Vragas Obsession

By Hildaynt

20.4K 3.4K 270

Vragas Kafka Algibran, ketua tim basket SMAN Taruna yang memiliki visual menawan dan tampan serta populer, me... More

2. Xairin Adeva Lova
3. Labrak
4. Hujan
5. Akrab
6. Amarah
7. Masa lalu
8. Mulai berteman?
9. Mantan
10. Luka dan obat
11. Perasaan Aneh
12. Penolong?
13. Cemburu

1. Vragas Kafka Algibran

5.2K 519 42
By Hildaynt

Di bawah teriknya matahari, Vragas berlatih basket dengan penuh percaya diri di lapangan sekolah. Gerakannya yang luwes dan terarah membuat banyak siswi terpesona, tak lepas menatap setiap aksinya.

"OMO OMO! Vragas ganteng banget!" Teriak beberapa siswi histeris ketika Vragas berhasil melempar bola ke dalam ring.

Vragas tersenyum tipis, mengacak rambutnya yang basah keringat, lalu mengangkat kausnya untuk mengelap wajah. Aksi kecil itu membuat para siswi semakin berteriak heboh.

"Vragas, oper bolanya!" Teriak Zayn, yang sudah siap menerima operan di dekat ring lawan.

BRAKK!

Alih-alih mengoper ke Zayn, bola itu meluncur ke arah lain—dan tepat mengenai kepala seorang gadis asing.

"Mampus, gue salah oper bola," Gerutu Vragas sambil menepuk jidatnya. Ia berlari mendekat dan melihat seorang gadis dengan sweater, bukan seragam sekolah, berdiri sambil menatapnya datar.

Ya cewek itu adalah Xairin.

Dan Xairin langsung mengambil bola basket yang kena kepalanya sembari menatap kearah cowo yang ada di hadapannya dengan tatapan datar.

"Siniin bolanya." Pinta Vragas yang sudah mengulurkan tangannya ke arah Xairin.

Xairin memutar bola matanya dengan malas, lalu melemparkan bola itu kembali ke arah Vragas, cukup keras untuk membuatnya meringis kesakitan. "Aduh, anjing!" Rutuknya sambil mengusap kepalanya.

Ketika Xairin berbalik untuk pergi, dan mengutuk dirinya sendiri karena salah ambil jalan. Saat melihat cewek tersebut sudah kabur, Vragas langsung mengejarnya. "Tunggu!" Ucap Vragas yang sudah menahan tangan cewek asing yang sudah berani melempar bola basket kepadanya.

Xairin menghembuskan napasnya dalam-dalam, setelah itu ia dengan cepat menghempaskan tangan Vragas dengan kasar.

"Lo anak baru?!" Tanya Vragas yang memperhatikan penampilan Xairin dari atas kepala sampai ujung kaki.

Xairin tidak menghiraukan ucapan cowok asing yang ada di depannya, ia harus segera pergi dari cowok sialan ini. Karena cowok yang ada dihadapannya ini, ia menjadi pusat perhatian, Xairin tidak suka itu.

"Dih anak baru aja so ngartis banget lo!"

Xairin mendengar dengan jelas teriakan cowok asing itu, ia harus segera mencari ruang kepala sekolah untuk meminta seragam dan menanyakan kelasnya berada dimana.

Vragas tersenyum smirk saat melihat belakang punggung Xairin, "Baru kali ini gue dikacangin sama cewe!" Batin Vragas.

♡♡♡

Tok..tok..

Pak Aldo selaku wali kelas Xairin langsung membuka pintu ruang kepala sekolah dan mengajak Xairin untuk ke kelas barunya. "Nak, Xairin ayo ikut saya untuk ke kelas kamu!"

Xairin mengangguk dan mengikuti Pak Aldo dari belakang, memperhatikan langkahnya agar tidak tersesat di jalan menuju kelas. Saat memasuki kelas, Pak Aldo menyapa siswa-siswanya dengan hangat, "Pagi anak-anak!"

Xairin memandang sekeliling kelas dengan rasa lelah, seolah-olah berada di kelas ini sangat melelahkan baginya. Meskipun guru mereka sudah tiba, suasana kelas masih cukup berisik, dengan siswa-siswa yang masih bercengkerama.

"Kita kedatangan anak baru, silahkan perkenalkan nama kamu nak." Lanjut pak Aldo memberitahu.

Mereka semua langsung pada diam karena mendapat pelototan dari ketua kelasnya, dan tentunya mata mereka menjadi tertuju ke arah depan.

Xairin menganggukan kepalanya dan tersenyum tipis ke arah teman kelasnya. "Xairin Adeva Lova."

Seluruh siswa di sini melototkan matanya tidak percaya saat mendengar ucapan Xairin, Xairin langsung menyebut nama panjangnya tanpa ada kata sapaan "Hallo".

Tentunya pak Aldo juga terkejut seperti para siswanya, tapi ia langsung tersenyum kearah Xairin. "Kamu bisa duduk di samping Kenzo, disana kosong!"

"Baik pak," Xairin berjalan ke arah bangku kosong, Xairin mendengar dengan jelas saat teman-teman di sini sedang membicarakan tentang dirinya.

Kenzo menepuk-nepuk bangku kosong yang ada disampingnya, Xairin yang menyadari itu langsung duduk dan menaruh tas sekolahnya di kursi.

"Gue Kenzo!" Ujar Kenzo langsung mengulurkan tangannya ke arah Xairin.

Xairin menengok ke arah Kenzo dengan datar, "Oh!" Jawabnya.

Kenzo tertegun mendengar, "Gila ni cewe sadis banget!" Batin Kenzo langsung menjauhkan uluran tangannya.

Safia sontak menoleh ke arah belakang, di mana tempat duduk Xairin. Safia mendengar dengan jelas pembicaraan Kenzo yang sudah berusaha mengajak ngobrol dengan Xairin tapi respon nya sangat tidak enak. "Cih, sombong!" Safia memperhatikan ke arah Xairin dengan sinis.

Kenzo melototkan matanya ke arah Safia tidak percaya, sedangkan Xairin tidak memperdulikan ucapan Safia barusan. Safia langsung membuang mukanya ke arah depan.

Kenzo melihat Xairin hanya diam saja, ia langsung mengambil buku paket Xairin untuk mencari materi yang sedang diterangkan oleh pak Aldo.

"Kalo ada perlu, panggil gue aja ya, Xa!" Ucap Kenzo yang sudah mencolek lengan Xairin agar melihat ke arahnya.

Xairin hanya menganggukan kepalanya saja sebagai jawaban, lalu ia mulai membaca materi yang sudah dicarikan oleh Kenzo.

"Kamu kemana aja Vragas baru masuk kelas sekarang!" Ucap Pak Aldo yang sedang memarahi Vragas karena baru masuk kelas dengan santai nya.

Vragas hanya menyengir saja saat mendengar ocehan pak Aldo. "Benerin baju kamu itu kenapa di gulung-gulung!" Omel Pak Aldo lagi.

"Abis latihan basket pak Aldo, emang bapak ngga seneng punya anak murid yang menang lomba olimpiade basket seperti saya?!" Tanya Vragas dengan sombongnya.

"Setiap telat, selalu saja kamu ngomong begitu terus!" Ujar Pak Aldo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan heran. "Cepet duduk!"

Vragas tersenyum lebar ke arah pak Aldo, lalu berjalan ke arah bangkunya. Tiba-tiba ia kaget saat melihat cewek so artis itu ada di kelasnya. "Oh jadi cewe so ngartis ini sekelas sama gue!"

Xairin tidak memperdulikan ucapan Vragas yang sedang berdiri didepan mejanya, Xairin masih tetap melihat ke arah papan tulis saat pak Aldo menerangkan materi.

Vragas mengepalkan kedua tangannya karena dikacangin lagi sama anak baru itu, ia langsung duduk ke kursinya tepat di seberang meja Xairin.

Vragas tidak fokus mendengarkan materi yang dijelaskan oleh pak Aldo, ia sesekali melirik kearah Xairin karena dirinya masih penasaran sama anak baru sok ngartis tersebut.

Saat bel istirahat berbunyi.

"Ayo Xa kantin," Ajak Kenzo yang langsung berdiri dan menarik tangan Xairin untuk ikut dengannya. Kali ini Xairin nurut saja, karena ia belum tau kantin berada di
mana.

Vragas sangat terkejut saat melihat Kenzo mengajak anak baru itu ke kantin bersama, "Mereka deket? Saling kenal?" Ucap Vragas didalam hati, ia masih memperhatikan belakang punggung Kenzo dan anak baru itu.

Zayn yang baru masuk ke dalam kelas Vragas, tentunya juga terkejut, "Itu cewek yang tadi kan?" Tanya nya saat tidak sengaja berpapasan di depan kelas.

Vragas menganggukan kepalanya, sedangkan Safia penasaran langsung ikut nimbrung pembicaraan Zayn. "Kalian kenal sama Xairin anak baru itu? Kok bisa?"

"Namanya Xairin?" Ucap Vragas bertanya kepada Safia, ia sedikit tidak asing dengan nama tersebut.

Safia menganggukan kepalanya. "Xairin Adeva Lova namanya tadi yang gue denger," Ucap Safia yang sudah melambai-lambaikan tangannya di depan muka Vragas yang sedang bengong. "Ada apa si?"

Vragas menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Nggak." Ia langsung beranjak untuk ke kantin dan menepuk pundak Zayn. "Ayo kantin!"

Zayn mengajak Safia untuk ke kantin sambil merangkulnya, Safia menengok ke arah Zayn dengan curiga. "Kalian kenal sama Xairin?"

Zayn menggelengkan kepalanya. "Nggak sayang, tadi Vragas nggak sengaja lempar bola basket kena kepala Xairin." Sedangkan Safia yang mendengar cerita Zayn langsung ber-oh ria.

Safia sudah biasa ikut duduk bareng teman-temannya Zayn dikantin. Safia memperhatikan Vragas yang dari tadi menatap ke arah Xairin dan Kenzo. "Liatin Xairin terus samperin dong kalo berani, tapi Xairin orangnya sombong loh!"

"Kok Kenzo bisa deket sama Xairin?!" Tanya Vragas menoleh ke arah Safia yang sedang makan, sedangkan Safia menaiki kedua bahunya tidak tahu.

Kenzo membawa makanan untuk Xairin yang tadi di pesennya. "Mau pesan apa lagi?"

"Udah," Jawab Xairin langsung makan dengan lahap.

"Xa, kurang-kurangin judes sama irit ngomong dong sama gue!" Ujar Kenzo, sontak membuat Xairin langsung menoleh, "Oke." Kenzo tersenyum tipis mendengarnya dan ikut makan dengan lahap.

Vragas tidak tahan melihat pemandangan yang ada di depannya, ia menepuk mejanya dengan kencang karena kesal.

"Vragas anjing! untung kuah bakso gak nyiprat ke muka gue!" Teriak Zayn, Safia langsung mengambilkan tisu untuk mengelap tangan pacarnya yang kena cipratan kuah baksonya.

"Loh, loh Vragas mau kemana?" Tanya Safia yang melihat Vragas pergi begitu saja dari meja.

Vragas yang melihat Kenzo pergi untuk memesan makanan lagi, ia menyuruh orang lain untuk mencegah Kenzo sebentar. Setelah orang suruhannya setuju, Vragas langsung berjalan ke arah meja Xairin.

Xairin menunggu Kenzo yang sedang memesan pop ice, karena Kenzo lama akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke kelas duluan. Tapi tangannya lagi-lagi langsung ditahan sama Vragas.

"Duduk!" Suruh Vragas kepada Xairin. Xairin seperti kena hipnotis, ia langsung duduk mengikuti perkataan Vragas.

Vragas tersenyum tipis saat Xairin duduk kembali ke meja makannya, ia memperhatikan wajah Xairin yang hanya datar menatap ke arahnya.

"Mau apa lo?" Tanya Xairin kepada Vragas yang menahannya agar tidak pergi dari kantin.

Vragas tersenyum lagi saat mendengar suara anak baru itu, ia melihat Xairin yang dari tadi celingak-celinguk ke arah tempat pop ice.

"Look at me!" Pinta Vragas kepada Xairin. Karena tidak diperhatikan oleh Xairin, tangan Vragas langsung menyentuh pipi Xairin, "Senyum dong, jangan jutek-jutek nanti cantiknya ngga keliatan!"

Xairin bereaksi dengan cepat, menepuk tangan Vragas dengan keras dan memelintirnya karena kesal, "Ngga sopan lo!"

"Aduh sakit sayang!" Rintih Vragas kesakitan karena tangannya dipelintir oleh Xairin, sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Xairin.

Xairin terkejut bukan main karena mendengar kata 'sayang' dari mulut Vragas, ia menatap ke arah Vragas dengan tatapan tajamnya. "Gila lo!"

Lagi-lagi Vragas hanya tersenyum saat mendengar suara Xairin, walaupun perkataan Xairin sangat menyakitkan entah mengapa ia tetap menyukainya.

Vragas berdiri dan menatap ke arah wajah Xairin dengan serius. "Kita cocok kalau pacaran, gimana menurut lo?"

"No."

"Why?"

"Karena gue bisa patahin hati lo!"

Vragas tersenyum smirk mendengarnya, "Mungkin gue yang akan patahin hati lo."

Xairin dengan tegas mengatakan, "Nggak ada yang bisa patahin hati gue," Sambil menekankan kata-katanya, lalu ia berbalik dan meninggalkan kantin untuk kembali ke kelas.

Suasana kantin menjadi hiruk-pikuk karena semua orang terkejut melihat anak baru berani menolak cowok keren dan sepopuler Vragas. Seluruh siswa yang menyaksikan kejadian itu langsung bergosip, karena Vragas jarang sekali mengalami penolakan dari seorang cewek. Ini menjadi momen langka, di mana Vragas untuk pertama kalinya secara terbuka menyatakan perasaannya dan langsung ditolak.

Vragas mematung saat mendengar dirinya ditolak oleh Xairin, Sementara itu, Zayn mendekati Vragas yang masih terdiam karena di tolak Xaurin, sambil menatap ke arah belakang punggung Xairin yang menjauh.

Zayn menepuk pundak Vragas, "Lo kecepetan, Xairin belum kenal lo. Udah ditembak aja!" Ucap Zayn yang juga ikut berdiri di samping Vragas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.

Vragas menoleh ke arah Zayn, "Berarti kalo Xairin udah kenal gue, bakalan diterima gitu?"

"Mungkin," Jawab Zayn dengan ragu-ragu, lalu ia menepuk pundak Vragas lagi. "Yaudah yok ah kita latihan basket lagi!" Ajak Zayn.

Vragas menyadari banyaknya tatapan yang tertuju padanya, sehingga ia berusaha merapikan penampilannya dengan membetulkan rambutnya agar terlihat keren kembali. "Baru kali ini gue ditolak," gumam Vragas dengan nada pelan.

Cast

Vragas Kafka Algibran

Xairin Adeva Lova


Kalian baca cerita ini tau dari mana?

♡ Wattpad mandiri 👉

♡ TikTok 👉

♡ Instagram 👉

♡ Temen/sahabat/pacar 👉

♡ Dll 👉

Hallo semuanya! semoga pada suka dan betah ya baca kisah cinta dan duka Vragas dan Xairin sampai tamat :)

Jangan lupa tinggalkan jejak yuk, comment and vote ya..
Makasih semua ♡

Continue Reading

You'll Also Like

77K 1.1K 61
"DAN ASAL LO TAU ,WAKTU LO MINTA GUE DATENG BUAT NGASIH JAWABAN ,GUE DATENG, GUE DATENG KE SANA ARKAN, TAPI APA? APA YANG GUE LIAT? GUE LIAT LO BAREN...
2.5M 140K 41
BELUM DI REVISI not a perfect lecturer : judul sebelumnya pilih dosen atau pacar ya? kalau bisa pilih keduanya kenapa harus satu "Pak apa apaan sih...
8.5M 663K 76
"Gue udah bilang, gue gak mau jadi pacar lo Galak!!" Pekik Gisha menolak tegas. "Gue gak peduli. Intinya, lo pacar gue! Dan lagi, Siapa yang lo maksu...
ZAVARA [end] By WWW

Teen Fiction

15.7K 2.5K 49
[MAKIN LAMA SEMAKIN SERU] ✿Antara Sahabat Dan Cinta Zavara✿ Cerita ini bercerita tentang persahabatan dan Cinta Zavara. Arabbela Zavara Alverenna bia...
Wattpad App - Unlock exclusive features