Takdir

By farahcml

13.8K 751 52

Jika memang takdir, Cinta kan pasti bertemu, Meski aku dan kamu berada diujung dunia. More

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Pergantian judul

Chapter 4

823 59 0
By farahcml

-Ratna-

Semenjak bertemu kakak itu saat di perpustakaan, mereka menjadi sering bertemu tanpa sengaja berjalan berpas-pasan. Saling menyapa ketika bertemu. Berjalan menuju masjid untuk sholat Dhuha bersama Nadiva sambil mengobrol mengenai tugas bahasa indonesia membuat teks drama. Tidak direncanakan, tidak disengaja orang yang tidak diketahui namanya dan Ratna bertemu dengan cara yang menyakitkan bahu mereka yang saling membenturkan satu sama lain.

"Duh, maaf nggak ngeliat" ucap cowok itu Membalikkan badannya menatap mata Ratna. Ratna yang menyadari mereka saling menatap menundukkan kepala.

"Iya kak gapapa kok" jawabnya tersipu malu.

Aneh, apa ada yang membuat cewek itu keliatan malu gitu? Apa karena bibir saya yang terlihat merah karena makan pedas dikira memakai lipstick ? . Sebuah tanda tanya dipikirannya karena Ratna terlihat malu ketika melihatnya. I dont care, cowok itu hanya tersenyum membalikkan badan dan berjalan menjauhi Ratna yang masih memperhatikan punggungnya.

Nadiva melambaikan tangannya didepan wajah Ratna yang masih menunduk memainkan tangannya dan tersenyum. Bingung, ada apa dengan Ratna yang berubah menjadi seperti ini ? . Ditepuknya kedua telapak tangan Nadiva depan wajah Ratna membuat suara yang nyaring dan menyadarkannya dari lamunan.

"Kamu kenapa sih?" Tanya Nadiva heran.

"Hah? Ng ... Nggak kok Div" nyengir jeleknya Ratna.

Dih .. aneh ya ini anak. Nadiva menggeleng pelan
huft ..

Keduanya melanjutkan langkah menuju Masjid yang terletak dibelakang sekolah tepatnya dekat kantin.

15 menit kemudian..

Setelah sholat Dhuha Nadiva memandang heran Ratna yang sedari tadi tidak selesai melipat mukenanya. Ditepuknya bahu Ratna, membuatnya tersentak.

"Innalillahi" ucap Ratna kaget.

"Siapa yang meninggal Na?" Tanya Nadiva bingung.

"Apasih. Gaada yang meninggal, kamu ngagetin aja ih!" Mendorong bahu Nadiva.

"Abisnya kamu dari tadi aku tungguin buat ngelipat mukena sampai 2 menit aku nunggu kamu. Lihat! Belum kelipet sama sekali itu mukena, kamu cuma megang-megang doang sambil senyum gajelas" omel panjang Nadiva.

"Ohiya, maaf ya. Udah jangan marah entar bisa-bisa kamu terlihat sepantaran sama Bunda aku" ledek Ratna.

"Iihhh.." greget Nadiva mencubit pipi Ratna.

Ratna hanya bisa mengusap pipinya yang merah dan berkata aduh. Keduanya berjalan menuju kantin hanya untuk membeli sebotol minuman aqua.

"Nih kamu cocok deh minum ini, daritadi melamun terus kurang konsentrasi. Aku rasa kamu kurang minum air aqua deh" canda Nadiva sambil menyodorkan sebotol minuman.

Ratna hanya menggeram dan mengambil aqua dari tangan Nadiva.

"Bu aqua nya satu ya" menyodorkan uang.

seorang laki-laki yang suaranya Diva kenal, menoleh sedikit kearah samping kanan. Fahmi!
Mata Nadiva membulat, diam membeku tak bisa berkata apa-apa. Setelah membayar minuman, Fahmi menjauhinya tidak berkata sedikitpun kepadanya, apa mungkin dia tidak melihat ku?.

"Div kamu kenapa?" Tanya Ratna melihat Nadiva yang mendadak diam.

"Tidak. Masih ada yang mau kamu beli Na? Aku mau cepet-cepet ke kelas" Ratna hanya menggeleng.

Nadiva langsung menarik tangannya dan menjauhi kantin.

"Div.. eh kenapa sih? " tanya Ratna heran.

"Gapapa aku lupa ngerjain pr nih" sampainya dikelas "Na aku boleh liat hasil kerja kamu gak?"

"Kamu belum? Kok bisa, biasanya kamu selalu ngerjain pr Div"

"Aku lupa Na, bener deh". Ratna langsung mengeluarkan buku latihan Kimia dan memberikan pada Diva.

3 menit berlalu.
Nadiva selesai menyalin jawaban Ratna, 5 menit sebelum bel masuk berbunyi.

"Alhadulillah, selesai juga sebelum bel" ucap Nadiva menghembuskan navas lega.

========

"Div tunggu sebentar ya aku ke perpus dulu mau minjem buku"

"Iya aku tunggu disini ya"

Menuju perpustakaan. Seperti ini kah keadaan perpustakaan saat waktu pulang sekolah. Sepi.
Kakak itu.. kenapa dia di perpustakaan sendirian gini ya?

Mencari buku di perpustakaan sebesar ini, cukup sulit. Biarlah kucari sendiri. 3 menit lamanya ditemui buku yang ia cari berada di rak dekat kakak itu.

"Yaa, sudah ketemu" ucap pelan yang ternyata didengar cowok itu, pendengarannya sangat tajam sampai omong Ratna yang kecil bisa terdengar olehnya.

"Eh ada orang ya" tengok cowok itu sambil tersenyum kepadanya.

Subhanallah... tubuh Ratna seketika lemas melihat senyum manisnya dengan 1 lesung pipi sebelah kanan dan gigi putihnya yang tertata rapih, Perfect.

Dibalasnya senyum Ratna yang tak kalah manis. Ratna terus berdiri ditempatnya, cowok itu yang melihatnya bertingkah aneh lagi diam dan memperhatikannya tak lama mengalihkan pandangannya pada buku yang sedang ia baca.
Ups! Ratna tersadar tengah memandang cowok itu langsung menunduk, teringat dengan Nadiva yang menunggunya di depan gerbang tangga.

"Sedang apa kalian?" Tanya guru perpustakaan yang melihat keduanya berada diperpustakaan yang sudah sepi.

"Minjem buku bu - Baca buku bu" jawab Ratna dan cowok itu bersamaan. Mata keduanya terbelalak, saling menatap. Merah merona pipi Ratna, disusul cowok itu ketika Ratna pergi.
Bu Dewi yang melihat keduanya salah tingkah tersenyum menggeleng pelan, maklum anak SMA.. hehe

"Permisi kak" berjalan melewati cowok itu sedikit membungkuk. Hanya dibalas dengan anggukan dan senyum yang tak dilihat Ratna.

-Nadiva-

Terus melirik jam yang tergantung ditembok dekat pagar tanggang. Hampir 12 menit, terasa pegal kakinya yang lama berdiri menunggu Ratna keluar dari perpustakaan duduk dianak tangga meluruskan kakinya. Tak lama setelah duduk Ratna datang.

"Baru keluar Rat?" Tanya Nadiva bernada jutek.

"Iya, lama ya Div"

"Sebentar kok Rat" jawabnya sedikit nada tinggi.

"Maaf ya.. tadi susah nyari bukunya, terus juga kakak itu jadi lama deh" ucapnya sambil cekikikan.

"Siapa sih bikin pemasaran"

"Aku juga gatau namanya"

"Ya udahlah, lupain aja ya" tawa Diva. Ditarik tangannya oleh Ratna.

Sampainya dirumah, Ratna membayangkan wajah tampan yang sering dilihatnya di perpustakaan. Perpustakaan? Ya, kenapa kakak itu selalu di perpuskaan?
Astaghfirullah. Ucapnya menyadari tengah membayangkan dia kakak perpus, menyusap wajahnya kasar mengacak rambutnya sendiri, tidak bisa diam diatas kasur. Seperti depresi..

Ratna tau, siapa yang bisa membantunya dalam keadaan seperti ini. Diambilnya handphone diatas nakas mencari-cari nama sahabatnya dilayar handphone miliknya.

💌 Nadiva.

✅ Diva..

• Kenapa ?

✅ Kalo sering kepikiran seseorang
yang bukan mahramnya, itu
cara menghilangkan pikiran itu
gimana ?

• Tunggu, kamu kepikiran sama
siapa ?

✅ Kakak perpustakaan Div 😂

• Kok bisa ?

✅ pliss Div jangan banyak tanya.

• Yaudah maaf.. udah coba istighfar ?

✅ Udah Div

• Wudhu ?

✅ Belum, yaudah aku coba ya

Bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, menggelar sajadah melaksanakan shalat Ashar. Selesainya shalat Ratna merasa sudah baikan, benar apa yang dibilang Nadiva wudhu bisa menghilangkan rasa resah.

✅ Div benar, aku sudah melakukan
apa yang kamu bilang. Aku juga
sudah sholat Ashar.

• Terus gimana perkembangannya?

✅ Alhamdulillah Div, udah membaik
makasih ya sarannya 😊

• Sama-sama Rat, aku sebagai
sahabat yang baik bakal
sering ngasih kamu nasihat
yang positif 😊

Seperti itulah namanya sahabat, saling memberi masukkan yang positif. Pertemanannya begitu hangat, sangat dirindukan ketika tidak bersama.


********

TBC~
Sedikit banget ya? Maaf deh, abis udah buntu nih mau nulis apa.. hehe.
Makasih buat readers udah setia baca cerita aku yang abstrak.
Jangan lupa vomment ya;)
Maaf banyak typo 😀

Continue Reading

You'll Also Like

18K 907 40
Abhidzar Al Ghaffi Admaja, seorang pengusaha muda yang sangat gila kerja. Suatu hari ia berencana membangun kafe di sebuah desa. Namun ia tidak pern...
11.5K 1.6K 64
SEQUEL MENJADI YANG KEDUA Pernah menjadi yang kedua, pernah dikhianati, pernah disakiti, pernah dilukai, bahkan dijadikan sebagai opsi. Kaki memang s...
414K 38K 40
Tentang Aia yang memiliki banyak sekali pertanyaan di kepalanya. Dan Edzar yang memiliki banyak kebingungan dalam hidupnya. Start: 14 Juni 2024 End:...
8.2M 538K 121
"Kenapa harus Ocha abi? Kenapa tidak kak Raisa aja?" Marissya Arlista "Saya jatuh cinta saat pertama bertemu denganmu dek" Fahri Alfreza
Wattpad App - Unlock exclusive features