Fairytale Happens in Jeju

By itsjuanjulian

121 5 1

Tidaklah semua orang percaya akan dongeng & mahluk-mahluk yang penuh dengan mistik serta misteri. Namun, baga... More

Am I Dreaming?

121 5 1
By itsjuanjulian

Musim gugur telah tiba. Hawa berubah menjadi sedikit dingin dan lembab. Panorama indah yang menampilkan pohon-pohon yang menggugurkan daun-daunnya, langit berwarna oranye dan juga hembusan angin yang sejuk dan menenangkan. Samgyetang, dongtae jigae, tteokgu, uhmook tang dan galbitang adalah makanan yang tepat untuk melewati musim gugur kali ini. Saat itu, seorang anak laki-laki sedang berjalan-jalan dengan Ibunya ke taman kota Seoul setelah membeli beberapa buku cerita di toko buku dekat rumahnya.

Ibunya meminta sang anak untuk beristirahat sejenak di taman walau hari sudah mulai senja. Bocah itu mengangguk menurut dan menuntun Ibunya untuk duduk disalah satu kursi panjang yang tersedia di taman. Anak itu mengeluarkan beberapa buku yang tadi ia beli. Tadinya dia hanya membeli buku tentang naga. Namun, Ibunya membelikan satu buku lagi. Dahi anak itu mengernyit sebari memiringkan kepalanya heran.

"The Magical Fairies? Ibu, ini 'kan buku untuk perempuan. Kenapa kau membelikan buku ini untukku?" tanya bocah itu.

Ibunya hanya terkekeh. "Tidak apa-apa, Ibu membelikan ini untuk adikmu dirumah. Tadi ia memaksa ingin ikut, tapi Ibu melarangnya karena ia sedang demam. Jadi Ibu membelikan buku ini agar dia berhenti merajuk." Jawab Ibunya. Bocah itu memandang buku itu sekali lagi dengan wajah tak minat sama sekali.

"Ibu, aku heran. Peri itu tidak nyata, dan keanapa orang-orang menyukainya? Aku tidak suka hal-hal yang berbau kebohongan." Ujar bocah itu sebari mengusap-usap tangannya yang kedinginan. Ibunya tersenyum lalu mengelus surai putranya. "Buku yang kau beli, itu tentang naga bukan? Apa kau mempercayai bahwa naga itu nyata?"

"Aku percaya karena aku kira kalau naga itu masih sebangsa dengan dinosaurus, Ibu." Jawabnya polos membuat sang Ibu menahan tawanya.

"Ibu bahkan mempercayai kalau peri itu ada. Mereka mahluk yang indah dan membuat penasaran. Kau tahu? Disaat Ibu dan Ayahmu mengunjungi pulau Jeju, kita berkunjung ke salah satu air terjun disana." Ibunya berhenti sejenak, lalu melanjutkan lagi disaat anaknya terlihat tertarik akan cerita yang akan ia sampaikan tersebut.

"Di malam itu, Ibu dan Ayah sedang duduk menikmati suara derasan air terjun sebari bergandengan tangan. Sewaktu ayahmu pergi untuk membelikan kopi hangat, Ibu memandang air terjun itu sebari tersenyum. Mata Ibu membulat terkejut disaat air terjun itu berubah berwarna warni, dan juga dedaunan berubah menjadi berwarna merah muda segar. Kelopak bunga berwarna warni dan berkilauan layaknya kristal." Jelas Ibunya dan seketika mata sang bocah itu membulat tak percaya.

"Ibu pasti tertidur dan bermimpi." Sahut si Bocah masih tidak percaya.

"Ibu kira juga begitu. Namun, mustahil untuk Ibu tertidur karena disana dingin sekali. Namun, kejadian itu tak berlangsung lama, anakku. Beberapa detik sebelum Ayahmu kembali, keadaan kembali seperti semula dan aku melihat kilauan kecil melintasiku dengan cepat. Aku percaya bahwa dulu itu ulah peri-peri yang tinggal disana." Lanjut Ibunya lagi. Bocah itu menundukan kepalanya sebari memikirkan kejadian itu. Apa itu mungkin?

Mereka pun sepakat untuk pulang kerumah karena langit sudah tampak lebih gelap.

***

Park David, adalah seorang mahasiswa dari Universitas Chung-an jurusan e-sports (video game). Ia adalah gamers video game online dengan username 'unfantasy'. Dia banyak mendapat tawaran untuk mempromosikan game online dari beberapa perusahaan game terkenal seperti bandai, nexon, ubisoft, ea, capcom, 2k sports dan juga steam. Dia mungkin adalah pria tertampan untuk ukuran seorang gamers.

Kini, dia sedang berlibur di Jeju bersama Ibu & adiknya. Selain menjadi gamers, David sangat menyukai dan meminati dibidang fotografi. Disaat tour di Jeju sedang berlangsung, dia akan memotret sesuatu yang menurutnya menarik. David pernah mengunjungi pulau Jeju bersama teman-temannya. Mereka mengunjungi Gunung Halla, Love Land & Museum Sex and Health, serta Jeju Air and Space Museum. Kali ini, Ibunya yang memaksa David untuk mengunjungi Jeju, serta adiknya-yang sangat cerewet itu juga ingin mengunjungi air terjun beserta Dolphine Center.

"Ayolah, Renee-ah. Kau sudah besar mengapa seperti Ibu yang percaya hal semacam itu?" sahut David kesal disaat adiknya merengek ingin pergi ke air terjun yang Ibunya pernah ceritakan.

"Ayolah oppa. Aku penasaran! Barangkali aku akan bertemu dengan jodohku ditempat menarik itu. Terlebih ada mahluk kecil yang mengiringi kita berdua nanti. Peri! Aku percaya peri itu ada, oppa!" sahut Renee dengan wajah antusias. David berdecak tak percaya. Mengapa Ibunya mencuci otak adiknya ini? Bahkan saat David diceritakan oleh Ibunya, ia tetap tidak percaya karena itu hanyalah sebuah penghibur semata.

Terpaksa, David pun mengantarkan Renee ke air terjun Cheonjiyeon menggunakan mobil, karena letaknya cukup jauh dari resort yang mereka tempati. Ibu mereka terlihat lelah, maka dari itu sehabis ia mandi, ia langsung beristirahat. Sebenarnya David sangat kesal karena adiknya itu merengek ingin pergi ke air terjun di malam hari. Terlebih, adiknya itu rusuh dalam mobil karena musik yang ia putar dengan volume keras.

Renee terlihat seperti wanita malam yang konyol. Setelah memastikan bahwa ini adalah air terjunnya, mereka pun turun di tempat parkir yang telah disediakan. Renee memeriksa arloji yang bertengger dilengannya. Arah jarum jam mengarah ke angka 9, namun nyatanya pengunjung tetap beramai-ramai kemari.

Mereka pun berjalan masuk menuju gerbang air terjun. Kebanyakan, orang-orang yang mengunjungi tempat ini untuk berfoto-foto saja. Atau tidak beberapa pasang kekasih memilih untuk memanjakan mata mereka dengan derasain air terjun. "Oppa! Aku akan mentraktirmu kopi, tunggu disini jangan kemana-mana." Sahut Renee dan David hanya bisa mengangguk.

David akui kalau disini memang dingin, terlebih angin disini berhembus dengan lumayan kencang dan cipratan air terjun. David pun mengambil tempat duduk disalah satu kursi panjang. Dia memejamkan matanya dan menghela nafasnya. Lalu ia teringat akan cerita Ibunya dulu. Dia tidak percaya, dan tidak akan percaya dengan cerita konyol itu. Jika didunia ini terdapat mahluk seperti peri, pegasus, ataupun putri duyung, maka dia akan percaya bahwa alien atau yeti itu nyata.

Bahkan ia sudah tidak mempercayai sesosok naga lagi. Ia merasa dibodohi dengan film, kartun dan komik yang ia lihat. Dia menatap kearah air tejun dan berdecih sebari menggelengkan kepalanya.

"Renee harus tersada-r" kalimat yang David ucapkan tidak tertuntaskan disaat ia melihat seorang nenek tua melewatinya. Nenek itu mengusap-usap perutnya dan raut wajahnya terlihat sedih. Dia seperti-um, kelaparan.

"Nenek!" panggil David kepada nenek itu yang belum berjalan terlalu jauh. Nenek itu menoleh dan David berlari kecil menghampiri sang nenek. "Nenek tidak apa-apa? Apa nenek kedinginan?" tanya David terlihat khawatir.

Nenek itu hanya tertunduk dengan raut wajah yang penuh dengan kesedihan. "Aku hanya kelaparan, nak."

Benar dugaan David tadi. David ingin membantu nenek itu, tetapi dia tidak membawakan makanan. Dia dengan cepat-cepat mengeluarkan dompet dari saku celananya, dan memberikan beberapa lembar uang untuk nenek itu. "I-ini nek, maaf yang aku berikan tidak banyak. Tolong terimalah."

Nenek itu menatap David dengan tatapan senang. "Benarkah? Kau baik sekali, anak muda. Terimakasih, terimakasih."

David menatap vest yang nenek itu kenakan. Ia mengangguk mengerti kalau nenek ini bekerja sebagai tukang bersih di area air terjun ini. "Nenek bekerja disini? Nenek tinggal dimana? Biar aku dengan adikku yang antar."

"Tidak perlu anak muda. Rumahku jauh sekali dari sini, dan aku kemari hanya untuk-m" ucapan nenek itu tidak terselesaikan disaat David menyampirkan mantel miliknya ke badan kecil sang nenek. "Pakailah nek, kau terlihat kedinginan." Ucap David sebari tersenyum.

"Kau baik sekali anak muda, apa kau tidak kedinginan? Kau tidak perlu repot-repot seperti ini, nenek kuat." Ucap nenek itu dengan nada konyolnya-nenek ini terlihat memiliki kepribadian yang menyenangkan.

David terkekeh. "Tidak apa-apa nek, aku masih menggunakan jaket ini, dan nenek hanya memakai vest yang tidak cukup untuk menghangatkan tubuh nenek. Dimobilku juga masih ada mantel yang aku bawa." Jelas David. Nenek itu hanya mengangguk mengerti. "Nenek untuk apa kemari malam-malam begini?"

"Nenek hanya ingin menenangkan diri ditempat ini." jawabnya.

"Eh? Hanya itu?"

"Dan.." nenek itu medekatkan wajahnya ke telinga David. David mensejajarkan tubuhnya dengan sang nenek. "Nenek ingin melihat para peri yang tinggal disini."

"P-peri?" David memundurkan kepalanya. Astaga, apa semua orang mempercayai hal seperti ini?-batin David bertanya.

"Aku melihat dari raut wajahmu jika kau tidak percaya apa yang nenek bilang. Apa benar?" David mengangguk mantap. Dia memang tidak percaya. Nenek itu tersenyum. "Akan nenek buktikan, nak."

Seketika waktu seolah berhenti. Orang-orang yang tadinya berada dalam area itu, tiba-tiba menghilang. Semua pergerakan terhenti dan hanya David dan sang neneklah yang bisa bergerak. Ini sedikit membuat David merinding dan bingung. Tiba-tiba langit yang tadinya berwarna biru gelap, menerang dengan perlahan. Bias cahaya bintang menghiasi langit, air terjun berubah menjadi warna pink, pohon-pohon pun berubah menjadi bermacam-macam pohon dengan warna pastel.

Kelopak bunga berwarna ungu kristal yang terhembus oleh angin malam yang menenangkan. Pelangi kecil muncul diatas air sungai berwarna biiru jernih dan juga kumpulan cahaya kecil mengitari sungai tersebut. David membulatkan matanya. Apa ini yang dimaksudkan ibunya waktu itu? Apa dia sedang bermimpi? Dia seolah-olah dibawa ke dunia lain, namun ditempat yang sama persis.

Jika tempat ini begitu indah, apakah surga lebih indah dari pemandangan yang tersuguhkan didepan mata David ini? Nenek yang berada didepan David tersenyum.

"Dahulu kala, tempat ini sangatlah indah. Para peri dengan bebas bersenang-senang ditepi sungai, meluncur di air terjun, bertebangan dengan bebas di atas langit dan juga menumbuhi beberapa pohon yang mereka sukai. Menghiasi tempat ini sesuka mereka. Mereka nyata karena fantasi orang-orang terhadap sosok mereka.

Mereka akan terus ada jika semua manusia dibumi ini mempercayai keadaan mereka. Namun seiring waktu, mereka perlahan melemah. Dan akhirnya tempat ini ditemukan oleh seorang manusia. Cerita ini terjadi ribuan tahun yang lalu. Seorang pria muncul dengan keadaan yang mengenaskan. Badannya berlumuran darah, dan sebuah anak panah yang tertancap pada badan sosok pria tersebut.

Para peri terkejut disaat adanya manusia yang menemukan tempat ini. Untuk sementara, mereka menormalkan kembali area ini untuk manusia bisa percayai. Pria itu berjalan tertatih. Wajahnya sudah pucat dan terlihat putus asa. Namun, sang ratu peri keluar dari tempat persembunyiannya. Dia terbang dan menghadap kesosok pria tersebut. Dia pun merubah wujud yang kecil menjadi seukuran manusia. Pria itu pingsan, dan sang Ratu meletakan kepala sang pria itu dikedua pahanya.

Peri dikenal sebagai penyembuh yang hebat. Dia bisa mengobati penyakit apapun, asalkan keadaan manusia atau mahluk itu belum benar-benar mati. Sang Ratu melepaskan anak panah itu dan menghilangkan benda tersebut. Dia menyalurkan energinya terhadap badan sang pria."

David mendengarkan dengan seksama, walau dia masih belum bisa mempercayai keadaan yang mengejutkan ini.

"Pria terbangun dengan perasaan bingung. Ia menatap sosok wanita yang sedang memangku kepalanya. Dia pun dengan terkejut memundurkan badannya dengan perasaan takut. Namun, sang Ratu mengerti jika pria itu terkejut. Sang Ratu peri tidak memiliki kekuatan untuk menghilangkan ingatan manusia seperti putri duyung. Dia tidak ingin manusia ini malah balik menkhianatinya dan membiarkan pria ini memberi orang lain tentang tempat ini. Itu akan sangat berbahaya bagi para kaum peri.

Dengan perlahan, sang Ratu meyakinkan pria tersebut. Hubungan mereka semakin dekat dan mereka bersahabat. Namun, pertahanan area ini tidak terlalu ketat dan tertutup. Sewaktu seorang penjelajah datang, tidak ada satupun peri yang tahu. Manusia itu ternyata seorang pembajak, orang itu menginvasi wilayah-wilayah yang mereka temukan. S

ang pria yang ditolong sang ratu berusaha membantu para kaum peri untuk mempertahankan wilayah mereka. Saat sang pembajak dan pria ini bertemu, mereka saling bertatapan penuh dengan amarah. Sang pria yang dikenal sebagai sahabat sang ratu mengklaim jika ini adalah wilayahnya-bertujuan agar sang pembajak tidak bisa macam-macam. Namun sang pembajak meminta anak buahnya untuk membunuh sang pria tersebut."

"Dengan bantuan para peri, mereka mengeluarkan kekuatan dari alam. Namun, salah satu anak buah sang pembajak yang bersembunyi, mangarahkan anak panah yang besar kearah sang pria. Disaat panah itu meluncur kearah sang pria, sang ratu dengan tak sadarnya melindungi sang pria. Lalu dia pun tertusuk dan sayapnya perlahan layu. Kaum peri kesal dengan keadaan manusia sekarang. Namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka juga mengira kalau sang pria juga salah karena telah muncul dan membuat sang Ratu ceroboh.

Namun, apa yang sudah terjadi tidak bisa diapa-apakan. Wilayah kaum peri kini menjadi tempat wisata dan target turis. Walau aku yakin, peri-peri disini masih hidup dan tinggal dimari."

David terdiam disaat sang nenek selesai bercerita. "Apakah ini mungkin? Apa aku sedang bermimpi nek?" tanya David dengan raut wajah yang benar-benar bingung. Nenek itu menggeleng.

"Ini nyata-n" nenek itu terdiam sejenak saat melihat sesuatu yang jatuh kedalam topi jaket milik David. "Nyata. Dan aku harap kau bisa mengembalikan kepercayaan peri terhadap manusia kembali." Lanjut sang nenek.

"A-apa? Mengapa aku?" tanya sang David heran. Saat dia berkedip, keadaan sudah kembali seperti semula, waktu mulai berjalan dan nenek itu menghilang dalam sekejap. David membulatkan matanya terkejut. "Ah, benar." David terkekeh. "Aku hanya bermimpi." Lanjutnya sebari menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tiba-tiba, dari belakang ada yang menepuk pundaknya dengan keras sebari menyodorkan kopinya. "Oppa, in-hei, mau kemana?!" tanya Renee yang kesal saat kakaknya menarik lengannya.

"Pulang. Kurasa aku menjadi seperti orang gila disini."

"T-tapi aku belum menikmati suasana disini bodoh!"

"Pulang."


Continue Reading

You'll Also Like

19.7K 1.5K 17
"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih h...
262 31 8
Ketika Hari-hari yang dijalani Chloe berubah drastis saat ia bertemu dengan seorang malaikat pelindung, Ellrof ,yang ditugaskan untuk mengembalikan s...
506K 50.1K 55
[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi bua...
Wattpad App - Unlock exclusive features