak aku.

"Hah..." aku tidak ingin berperang melawan Hyung-hyung ku.

"Jangan menghela napas seperti itu..."

Aku segera menoleh dan mendapati Y/n yang sedang menyenderkan dirinya pada tiang jembatan istana.

"Annyeonghaseyo!"sapanya dengan senyum yang ikut membuatku tersenyum.

"Kau tidak pergi dengan Jung Eunwoo?"

Y/n tampak menggelengkan kepalanya. "Aku merasa aku harus berada di istana hari ini. Jadi tidak. Aku tidak akan pergi dengan Eunwoo."

Aku tahu alasannya merasa harus ada di istana pasti karena aku. Dia pasti tahu betapa terguncangnya aku dengan keputusan Aboji.

"Gomapso."ucapku.

"Ne."

Untuk berberapa saat, kami hanya saling diam. Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya. Matanya tampak begitu bersinar dan bahagia akan rintikan salju yang jatuh menyentuh tangannya yang terbuka. Meski di dalam istana, tapi dia selalu terlihat begitu bebas. Aku tidak pernah iri melihatnya, hingga saat ini. Aku tidak lagi memiliki kebebasan. Tidak setelah Aboji memilihku.

"Kau tidak perlu memikirkan apapun yang sedang kau pikirkan, Orabeoni."

Aku tersenyum mendengar ucapannya. "Hmm? Tidak perlu memikirkannya?" Bagaimana bisa aku tidak memikirkan ini semua?

"Haaah... Jisoo Orabeoni. Si wangja yang selalu pencemas."

Aku menghela napas pelan. Ne, aku memang selalu seperti ini. Cemas akan berbagai hal. Tapi aku pikir ini hal yang memang pantas untuk membuatku begini bukan?

"Eh?!" ku berseru karena Y/n yang tiba-tiba menarik tanganku.

"Orabeoni, kaja!"

"Ka... kaja...?"

"Ayo kita keluar dari istana yang menyesakkan ini! Ayo kita bersenang-senang seperti kecil dulu!" Kini y/n memalingkan wajahnya sejenak padaku. "Atau kau mau kita main permainan seru kita dulu? Hmm... Permainan 'Ayo Cari Y/n—" "ANIYO!"

Y/n langsung tertawa keras mendengar seruan penolakanku. Dia tahu aku tidak akan mau memainkan permainan itu lagi. Tidak akan! Selamanya! Y/n yang terlalu total dalam memainkan permainan itu membuatku harus mati-matian mencarinya yang bersembunyi entah di mana sampai malam hari. Aku ingat sekali saat itu aku menyerah hingga memohon pada Aboji untuk mengerahkan pengawalnya untuk mencari Y/n.

Aku yang dihukum membersihkan istana semalam suntuk, tidak akan terjadi lagi. Tidak hanya karena sebuah permainan bodoh. Andwae! Jeoldae andwae!

"Ya sudah kalau kau tidak mau. Yang penting kau harus ikut aku jalan-jalan! Aku tidak mau wajah Orabeoni keriput sebelum waktunya!"

"Yaaa!"

"Aku cantik kan?" "PFFT! Uhuk! Uhuk!"

"Yaaa!" Y/n berseru kesal karena ku yang tanpa sengaja tersedak dari minumku ketika mendengar pertanyaannya. "Kenapa sampai begitu?! Kau tidak menganggap-ku cantik, Orabeoni??"

Aku mengibaskan tanganku padanya. "Aniyo! Aku tidak bermaksud begitu."

"Ehehe... arayo!" Dia segera meletakkan kembali binyeo yang dicobanya kembali ke tempatnya. "Sebuah binyeo tidak akan cukup untuk membuatku cantik."

"Kan aku sudah bilang maksudku tidak begitu."

"Ahaha... ara! Ara!"

"Ya, mana jondaetmal-mu?"

"Aku tidak boleh menggunakan banmal denganmu?"

Aku tertawa kecil. Dia tahu dia tidak boleh seperti itu padaku. Tapi dia juga tahu aku tidak akan melarangnya berbicara dengan nada kasual denganku. Uri Y/n.

Kini ia berpaling padaku sambil tersenyum lebar padaku.

"Jisoo orabeoni."

"Ne?"

Y/n memainkan ujung lengan jubahku. "Kalau kau jadi raja, jangan lupakan aku."

Mataku melebar menatapnya. Kenapa dia berkata seperti itu? "Y/n-ah..."

"Yaaah, kau tahu aku tidak dekat dengan Orabeoni lainnya. Apalagi dengan Yong Bae orabeoni. Aaah dia menakutkan—" "Ssh!" Refleksku segera memotong ucapannya. "Jangan berkata seperti itu. Kalau dia tahu apa yang kau katakan, Hyung pasti akan melakukan sesuatu akan ucapanmu itu."

Dari tatapannya, aku tahu dia tidak peduli dengan ucapanku. "Ya makanya itu, aku mengerti kenapa Aboji memilihmu dan dia tidak jadi raja—" "Y/N!!!"

Tatapan orang-orang untuk berberapa saat berhenti padaku dan Y/n. Mataku menangkap berberapa penjaga yang ikut memandangi kami berdua. Aku segera memalingkan wajahku. Mereka tidak akan tinggal diam kalau aku kembali menarik perhatian.

Sset! Aku menarik tangan Y/n ke dalam genggamanku. "Kita pergi sekar—" SSET! "Ani!"

Y/n mengelus bekas tangannya yang ku genggam tadi. "Kau tahu betapa bencinya aku kalau kau membentakku seperti itu. Meski hanya namaku yang kau sebut dalam seruanmu yang begitu keras dan galak, tetap aku benci sekali dengan itu!" Lalu ia berjalan berberapa langkah mendahuluiku. "Kau pulang duluan saja. Aku mau ke tempat lain dulu."

"Ke mana? Kau mau ke mana?" Aku mencoba kembali meraih tangannya. "Y/n-ah, maaf aku—" "Y/N!"

"Jeonghan-sshi?"

Mataku melebar melihat siapa yang berdiri tepat di depan Y/n.

"Benar! Jeonghan-sshi! Kau sudah pulang!"

Aku masih belum bisa berkutik di tempatku. Mataku masih beku melihat laki-laki yang kini membuka topi pengembara yang dikenakannya.

"Aku sudah pulang, y/n..." Kini ia tampak tersenyum lebar. Tidak hanya pada Y/n, namun juga padaku. "Oraenmanida, Hong Jisoo."

-- to be continued --

Hi! 1st Chapter's here!
Akhirnya aku bisa share chapter pertama dari Ancient Heart. Ayooo terus sama-sama untuk perjalanan panjang Jisoo & Jeonghan di Ancient Heart💕
Ayooo share pendapat kalian di
comment dan jangan lupa vote juseyoooonggg~
Stay tune untuk next chapternyaaa^^

Love,
Aemi.

Kamus:
Oraenmanida = sudah lama tidak bertemu (informal)
Hyung = kakak laki-laki (untuk adik laki-laki)
Annyeonghaseyo = kalimat sapa, hi!
Gomapso = terima kasih (style jaman dulu)
Ne = iya (formal)
Aniyo = tidak (formal)
Andwae = tidak boleh, tidak mau (dimaksudkan untuk melarang sesuatu terjadi)
Jeoldae andwae = benar-benar tidak boleh!
Arayo = aku mengerti
Ara = aku mengerti (informal)
Jondaetmal = sebutan untuk cara berbahasa formal
Banmal = sebutan untuk cara berbahasa informal
Nama diikuti -sshi = menunjukkan sopan/hormat
Binyeo = asesoris jepit rambut tradisional Korea

Continuer la Lecture

Vous Aimerez Aussi

49.9K 3.2K 40
》 SEVENTEEN - CARAT Pairing : Jeon Wonwoo dan Hong Jisoo 👑 #1 - jeonwonwoo (1 Juli 2022) 🐤 #1 - hongjisoo (14 Februari 2022) 👑 #13 - wonwoo (24 Ma...
14.5K 1.1K 20
[Seventeen BxB Fiction] Choi Seungcheol x Hong Jisoo *** Si patah hati harus jatuh cinta kembali. Bertemu dengan teman bermainnya semasa kecil sebaga...
28K 1.3K 32
[Selesai✔] "Tidak ada yang tahu bagaimana takdir manusia. Bersama siapa ia hidup, siapa pendampingnya, seperti apa keluarga nya, apa ia akan tetap bi...
122K 10.7K 34
》 SEVENTEEN - CARAT Pairing : Jeon Wonwoo dan Hong Jisoo 👑 #1 - seventeen (15 September 2021) 👑 #1 - wonwoo (13 November 2022) 👑 #1 - joshua (11 S...
Application Wattpad - Déverrouiller des fonctionnalités exclusives