Unbroken

Oleh litaswift89

51 5 4

Neishya adalah seorang gadis berusia 24 tahun yang terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, ia adalah an... Lebih Banyak

Sampai Terpingkal- pingkal (2)

Hijrah ke Jakarta (1)

34 3 2
Oleh litaswift89

*****

"Neishya Syahnara" Tiba tiba namaku dipanggil oleh salah satu karyawan PT. Adiprakasa Sakti, aku yang sedang duduk diantara para pelamar yang lain pun segera bangun dari tempat duduk dan masuk keruangan interview, sebelum duduk disana aku melihat beberapa pelamar yang sedang menjalani test interview, mereka terlihat begitu khusyuk, aku melihat meja berjajar dan barisan pelamar berhadapan dengan pewawancara.

"Ini kantor atau apa? Perusahaan ini bergerak dibidang apa? Sumber keuangannya dari mana? semacam bank tapi bukan, perusahaan manufaktur? tapi tidak ada kegiatan produksi disini, semua karyawan pun sepertinya hanya bekerja sebagai pewawancara? banyak sekali para pelamar disini, kantor hanya seluas ini butuh karyawan berapa lagi? untuk bagian apa? kalau pelamar sebanyak ini...apa aku dan adikku Tasya akan diterima kerja disini?" Gumamku penuh keraguan tapi juga berharap, berharap sepulang dari sini aku dan Tasya akan membawa kabar baik untuk kedua orang tuaku.

"Mbak Neishya silahkan duduk" Aku pun tersentak kaget.
" Iya pak..." Jawabku sambil menarik kursi didekatku lalu duduk berhadapan dengan seorang pewawancara yang menggunakan jas hitam berdasi biru dengan pengawakan proposional, seperti aku seperti jiwaku. Lho, kenapa aku jadi menyanyikan lagu Peterpan?

"Dengan mbak Neishya" Tanya pewawancara

"Iya pak"

"Silahkan perkenalkan diri"

"Nama saya Neishya Syahnara,saya lahir di Bandung, 13 September 1991. Usia saya 24 tahun"

"Ya cukup"

"Mbak Neisya tinggal dimana?" Sambil menatap mataku dengan bibir tersenyum tipis.

"Di Bekasi" Aku pun tersenyum.

"Dengan siapa?"

"Dengan orang tua!"

"Sudah menikah?"

"Belum Pak".

"Sudah ada rencana untuk menikah?"

"Belum Pak"

"Oh iya, belum ketemu jodohnya ya?"

"Iya pak..."

"Mbak Neishya pendidikan nya SMA ya? ada rencana untuk kuliah?"

"Saya sedang kuliah pak"

"Oh gitu.. Disini tidak masalah kuliah atau tidak, sedang kuliah atau sudah lulus kuliah tidak ada bedanya. Yang kami cari disini adalah karyawan yang mampu bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh. Sebelumnya kerja dimana?"

"Saya pernah bekerja dibeberapa perusahaan manufaktur sebagai staff admin pak"

"oh iya..." gumamnya sambil melihat CV ku.
"Kenapa berhenti mbak Neishya?"

"Habis kontrak pak"

"Oh begitu.. Kalau mbak Neishya diterima bekerja disini, Mbak Neishya langsung menjadi karyawan tetap, tidak ada sistem kontrak pada perusahaan kami" Katanya meyakinkan sambil menatap mataku

"Waah..enak banget.." Pikirku dalam hati.

"Begini ya mbak Neishya, saya jelaskan sistem kerja di perusahaan kami" Sambil membuka laci mengambil dua lembar kertas lalu disimpan diatas meja dan menunjukkannya padaku.
Aku pun melihat kertas itu.

" Mbak Neishya, perusahaan kami adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa, disini jenjang karir sangat terbuka lebar untuk semua karyawan, semua berkesempatan untuk naik level dengan cepat tergantung dari kinerja setiap karyawan, semakin bagus kinerja karyawan, maka semakin cepat pula untuk naik kelevel yang lebih tinggi, dalam beberapa bulan bahkan bisa kurang dari tiga bulan karyawan bisa menjadi supervisor bahkan manager, kami akan membuka cabang dibeberapa tempat seperti Bogor,Bekasi,Depok,Bandung, bahkan kabupaten-kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Kalau mbak Neishya diterima kerja disini dengan kinerja yang bagus, mbak Neishya bisa menempati posisi manager dicabang perusahaan kami sesuai domisili mbak Neishya..." Jelasnya sambil menatap mataku tajam. Sementara aku tidak bisa berkata kata, hanya mendengarkan apa yang ia katakan.

" Ada biaya administrasi yang harus dibayar, biaya ini bukan untuk perusahaan, tapi untuk Mbak Neishya sendiri, biaya ini adalah untuk mempertahankan posisi kerja supaya tidak kami berikan kepada orang lain"

" Berapa biayanya pak?" Aku bertanya untuk meyakinkan meskipun sebelumnya tahu bahwa akan dikenakan biaya administrasi

" Ini biaya yang harus dibayarkan, yaitu tujuh ratus lima puluh ribu rupiah

" Ko mahal ya? bukannya dua ratus ribu" Pikirku. Oh ya aku belum memberi tahu kalau aku dan Tasya tadi berangkat dari rumah jam 6 pagi untuk melamar pekerjaan di PT. Adiprakasa Sakti, aku sudah cukup lama menganggur, ya..sekitar enam bulan, aku menganggur bukan tanpa alasan, aku sudah mencari pekerjaan kebeberapa perusahaan, tapi belum ada yang membuahkan hasil, mengingat gadis seusiaku sudah cukup sulit untuk mendapat pekerjaan di perusahaan,yaah...seperti yang kita tahu, zaman sekarang ini hampir semua perusahaan yang memakai kriteria umur untuk merekrut karyawan, kebanyakan perusahaan menginginkan pelamar yang masih fresh alias baru lulus, padahal menurutku seusiaku belum tua dan masih sangat produktif untuk bekerja, perjuangan kita sekolah selama dua belas tahun untuk mendapatkan ijazah, tidak sebanding dengan berlakunya persyaratan perekrutan karyawan pada perusahaan, itulah yang menyebabkan aku bertekad untuk mencari kerja di Jakarta bersama Tasya adik pertamaku yang baru baru lulus es-em-a, mungkin kalau aku pergi ke Jakarta nasibku akan berubah. Aku mendapat informasi lowongan pekerjaan itu dari teman Tasya, namanya Ryan. Dua hari yang lalu Ryan datang ke rumah kami untuk bersilaturahmi, Ryan adalah teman SMA Tasya, kami mengobrol panjang lebar, sampai akhirnya dia memberi tahu kepada kami bahwa di perusahaan tempat ia bekerja sedang membutuhkan karyawan baru untuk bagian office, ia juga memberi tahu kalau dikenakan biaya administrasi dua ratus ribu, tadinya aku tidak tertarik untuk bekerja di tempatnya, tapi ia memberi tahu kami bahwa ia sekarang sudah menjadi karyawan tetap dengan posisi yang lumayan menjanjikan, yaitu asisten manager, padahal ia baru bekerja selama tiga minggu dan belum sempat menerima gaji pertamanya, dia pun menjelaskan berapa gaji yang perusahaan tawarkan untuknya, yaitu sekitar empat juta perbulan. " Waah....lumayan besar, Kalau aku dan Tasya bekerja ditempat itu, penghasilannya bisa untuk membantu meringankan beban ayah dan ibu" Pikirku. Selainm itu Ryan juga mengatakan kepada kami bahwa ia bisa membantu kami untuk diterima ditempat ia bekerja. Ya...PT. ADIPRAKASA SAKTI.

Perjalanan dari Bekasi menuju Jakarta sekitar dua jam, karna tadi lumayan macet dan ada kecelakaan beruntun di Jalan. Entah kenapa sepanjang perjalanan tadi aku dan Tasya merasa ragu tapi penuh khayal dan harapan. Kami pun mengobrol dan mengingat masa kecil kami, bahkan tak jarang kami tertawa terbahak - bahak bahkan membuat perut terpingkal - pingkal teringat kebodohan masa kecil kami.

Begitu sampai di Jakarta, kami sempat kebingungan dimana alamat kantor yang kami cari, kami sempat bertanya kepada beberapa orang tapi tak ada yang tahu tempat yang kami maksud. Kami pun berjalan dari terminal sambil mencoba mencari tahu dimana letak kantor tempat Ryan bekerja, sampai pada akhirnya ada seorang tukang parkir yang memberi tahu letak kantor tersebut kepada kami. Yaa...betul, tepat sekali! kami melihat jajaran ruko dipinggir keramaian kota Jakarta. Salah satu ruko itu bertuliskan nama perusahaan yang kami cari. Ternyata jauh dari perkiraanku, tidak seperti yang kubayangkan, ni hanya kantor kecil yang berada diantara ruko-ruko itu, tapi aku tetap melanjutkan karna penasaran meskipun penuh keraguan dan banyak pertanyaan yang terlintas dibenakku.

Tasya sudah lebih dulu dipanggil untuk interview.

*****

" Bagaimana Mbak Neishya? apakah Mbak Neishya tidak keberatan dengan kebijakan perusahaan kami?" Kembali pewawancara bertanya sambil menatap mataku tajam, aku pun buyar dari lamunan.

" Tidak pak..." Jawabku dengan tatapan kosong

" Bagaimana, apakah Mbak Neishya mau membayar administrasinya sekarang? "

" Saya tidak membawa uang sebanyak itu pak..." Mengingat aku hanya membawa uang tujuh ratus ribu, itu adalah uang aku dan Tasya untuk persiapan administrasi kantor yang diberitahukan oleh Ryan, ongkos pulang pergi kami berdua, biaya makan diperjalanan serta uang untuk wanti wanti takut terjadi hal yang tidak diinginkan, uang itu pun kami dapat dari hasil menggadaikan laptop kesayanganku, tanpa memberi tahu kedua orang tua kami.

" Mbak Neishya bawa uangnya berapa?"

" Hanya ada dua ratus lima puluh ribu pa..." Itu sudah dibagi dua dengan Tasya dan aku perhitungkan ongkos untuk pulang

" Oh..tidak apa - apa membayar setengah dulu, nanti sisanya bisa menyusul, itupun kalau Mbak Neishya tidak ingin posisi ini kami berikan kepada pelamar lain" jelasnya

" Iya pak...." Sambil mengambil uang dicelana formal hitam yang aku kenakan, aku pun menyerahkan uang itu

" Ok.Terimakasih Mbak Neishya, uangnya saya terima ya, sebentar saya buatkan nota ya..."

" Nota untuk apa pak...?

" Nota untuk tanda bukti bahwa Mbak Neishya sudah membayar administrasi kepada kami, supaya besok Mbak Neishya hanya membayar sisanya..."

" Ooooh....iya pak"

" Ini notanya, sekarang Mbak Neishya sudah diterima bekerja disini, sebagai HRD atau perekrut karyawan, besok Mbak Neishya bisa langsung bekerja "

Haaah!...semudah itu? pikirku
" Saya diterima pa?" Tanyaku menegaskan keraguan

" Ya..selamat ya Mbak Neishya, selamat mendapatkan pengalaman baru " Sambil bersalaman dengan memberikan senyum yang sumbringah.

" Ada pertanyaan?" Tanyanya

Aku hanya menggelengkan kepala, dan segera bangun dari tempat duduk

Aku pun keluar dari ruang interview dan menemui Tasya yang sudah lebih dulu selesai test, kulihat ia sedang bersama Ryan yang mengenakan kemeja biru dan celana formal hitam, serta ada seorang gadis didekatnya.

" Gimana kak? Kakak diterima?"
Tanya Tasya padaku

" Iya...kakak diterima.."

" Uangnya udah kakak kasih? "

" Iya..."

" Berapa?"

" Dua ratus lima puluh ribu..emangnya kenapa? Kamu diterima juga kan? "

" Iya..Tasya juga diterima...tapi kaya ga percaya gitu..ko segampang ini ya? Tasya juga uang nya dikasih semua, dua ratus lima puluh ribu...tadi pas keluar dari ruangan itu , Tasya pengen bilang sama kakak kalau jangan dulu ngasih uangnya semua..tapi kakak udah terlanjur dipanggil..."

" Iya sich..harusnya kasih dulu aja seratus ribu atau lima puluh ribu, kan besok bisa balik lagi.."

" Udah gapapa..kalian udah diterima kan? Tenang ada aku...aku kan kerja disini...kalian ga usah takut...apa yang disesalin? ngasih sekarang atau besok ga ada bedanya, kalian sudah diterima..." Sambung Ryan sambil tersenyum menepuk pundak Tasya...

" Kalian ko ngasihnya banyak banget sich....aku aja tadi cuma ngasih lima puluh ribu, soalnya aku ragu..coba deh kalian pikir.. masa sich kita diterima semua? " Sambung gadis yang berdiri disamping Tasya

" Iya sich..tadi sebelum masuk juga aku sempet ragu dan pengen tau ini tuh bank atau apa? Butuh karyawannya berapa orang? Ko banyak banget yang ngelamar ? Padahal kantornya cuma sebesar ini..."

" Ini tuh perusahaan dibidang jasa, setiap hari kita harus melakukan transaksi..nanti kalau sudah didalam, kalian akan dijelaskan bagaimana sistem kerjanya..." Ryan memperjelas

" Hari ini kamu sudah melakukan berapa transaksi Ryan? Tanya Tasya kepada Ryan

" Hari ini sudah tiga" jawabnya

" Kamu ngitung sendiri? " Tasya masih penasaran

" Iya...kita didalam megang komputer satu satu...tugas kita mempromosikan produk, caranya nanti diajarkan didalam,..untuk mengecek kita sudah melakukan berapa transaksi...bisa dilihat diprogram komputer masing - masing..."

" Ooh..gitu..." Gumam aku dan Tasya bersamaan

" Oh...ya kita belum kenalan, aku Melly aku boleh minta nomor kalian ga?" Ucap gadis disamping Tasya yang ternyata namanya Melly

" Aku Tasya, ni kakakku Neishya..ini Ryan..." Jelas Tasya

" Iya...aku udah kenal sama Ryan..aku tau info loker ( lowongan pekerjaan ) ini dari Ryan..dia temen SD aku..." Jawab Melly sambil melirik kearah Ryan dan tersenyum

" Waah...berarti kita sama dwoong....." Ujarku

Tiba - tiba seorang wanita kira- kira berusia 38 tahun menghampiri kami berempat yang sedang asyik mengobrol.Ia adalah salah satu karyawan PT.Adiprakasa Sakti yang tidak kami ketahui apa jabatannya
" Gimana ..kalian diterima?" Sapanya sambil tersenyum ramah kepada kami

" Iya bu...kita semua diterima..." Jawab kami serentak

" Besok masuknya jam berapa bu?" Tanyaku kepada wanita itu

" Jam delapan..., kalian tinggal dimana?"

" Di Bekasi bu..." Jawab Tasya

" Waah..jauh juga yaah..."

" Kalau telat gimana bu?...kita kan jauh..takutnya macet atau apa?.."

" Ooh...tidak apa - apa , kalau masih seminggu bisa kami maklumi, memangnya kalian tidak ada rencana untuk ngekos didaerah sini? Kan cape kalau harus bolak balik Jakarta- Bekasi..."

" Iya sich bu...kita juga rencananya gitu...tapi kan nyari kosan butuh waktu bu..kita juga ga punya saudara atau teman yang tinggal didaerah sini ..." ucapku menjelaskan

" Ooh..itu soal gampang, dibelakang kantor ini banyak kontrakan dan kosan yang masih kosong, kalau kalian mau nanti saya bisa membantu kalian untuk mencari kosan..." Tawarnya kepada kami dengan nada yang lembut dan sangat ramah. Waah...baik sekali ibu ini, Pikirku.

" Aku pulang duluan ya.." Sela Melly

" Oh iya...sebentar Mell..aku boleh minta nomor handphone kamu ga?" Tanya Tasya

"Oh iya boleh"

*****

Lanjutkan Membaca

Kamu Akan Menyukai Ini

KISAH Oleh Nisak

Fiksi Remaja

1.5K 414 23
Gimana rasanya jika kita menyukai seseorang, dan dia tidak membalas cintamu. Tapi sikap dia seperti bukan teman biasa? Sikap nya yang sungguh perhati...
31 3 15
Kisah ini menceritakan seorang gadis murid SMA yang hidup sederhana. Ia hanya tinggal berdua dengan ibunya karena ayahnya meninggal saat ia masih kec...
3.7K 55 12
Ningsih wanita ayu dan juga cerdas, di besarkan dengan penuh kasih sayang sebagai anak tunggal oleh kedua orang tuanya yaitu Winoto dan Sartinah dala...
1.4K 73 21
Ada satu anak perempuan berandalan yang bernama Naya Putri Vilonia dia termasuk anak bungsu yang dari 5 bersaudara,dia anak perempuan diantara saudar...
Aplikasi Wattpad - Akses fitur eksklusif