SeXy LiaR

By NaokoAngeL

3.2M 62.5K 700

[Complete] 19+ } cerita sudah tidak diprivate jadi bijaklah untuk membacanya sesuai umur. Dia adalah wanita... More

Prolog
1
2
3
4
5
6
7
NaokoAngel Say
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
NaokoAngeL Say

8

107K 2.4K 17
By NaokoAngeL

Megan POV

Aku berlari dari kamarku. Mendengar suara bel pintu yang sangat menganggu. Jam 1 pagi siapa yang akan datang dengan gaun tidur yang masih kupakai aku mengintip di lubang pintu Ravid menempelkan mukanya di pintu.

Aku dengan segera membuka pintu itu dan bau alkohol sangat menyengat dari dirinya.
"Ravid kenapa kamu mabuk seperti ini?"

Aku menuntunnya masuk dan mengunci pintu. Dia benar benar mabuk jalannya sampai sempoyongan.

Dia meracau berbicara tidak jelas. Badannya yang sangat atletis ini sangatlah berat. Haruskah aku membawa sampai ke kamarnya.

Tiba tiba aku didorong ke tembok dan kepalanya ditaruh dibahuku.
"Maafkan aku... aku gagal"

Pasti karena ini dia sampai kacau seperti ini. Sebenarnya aku optimis HELENA akan menerimanya karena konsep yang ia buat sangatlah bagus daripada yang pernah Dylan buat.

Aku membelai rambutnya, aku tau dia pasti kecewa Setelah kerja kerasnya. Dia memelukku erat dan membuat tubuhku semakin dekat dengan tubuhnya.

Tubuhku semakin kaku, kami sudah semakin dekat. Bau cologne nya yang maskulin dan alkohol membuat darahku naik dan tak bisa menghindarinya.

Tangannya tiba tiba dirambut ku dan bibirnya ada dibibir ku. Aku tidak tahu bagaimana untuk bereaksi. Bibirnya lembut tapi menuntut saat ia menjilat dan menggigit bibir bawahku. Lalu ia menarik bibir atasku kemulutnya dan menghisapnya lembut.

Lututku lemas dan aku mengulurkan tangan meraih bahunya untuk menahan tubuh agar tak jatuh. Kemudian lidahnya membelaiku seakan memintaku untuk bergabung dengannya. Aku melakukan usapan kecil dimulutnya dan kemudian menggigit lembut bibir bawahnya. Sebuah erangan kecil keluar dari tenggorokannya.

Dia menyibak rambutku ke samping saat dia menyantap leher ku dan ia menggigit kecil leher ku. "Begitu manis" bisiknya bergairah. Seketika ada getaran diantara kakiku.

Aku sudah lama tak merasakan getaran ini walaupun aku begitu menginginkannya.

Tiba tiba aku mendengar suara dengkuran pelan. Dia tertidur. Aku langsung mendorong tubuhnya hingga dia terjatuh, Dia sangat mabuk sampai tidak merasakan sakit saat jatuh ke lantai.

Sialan dia bisa tertidur disaat seperti ini.

****

"Pagi Megan"

Aku menoleh kearahnya tanpa menjawab. Ada rasa kesal setelah kejadian kemarin malam.

"Kenapa kamu tidak membangunkan ku?"

"Kamu tidur seperti orang mati. Aku teriaki pun tak bangun bangun"

"Benarkah?apa kamu yang membukakan pintunya juga? Bukankah kamu ada janji?"

"Aku dirumah aja banyak pekerjaan rumah yang harus kukerjakan. memang kemana kuncimu? Sampai kamu harus membuat ku bangun" tanya ku ketus.

"Aku tidak ingat apa apa apa yang terjadi tadi malam. Ingat ku hanya sampai Max mendorongku ke Taxi"

Berarti dia tak ingat apa yang terjadi tadi malam. Semua pria sama saja.

"Lalu kenapa kamu tidak menaruhku ke tempat tidur. Tega sekali kamu membiarkanku tidur dilantai"

"Badanmu besar Ravid aku ga kuat kalo harus membawamu ke atas" aku sedikit meninggikan suaraku apalagi mengetahui kalo dia mendadak amnesia aku semakin kesal.

"Kenapa sih kamu kuk pagi pagi marah sama aku?"

"Engga aku ga marah. Habiskan sarapanmu. Aku mau siap siap" aku ga mau pagi ku buruk karena dia.

"Megan tunggu"

Dia berdiri menghadapku. Memperhatikan ku secara intens. Jantungku berdegup kencang saat dia makin mecondongkan kepalanya nya ke arahku.

"Apa sih!!" Aku mendorong kepalanya menjauh.

"Siapa yang memberimu kissmark itu?"

Hah?! ada kissmark dileherku?

"Bukan urusanmu"aku menutupi leherku dengan jari jariku.

"Katakan Megan. Apa pria itu?" Dia berlagak jadi pahlawan.

"Menjauhlah kamu bau alkohol. Sudahlah lupakan"

Aku setegah berlari dan mengunci pintu saat sampai dikamar. Langsung menuju cermin, memang ada kissmark yang merah di leherku. Ini tidak akan hilang dalam 1 hari.

Apa yang harus aku lakukan,bahkan dia tidak ingat apa yang ia lakukan. Ravid sialan!!!

Scraf bunga bisa menjadi alternatif yang bagus yang bisa ku pakai dengan dress untuk menutupinya. Untung saja tidak ada yang menyadari kenapa di hawa sepanas ini aku malah memakai scarf untuk menutupi leher.

Dia membuka pintu kantor ku dan berjalan masuk. Aku menatap kembali ke lemari dan mencari beberapa berkas.

"Apa maumu?"

"Aku perlu bicara denganmu."

Aku tidak memperdulikan nya "Aku sedang bekerja. Aku tidak punya waktu untukmu."

Dia melangkah maju dan merebut buku yang kubawa."Sisihkan waktumu."

Aku mengalihkan pandangannya ke arah nya. Matanya keras. "Apa ada yang terjadi dengan kita tadi malam?"

Aku menggeleng. "Tidak ada apa apa diantara kita bahkan tadi malam."

Ravid memegang bahu lalu membuka scraf yang kupakai hanya dengan satu tarikan. Bisa kurasakan tubuhku menegang, tapi tidak bisa menarik diri.

"Apa kissmark itu perbuatanku? Maaf Megan itu adalah sebuah kesalahan" dia berbicara dengan nada menyesal. Dan itu membuatku makin kesal.

Aku menepis tangannya dan pergi menjauh "Tidak. Satu-satunya kesalahan di sini adalah kesalahanku. Aku tidak bisa menghindari mu"

"Megan, aku.." suaranya tegang.

Aku memotong ucapannya "Asal kau tahu,Ravid, aku tidak bodoh. Aku tidak mengharapkan kamu bertanggung jawab atas ini. Bukan nya kamu tidak mengingat apapun. Jadi lupakan lah.."

Aku pergi keluar meninggalkan dia dengan rasa bersalah nya dan berhenti di lorong mengambil nafas. Berada didekat nya tadi membuatku tak bisa bernafas.

Aneh kenapa harus aku keluar dari ruanganku sendiri.

Aku melirik jam tanganku dan berjalan menuju ruang rapat dewan direksi akan segera dimulai.

Peserta rapat sudah mulai berdatangan begitu pula Ravid, dia mengalihkan pandangan dariku. Terlihat mukanya begitu tegang karena sampai sekarang pihak HELENA tidak memberi jawaban.

Mr.James pun terlihat sangat kuatir melihat kondisi seperti ini. Jika Ravid tidak berhasil mendapatkan HELENA tidak hanya Ravid yang gagal tapi aku harus mundur dari jabatanku.

"Sepertinya batas akhir waktu 2 minggu sudah selesai. Dan sepertinya HELENA tidak akan memberi jawaban" kata salah satu peserta.

"Sebagai konsekuensi gagalnya project ini Nyonya Megan akan mundur dari jabatannya"

Semua orang berbisik bisik menyalahkan Ravid dan membodohiku atas keputusanku.

"Dia tidak salah sama sekali. Jadi jangan pecat dia" dia langsung berdiri membelaku.

Bodoh mereka tidak memecatku, aku sendiri yang meminta mundur.

"Bukankah masih ada 5 menit waktunya tuan dan nyonya" Mr. James menengahi.

"Baiklah kita tunggu 5 menit"

Dia hanya menunduk tak kuasa menahan kekecewaan. Selama 5 menit suasana rapat sangat tegang. Semua berbicara pelan bertanya tanya apa yang akan terjadi.

Kurasa aku harus rela melepas semua yang aku punya. Walaupun Lucky adalah sahabatku. Dia tidak mungkin sembarangan kalau bersangkutan dengan HELENA.

Tit......tit...

Semua peserta langsung terdiam dan memasang telinga untuk mendengarkan saat interkom masuk terdengar

"Mr.James"

"Ya Nina."

"Ada telefon dari kantor HELENA. Anda ingin menerima nya ?" semua makin tegang mendengarnya

"Biklah sambungkan"

"Halo Mr.James"

"Halo Amy. Jangan katakan kamu punya berita buruk untuk kami?"

"Maafkan saya Mr.James untuk sekarang tidak. Mr.Smith menyutujui proposal CC factory. Anda bisa mengantarkan surat kontraknya besuk"

"Bagus sekali... Terima kasih Amy"

Kami saling memandang dan dia tersenyum lebar kepada ku. Rasa puas dan bangga pasti yang ia rasakan sekarang.

"Baiklah sudah kita dengar jawaban dari HELENA jadi bisa kita putuskan sekarang" Mr. James juga sangat senang dan lega.

"Tunggu kita tidak bisa mengabaikan kemampuan Dylan. Dia selama ini bekerja dengan baik membantu Crissan kita harus memberinya kesempatan untuk nya" salah satu peserta rapat tidak terima.

"Maksud anda?"

"Biarkan kita mengetahuinya dengan project CELICA"

"Jadi maksud anda Ravid dan Dylan bersaing umtuk mendapatkan CELICA ?" Mr. James mempetegas pertanyaan tersebut.

"Ya kurasa itu ide yang bagus. Ravid harus bisa lebih meyakinkan kami. Ini project terbesar kita ditahun ini. Kalau kita bisa mendapatkannya keuntungan kita tahun ini lebih besar" timpal peserta yang lain.

Pemegang saham mulai termakan usulan kompetesi itu

"Apa pendapatmu Ravid?"

"Baik aku menerimanya"

"Dan kamu Dylan?"

"Aku juga tidak masalah"

Rapat pun ditutup menandai perang antara Ravid dengan Pria Mesum bernama Dylan Karlan. Dengan waktu 3 minggu mereka berdua harus menyajikan proposol ke depan dewan direksi untuk divoting.

Ponselku bergetar dan muncul pesan dari Lucky. Aku tersenyum membacanya.

DONE

Kamu mengerjakannya dengan baik Lucky. Dia selalu bisa kuandalkan.
Bersenang senanglah Ravid sebentar lagi kamu akan merasakan bagaimana bekerja dengan ayahmu.

***




Continue Reading

You'll Also Like

545K 15.3K 19
19++ Hidup ku tak pernah mudah, dan tak akan menjadi lebih muda kedepannya. Kau, apa yang kau lakukan padaku membuat ku lebih hidup dari sebelumnya...
171K 6.6K 55
Cerita ini merupakan cerita lanjutan dari Naughty Person S1. 💣 KONTEN DEWASA!!! 💣 *BAB PROLOG - 36 DIREVISI, YANG LAIN NUNGGU* -Terdapat banyak ade...
Wattpad App - Unlock exclusive features