SACRIFICE × IDR [Complete]

By Funatero

11.6K 1.1K 154

"Iqbaal. Orang yang selama 3 tahun ku tunggu - tunggu. Setelah ia datang kembali, aku sangat bahagia. Kenapa... More

O N E
T W O
T H R E E
F O U R
F I V E
S I X
S E V E N
E I G H T
N I N E
T E N
E L E V E N
T W E L V E
T H I R T E E N
F O U R T E E N
F I F T E E N
S I X T E E N
S E V E N T E E N
E I G H T E E N
N I N E T E E N
T W E N T Y
T W E N T Y T W O
T W E N T Y T H R E E
Special Episode

T W E N T Y O N E

359 19 1
By Funatero

Happy Reading^^

Milona menatap sendu ke arah jendela. Tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Hujan hari ini tak kunjung turun. Disetiap hujan lah dia bisa beralasan untuk tidak pergi ke kampus. Kemarin ia menunggu, tapi hasil nya sama saja seperti kemarin - kemarin. Dan hari ini seperti kemarin, ia ingin mencurahkan isi hatinya bersama awan yang juga mengeluarkan air matanya.

Milona menghela nafas. Ia tak bisa melaksanakan rutinitasnya yang tidak baik itu. Meratapi nasib nya yang tak seindah nasib orang lain.

Kenapa? Kenapa sih gak datang? Aku menunggumu setiap hari.

Tok..
Tok..
Tok..

Ditengah lamunannya, suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Sedetik setelah ketukan itu orang yang mengetuk langsung menyelusup masuk ke kamar Milona.

"Pokoknya sekarang lo gak boleh sedih" Aldi menarik tangan Milona erat. Ia menggiring Milona ke tempat mobil Aldi berada. Milona mencoba memberontak tapi selalu di balas dengan tatapan membunuh oleh Aldi. Alhasil Milona mengikuti instruksi Aldi untuk masuk ke dalam mobil.

"Mau kemana sih kak?" Tanya Milona. Aldi tetap saja menyetir mobil tak menjawab pertanyaan Aldi.

Tak butuh waktu lama. Sekitar 15 menit. Mobil Aldi berhenti di sebuah cafe yang lumayan besar. "Ngapain kesini?" Kesal Milona.

Sejak awal Aldi ingin mengajak Milona kesini, namun karena Aldi tak mau menganggu kuliah Milona dan hujan selalu mengguyur negeri seribu satu larangan ini. Aldi tak bisa mengajak Milona. Tapi sekarang, Milona harus rela mengorbankan kuliahnya bersama kakak laki lakinya.

Aldi keluar dari mobilnya. Diikuti oleh Milona. Aldi mencari bangku yang kosong di dekatnya hingga satu bangku tertangkap. Ia menghampiri bangku itu kemudian duduk disana. Milona pun begitu, wajahnya yang muram seketika ceria sekali saat melihat menu. "Kyaaa!!! Gue mau es krim ini.. kyaa.. gue pesen ini! Cepaat kaaak"

Aldi tersenyum lalu mengangguk. Dan memanggil salah satu pelayan untuk menghampirinya. "Excuse me, I want to order two ice cream tower bowl" ucap Aldi kepada pelayan itu.

"Only two ice cream tower bowl? There is another order?" Tanya pelayan itu. "No, only that" jawab Aldi

" Okay, please wait a few minutes. Excuse me." Ucap pelayan itu lalu pergi. Aldi mengangguk tanda mengerti. Milona masih terlihat sangat tak sabar. Sambil menunggu Milona memainkan ponselnya. Ia membuka ask.fm terlebih dahulu.

[Ask Fm]

ZidnyLthf Oy! Gimana kabar lo?!
Me im happy :) i miss u Zee :" and how are you and the others?

MelnaaUnyu Sok inggris lu aeh 😑
Me gue memang orang inggris :v bhaks! :v

KikirMuh-- sad story dong?! 😂
Me There was a girl who went away from her boyfriend.
And this girl go without ever met this man.
And you know? This girl is always crying because waiting on this guy after him.
But do not ever follow her lover.
This girl crying. But not anyone realize that there will be one man who could wipe away the tears.
And this is believed to be a happy girl.
This girl will try to forget her lover who had not concerned her :))
Sedih gak sih 😥

Chili Pap
Me I miss her 😘😍

ZidnyLthf itu foto aku yaap.. Aahh 😍 I miss you too 😘
Me Yeah! This you 😂


Anon sok! Dramatis!! Tukang drama! Terlalu baper! Sok inggris laageh!! Sok sokan kliah disnaa! Carper Iqbaal kan lo!! 😬
Me seseorang yang kayak mana lagi yang lebih carper selain anon😜. Gue udah banyak yang perhatiin kok 😚

Anon Iqbaal pergi karena lo! Lo itu gak usah carper sampai bikin Iqbaal pergi!!!
Me gue gak tau apa apa non 😇 Emangnya Iqbaal pergi kemn?! 😫

ZidnyLthf jahat lo . nyebarin foto gue 😤
Me Hihi 😁😜😝

Cynt Kembali in Iqbaal guee!!! 😪
Me emangnya gue aambil Iqbaal😴

Setelah membalas anon yang berkoar dan masih banyak pertanyaan lain yang gak mungkin dijawab satu persatu, pesanan pun datang. Two ice cream tower bowl.

"Kyaaa.. Gue suka ini.." Milona menyambar es krim didepannya. Aldi tertawa melihat tingkah adiknya ini.

Milona masih menjejali es krimnya. Begitupun dengan Aldi. Namun, setelah beberapa detik Aldi menghentikan kegiatannya lalu mengangkat kepalanya ke arah Milona. "Ona"

Milona mengarahkan kepalanya menghadap Aldi yang wajah nya nampak serius. Dan membuat Milona kebigungan. "What?" sambutnya

"Gue mau ngomong sesuatu" ucap Aldi datar. Wajahnya tampak sangat serius. Namun beda halnya dengan Milona yang masih tampak biasa biasa saja.

"Paan sih lo? Kayak pengen nembak orang aja.. Serius banget" celetuk Milona sambil menatap Aldi santai. Kali ini Aldi terlihat sedih dicampur cemas. Oke, Milona tak bisa terus bersikap santai. Dia pun mengubah sikapnya menjadi lebih serius "kenapa kak?"

"Gue.. Hari ini bakalan balik ke Indonesia" ucapnya pelan dengan hawa takut dan cemas bukan takut karena Milona akan marah atau takut tak bisa kembali kesini. Dia bisa kembali kapan saja, tapi ada satu hal yang tak bisa dipastikan.

Milona tersentak. Kaget. Alasan apa yang dibuat kakaknya untuk pergi. Padahal Milona sangat ingin Aldi tetap berada di Singapura. Huufft. "Kenapa?"

"Lo tau kan kalau ayah punya perusahaan besar yang gak mungkin di pimpin sendirian? Jadi--"

"Lo akan ikut memimpin perusahaan itu" sela Milona cepat. Suaranya serak "dalam keadaan gue yang seperti ini, lo mau tinggalin gue?"

Aldi menunduk. Mau bagaimana lagi, Aldi tidak bisa membiarkan dia bebas atau membiarkan ayahnya bekerja sendiri dan lebih kerepotan. Lagipula ayahnya sudah bekerja keras, jadi giliran Aldi yang bekerja. Namun dia juga tak bisa membiarkan Milona disini karena keadaannya yang masih nampak sangat sedih. Tapi...

Keadaan yang membuatnya harus melakukan ini.

Milona menghela nafas nya kasar "Baiklah, gue ngerti. Gue juga gak mau ngebebanin ayah terus" balasnya walaupun dengan nada pelan dan serak. Seakan akan menahan tangis.

Setelah menghabiskan es krim mereka masing masing. Aldi membayar tagihan, lalu menyusul Milona di mobil yang tadi disuruh langsung masuk ke dalam mobil.

***

Milona beranjak masuk ke dalam apartemennya. Tadi, ia mengantar Aldi ke bandara. Mengantar Aldi ke Indonesia dengan senyuman yang melekat di wajahnya. Walau tak ada yang tau itu adalah senyuman kecemasan. Senyuman yang mungkin akan menguatkan dirinya dari segala hal yang akan datang.

Milona melangkahkan kaki ke kamarnya. Merobohkan pertahannya ke kasur yang lumayan luas. Bentengnya runtuh untuk terus berdiri tegar melawan semua badai yang datang. Tapi ada kalanya seseorang lemah akan keadaan, bukan lemah. Namun tak kuat lagi. Sudah berusaha tegar, namun ketegaran tak menyelamatkannya dari kesepian yang terus menghantuinya.

Ingin rasanya ia berteriak keras di sebuah pulau yang jauh dari kota yang berisik dan kacau. Pulau kecil yang tidak akan ada orang yang mendengar teriakannya. Mencurahkan isi hatinya disana. Ingin rasanya ia berkata

Aku tidak kuat lagi

Tapi ia ingat dengan orang yang mendukungnya untuk kuat. Mama, papa, terutama Aldi yang selalu menghiburnya. Ia tak bisa mengecewakan mereka dengan kata aku menyerah.

Milona tak bisa menyerah. Dia tak bisa, meskipun dia menginginkan itu. Dia tak bisa melihat kesepian mengalahkan dirinya. Sekarang. Dia tak tau akan melakukan apa. Tak ada satu orang yang bisa menemaninya.

"Gue gak tau kenapa semua orang ninggalin gue terlalu cepat" gumam Milona. Ia meremas selimut yang terletak di kasurnya.

Aldi berjanji kepadanya untuk pulang ke Indonesia setelah dua bulan menemani Milona. Setelah Milona terbiasa dengan keadaan di Singapura. Namun ini baru beberapa hari di Singapura. Tapi, Aldi terlalu cepat meninggalkannya.

Sama seperti Iqbaal yang berjanji akan kembali dan memeluknya erat. Berjanji akan kembali hanya untuknya. Setelah tiga tahun di Amerika, dia akan bersama lagi dengan Milona. Tapi, Iqbaal terlalu cepat melupakannya. Melupakan semua janjinya.

Hingga Milona tak akan pernah percaya dengan kata 'janji'

Janji yang sangat mudah diucapkan tapi tak bisa dibuktikan. Mereka hanya mengucapkan untuk menghibur semata, tapi janji itu tidak nyata. Janji itu lenyap dalam waktu yang singkat.

Sesekali Milona menggelengkan kepalanya. Tidak, Milona tak bisa membiarkan kenangan itu membuatnya lemah. Dia harus tegar sekarang. Bukan hanya sekarang tapi juga untuk hari esok, esok, dan selamanya.

Detik kemudian, Milona sudah sampai di tempat tujuannya. Dimana semua orang akan pergi kesana saat sudah sampai di atas benda empuk dan nyaman itu. Samar samar tatapannya buyar dan akhirnya gelap.

***

Krrinngg...

Bunyi alarm di samping kasur milik gadis ini berbunyi sangat keras. Sampai sampai bisa membangunkan gadis yang sekarang harus pergi ke sebuah tempat untuk menimba ilmu. Ke tempat yang menjadi alasannya untuk tinggal di negeri seribu satu larangan ini.

"Hoaam" erangnya tidak terlalu keras. Milona mengangkat tangannya ke atas mengusir rasa beban di tubuhnya. Sehingga badannya terasa ringan serta enak untuk di gerakkan dan siap untuk melakukan aktivitas apa pun.

Milona mengangkat tubuhnya, lalu melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi. Beberapa menit setelah merasa tubuhnya bersih, ia bergegas memakai baju sopan dan pantas untuk pergi kuliah.

Tak lupa ia mengoles sedikit bedak di pipinya yang akan menjadi lapisan yang sangat tipis. Tak perlu tebal karena wajahnya memang masih putih seperti kulit bayi.

Setelah selesai, ia pun melihat wajahnya lagi. Perfect, batin nya.

Milona mengambil tasnya lalu segera keluar dari apartemen miliknya. Milona melangkahkan kakinya ke arah mobilnya, namun langkahnya tiba tiba terhenti. Milona mengarahkan pandangannya ke depan.

Sebuah mobil berwarna silver dengan seorang pria bertubuh tinggi dan jangkung didepannya dan sebuah kacamata bertengger di hidungnya. Milona menyerngit. Siapa nih cowok? ,pikirnya dalam hati.

Milona tetap melangkahkan kakinya, namun kali ini ia berjalan lebih cepat. Kalau kalau ini orang jahat, ia akan cepat berlalu dengan mengambil langkah seribu; lari. Walaupun wajahnya tak ada unsur jahatnya namun, tidak bisa bila melihat orang dari penampilannya saja kan?

Di setiap langkahnya berjalan dengan lancar, tapi ketika langkah ke enam dari pria tadi, pria itu seakan tak bisa bertahan dengan kebisuan diantara mereka. Lantas mendekat kearah Milona, dibalas dengan tatapan heran dari Milona. Malah ia takut dan akan menjalankan rencana. Tapi perkataan pria itu menghentikannya "lo gak kenal gue?"

Milona berhenti memberontak. Suara serak yang telah lama tak pernah ia dengar. Suara milik pria yang sangat ia rindukan. "IQQBAAL!!!"

Lantas Milona menghamburkan semua rasa rindunya di pelukan Iqbaal. Selama dua menit tepatnya. Lalu Milona melepaskan pelukannya. "Lo kok ada disini? Kenapa lo baru datang, Baal?"

Iqbaal tersenyum "kita bicara ditaman aja, yuk!" Iqbaal mengarahkan Milona ke mobilnya. Mobil itu segera melesat ke arah tujuan.

***

"Iya gitu. Jadi gue itu kalau bosen suka kesini" Iqbaal tersenyum mendengar ucapan Milona. Sebuah kisah kisah kecil yang menjadi pengalamannya, kebiasaannya keluar dari bibirnya.

Udah beberapa minggu Iqbaal tak berbicara dengan Milona, begitupun sebaliknya. Canggung? Tentu saja mereka rasakan, tapi ada saja cara Milona untuk mencairkannya. "Kenapa lo baru datang?"

"Gini loh, lusa kemarin lo pergi ke kafe Indonesia kan? Kayaknya lo pulang kuliah deh" Milona mencoba mengingatnya. Ah ya, sewaktu sama Rifki. Lalu Milona mengangguk.

"Gue pemilik cafe itu loh" ucap Iqbaal seakan tak menyangka bahwa ia bisa membangun sebuah cafe dan mengurusnya sendiri, Milona dibuat kagum olehnya. "Wooww.. it's amazing!"

"Terima kasih" Milona mengangguk sambil tersenyum dengan senyuman manis. Tapi, tanpa sadar senyum itu hilang seiring tawanya yang semakin memudar.

"Kenapa, Ona?" Tanya Iqbaal heran karena Milona tiba tiba terdiam dengan tundukan wajah yang sangat dalam. Seakan menyembunyikan sesuatu dalam hatinya dan tak akan bisa ia keluarkan. Namun, sebisa mungkin Iqbaal mencongkel dan mengeluarkan apa yang telah ia sembunyi kan dengan satu pertanyaan.

"Kenapa lo baru datang sih? Padahal gue nungguin lo dari hari pertama--akh. Lo gak akan peduli" cegat nya saat ingin menceritakan semua yang ia rasakan. "Cerita aja, Ona" ucap Iqbaal penuh perhatian

"Gue selalu menangis saat hari pertama, ketiga, kelima, dan seterusnyaa.. karna-- karna gue percaya lo bakalan datang, dan akan gue sambut dengan senyuman. Namun saat gue tau lo gak bakal datang dan gue sadar mungkin lo gak akan pernah datang, gue menangis di setiap hujan mengguyur tempat gue berteduh. Tapi.. gue memang bodoh! Masih saja gue memberikan harapan kediri gue sendiri.. bahwa lo pasti datang-- tapi disetiap penungguan itu.. lo gak pernah datang" Milona makin menenggelamkan wajahnya dalam lungkupan tangannya sendiri.

Iqbaal meraih tangan Milona yang mulai rapuh sekarang. Dan Iqbaal akan mendorong Milona agar kuat dan tetap tegar menghadapi setiap halangan. "Tapi gue udah datang. Jadi lo gak perlu menunggu lagi, karena penungguan lo pasti ada hasilnya" ucap Iqbaal penuh keyakinan.

"Gue bodoh, baal!" Milona tetap bersikukuh sebagai wanita yang terbodoh didunia dengan sebuah harapan. Sekarang semua telah hancur leburr! Tapi tidak disetiap benda yang hancur pasti ada seseorang yabg berniat untuk memperbaikinya..

"Gak ona.. gue yang bodoh" Iqbaal menahan tangan Milona saat Milona mencoba untuk memukul kepalanya sendiri.

Penungguan akan membawa hasil dan itu tergantung dengan bagaimana cara untuk kau pertahankan. Dan pilihan apa yang kau pilih. Berhenti atau tetap menunggu.

Milona telah memilih opsi kedua dan ia telah mendapatkan hasilnya. Seperti apa yang ia inginkan.

.
.
.
.
.
.

Tbc^^

Terimakasih karena kalian telah membaca cerita yang makin absurd ini.. dan paling ngaret :"v #huaha //XoX//

Please keep voment! <3

Continue Reading

You'll Also Like

208K 17.2K 42
[End] Sama-sama mencari seseorang untuk dicintai, agar cinta itu tidak terus tumbuh diantara mereka yang memang 'bersaudara'. Namun pasti akan ada y...
56.1K 3K 50
Cinta itu akan bertemu dimana saja seperti kita berdua bertemu tanpa tidak disengaja. - Gracia --------------------------- Kalau dia memang jodohku m...
69K 2.9K 61
"Kenapa keadilan selalu kalah? Apakah karena manusia lebih suka bermain dengan kekuasaan?" "Gue bakal terus berjuang, sampe dunia bener-bener nolak g...
83.2K 7.5K 75
Baca ajah kalau penasaran sama kisahnya👌😘. . . . Jangan lupa apah?? VOTE⭐️ And COMMENT💬 Thanks You
Wattpad App - Unlock exclusive features