Athala

By flowerieshs

33K 914 17

Ini cerita seorang Athala Aryska Febian, tentang seluruh kehidupannya di masa remaja yang sama sekali tidak a... More

1.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

2.

4.1K 131 2
By flowerieshs

Setelah acara ishoma, kelas kembali penuh dengan para peserta didik baru lainnya. aku yang menyadari bahwa kelas Ayana sudah banyak murid berdatangan, segera mengajak Moureen kembali kekelas kami yang ternyata bersebelahan. Ya! Tadi setelah Sholat, kami mampir kekelas Ayana dahulu seperti yang telah dijanjikan tadi pagi dan benar saja Ayana tengah asik mengobrol dengan beberapa teman barunya. Terbukti sekali dia pandai memikat orang, sangat berlainan denganku yang dari tadi hanya berbicara dengan Moureen dan nimbrung percakapan beberapa teman Ayana. "Mou, balik kuyy. Udah rame nih kelasnya Ayana. lagian kalo lama lama nanti kita telat. Gue takut diomelin sama kakak OSIS."

Mou yang tengah asik mengobrol dengan teman teman Ayana melirikku, "Ah alay lo Thal, cuma kesebelah doang. Gabakal telat, lagian kalo telat gapapa kali, dihukumnya sama kak Fakhri ini. Malah demen gue haha."

"ihh yaudah, gue tinggal balik yaa Mou. Ay gue balik kekelas ya. Byee.." aku segera melenggang kearah pintu namun Mou memanggilku dan mengekoriku kekelas setelah berdadah dadah ria dengan Ayana dan temannya. Dasar!

Kami memasuki kelas yang sudah mulai penuh dan disambut oleh suara gaduh para penghuninya, berlawanan sekali dengan suasana saat ada kakak OSIS di dalamnya. Saat aku akan menghampiri kursiku, ada anak cewek yang menghampiri. "hai, lo Athala kan? Kenalin gue Juvita, panggil aja Juu. Oiya tadi lo dicariin sama ka Eki"

Juu ini cewe yang duduk didepanku sama Mou. Keliatannya si baik, semoga aja deh. Itung itung nambah temen. "gue? Dicariin ka Eki? Mau ngapain Juu?"

"katanya si data diri lo ganda sama anak sebelah." OH! masalah itu. Biasa disekolah baru. Yang baru tau kalo gue sama Ayana kembar cuman dikit. "sama anak yang namanya Ayana kalo gasalah, masa sampe alamat rumah lo sama. Atau lo... kembar?"

"cerdas lo Juu!" ucapku dan melanjutkan tujuan utamaku untuk duduk.

"EH SERIUS THAL?" Juu mengikutiku dan duduk dikursinya yang tepat berada dihadapanku. Aku hanya mengangguk. "WIH KEREN" Juu memberiku tatapan tak percaya. Seluruh penghuni kelas riuh mendengar beritaku dan Ayana. Namun sedetik kemudian hening karena ketiga kakak OSIS kembali memasuki ruangan kelasku.

"ini kelas apa pasar sii, rame amat dari luar ae kedengeran suaranya." Kak Fakhri yang baru masuk langsung menggerutu.

"tau lo, untung aja kalian dapetnya kita yang jaga. Coba kalo Bagus. Behh abis lo pada." kak Eki menimpali. Matanya menyapukan pandangan keseluruh ruangan dan saat matanya tepat memandang kearahku, dirinya seperti teringat sesuatu. "Athala, sini deh bentar."

Aku segera bangkit dari kursiku dan menuju kedapan kelas. " kenapa kak?"

"Jangan takut gitu mukanya, gue Cuma nyampein titipan pertanyaan dari guru. Lo kembar ya?"

Masalah itu lagi. "oh itu, iya kak aku sama Ayana kembar"

"SERIUS WEH? Gila, amazing!!" kak Eki bertepuk tangan yang membuat seluruh kelas tertawa akibat tingkahnya yang menggelikan. "keren sumpah."

Aku mengikuti yang lain tertawa. Tapi tawaku in berbeda. tawa garing. Seakan akan sudah muak dengan topik ini. Jika kalian berpikiran bahwa aku membenci Ayana, itu kesalahan fatal. Aku tidak pernah membencinya, sedikitpun. Well belum pernah dan jangan sampai. Meskipun perlakuan Orangtuaku terhadap kami benar benar beda.

"Yaudah, Athala boleh duduk." Kak Eki mempersilahkanku kembali kekursi.

Saat semuanya sudah kembali tenang, kak Irish baru mulai bersuara. "jam pulang bentar lagi nih. Gue cuma mau ngingetin kalo besok ada barang barang yang harus lo bawa. Gue catet aja ya di papan."

Aku mengeluarkan buku catatanku dan mulai menulis yang ada dipapan:

1. botol minum team

2. pulpen terbang

3. tinta merah

4. lengket rapet/jaring spiderman

5. bakal ayam

Apaan nih, ucapku dalam hati.

^^^^^

Sepulangnya dari sekolah aku dan Ayana pergi mencari barang barang untuk MOS, namun setelah mengetahui bahwa barang yang dibawa setiap kelas berbeda dari kelas lainnya, aku meminta Pak Kasim mengantarku ke gramedia terdekat dan menurunkanku disana sedangkan Ayana pergi kesupermarket yang tak jauh dari gramediaku.

Aku sebenarnya tidak tahu mengapa aku minta diberhentikan disini, mungkin karena tertera 'pulpen terbang' dan 'tinta merah' dicatatanku, namun aku masih tidak yakin apa yang sebenarnya dimaksud dengan kedua barang tersebut. Mungkin saja itu hanya jebakan. Aku menyusuri section alat tulis dan memandangi satu per satu merek pulpen yang terjejer rapi.

Pulpen terbang pulpen apa?

Trus tinta merah, maksudnya apa? Pulpen yang tintanya merah? Ahh gue pusing.

Karena tidak mau stuck untuk mencari kedua barang tersebut, aku segera menghampiri petugas gramedia untuk menanyakan maksud dari kedua barang yang sedang aku cari. "uh, permisi kak, aku kan lagi di MOS nih trus disuruh cari ini" aku menyodorkan kertas selembar yang berisi catatan barang dari kak Irish. "tau nggak kak? Bantuin aku dong hehe."

"Pulpen terbang?" mbak mbak gramedia yang aku tanya mentapku dan kertas yang aku sodorkan bergantian. "ohh, mungkin pulpen pilot kali ya?"

Pilot kan ngendarain pesawat, trus pesawat itu jalannya diudara. Terbang. "AH IYA BENER, KAKAK PINTER BANGET SIH" ucapku heboh yang membuat para pengunjung gramedia disekitarku menoleh memperhatikan. Duh jadi malu.

"mau aku anter cari ngga?" tanya si penjaga menawarkan.

"gausah kak, aku cari sendiri aja. Makasih banyakkk." Dengan itu aku melangkah kembali menuju section alat tulis dan mencari pulpen bermerek pilot.

Setelah mendapatkan pilot digenggaman, aku kembali menemui penjaga gramedia yang tadi kutanyai. "kak, mau nanya lagi. kalo tinta merah maksudnya apa?"

Yang ditanya menunjukkan ekspresi bingungnya, "aduh ngga tau deh aku"

"oh yaudah makasih kak" karena benar benar tidak tahu benda apa yang dimaksud dengan tinta merah, aku akhirnya keluar dari gramedia dan menghubungi Pak Kasim untuk menjemputku segera.

"aduh non, tapi non Ayana-nya belom keluar. Sudah saya hubungi tapi tidak aktif." Jawab Pak kasim ketika aku meminta menjemputnya. "takutnya kalau saya langsung jemput non Athala, nanti dia nyariin" nadanya terdengar khawatir. "aduh gimana ya non, saya bingung."

Pasti si Ayana HP-nya lowbatt. "oh yaudah Pak, gapapa. Aku minta jemput Mas Adit aja deh"

"nggapapa nih non? Saya coba hubungi non Ayana lagi deh sekarang. Non Athala tunggu sebentar yaa"

"Maunya sih gitu Pak, tapi saya masih ada barang yang belom dicari nih, takutnya si Ayana lama. Nanti malah ngga keburu. Gapapa kok. Lagian jam segini pasti Mas Adit udah kelar kelasnya"

"Yaudah non hati hati yaa"

Click. Aku memutuskan sambungan telepon dengan Pak Kasim dan beralih untuk menghubungi Mas Adit.

Dan sekarang, disinilah aku. Baru keluar dari supermarket setelah membeli semua keperluan MOS untuk besok bersama Mas Adit tentunya. Yap! SEMUA, karena sebelumnya aku sudah mencari teka teki yang biasa digunakan untu MOS. hehe

1. botol minum team = air kemasan CLUB

2. pulpen terbang = pulpen Pilot

3. tinta merah = sirup berwarna merah

4. lengket rapet/jaring spiderman = lem

5. bakal ayam = telur

Kami segera menuju parkiran tempat Mas Adit memarkirkan motornya. Langit sudah mulai menggelap menandakan Adzan maghrib telah berkumandang. "Thal, kita mau sholat dirumah atau cari masjid dijalan?"

Aku melihat ke arlojiku dan jam masih menunjukkan pukul enam kurang lima. Lantas aku memutuskan untuk sholat dirumah karena jarak supermarket kerumahku hanya 15 menit.

Sesampainya dirumah, aku melihat Ayana yang sedang duduk bersama Mama kami didepan televisi dengan seragamnya yang sudah diganti dengan pakaian rumah. Tumben mama udah pulang jam segini. Ngga biasanya. "Assalamualaikum." Ucapku ketika kedua diantara mereka tak menggubris kehadiranku yang baru saja tiba.

"Walaikumsalam Thal, sini gabung bareng gue sama Mama." Ayana menyambutku dengan senyuman yang segera dibalas olehku. "ohiya, maap ya soal Pak Kasim, Hp gue mati soalnya. Lo pulang bareng Mas Adit kan? Dia dimana sekarang?"

Bukannya menyahuti omongan Ayana, mataku malah beralih kearah Mama yang sedang mengepang rambut Ayana. "Mama tumben udah pulang, biasanya larut baru nyampe." Tanpa menunggu tanggapan dari sang Mama, Aku melenggang menuju kamarku sendiri. "Iya gapapa Ay, Mas Adit lagi di garasi."

Dan untuk kesekian kalinya Mama tak meggubrisku sama sekali.

^^^^^

hello fellas! i hope youre enjoying this one:) jangan lupa vote ya, makasih loh sebelumnya hehe. have a good day! xx

Continue Reading

You'll Also Like

136 12 17
Bagaimana jadinya, jika dua makhluk Tuhan ini sama-sama diam tanpa ingin mengutarakan isi hatinya. Alih-alih memilih diam demi kebaikan, justru yang...
588K 16K 57
Sudah terbit di KBM App Dan ceritanya 40% berbeda dengan yang di Wattpad. Penulisan juga lebih rapi dan minim typo ----- "Kalo memang kamu masih ada...
217 38 12
Tidak semua luka berasal dari kebencian - beberapa justru tumbuh dari cinta yang tak pernah utuh. Ia tumbuh bersama bayang-bayang seorang ayah yang s...
6.4M 490K 51
"𝗡𝗶𝗸𝗺𝗮𝘁𝗶 𝗹𝘂𝗸𝗮𝗻𝘆𝗮, 𝗿𝗮𝘀𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗸𝗶𝘁𝗻𝘆𝗮, 𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗶𝘀 𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮." Kehidupan Aletta yang dahulu begitu bahag...
Wattpad App - Unlock exclusive features