THE GRAY MARRIAGE ✓

By lybrania

6.7M 243K 4.3K

Pernikahan putih, yang artinya pernikahan yang didasari dengan kasih sayang yang tulus dan cinta yang suci da... More

THE GREY MARRIAGE
Chapter #1 - edited
Chapter #2- edited
Chapter #4
Chapter #5
Chapter #6
Chapter #7
Chapter #8
Chapter #9
Chapter #10
Chapter #11
Chapter #12
Chapter #13
Chapter #14
Chapter #15
Chapter #16
Chapter #17
Chapter #18
Chapter #19
Chapter #20
Chapter #21
Chapter #22
Chapter #23
Chapter #24
Chapter #25
Chapter #26-Extra Part
Hello..
Hai !
CASTING !
HOLA !

Chapter #3 (a) - edited

255K 10.5K 81
By lybrania

Alan pulang dari kantornya sekitar jam 10 malam dan ia langsung bergegas menuju Queen Street untuk mencari Vic's. Mengendarai mobilnya perlahan, akhirnya Alan sampai di Queen St. Ia melihat ke kanan dan kiri. Disini memang terdapat banyak sekali restoran dan kafe yang menyediakan berbagai macam makanan mulai dari West, Melayu, Timur tengah dan lainnya.

Alan jarang sekali disini karena ia lebih sering menghabiskan waktu di kantornya.  Bahkan jika pergi bersama Fablo, tujuan mereka tidak pernah ke arah sekitaran sini.
Alan mulai membaca nama-nama tempat makan itu satu persatu hingga akhirnya ia menemukan Vic's yang ternyata terletak diantara restaurant ala Perancis dan Western.

Vic's.. kafe ini sederhana, pikirnya sambil melihat ke garden kafe tersebut, namun terlihat nyaman. Astaga, kenapa kafe seperti ini bisa luput dari pandangannya selama ini?

Alan melihat agak kedalam. O-o, kafe di waktu sekarang masih ramai. Apa wanita yang ia cari sudah pulang atau masih sibuk melayani pelanggan? Atau mungkin saja hari ini ia libur karena ia baru saja pulang dari Waiheke? Oh..God, semoga saja tidak!

Alan sempat ragu apakah ia langsung pulang saja atau menunggu karena sedari tadi tak melihat wanita itu didalam kafe. Namun akhirnya untuk memutuskan untuk menunggu hingga kafe tutup.

Sambil menunggu ia merogoh Ipad di kursi belakang dan sibuk browsing agar tidak bosan. Jam 12 malam kafe belum juga tutup dan perut Alan keroncongan. Ia akhirnya membeli burger di western café di samping Vic's. Ia sudah akan menyerah pada jam 3 pagi karena terserang kantuk luar biasa ketika ia melihat seorang wanita keluar dengan jaket jeans dan skin-tight jeans berwarna hitam.

Aha! Itu dia, mata turqouise Alan membulat.  Ia mengamati wanita itu sedang merapatkan jaketnya, mungkin merasa kedinginan mengingat suhu 5 derajat  sekarang. Wanita itu terlihat berjalan sambil mengurai rambutnya yang tadi diikat ekor kuda. Saat ia melintasi mobil Alan, ia mencuri pandangan sedikit ke arah mobil Alan. Dan saat wanita itu telah berada di belakang mobilnya, Alan pun menurunkan kaca mobil.

"Hey"

Dan Alan melihat wanita itu berhenti. Sempat celingukan kiri kanan namun tak berani untuk membalik badan. Tampak wanita itu kembali berjalan membuat Alan tergesa turun dari mobil dan kembali bersuara.

"Hey."

Dan wanita itu tetap berjalan.

Ck, sial, batinnya. Alan berjalan dengan langkah lebar hingga akhirnya ia memegang lengan wanita itu dari belakang. Alan tak menyangka, ketika ia memegang lengannya , wanita itu memekik. Demi Tuhan... Alan tak ingin memancing keributan di pagi buta ini. Kenapa wanita ini bereaksi seakan-akan ia akan menculiknya?

Alan dengan cepat membalikkan badannya dan menutup mulut wanita itu dengan tangannya. Wanita itu langsung menatap bola matanya. Ia sepertinya sangat takut dan terkejut.

"Aku mohon kau jangan memekik. Aku tak ingin memancing keributan disini. Apa kau mengerti?"

Wanita itu awalnya mengangguk sekali. Lalu ia mengangguk berkali-kali. Terlihat sekali ia ketakutan.

"Apa kau mau berjanji jika aku lepaskan tanganku kau tidak akan memekik lagi?"

Wanita itu dengan cepat mengangguk kembali. Desah napasnya yang hangat terasa ditangan Alan yang dingin.

Alan melepaskan tangannya dan wanita itu langsung memegang dadanya seraya  menghembuskan napas panjang. Ia langsung bersikap waspada dengan Alan.

*************

"What do you want?" Tanya Sharma.

Alan memasukkan kedua tangannya di saku celana kerjanya. Ia tersenyum membuat dada Sharma sedikit sesak. God damn, senyumnya begitu menawan. Namun dengan sekejap ia kembali menatap Alan waspada.

"Kenapa kau terlihat takut? Apa penampilanku terlihat seperti penculik?" tanya Alan dengan memiringkan kepalanya ke kanan sedikit.

"Ti....tidak." Sharma merapatkan jaketnya. "Kau mau apa?"

Alan mengeluarkan tangan kanannya dari saku lalu mengulurkannya ke Sharma. " Aku hanya ingin berkenalan..."Alan tersenyum. "Arland Rodriguez...but you can call me Alan."

Sharma terperangah. Apa-apaan laki-laki ini? Mengajak berkenalan di pagi buta? Apa dia mabuk? Sharma menggelengkan kepalanya pelan.

"Sepertinya kau mabuk. Tidak ada orang yang mengajak berkenalan di pagi buta seperti ini." Kemudian ia menepis tangan Alan di lengannya.

Ia mundur dua langkah dan kemudian membalikkan badan dari Alan lalu kembali berjalan dengan cepat. Tidak habis pikir oleh Sharma. Baru kali ini ada orang yang mengajak Sharma berkenalan dengan aura menegangkan seperti ini. Pria itu... kenapa auranya begitu menguasai?
Lagipula, pria waras mana yang mengajak wanita di pagi buta seperti ini tanpa basa basi ?

Aku harus segera pulang, pikirnya.

Terdengar derap langkah kaki mengikutinya dari belakang. Oh tidak tidak, jangan bilang pria itu mengikutinya. Sharma kembali merapatkan jaketnya dan ia memutuskan untuk berlari ketika pria itu kembali memegang tangannya.

"Hey.."

Kali ini ia memegang kedua lengan Sharma dan kemudian membalikkan badannya sehingga mereka berhadapan dengan harak yang cukup dekat sekarang, membuat Sharma tak bisa berkutik. Pria itu memajukan badannya dan membungkuk sedikit. Sharma langsung menatap mata pria itu dan ia terkesima. Matanya berwarna turqouise. Begitu indah di bawah cahaya lampu jalanan.

"Kau salah akan dua hal, nona," ia tersenyum kecil. "Pertama, aku tidak dalam keadaan mabuk dan tentu saja ada pria yang mengajak berkenalan wanita di pagi buta ini. Itu aku."

Sharma merapatkan bibirnya sementara dadanya bergemuruh kencang. Pria itu menatap tepat di matanya. Ia berharap pria ini tidak berpikir kalau Sharma sedang terpesona akan ketampanannya.


"Kau mau ku antar pulang?"

Sharma masih mematung di hadapan Alan. Membuat Alan mendekatkan wajahnya ke Sharma sehingga jarak mereka begitu dekat.

"Kau dengar aku?"

Sharma tersadar dan segera menjauhkan wajahnya. Ia menunduk sesaat untuk mengatur napas. Dan kemudian ia menggeleng.

"Tidak.. tidak. Aku bisa pulang sendiri. Bisa kau lepaskan tanganmu dariku?"

Alan melepaskan tangannya dan mundur selangkah dari Sharma. Ia kembali memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.

Itu lebih baik, batin Sharma. Jangan terlalu dekat.

"Maaf."

"Ya.. dan bisakah aku pulang tanpa kau ikuti? Kau tau, aku sangat lelah dan benar benar butuh istirahat. Jadi aku akan pulang sekarang dan kau juga tentunya. Bye." Sharma berpikir untuk berlari saja agar ia  menghindari pria ini.

"Bisakah kita bertemu kembali"

Whaaat????

"Hmm aku tidak yakin."

Alan tersenyum kecil dan terlihat menghela napas pelan.

"Baiklah, Sharma."

God, he knows my name, pikir Sharma. Ia mengerutkan keningnya sebentar.

"Kau tau namaku?"

Alan tersenyum untuk kesekian kalinya. "Pulanglah, kau bilang tadi terlalu lelah, bukan? See you soon, Sharma. Senang bertemu denganmu."

Sharma benar-benar bingung dengan pria di hadapannya ini. Sebenarnya ia siap berargumen kembali tapi ia sudah terlalu lelah dan mengantuk. Ia pun kembali berjalan cepat meninggalkan pria itu di belakang dan setelah lumayan jauh, ia beranikan diri untuk menoleh kembali ke belakang. Ternyata pria itu masih di tempatnya dan tersenyum melihat Sharma. Membuat Sharma mengerutkan alisnya.

Siapa dia sebenarnya? Bagaimana ia tahu nama Sharma?

**********

Continue Reading

You'll Also Like

1.7M 98.8K 43
Lima tahun berlalu sejak promnight malam itu. Tapi, bagi Maurenka Rosallia Fabrian (Mauren), selamanya Arnafenza Dirga Zanuar (Eza) adalah musuh terb...
146K 6.4K 125
"Pacaran dengan pernikahan itu berbeda, sudah bukan putih abu lagi─ tapi kamu harus siap menghadapi berjuta warna dalam kehidupan kita" #teruntukpasu...
402K 14.9K 60
Zoe White putri kesayangan Jackson dan Kate White kini menjadi seorang gadis yang cantik dan di kagumi banyak pria. Namun siapa sangka hatinya memili...
Wattpad App - Unlock exclusive features