Academiae Elementer

By Arha_RMY13

174K 13K 473

Kisah seorang 4 elementer cantik yang memiliki kekuatan khusus untuk melindungi dirinya sendiri dan para elem... More

2
3
4
5
Penting!!!
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20-END
PENGUMUMAN!!
SEQUEL IS OUT!!!
Baca Dulu!!

1

20.1K 980 32
By Arha_RMY13

Di suatu pagi, Academiae Elementer atau bahasa mudahnya adalah sekolah untuk para Elementer, tengah mengadakan persiapan untuk merayakan datang pelajar baru di Academiae Elementer.

"Apakah kau siap untuk belajar di Academiae Elementer, Arha? Apa kau gugup?" Tanya seorang ibu kepada anaknya yang bernama Arha.

"Ibu, untuk apa aku gugup. Kau adalah kepala sekolah dari Academiae Elementer yang tidak lain adalah sekolah terbaik di dunia Elementer ini. Tapi, aku hanya takut ..."

"He? Kenapa kau harus takut?"

"Ibu, aku seorang ignis, aku takut aku akan membakar sesuatu di sekolah ibu nanti."

"Sayang, dengarkan ibu, kau tidak boleh mendengarkan seseorang yang menyulut kemarahan untukmu, ibu tahu, ignis memang emosional. Dan... Dan kau adalah api yang sangat berbeda dari api yang lainnya."

"Maksud, ibu?"

"Kau akan mengerti nanti, setelah kau belajar di Academiae Elementer" ucap sang ibu, lalu pergi meninggalkan putrinya yang tengah berada didepan kaca, dengan boneka beruang di tangannya. Dia memandang wajahnya, rambutnya yang coklat, dan bola mata yang coklat.

"Ibu ini memang aneh, aku ini anak dari kepala sekolah, tapi aku tidak pernah di beri pelajaran sedikit pun tentang dunia Elementer, melainkan tentang bumi. Memangnya apa yang menarik dari bumi? Ibu selalu mengajari aku bahasa Inggris, dan itu membuat kepalaku pusing. Tapi, ibu bilang bahasa itu adalah bahasa In.. In... Internasional? Entahlah! Aku pusing" ucap gadis yang bernama Arha frustasi, di depan bonekanya.

Namanya, Arha. Dia putri tunggal dari Veronica dan Leon. Ayah Arha, Leon, merupakan guru yang kerap melatih kemampuan perang dari seorang Elementer, di Academiae Elementer. Leon juga seorang ignis .Sedangkan, Veronica adalah seorang kepala sekolah di Academiae Elementer. Veronica juga seorang Ventus. Veronica mendapat banyak pujian karena selama ini dia melaksanakan tugasnya dengan baik sebagai kepala Academiae Elementer. Sementara Arha adalah seorang ignis yang sangat susah mengatur emosinya, sehingga dia juga mudah membakar sesuatu dengan kemampuannya, Arha juga tidak memiliki teman, karena teman- temannya takut kalau kisah hidupnya akan berakhir karena terbakar oleh Arha. Sehingga hidupnya penuh dengan kesepian, menurutnya, hanya ayahnya dan bonekanya lah teman dalam hidupnya. Berhubung ayahnya juga ignis, tetapi ayahnya sudah bisa mengontrol emosinya.

***

"Selamat datang di Academiae Elementer!!!" Teriak Veronica di atas mimbar.

Riuh sorak dari para pendatang baru di Academiae Elementer. Arha? Dia berada di posisi paling belakang. Dengan tangan di lipat di depan dada.

Apakah aku akan terus dengan kondisi seperti ini hingga pelajaranku selesai?

"Pertama, aku akan memperkenalkan diriku. Aku adalah Veronica. Kalian bisa memanggilku Nyonya Veronica. Aku adalah kepala di akademi ini, dan aku adalah seorang ventus"

"Baik Nyonya Veronica!" teriak para pendatang baru.

"Kedua, aku akan menjelaskan secara singkat. Akademi ini memiliki asrama, jadi, kalau diantara kalian ada yang tidak bisa berpisah dari orang tua kalian, silahkan pulang!"

Arha melihat ada beberapa orang yang pulang.

"Cih, melelahkan ibuku saja" gumam Arha yang ternyata didengar oleh seorang gadis disampingnya.

"Maaf, kau bicara denganku?"

"Tidak, hanya perasaanmu saja"

"Ketiga, satu kamar di isi oleh dua orang. Kami memiliki 8 asrama, 4 untuk laki- laki, dan 4 untuk perempuan. Dan untuk teman sekamar, teman sekamar kalian harus satu element dengan kalian. Tujuan kami membuat masing- masing 4 asrama adalah untuk memisahkan antar element. Karena setiap elementer memiliki kepribadian yang berbeda jadi kami pikir jika kalian sesama Ignis, Ventus, Aqua, dan Terram akan saling mengerti. Apa kalian semua paham?"

"Ya, Nyonya Veronica!" Jawab para murid baru.

"Ah! Satu lagi, jika kalian terlalu banyak melanggar peraturan di sekolah ini maka kalian akan langsung dikeluarkan. Ketahuilah! Jika kalian di keluarkan dari akademi ini maka kalian tidak akan diterima di akademi manapun di alam semesta ini!"

Semua murid, kecuali Arha. Langsung menunduk ketakutan. Arha tau itu hanya omong kosong ibunya untuk menjafa kedisplinan di Academiae Elementer.

"Kalian boleh melihat- lihat di akademi ini. Tapi, jika sudah ada tanda- tanda yang memanggil kalian. Segeralah kembali keruangan ini, paham!?"

"Ya, Nyonya Veronica"

Semua murid baru keluar dari ruang Aula, dan berpencar. Ada yang menuju kantin, perpustakaan, ruang kelas, lapangan, dan banyak lagi lainnya. Tetapi entah mengapa, Arha lebih memilih tiduran di atas rumput taman belakang sekolah.

"Aaah!, aku harap aku bisa menemukan teman di tempat ini. Ayolah! 2 bulan lagi adalah ulang tahunku, apakah aku tidak akan memiliki teman juga!?" Ucap Arha pada dirinya sendiri.

"Kau butuh teman?" Ucap seorang gadis yang tiba- tiba duduk di samping Arha.

"Iya, begitulah. Aku belum pernah memiliki teman selama ini" jawab Arha.

"Apa?! Kau bercanda?!" Gadis itu tampak tak percaya.

"Apakah wajahku ini terlihat tendah bercanda untukmu?!" Arha mulai sedikit marah.

"Baiklah, aku tahu permasalahanmu. Biar aku tebak, emm kau ignis?"

"Iya"

"Kau emosional?"

"Aku pikir memang semua ignis seperti itu, bukan?"

"Haish! Itu lah masalahmu! Kau ini mudah sekali marah! Sekarang turuti perintahku!"

"Memangnya kau siapa?"

"Turuti saja! Kau ingin punya teman atau tidak Nona ignis?" Arha menurut dan bangun untuk duduk.

"Baiklah!"

"Kau harus tenang dalam menghadapi masalah, kau jangan pikirkan hal- hal yang membuatmu sakit hati atau marah. Yang perlu kau ingat, ketika kau merasa ingin marah, pejamkan matamu, tarik nafas, lalu hembuskan ke udara seolah olah orang yang membuatmu marah itu terbang karena hembusan nafasmu, mengerti?"

Arha mempraktekan saran yang diberikan oleh gadis itu. Dan Arha merasa baikan.

"Merasa baik?" Arha mengangguk.

"Namaku Aulia, aku Ventus"

"Aku Arha, seperti yang kau kira, aku ini Ignis"

"Yaa, karena kau tidak memiliki teman, jadi aku akan menjadi temanmu."

"Benarkah?" Arha merasa senang.

"Tentu, Arha. Aku juga akan membantumu dalam mencari lebih banyak teman!" Jawab Aulia dengan semangat.

"Terimakasih Aulia! Ehm, mau jalan- jalan denganku?"

"Kau pikir aku akan berkata tidak?"

Setelah itu, Arha dan Aulia mulai berjalan mengelilingi akadami, setidaknya sebelum ada orang yang memanggil para pelajar baru ke ruang Aula, lagi.

"Bagi murid baru, diharapkan segera berkumpul di Aula"

"Arha, itu sebuah panggilan atau apa? Singkat sekali, tanpa pengulangan. Bagamana kalau ada elementer yang tidak mendengarnya?"

"Ehm, itu resiko. Dan, suara pemberitahuan tidak diulang karena supaya para elementer lebih disiplin lagi"

"Bagaimana kau tahu?"

"Huh!? Ya.. aku hanya.. menebak?"

"Hmm, lalu tunggu apa lagi? Ayo cepat!"

Arha dan Aulia berlari, mereka berayukur, untungnya mereka hanya berkeliling di sekitar Aula saja.

Setelah masuk ke ruangan, Arha dan Aulia memutuskan untuk berdiri di tempat yang sama, di belakang, dan sudut ruangan.

"Berhubung Academiae Elementer ini menyediakan asrama, kalian dipersilahkan untuk pulang. Dan akan aku beri waktu selama 7 hari, untuk perpisahan dengan keluarga kalian, bawalah pakaian sebanyak yang kalian bisa, kami mengizinkan itu. Ingat! Jika kalian tidak bisa pisah dengan ibu kalian, pulanglah! Dan jangan kembali lagi. Kalian paham!" Ucap Veronica.

"Ya, Nyonya Veronica" ucap pelajar baru.

"Hei, Aulia. Apakah kau masih mau kembali ke Academiae elementer?"

"Hahahahaha! Kau bercanda? Aku bukan pengecut, yang akan pulang lalu menangis di depan ibuku! Lagian, aku sudah cukup besar untuk mengurus diriku sendiri!" Ucap Aulia di iringi dengan tawanya yang keras.

Arha memejamkan matanya, menarik nafas, dan menghembuskannya.

Apakah ini cobaan untukku? Memiliki satu teman yang sedikit.. tidak waras! Sejak tadi hanya tertawa, membuat lelucon yang jelas hanya lucu, untuk dirinya sendiri.

Batin Arha.

"Baiklah! Sekarang kalian boleh pulang ke rumah kalian masing- masing. Jaga kesehatan kalian, aku akan menunggu kalian. Waktu kalian hanya 7 hari, habiskan waktu itu untuk berkumpul bersama keluarga kalian. Sekali lagi, kalau kalian tidak punya keberanian untuk kembali, JANGAN PERNAH MENGINJAK KAN KAKI KALIAN DI ACADEMIAE ELEMENTER INI!?" Ucap Veronica penuh penekanan di kaliamat akhirnya. Arha meringis melihat betapa berbeda ibunya yang di rumah, dan di tempat ini.

"Woow, Nyonya Veronica memang berbeda dari guru yang lain. Dia guru yang baik, dia guru yang tegas, aku rasa aku mengidolakannya" ucap seorang gadis yang ada disamping kiri Arha.

Arha menoleh, dia merasa tertarik dengan ucapan gadis itu, lebih tepatnya karena gadis itu memuji ibunya.

"Maaf? Boleh aku tahu na.. namamu?" Ucap Arha gugup, wajar saja. Ini pertama kalinya.

"Tentu saja! Aku Hana, aku Terram. Kalau kau?"

"Aku Arha, aku Ignis."

"Apa!? Benarkah?!, aku cukup terkejut mendengar kau seorang Ignis, biasanya Ignis kan emosional dan pemarah seperti monster, aku terkadang takut dengan Ignis, tapi melihat mu, aku merasa, kau akan menjadi teman terbaikku, maukah kau menjadi temanku?" Ucap Hana dengan cepat. Amarah Arha yang tadinya ingin meledak karena telinganya merasa linu mendengar ocehan dari Hana, seketika meredam.

"Tentu saja" ucap Arha dengan senyum manis.

"Kau, apakah Ignis bisa tersenyum?" Tanya Hana bodoh.

Aish! Apakah di tempat ini begitu banyak orang seperti Aulia atau apa?

"Maaf, aku juga Ignis yang sama seperti mereka, aku juga 'sedikit' pemarah, jadi, jika kau mau bicara padaku, tolong yang normal, dan aku mohon jangan menyulut amarahku, kalau kau masih mau berteman denganku, dan tidak menodai kisah hidupmu dengan terbakar oleh ku, Hana" ucap Arha sambil meletakan tangannya di belakang punggungnya, berharap Hana tidak tau kalau tangannya sudah mengeluarkan api.

"Ma..maaf" ucap Hana, dengan menunduk.

"Huuufft, tidak apa apa" ucap Arha sambil tersenyum.

"Ngomong- ngomong, Arha, apakah kau ingin pulang?" Tanya Aulia tiba- tiba. Arha dan Hana tidak menyadari kalau tinggal mereka bertiga di ruangan besar ini.

"Hei? Arha, kau tak mau mengenalkan kami?" Tanya Hana.

"Uh? Ehmm Hana, ini temanku, Aulia, dia seorang Ventus. Dan, Aulia, ini Hana, dia seorang Terram"

"Salam kenal, aku tak percaya kau seorang ventus, kau sama dengan Nyonya Veronica, aku mengidolakannya, dia sangat tegas, dan dia wanita yang berwibawa" oceh Hana lagi, kepada Aulia.

"Ehm, aku rasa aku akan pulang duluan. Aku tak ingin membakar sesuatu disini, dan tolong berhenti membicarakan Nyonya kepala sekolah, mengerti? Aku duluan." Keputusan Arha sangat sangat dimengerti oleh Aulia, dan Hana. Arha keluar ruangan, sementara mereka berdua sibuk membahas betapa indahnya tempat ini.

"Mereka benar- benar! Sabar Arha.. Aku benar- benar tak suka kebisingan!" Gumam Arha, sambil berjalan.

"Maaf" Cegat seseorang di tengah perjalanan Arha.

"Ada apa?"

"Maukah kau menunjukkanku dimana gerbang untuk keluar dari tempat ini? Aku sedikit tersesat."

"Oh, kebetulan kita searah, ayo ikut denganku!"

Gadis itu berjalan di samping Arha.

"Siapa namamu?" Tanya Arha dan gadis itu bersamaan.

"Ah, Aku Arha, Ignis."

"Wah, aku baru pertama kali melihat Ignis. Kau cantik Arha"

"Terima kasih atas pujiannya, kau sendiri, siapa namamu?"

"Aku Lina, Aqua"

"Oh, kita berlawanan. Tapi Aqua juga memiliki aura yang positif, dan cenderung pendiam, aku suka orang pendiam."

"Benarkah? Aku ini cerewet loh.."

"Tidak lagi!" Gumam Arha.

"Kau mengatakan sesuatu?"

"Tidak, hanya perasaanmu saja. Ehm Lina, sudah sampai. Kau ingin ke arah mana?"

"Aku ingin ke barat, kau sendiri?"

"Timur, lagi- lagi kita berlawanan. Baiklah, sampai jumpa seminggu kedepan!"

"Sampai jumpa!"

Entah ini hanya perasaanku atau apa? Aku merasa, hidupku bukan dimulai dari sini, tapi dari tempat ini.

####

Maafkan Author jika typo tersebar.

Continue Reading

You'll Also Like

2.6K 418 16
Kadang persahabatan tak melulu soal sahabatan. Tapi cinta juga bisa hadir di dalamnya.
3.2K 1.4K 29
18+ cerita mengandung unsur dewasa, harap bijak dalam membaca. kisah cinta seorang gadis bernama Stella yang terjebak dalam cinta segiempat. Dengan a...
69.8K 2.9K 34
#Rank 402~Friend# (12-5-2018) #Rank 14 ~ Friend # (6-9-2018) #Rank 11 ~ enemy # (5-9-2018) Andara seorang gadis sederhana namun cerdas memiliki masa...
Wattpad App - Unlock exclusive features