Guardian Kids

By pockynop

191K 20.1K 772

SEQUEL S.A!! Walaupun blm baca SA tetep nyambung kok. Jadi nggak harus baca prekuelnya. . Guardian Kids... it... More

Prolog
Mission 1 - Next Generation
Mission 2 - Guardian Kids
Mission 3 - Please, kill me..
Mission 4 - She
Mission 5 - New Member
Mission 6 - New Base
Mission 7 - Big Mission
Mission 8 - Show Off!
Mission 9 - Weaknesses
Mission 10 - Show time!
Mission 11 - About Dev
Mission 12 - Bullying
Mission 13 - Terror
Mission 14 - I Will Protect You
Mission 15 - Mental
Mission 16 - Don't Forget Me
Mission 17 - Suara
Mission 18 - Comeback!
Mission 20 - Cerita Lama
Mission 21 - Cooperation
Mission 22 - Masalah
Chapter 23 - Beraksi
Mission 24 - Dead End
Mission 25 - Nightmare
Mission 26 - The Truth
Mission 27 - Ally? Enemy?
Mission 28 - Last Hug
Mission 29 - Family
Mission 30 - Pengamat

Mission 19 - Pertemuan

7.3K 626 45
By pockynop

First... pengenalan tokoh dulu yuk!

Guardian Kids members

1. Razendra Almarez

Position : Leader, Technician
Birth : 22 Agust (17 y.o)
Ability : Martial arts, IQ (190)
Personality : Cuek dan dingin
Hobby : Melakukan hal-hal ekstrim, main Games, Bungee Jumping dari lantai 50 digedung kantor milik Thompson group.

Notes :

Zen adalah anggota paling nekat dan gila, nggak kenal kata 'bahaya', dan selalu melakukan hal-hal aneh dan gils bersama El. Hampir seluruh alat-alat canggih GK dibuat oleh Zen dan El. Anggota dengan IQ tertinggi kedua setelah Glenn.
Yang paling ditakuti adalah mamanya.

2. Elrick Zhang

Position : Doctor, Technician
Birth : 6 March, (17 y.o)
Ability : Medical, Martial Arts
Personality : Ramah, cerewet
Hobby : meneliti dan bereksperimen dengan mayat, membawa pisau bedah kemanapun ia pergi.

Notes :

Anggota tergila kedua setelah Zen, melakukan hal-hal aneh dan gila bersama Zen. Kemampuan sebagai dokter termasuk hebat mengingat usianya yang masih muda tapi belum setara dengan ayahnya (Richi). Suka membedah mayat dan mengeluarkan organ tubuhnya untuk penelitiannya.

3. Lee Jae Ri

Position : Brain of GK
Birth : 11 June (17 y.o)
Ability : Martial arts, Strategist.
Personality : Pendiam, tenang
Hobby : membaca novel detektif, mensimulasikan strateginya dengan gambar

Notes :

Panggilannya Jerry. Pacar Merry. Otak dan ahli strategi GK. Anggota yang paling jarang senyum. Pendiam, kebalikan dari Merry yang over active. Selalu mengomeli Merry ketika ia melakukan hal-hal aneh.

4. Glenn Thompson

Position : Hacker
Birth : 26 November (17 y.o)
Ability : Martial Arts, Genius, IQ (210)
Personality : Tenang, santai.
Hobby : menghack perusahaan besar, stalker biodata agen rahasia dan kriminal.

Notes :
Membawa macbooknya kemanapun ia pergi, kekamar mandi sekalipun. Penasihat di GK, anggota yang paling sering berhubungan dengan dunia bawah, seringkali membantu menyempurnakan alat-alat canggih yang dibuat Zen dan El.
Senang menggunakan senjata berat. Si Genius yang bisa melakukan apapun. Anggota dengan IQ tertinggi.

5. Devano Gerald

Position : Guard
Birth : 17 January (17 y.o)
Ability : Weapons Expert, Martial arts
Personality : Cuek
Hobby : tidur, nonton anime

Notes :

Selalu tidur dimanapun dan kapanpun, otaku, diam-diam menyukai Cindy. Dijuluki si ahli senjata karena bisa memakai berbagai macam senjata. Anggota tertua di GK. Sering bertengkar dengan Merry.
Memiliki reflek yang paling cepat di GK. Anggota paling peka dan pintar membaca situasi. Paling bisa diandalkan anggota lainnya saat dalam keadaan genting.


6. Merry Yamamoto

Position : Infiltrator
Birth : 18 Feb (15 y.o)
Ability : Martial Arts, Flexibel
Personality : Cerewet, ramah
Hobby : Shopping, Mengikuti Jerry.

Notes :

Suka memakai baju seksi. Selalu dimarahi Jerry karena tingkahnya tak seperti perempuan. Badannya sangat lentur, dan sangat cepat saat berlari. Tak bisa memasak. Anggota GK termuda sebelum Sasi masuk. Selalu menjadi penyusup dan pemeriksa lokasi target GK. Menghabisi (memberi pelajaran) perempuan manapun yang mendekati Jerry. Ia yang mendekati Jerry duluan, sehingga mereka bisa pacaran).


7. Sasi Hanifiuri

Position : Keeper / caretaker
Birth : 7 Dec, (15 y.o)
Ability : Special ability (Frequency scanner)
Personality : Kalem, pendiam, penakut.
Hobby : melihat bintang (?)

Notes :

Masa lalunya sangat kelam. Selalu disiksa orangtua angkatnya sebelum bergabung dengan GK. Memiliki gangguan psikologi yang cukup parah. Semenjak bergabung dengan GK, ia selalu bergantung pada Zen. Tak pernah menangis saat dipukul (karena sudah terbiasa merasakan sakit), belajar beladiri setiap minggu bersama Zen. Pintar memasak.

***

Setelah misi pertama yang mereka lakukan setelah beberapa bulan vakum akhirnya sukses, Mia meminta Sasi untuk menjalani terapi untuk menyembuhkan gangguan mentalnya. Mia menyuruhnya untuk menjalani terapi dengan Vina, psikolog sekaligus teman Mia sewaktu SMA dulu. Sebelumnya juga Vina telah memeriksa Sasi, jadi ia tahu bagaimana keadaan mental Sasi.

"Tak usah cemas, ia teman mama. Ia juga yang merawatmu kemarin.'' Mia menenangkan Sasi yang terlihat gelisah.

"Aku yang akan mengantarnya.'' Kata Zen menawarkan dirinya. Ia sudah mengambil jaketnya dan mengambil kunci mobil dari tangan mamanya.

"Eh? Tapi.. mama sudah janji mau mengantarkan Sasi.'' Mia mengerutkan dahinya, kesal karena anak laki-lakinya merebut kunci mobil yang ia pegang dengan seenak jidatnya.

"Udah ma, mama istirahat aja. Biar aku yang anter Sasi.'' Zen bergelayut manja dilengan mamanya, merayu agar wanita itu menuruti keinginannya.

"Kenapa tiba-tiba?'' Mia semakin heran. Tapi kemudian tersenyum jahil. "Kamu mulai suka ya sama Sasi?''

Sasi melotot kaget menatap Zen, tak tahu harus bicara apa.

"Eh?!'' Zen gelagapan. Pipinya sedikit memerah. "Bu..bukan begitu. A..aku juga mau menanyakan sesuatu pada tante Vina.''

"Sudahlah, tak usah malu-malu. Lagi pula nanti kalian akan menikah.'' Mia memeluk gemas Sasi yang ada disampingnya. "Ya kan Sasi?'' Mia meminta persetujuan anak angkatnya.

"Hmm.'' Sasi mengangguk pelan sambil menundukkan kepalanya. Tak berani melihat kearah Zen, bahkan melirik pun tidak.

"Ma.. jangan bahas itu lagi..'' Zen memelas, sambil menyembunyikan kegugupannya didepan Sasi.

"Yasudah, kalau gitu hati-hati. Bawa mobil yang benar. Setelah itu langsung pulang.'' Mia mengelus pelan kepala anak laki-lakinya.

"Mama kenapa nggak pulang-pulang sih? Sampai kapan mama menginap disini?'' Kata Zen agak sewot.

"Kamu berani ngusir mama?'' Mia menatap anaknya kesal.

"Ah.. eng..enggak kok. Aku cuma khawatir kalo papa kangen sama mama. Iya.. emangnya mama nggak kangen sama papa? Haha..'' Zen berusaha memperbaiki perkataannya.

"Ck! Dasar! Bilang aja kamu nggak bisa bebas kalau mama menginap disini! Iya kan?!'' Todong Mia mencubit pipi Zen kuat-kuat.

"Aww! Ampun, ma...'' Zen melepaskan cubitan mamanya dengan cepat.

"Udah sana pergi!'' Teriak mamanya gemas.

Zen lalu menarik tangan Sasi dan berlari kecil, takut-takut mamanya mengerjarnya.

***

Sesampai dirumah sakit, Zen dan Sasi langsung berjalan kearah bagian kejiwaan. Untuk sampai disana dari daerah parkiran rumah sakit, mereka harus melewati koridor bagian samping kantin rumah sakit.

Bruk!!

Sasi menabrak seseorang hingga tubuhnya terpental dan terjatuh. Laki-laki tinggi dan berambut hitam yang menabraknya hanya diam menatapnya yang terjatuh.

"Sasi?! Kamu nggak papa?'' Zen menghampirinya dan langsung membantunya berdiri.

"Iya, aku nggak papa kak.'' Jawab Sasi tersenyum.

Zen menatap laki-laki itu tak suka, dan ingin berjalan mendekatinya tetapi Sasi langsung menahan lengannya.

"Maaf, aku tadi jalan sambil melamun.'' Sasi tiba-tiba meminta maaf pada laki-laki yang ditabraknya.

"Aku yang salah, kak.'' Bisik Sasi pada Zen yang berada disebelahnya.

"Lain kali hati-hati.'' Kata laki-laki itu dengan wajah datarnya lalu kembali melangkah meninggalkan Sasi dan Zen.

Sasi menatap punggung laki-laki itu yang semakin pergi menjauh dari hadapannya.

"Ada apa?'' Tanya Zen heran karena Sasi terus menatapi kepergiannya.

"Dia...berbeda.'' Kata Sasi pelan.

"Maksudmu ia seperti kita?'' Zen melotot kaget.

"Bukan. Ia seperti orang biasa lainnya. Tapi ia terasa sangat berbeda. Auranya sangat aneh.'' Sasi beralih menatap Zen.

Zen tersenyum mengelus pelan kepala Sasi, ''Kalau kamu yang bilang begitu, mungkin benar kalau dia berbeda.''

***

Setelah selesai dengan terapi Sasi, mereka berdua langsung pulang kerumah sesuai dengan yang dikatakan mamanya.

"Eh? Kenapa ramai sekali?'' Zen mengerutkan dahinya ketika sampai di garasi rumah, ia mengenali mobil-mobil yang terparkir disana.

"Apa mama tadi bilang kalau S.A akan berkumpul?'' Tanya Zen pada Sasi yang berada disebelahnya.

"Nggak kok.'' Sasi menggelengkan kepalanya.

Zen buru-buru turun dari mobil dan masul kedalam rumah diikuti Sasi dibelakangnya.

"Good evening uncles, and aunties...'' sapa Zen saat semua orang tua anggota GK terlihat berkumpul diruang tengah.

"Zen, kebetulan kamu pulang. Cepat duduklah, Sasi juga.'' Aldo, papa Zen langsung berbicara dan menyuruh mereka duduk.

"Ada apa?'' Zen mulai bingung karena tak ada yang bersuara.
Ia menatap sekeliling, menyadari kalau semua anggota GK juga ikut berkumpul bersama orangtua mereka.

"Kau bisa memulainya, son.'' Kata Billy pada anaknya, Glenn.

"Oke.. semuanya sudah berkumpul. Ada yang keberatan aku memulainya sekarang?'' Tanya Glenn tanpa mengalihkan pandangannya dari macbook dihadapannya.

"Wait a minute! I dont wanna know or hear what will you explain, son. Its better for me to go to kitchen and make something for dinner!'' * Rachel menyauti anaknya dan langsung pergi begitu saja kearah dapur.

"Me too.'' Laura (ibunya Merry) menyetujui dan langsung mengejar Rachel.

"Then, me too.'' Kali ini Melly (ibunya El) ikut setuju lalu melambaikan tangannya kearah Mia.

"Oh, finally! Thank you Rachel, i'm almost starving!'' ** Teriak Lona (ibunya Dev) dengan girangnya tak memedulikan beberapa orang didekatnya yang menutup telinga karena teriakan nyaringnya.

"Comeon darl! Not you too!'' *** Protes Jay saat melihat istrinya juga ikut berdiri dan berjalan menyusul yang lainnya.

"Mianhae...(maaf).'' Balas Yoon hee tersenyum bersalah pada Jay, suaminya.

"Bisa kita mulai, sekarang?'' Glenn melirik kearah kiri dan kanannya, berharap tak ada lagi yang menyela kalimatnya.

"Kau bisa memulainya.'' Mia mempersilahkan.

"Jadi... yang akan kita bahas disini adalah Phantom. Aku menemukan semua data tentang organisasi ini. Ini organisasi yang sama dengan 'Black Cloack' 20 tahun yang lalu. Dengan kata lain Black Cloack hanyalah sebagian kecil dari Phantom. Berdasarkan informasi yang S.A terima 20 tahun yang lalu dari seorang wanita bernama Hera, pemimpin Phantom adalah seorang penyihir bernama Lily. Disini dikatakan bahwa Lily tak bertambah tua sedikitpun karena ia melakukan ritual dan sihir terlarang.'' Glenn lalu memutar macbooknya dan menghadapkannya bergantian pada anggota S.A dan GK, menunjukkan gambar dilayar macbook nya.

"Ini lambang phantom, tengkorak hitam.''

"Berdasarkan informasi yang aku terima baru-baru ini, Phantom mulai bergerak lagi setelah 20 tahun lamanya menghilang. Anggotanya kemungkinan bertambah, dan sebagian dari mereka bisa memakai sihir. Mungkin kalian tak percaya pada penjelasanku, tapi mereka benar-benar bisa menggunakan sihir. Benar kan, auntie?'' Glenn meminta persetujuan Mia.

"Glenn benar, kami menyaksikannya sendiri 20 tahun yang lalu kalau ia bisa menggunakan sihir. Aku dan kak Aldo bahkan hampir mati kalau saja Hera tak menyelamatkam kami.'' Mia menatap kosong kearah lantai.

"Tentu saja aku percaya. Lihat saja kekuatan kalian, itu juga hal yang sulit dipercaya kan?'' Cerocos El.

"Benar, Sasi juga memiliki kekuatan tak masuk akal kan, itu tak membuat kami terkejut lagi kalau ada orang yang bisa menggunakan sihir sekalipun.'' Merry menyetujui El.

____***____

* Tunggu sebentar! Aku nggak mau tau atau mendengar apa yang akan kamu jelaskan, nak! Lebih baik aku kedapur dan membuat sesuatu untuk makan malam!

** Oh akhirnya! Terima kasih Rachel, aku hampir mati kelaparan!

*** Ayolah, sayang. Jangan bilang kamu juga!

***

Mulai chapter ini GK akan berkolaborasi dengan ceritaku yang 'Silver Moon' ya!

Karena dari awal aku emang buat musuhnya sama, yaitu 'Phantom'.

Happy reading 😘

Continue Reading

You'll Also Like

483 120 10
SINOPSIS: Veana hidup dalam kekerasan dan pahit nya hidup. Setiap latihan yang ia lakukan merupakan kepingan pecahan harapan untuk keluarga. Dia hany...
638K 52.7K 49
"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar b...
4.8K 429 51
Keluarga yang seharusnya saling percaya satu sama lain kini tidak lagi setelah rahasia sang ayah keluar dan membuat kedua kakak beradik ini salah pah...
3.6K 1.8K 38
Apa ini plagiat karya kalian I don't think so!! Ingat ya ini cuma karangan fiksi, jika kesamaan tempat dan alur cerita, mohon maaf saya tidak maksud...
Wattpad App - Unlock exclusive features