Cast :
- Kim Seok Jin
- Kang Hye Hee a.ka You
- Kim Jul Pi
- Naeun
- Se Jin
-----------------***************------------------
Kang Hye Hee pov.
"Love is Pain"
Begitulah orang memadang tentang cinta.
Aku hanya bisa termenung disini menunggu sang pujaan hati berbalik dan memelukku sesering mungkin. Entah kapan saatnya tiba aku akan tetap setia menunggunya. Kim Seok Jin, pria yg selalu ada dalam fikiranku. Pria yg memberiku banyak kebahagiaan dan rasa sakit. Walau bagaimana pun aku tidak bisa membencinya, karena cintaku melebihi rasa benci dan lelahku.
Kang Hye Hee pov end.
At 08:00 AM
Hujan membasahi kota seoul. Rasanya malas sekali untuk beranjak dari kasur empuk ini. Tapi pagi ini ada jadwal kuliah dan aku harus presentasi mata kuliah metode penelitian tentang populasi dan sampel. Berbicara tentang dosennya, ia bernama Prof. Jefri dan sangat terkenal di Fakultas Ekonomi karena ia seseorang yg sangat perfectionis.
"Kajja!! Semangat Hye Hyee semoga hari ini kamu tidak mati beku di depan layar infokus!!"
In Seoul University
Baru saja aku sampai dan duduk tiba-tiba Kim Jul Pi sahabatku langsung datang menghampiriku dan seperti biasa 'Sangat Berisik'
"Hye Hee-ya coba lihat ini!! Kau harus lihat berita ini!!"
"Ah sudahlah Jul Pi, aku sedang tidak ingin membaca gosip di pagi hari. Apa kau lupa kita ada Presentasi 30 menit lagi?"
Jul Pi sahabatku ini adalah yg paling up to date dengan gosip-gosip seputaran artis-artis. Terutama gosip tentang boyband dan girlband yg diberitakan terlibat dating. Tapi aku sudah biasa dengan kelakuan teman dekatku ini. Toh aku tetap menyayanginya.
"Kali ini kau harus lihat Hye Hee, yg ini berbeda!!" Sambungnya meyakinkanku.
"Ayolah Hye Hee, percaya padaku"
Karena dia sudah memohon dan aku tidak ingin dia terlalu lama mengoceh akhirnya aku pun mengambil ponsel yg dia pegang dan melihat apa isi berita itu. Sontak aku terkejut melihat isi dari berita yg berjudul "Jin BTS tetangkap kamera sedang berciuman dengan Naeun Apink". Disana terpampang gambar Jin dan Naeun sedang berciuman. Gambar tersebut di ambil oleh salah seorang wartawan majalah yg tidak ingin dibuka identitasnya dan ada pernyataan yg ditulis dari wartawan itu bahwa after perform on stage Jin dan Naeun Apink berciuman di depan ruang tunggu artis, tepatnya ruang tunggu milik BTS.
Hatiku langsung hancur seketika. Pasalnya kemarin setelah perform Jin menyempatkan untuk menelpon ku dan bertingkah seolah-olah tidak ada yg terjadi.
"Jin, apa kau benar setega ini membohongiku?"
Air mataku lolos begitu saja dan membasahi pipi mulusku. Aku tak bisa menahan air mata ini, aku sudah tak bisa menahan rasa sakit ini.
"Apa ini balasanmu kepada wanita yg selalu setia menunggumu?"
Ku peluk Jul Pi erat, dan sepertinya dia kebingungan sekaligus merasa bersalah karena dia memberitahuku soal berita ini. Dan benar...
"Mianhae Hye Hee-ya, harusnya aku tidak memberitahu mu. Mianhae Hye Hee-ya aku sangat menyesal membuatmu bersedih"
"Tidak apa Jul, cepat atau lambat aku pasti akan tau dan tindakan mu ini sudah sangat benar. Aku tau kau menyayangi ku dan tidak ingin aku terluka"
Selagi aku mengusap air mataku, sekarang malah Jul Pi yg menangis. Anak ini memang paling tidak bisa jika melihat orang lain menangis di depannya, dia pasti akan ikut menangis juga.
"Aku benci Jin, aku benci karena dia terus membuat mu menunggu dan sakit sendirian" Ucapnya sambil terisak.
"Sudahlah Jul Pi, aku yakin Jin punya alasan lain di balik semua ini. Dia akan menjelaskannya padaku. Uljima Jul Pi-ya"
"Nee.. Hye Hee-ya don't crying anymore. Be stronger!! Aku tahu kau wanita yg sangat kuat"
Tiba-tiba suara dari Shinchan sang ketua kelas memecah suasana sedih kami. Ya dia memberi pengumuman bahwa Prof. Jef tidak dapat hadir hari ini karena akses jalan rumahnya menuju kampus terendam banjir. Yah beginilah memang jika musim hujan.
"Hye Hee kajja kita pulang, kau pasti butuh istirahat untuk menenangkan diri"
In Apartement
Aku berdiri di balkon sambil menikmati udara sore hari, semilir angin yg menerpa wajahku terasa sangat menyakitkan dan menyayat. Semua itu karena berita yg aku lihat tadi siang dari ponsel Jul Pi. Tanpa aba-aba air mataku lolos begitu saja. Jujur aku benci menangis lagi!!
Tiba-tiba terdengar alunan lagu Awake milik Jin. Iya itu adalah ringtone ponsel ku. Ponsel ku berbunyi?
Kulihat layar ponsel dan teretera nama 'Abi Jin♡' pertanda bahwa Jin yg menelpon. Jujur aku malas mengangkatnya tapi mungkin saja dia ingin menjelaskan sesuatu padaku, bukankah sebagai pacar yg baik aku harus mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu? Akhirnya kuputuskan untuk mengangkat telponnya.
"Yeoboseo, nee chagi waeyo?"
"Chagi-ya, Aku sedang di depan apartement mu sekarang bisakah kau bukakan pintunya?"
"Oh nee chamkaman"
Karena masih belum percaya akhirnya aku memeriksa lewat layar intercom, dan benar Jin ada di sana mengenakan masker hitam, topi bertuliskan Dope, hoodie hitam, ripped jeans dan sepatu converse abu-abu panjang kesukaannya. Dengan cepat langsung ku buka kan pintunya. Dan lihatlah betapa tampannya dia saat membuka maskernya itu. Bagaimana aku bisa marah dengan pria ini Ya Tuhan? Aku benci harus melihatnya sekarang walau aku merindukannya. Pasti hatiku akan cepat sekali luluh hanya dengan melihatnya.
"Di luar sangat dingin, kenapa kau lama sekali membuka pintunya?"
"Tadi aku sedang di balkon, dan kenapa kau tidak menekan belnya?"
"Aku malas menekan bel, karena nanti kau pasti mengira aku orang lain"
"Baiklah duduk dulu disini, biar aku buatkan teh hangat untukmu"
Aku langsung pergi ke dapur dan meninggalkan Jin yg duduk sendiri di sofa ruang tamu. Iya Apartement ku memang lumayan besar dan aku tinggal sendirian disini. Eomma dan appa ku sibuk berbisnis dan jarang sekali pulang k seoul. Walaupun keluarga ku punya rumah d seoul aku tetap memilih untuk tinggal sendiri di apartement ini, selain dekat dengan kampus aku lebih nyaman disini karena tidak ada pengawal yg mondar mandir di dalam rumah. Appa ku adalah seorang pengusaha ternama di korea jadi wajar saja jika rumahku di jaga ketat. Dan gedung apartement ini pun milik keluarga ku. Makanya aku selalu aman tinggal disini.
Kembali ku hampiri Jin yg sedari tadi menunggu di ruang tamu. Ku sajikan teh beserta cemilan untuknya.
"Apa ada yg ingin kau bicarakan? Bukankah hari ini kau ada shooting variety show bersama BTS?"
"Biarkan aku minum dan makan cemilan dulu chagi, aku lapar dan haus karena kedinginan"
Akhirnya aku pun ikut duduk di samping Jin sembari menunggunya selesai makan cemilan. Ya Tuhan saat rakus pun dia masih terlihat sangat tampan.
Setelah Jin minum teh dan menghabisi cemilannya dia pun angkat bicara.
"Chagi, Hoksi.... Kau sudah melihat berita itu? Ah matta, reaksimu saat melihatku tadi menunjukkan kalau kau pasti sudah melihatnya"
"Danghaeaji, aku sudah melihatnya Jul Pi yg memberi tahu ku"
"Ah anak itu memang sangat up to date. Tapi percayalah chagi berita itu tidak benar, cerita aslinya tidak seperti itu"
"Lalu bagaimana dengan cerita aslinya? Apa aku harus percaya padamu?"
"Terserah kau mau percaya atau tidak. jika kau ragu, kau boleh bertanya kepada member yg lain dan juga staf yg melihatku saat berdebat dengan Naeun disana. Aku akan tetap menjelaskan ini sebelum kesalahpahaman kita semakin memburuk. Jadi begini ceritanya..."
Flashback on.
Sesaat setelah selesai perform, Jin dan member BTS yg lainnya kembali ke ruang tunggu yg disediakan khusus untuk mereka. Tak lama setelah Jin duduk di sofa untuk beristirahat, tiba-tiba saja Sejin hyung datang dan berbicara setengah berbisik..
"Jin, ada seseorang yg menunggu mu. Sepertinya dia Naeun Apink"
"Mau apa gadis itu kesini hyung?"
"Aku tidak tau tapi dia sudah menunggu saat kalian masih di stage tadi. Aku bilang padanya untuk kembali lagi nanti saat kalian selesai, tapi dia tetap bersikeras menunggu mu. Akhirnya aku membiarkannya saja"
"Tapi aku malas bertemu dengannya hyung"
"Temuilah dia Jin, hyung tidak mau ada kesalah pahaman nantinya dan berhati-hati lah. Jangan sampai timbul rumor yg tidak-tidak tentang kalian"
"Baiklah hyung"
Dengan malas Jin pun menghampiri gadis cantik berkulit putih mulus dan berambut panjang sepunggung itu. Gadis itu mengenakan dress pink selutut yg memampangkan kaki jenjangnya serta sepatu wedges putih yg membuatnya lebih feminin. Iya gadis itu adalah Naeun salah satu member Apink. Jika dilihat dari fisik Naeun sangatlah sempurna, berbeda dengan Hye Hee seorang gadis biasa yg sangat sederhana. Tetapi Jin tetap menyukai Hye Hee sampai kapan pun Jin hanya menyukai Kang Hye Hee pacarnya. Karena Hye Hee berbeda dari wanita yg lainnya, Hye Hee yg berhati lembut dan selalu membuat Jin nyaman ketika berada di dekat Hye Hee.
"Mau apa kau kesini?" Tanya Jin dengan nada ketus.
Semua orang tau kalau Naeun sudah lama menyukai Jin dan selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan untuk mendekati Jin.
"Aku ingin bertanya satu hal padamu. Apakah benar kau sudah memiliki yeojachingu? Apakah dia bernama Kang Hye Hee? Gadis nerd itu?"
"Nde Majjayo!! Kang Hye Hee adalah yeojachingu ku. Dan jaga ucapanmu barusan, aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun menghina yeojachingu ku. Ara!!"
"Cihhh... Apa kau sudah kena pelet Jin? Apa yg sudah dia lakukan hingga kau bisa sangat mencintainya? Dia bukan tandingan ku, jelas aku lebih cantik bahkan lebih menarik dari si nerd itu"
"Memang benar. Kau lebih cantik darinya. Tapi hatinya, hati Hye Hee lebih cantik dari hati mu!! Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku semakin membencimu"
"WAE JIN WAE??? APA SALAHKU HINGGA KAU SANGAT MEMBENCIKU? HINGGA KAU TIDAK PERNAH MEMBALAS CINTAKU?"
"Sudah aku jelaskan bukan? Aku sudah memiliki yeojachingu dan aku sangat mencintainya. Dan satu hal lagi, aku muak dengan tingkah laku mu it..." Belum sempat Jin menyelesaikan bicaranya Naeun tiba-tiba saja mencium bibir Jin. Jin yg sangat kaget langsung mendorong Naeun ke belakang.
"APA YANG KAU LAKUKAN NAEUN?!!" Jin membentak Naeun karena perlakuannya barusan yg tiba-tiba saja mencium bibir Jin.
"Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal, dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku!!"
Jin pun berlalu dan meninggalkan Naeun yg terisak sendirian di depan ruang tunggu milik BTS. Dan ternyata semua member BTS, manajer serta staff diam-diam memperhatikan pertengkaran mereka sedari tadi dan ketika Jin masuk mereka pun pura-pura kembali beraktifitas seperti tidak mengetahui apa pun. Jin yg menyadari bahwa dirinya di perhatikan pun hanya diam seolah-olah dia tidak menyadarinya. Karena yg ada di fikirannya saat ini adalah bagaimana cara dia menjelaskan semuanya pada Kang Hye Hee. Apakah Hye Hee akan percaya padanya atau tidak? Karena Jin sadar cepat atau lambat rumor ini akan mencuat di setiap media dan menjadi Hot Topic.
Kalian penasaran bukan kenapa Jin bisa berpikiran bahwa akan ada rumor tentang dirinya?
Jadi pada saat Naeun mencium Jin ternyata ada salah satu wartawan yg melihat kejadian tersebut dan sempat mengambil gambar mereka. Jin sempat melihatnya sekilas di ujung sana, dan pasti akan sangat fokus gambarnya karena wartawan tersebut menggunakan kamera photografi saat mengambil gambar mereka berdua. Jadi begitulah kronologisnya mengapa mereka bisa dirumorkan seperti itu. Dan benar dugaan Jin, dalam waktu kurang dari 24 jam rumor itu sudah tersebar dimana-mana.
Flashback off.
"Apakah kau sudah percaya padaku Hye Hee-ya, aku tidak mungkin mengecewakan mu, aku sangat-sangat mencintaimu. Maafkan aku tidak bisa mencegah Naeun karena aku sendiri pun tidak menyangka dia bisa senekat itu. Tapi aku benar-benar mencintaimu, hanya kamu Hye Hee"
Air mata Hye Hee pun turun dengan derasnya. Jujur saat ini hati Hye Hee sangatlah hancur, tapi Hye Hee tidak dapat berbicara apa pun. Sangat sulit rasanya untuk berbicara saat ini. Yang ia bisa lakukan hanyalah menangis. Hye Hee sadar dia bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan Naeun. Walaupun Hye Hee terlahir sebagai gadis yang cantik dan dari keluarga kaya sama seperti Naeun. Tapi masih jauh jika harus dibandingkan dengan kecantikan Naeun yg bak putri raja. Karena bagi Hye Hee, Naeun tetaplah punya nilai plus karena memiliki fisik yg sangat sempurna yg bisa membuat semua wanita di dunia ini iri termasuk Hye Hee.
"Uljima Hye Hee-ya, percayalah padaku. Secantik apa pun wanita diluar sana aku hanya mencintaimu. Saranghae Hye Hee-ya. Jeongmal"
Dengan cepat Jin menarik tangan Hye Hee yg sedang duduk di sampingnya menciptakan jarak yg tadinya 1 meter menjadi sangat dekat dan langsung saja ia mendekap Hye Hee erat. Jin mendekatkan wajahnya ke wajah Hye Hee sehingga mereka hanya berjarak beberapa senti saja dan ketika jarak tersebut semakin memudar....
Cuppp~
Bibir mereka pun bersentuhan, kecupan yg awalnya ringan lama kelamaan barubah semakin mendalam dan penuh cinta. Ketika Jin melepaskan tautan mereka. Mereka pun kembali membuat jarak karena canggung. Pasalnya yg tadi itu adalah ciuman pertama Hye Hee dan dia melakukannya dengan Jin.
Jin pun kembali bertanya, "Apakah kau masih mencintaiku Hye Hee? Apakah kau percaya padaku?"
Dan Hye Hee pun yg sedari tadi hanya diam dan menangis akhirnya angkat bicara.
"Iya aku percaya padamu Jin, dan aku pun masih sangat-sangat mencintaimu. Tidak ada yg bisa merubah rasa cintaku padamu Jin"
Akhirnya senyuman pun terulas dari wajah mereka berdua. Senyuman bahagia dari dua orang yg saling mencintai.
"Aku akan membuatmu bahagia Hye Hee-ya. Yakksokhae, jeongmal"
-The End-
Maaf kalo gak jelas dan feelnya kurang dapet karena baru pertama kali buat ff dan baru belajar. Kritik dan saran dari kalian sangat berarti.
MAKASIH BANYAK BUAT YANG UDAH BACA ♡♡♡♡♡
Voment juseyooo.... Gomawoyooo~