A Perfect Sin (complete)

By cherly_15

173K 6.9K 189

"Aku menyayangimu tapi diluar yang kuketahui. Kau adalah pengganti ayahku, apakah perasaanku ini berdosa?" Va... More

lelaki dari Praha
hello, praha!
Perjalanan Panjang
Lingkaran Bunga Mawar
White Horse
Menyambut Matahari
Rahasia Paman
pelukan ibu
Dibalik Kematian Ayah
hujan dan Gemuruh
Petaka
Seruan Langit
Sakitnya Kerinduan
Guratan Awan Mendung
Rindu Yang Sama
Dipelukan Angin
A Few Years After
Menjalani hidup
Kau dan Dosaku
Baca dia Cinta

Waktu Yang Berlalu

8.1K 378 3
By cherly_15

Kuakui memang paman Zyan sedikit agak psikopat. Tapi tentu saja dia akan melakukan itu. Maksudku, dia kaya dan dia lajang. Dia tidak memiliki pelampiasan nafsu. Jika melkaukan seperti itu. Itu bukan masalah. Dia kaya, dia bebas melakukan apapun yang dia suka.

Pagi itu untuk pertama kalinya aku mandi. Semenjak kedatanganku di Praha. Air hangat segera mengguyur tubuhku membuat badanku menjadi segar adanya.

Para pelayan menyediakan gaun indah. Aku terlihat anggun dengan gaun berwarna ungu muda. Rambutku sengaja kuurai, rambut chocolate tua mengimbak milik ayah. Aku tidak menggunakan make up apapun. Aku tidak menyukainya dan tidak bisa.

"Vanessa" panggil seseorang dari luar. Aku segera berlari ke balkon, dia adalah Sam yang sudah siap dengan pekerjaan paginya. Mencari rumput bersama beberapa orang lainnya untuk pakan ternak.

"Hati hati Sam" teriakku. Sam berlari sambil melambaikan tanganku. Berusaha mengejar teman temannya yang sudah berjalan agak jauh.

Dari luar aku melihat beberapa penjaga. Aku teringat akan kejadian hari kemarin di depan gereja. Kami saling menyadari. Mereka segera mengejarku. Aku lari keluar kamar. Mencari tempat persembunyian.

Tak ada tempat persembunyian yang enak kecuali.

Kamar Paman Zyan.

Aku membuka kamar paman Zyan dengan paksa. Menutupnya, melihat paman Zyan sedang melakukan itu dengan salah seorang gundiknya. Dia nampak kaget dengan keberadaanku.

Tok tok tok tok.

Suara gedoran yang kuat dari luar. "Kami tau kau didalam sana pencuri. Kau akan ku adukan ke tuam besar agar kau disiksa hingga mati" teriak mereka bersautan.

Paman Zyan langsung memakai pakaiannya. Gundiknya hanya bersembunyi di balik selimut. Paman Zyan membuka pintu, aku bersembunyi dibalik punggungnya. Dan memegang erat jubah dipinggangnya.

"Ada apa?" Bentak paman Zyan.

"Ada pencuri dikamarmu. Dia mencuri roti didepan gereja" lapor seorang prajurit itu.

"Sudah pergilah. Biar kuurus dia" ujar Paman Zyan tegas.

Aku menunduk. Paman Zyan berbalik kearahku. Terlihat betapa jangkunya dia, dimana aku hanya sedadanya saja. Jujur saja, hembusan napasnya yang berat membuat beberapa sengatan listrik di tubuhku. Entahlah, aku seperti ingin menggelinjing sendiri.

"Aku kemarin bebar benar lapar paman." Ujarku merasa bersalah.

Paman Zyan menaruh tangan kanannya diatas kepalaku. Tangan satunya lagi memegang pengait jubahnya agar tidak terbuka. Aku bisa melihat anunya paman Zyan yang masih tegang.

ASTAGA

APA YANG KAU PIKIRKAN VANESSA

"Mulai hari ini kau tidak akan lagi kelaparan anakku" ujarnya membelai rambutku. "Sekarang Paman harus melakukan beberapa pekerjaan. Kau keluarlah dahulu" suruh paman.

Aku mengangguk. Lalu melangkah pergi. Paman memegang tanganku. Membuatku mendongak ke arahnya. Dia mengelus pipiku yang memerah. Kepalanya mendekat dengan cepat, membuat jantungku berdesir. Kakiku tak mampu menopang tubuhku. Dia mengecup keningku.

"Aku adalah pengganti Joshua, nak" ujar Paman. Aku mengangguk mencoba mewaraskan pikiranku. Tentu saja, paman adalah pengganti ayahku. Umur mereka sama dan mereka bersahabat. Toh, dia juga sudah bergumul dengan ibu.

Aku segera keluar dari ruangan paman. Prajurit prajurit itu menghormatiku. Aku tidak peduli aku menunggu Sam untuk pulang dari bukit.

"Bibi Wedra" panggilku oada wanita gemuk.

"Kau membutuhkan sesuatu nyonya muda?" Tanya bibi Wedra.

"Mengapa kau memanggilku seperti itu?" Tanyaku aneh. "Kau tidak membangunkanku pagi ini. Kau butuh bantuan didalur?" Tanyaku.

"Tidak tidak nyonya muda. Maafkan saya yang sebelumnya saya benar benar tidak...."

"Sudahlah bibi. Ayo kubantu didapur" ujarku.

"Nyonya muda. Tuan besar akan marah jika kau membantuku" ujar bibi wedra muram. Aku melihat pergelangan tangannya. Aku iba, apakah seperti ini pembantu pembantu dirumah paman Zyan.

Bibi Wedra segera masuk kedalam ruangan. Aku kembali duduk diatas pagar kandang. Menjadi orang yang tidak punya pekerjaan.

Saat petang Sam baru datang. Dia memelukku dari belakang. Dan sedikit mengangkatku turun dari pagar. Aku berbalik dan mengacak acak rambutnya yang berantakan.

"Kau sangat lama Sam" ujarku.

"Yeah aku mengumpulkan banyak rumput" ujarnya menunjuk dua karung rumput.

"Vanessa. Waktunya makan" panggil ibu.

"Baiklah kau pergi makan" suruh Sam mengelus rambutku. "Aku juga harus makan di mess" ujarnya.

Aku mengangguk. "Nanti malam kita bertemu dikandang" ajakku. Sam mengangguk setuju.

"Kau selalu bersama penggembala itu?" Tanya ibu di jalan menuju meja makan.

"Dia kawanku bu" jawabku.

"Pamanmu tidak menyukai kau berteman dengannya. Dia nampak marah sedari tadi saat melihatmu dari jendela" ibu memberitahu.

Dup

Jantungku sesak. Marah? Mengapa Paman marah. Apa mungkin paman marah karena aku mengganggu permainannya pagi ini?.

"Duduk disebelahku nak" suruh paman. Menyuruh ibuku bergeser.

"Kau belum makan dari tadi siang." Ujar paman memotong daging kalkun dan ditaruh dipiringku.

"Paman" panggilku pada paman.

"Ya anakku" paman memakan makanannya.

"Kau tidak marahkah padaku?" Tanyaku.

Paman diam dan melempar senyuman manisnya. "Kenapa paman harus marah padamu anakku?" Tanyanya.

"Mungkin karena aku mengganggumu bermain dengan..." Aku tidak kenal wanita itu.

"Rosa?" Tanya Paman.

Aku mengangguk. "Tentu saja tidak. Tapi paman sedikit tidak suka kau bermain dengan penggembala itu" ujarnya.

"Kenapa?" Tanyaku.

Paman diam. "Kenapa paman?" Tanyaku.

"Sudah habiskan makananmu. Habis makan ada yang mau paman tunjukkan kepadamu" ujar Paman.

Aku makan dengan lahap. Ketika makananku hampir habis, paman menambahkan makanan di piringku.

"Paman tidak mau kau kelaparan lagi" ujarnya. Aku mengangguk.

Aku teringat Sam. Beberapa makanan kumasukkan kedalam kantong saat orang orang tidak melihatnya. Aku membawa paha dan sayap ayam kalkun. Beberapa schotel dan hampir separuh pie.

Makan malam pun usai. Makanan yang kusingitkan tadi kutaruh dibelakang vas bunga. Lalu aku masuk di ruangan yang paman tunjukan.

Disana adalah ruangan yang lebih mirip aula. Ada piano putih besar. Paman sedang duduk di kursi piano. Memainkan beberapa not nada yang aku tidak tahu.

Aku memasuki ruangan itu. Gaya vintage baraque dengan warna warna manis masih menghiasi ruangan itu. Ruangan yang dua kali lebih luas dari ruang makan dan ruang utama. Ruangan itu ada tungku pemanas api. Diatasnya dihiasi foto foto bayi, dan ada foto besar. Aku yakin dia adalah paman tapi aku tidak yakin dengan bayi yanh dibawanya.

"Ini anakmu paman?" Tanyaku.

Paman berdiri dibelakangku. Aku tidak tahu sejak kapan dia berdiri dibelakangku. Tapi napasnya hangat, terasa di leherku.

Dia memegang pinggangku. Membuatku meriang. "Dia bukan anakku. Mana mungkin aku bisa punya anak bahkan aku belum menikah" ujarnya.

"Aku yakin posisinya waktu itu adalah seperti ini" ujar paman tangan kanannya di perutku dan tangan kirinya di bokongku.

"Apa itu aku paman?" Tanyaku. Aku membuka liontin. Dan menyamakan foto bayi itu. Ternyata benar itu adalah aku. Mungkin foto iti diambil disaat yang sama saat foto liontin ini diambil.

Diliontin itu. Sebelah kanan adalah foto bayiku yang digendong ayah disebelahnya ada ibu. Disisi yang lain adalah fotoku seorang.

Paman Zyan membuka sisi yang lain dari foto itu. Membuatku terkejut. Difoto itu adalah foto yang sama dengan yang ada didepanku saat ini.

"Oh bagaimana bisa seperti ini Paman?" Tanyaku takjub.

Paman tersenyum. Dan memelukku erat.

Continue Reading

You'll Also Like

1.4K 74 36
"Apakah kau bisa menakhlukan perasaan bencinya menjadi perasaan cinta, dengar... aku temanmu dan ibuku adalah teman mommy'mu juga, jadi aku tau apa y...
1.4M 71.8K 33
"Katakan padaku bagaimana caranya berhenti mencintai seseorang yang bahkan tak pernah mencoba mencintaimu kembali?" Liana tak pernah bermimpi menjadi...
2.3K 220 29
Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahi...
Wattpad App - Unlock exclusive features