SACRIFICE × IDR [Complete]

Oleh Funatero

11.6K 1.1K 154

"Iqbaal. Orang yang selama 3 tahun ku tunggu - tunggu. Setelah ia datang kembali, aku sangat bahagia. Kenapa... Lebih Banyak

O N E
T W O
T H R E E
F O U R
F I V E
S I X
S E V E N
E I G H T
N I N E
T E N
T W E L V E
T H I R T E E N
F O U R T E E N
F I F T E E N
S I X T E E N
S E V E N T E E N
E I G H T E E N
N I N E T E E N
T W E N T Y
T W E N T Y O N E
T W E N T Y T W O
T W E N T Y T H R E E
Special Episode

E L E V E N

496 57 7
Oleh Funatero

Happy Reading^^
.
.
.
.
.
.

Tepat hari ini, sekitar satu jam lagi acaranya akan dimulai. Sekarang Milona sedang berada di rumahnya. Ia berniat untuk merias wajahnya sendiri, karena ia tidak suka dirias orang lain. Karena hasilnya akan ketebalan, menor, dan semacamnya. Semua sudah siap! Perfect!

'Bastian mana dah, lama bener!' Dengus Milona dalam hati. Seperti perjanjian tadi sore Milona akan memakai baju yang diberikan oleh Teh Ody, tetapi harus dipaksa.

"Non, Ada temannya non dibawah!" Seru Bi Ijah dari luar. Milona sudah menebak pasti yang datang adalah Bastian, si makhluk astral. Milona segera turun dari lantai atas, menuruni anak demi anak tangga dengan anggun. Bastian yang melihat Milona tidak bisa menghentikan tatapannya.

"Cantik" gumam Bastian, terdengar oleh Milona. "Biasa aja kali! Buruan dah, lo lama banget jemput gue! Bekaratan gue dah!" Milona mengeluarkan tatapan sinisnya.

"Yaudah, putri Milona. Kita akan menuju ke kerajaan bersama pangeran" ucap Bastian yang mengubah Milona menjadi Putri dan dirinya sebagai Pangeran, pangeran kodok kali ah. Namun Milona tidak mengubsirkan kata kata Bastian. Ia lebih memilih pergi ke mobil bastian. Yap Bastian membawa mobil. Yakali pake gaun naik motor, gak lucu kali ah.

"Beb, masa pangeran ditinggalin!" Teriak kesal Bastian dari belakang Milona. Bastian segera menyusul Milona dan dengan cepat membuka pintu di samping pengemudi. "Silahkan masuk tuan putri" Milona hanya mengeluarkan fake smile nya dan segera masuk kedalam mobil

Brak!

***

Lampu berkelap kelip, semua orang bersenang ria. Sesuai persyaratan mereka membawa pasangan masing masing tetapi harus sesama siswa sekolah. Tidak dengan guru guru. Guru guru hanya akan mengawasi siswa/i nya agar tidak ada yang ugal - ugalan, membawa siswa dari luar sekolah, dan masalah lain

Sebuah mobil baru saja sampai di tempat ini. Seorang laki laki jangkung keluar dari mobil tersebut dengan pakaian yang sangat rapi. Ia segera membuka pintu di samping pemudi. Keluar sang gadis yang sangat ia cintai. Gadis itu segera menggandeng tangan pria tersebut.

"Hay bro!" Iqbaal mengeluarkan logat pria nya uhtuk menyapa temannya.

"Ciee yang baru jadian, pj woy!" Ucap teman Iqbaal "ngomong ngomong cewek lo cantik juga yah malam ini!" Sambung nya lagi. Ia menatap Zidny dengan tatapan genit dan dibalas kekehan kecil dari Zidny. Sedangkan Iqbaal mengeluarkan wajah tampan nan kejamnya. "Wey, santai aja dong mukanya! Gue cabut duluan dah!"

Iqbaal melanjutkan perjalanannya menuju tempat temannya berkumpul. Sebelum itu ia meminta izin kepada Zidny, dan Zidny memperbolehkannya. Zidny terdiam disini sedikit kesal karena Milona tidak menunjukkan batang hidungnya. "Ck! Mana sih Milona lama benar dah! Jangan bilang dia gak ikut? Resek bener dah tuh orang"

"Wey Zee, cieee yang datang sama iqbaal! Oh yah lu cantik bener!"  Goda Melna yang tiba tiba datang entah darimana. Zidny memakai dress panjang berwarna merah muda dengan kain yang halus. Dan baju nya juga tidak terbuka. Tidak lupa dengan topeng yang warna nya senada dengan dress nya. Sangat sempurna.

"Lu bisa aja Mel, loe juga kok. Cantik banget malah, pasti Randy tergila gila ama lu" gurau Zidny disambut kekehan Melna "oh yah. Lo nunggu siapa Zee?" Tanya Melna. Sedari tadi Melna melihat dari jauh Zidny sedang mengomel ngomel sendiri, entah apa yang diomeli. "Gue nunggu Milona. Lama bener dia!" 

Saat itu juga sebuah mobil datang. Menampilkan seorang pria membuka pintu seperti pengawal membukakan pintu untuk sang putri. Bukan pangeran. Gadis itu keluar menampilkan senyum lebarnya. Ia memakai gaun panjang warna ungu yang dilengkapi dengan sebuah topeng diwajahnya. Terlihat sangat menawan.

"Gila. Itu tuan putri?" Puji salah satu siswa yang melihat gadis itu. Sangat cantik memang.

"Itu siapa? Gila cantik bener!"

"Etdah, mana gue tau. Kan dia pake topeng"

"Anjirt! Cantik bener!"

"Subhanallah sungguh indah ciptaanMu" puji demi puji terlontarkan dari murut para siswa. Berbeda dengan pasangan lain yang keluar dengan mesra. Tangan dipegang lembut oleh pasangan. Mereka tidak karena sang perempuan yang ogah. Gadis ini menghampiri Zidny dan Melna. "Hay" sapanya

"Lo siapa? Cantik bener gila!" Tutur Zidny disertai tatapan kagum oleh Melna. Sang gadis terkekeh "gue memang cantik kali" ucapnya pede  Zidny merasa kenal dan tak asing dengan suara itu. "Anjirt! Ona! Gak jadi dah, gue cabut kata kata gue!"

Milona terkekeh melihat aksi Zidny. "Katanya lo gak beli dress kemarin, eh malah beli gaun gak ngasih tau!" Dengus Zidny. Memang tentang gaun Zidny sama sekali tidak tau. "Penting gitu yah gue kasih tau lo"

"Ngomong ngomong lo beli dimana?" Tanya Melna antusias "di Ody Butik's tapi gue gak beli. Gue dikasih hadiah sama pemilik butik disitu"

"Ish loh, kok gue gak ada liat gaun itu kemarin?" Dengus Zidny "lo belum beruntung kali Zee" Zidny menatap Milona sebal

"Udah lo juga cantik kok Zee, lebih cantik dari segalanya!" Ucap seseorang di belakang Zidny. Seseorang pria tegap yang tadinya keluar dengan Zidny. Sedangkan Zidny hanya tersipu malu. "Ciieee. Cmiwwiww, yang baru jadian mah mesra mesraan" sindir Melna.

"Sirik aja lu! Minta noh sono sama Randy!" Cibir Iqbaal. Melna mengerucutkan bibirnya, tak terima dengan perkataan Iqbaal. Sedangkan Milona hanya diam tanpa suara.

"Baik anak anak. Semuanya sudah datang kan?" Tanya guru di sebuah panggung "belum bu!" Sahut Bagas ia mengangkat jarinya dan mengeluarkan wajah orang yang perlu di kasihani. "Siapa yang belum datang Gas?"

"Pacar saya Bu!" Semua siswa terkekeh sambil mengingat ngingat. Memang Bagas punya pacar? "Lu gak punya pacar kali Gas! Sok kepedean!" Sahut salah satu siswi

"Sudah sudah! Baik pertama marilah kita sambut Kepala sekolah untuk membuka acara ini!!!!" Seseorang pria berperut buncit dan berkepala botak setengah datang menaiki panggung, pria itu mengambil alih mikrofon tersebut dan membuka beberapa pidato tentang kesyukuran sekolah ini berdiri tegap selama bertahun tahun. Selang beberapa menit acara pembukaan selesai akan diisi dengan beberapa game.

"Oke anak anak. Berpasangan lah dengan pasangan kalian. Kita akan bermain 'Tebak siapa dia'. Di dalam permainan ini kalian akan menari bersama pasangan masing masing. Dalam waktu 2 menit kalian akan disuruh untuk menukar pasangan dan menari 5 menit. Setelah itu, kalian harus berhenti dan menebak siapa orang itu. Siapa yang saling benar tebakannya, harus maju kepanggung dan duet bernyanyi. Mengerti semua?" Ucap guru itu "ngerti bu" koor mereka semua

"Baik mari kita mulai!" Semua murid berdansa dengan pasangan mereka. Dengan awalan menjemput tangan bagaikan Pangeran Dan Princess kemudian mereka berdansa.

Iqbaal dan Zidny juga sedang merasakan hal yang sangat berharga  karena bisa berdansa. Iqbaal menatap Zidny kagum karena dia sangat cantik malam ini "Kamu tau gak sih. Kamu tuh cantik banget" bisik Iqbaal di telinga Zidny. Zidny tersipu malu dan Iqbaal terkekeh kecil karena berhasil membuat gadisnya itu tersipu

Tidak dengan pasangan yang ini. Mereka hanya berdebat, yang satu memuji, yang satu masa bodo. Seakan tidak rela berdansa bersama. "Sumpah lo cantik tau Ona!" Bisik bastian. Dengan harapan Bastian akan mendapatkan wajah yang tersipu malu seperti pasangan lain, Bastian malah mendapatkan tatapan sinis dengan ucapan yang terdengar masa bodo. "Udah deh gak usah banyak omong! Gue males dengarin lo! Kalau gak ada acara ini juga gue ogah pasangan sama lo"

"Dalam hitungan ketiga silahkan cari pasangan lain! Dan kenali dengan teliti! 1, 2, 3" semua berlari histeris mencari pasangan lain. Tidak dengan Milona, dia hanya diam tidak bergerak. Ia sangat malas dengan acara seperti ini. Tiba tiba satu tangan menarik dirinya. Milona kelihatan tidak terima dan ingin memarahi lelaki tersebut. "Sialan lo jangan narik narik dong!" Gerutu Milona

"Maaf! Gak ada yang sakit kan?" Tanya pria itu disela sela dansa mereka.

'Gue kayak kenal suaranya!'

"Eh yaudah gapapa!" Ketus Milona. Ia merendahkan sedikit suaranya karena ia mendapat tatapan sinis dari balik topeng beberapa siswa. "Loe ngapain diam disitu tadi?" Tanya pria ini

"Gue tuh males ngikutin acara ini. Gue sebel, sebel, sebel!" Gerutu Milona. Sementara pria itu terkekeh, lagi lagi suara itu dapat Milona tebak.

"Baik anak anak! Jika musik telah berhenti kalian berhenti yah!" Ujar guru di atas panggung. Musik masih senantiasa terputar, Milona masih menatap pria ini. Dan sepertinya ia sudah dapat menebak. Begitupun pria itu yang tampak menebak siapa gadis ini. Milona melihat nya dengan teliti. Tiba tiba musik berhenti semua siswa pun ikut berhenti.

"Kamu! Tebak siapa orang yang di depanmu!" Ujar guru itu menunjuk Milona, dengan ragu tapi penuh keyakinan. Milona menjawab "Iqbaal!"

"Wooww! Baik, kamu yang disangka Iqbaal silahkan membuka topeng mu!" Perintah guru itu. Dengan perlahan tapi pasti, lelaki ini membuka topeng nya. Sedikit dikit menampilkan matanya. Milona terkejut ternyata iti beneran Iqbaal,padahal ia hanya menebak. "Baik sang gadis berhasil menebak sang pangeran! Dan pangeran silahkan tebak siapa putri mua!"

"Milona!" Jawabnya singkat

"Silahkan buka topengmu!" Milona perlahan membuka topeng itu untuk menampilkan wajahnya. Iqbaal tersentak ternyata tebakannya benar. "Baik kalian silahkan naik dulu. Ibu cari temen yang lain!" Guru itu mengelilingi beberapa siswa dan mendapatkan dua pasangan lagi untuk menemani Iqbaal dan Milona. Terkumpullah Iqbaal dan Milona, Melna dan Bagas, serta Zidny dan Kikir.

"Oke, disini ada tumpukkan kerras yang tergulung, sanga gadis bisa memilih. Baiklah mulai dari Milona" ujar guru itu mengambil sebuah toples kaca yang berisi setumpuk kertas. Dikertas itu ada judul lagu yang akan dinyanyikan. Milona segera memasukkan tangannya, ia segera mengambil satu kertas dan lagu itu berjudul 'A thousand Years 2'

"A thousand years 2"  ucap Milona pelan. Kalian pasti tau lagu itu. Lagu yang menceritakan betapa saling mencintainya mereka. Lagu tentang penungguan seorang wanita. Apakah lagu ini akan dihayati? Huh. "Baik Iqbaal dan Milona akan menyanyikan lagu a thousand years" semua murid bertepuk tangan

Musik pun terdengar, musik awalan dari lagu ini. Milona terlihat gugup untuk mengawali lagu ini. Tapi ia menyingkirkan rasa itu dan memulai menyanyikan itu.

" The day we met Frozen, I held my breath " Milona menatap Iqbaal, ia mengenang kenangan itu lagi, kenangan dimana ia bertemu Iqbaal saat hari pertama itu.

" Right from the start. Knew that I found a home. For my Heart beats fast" Milona mengenang lagi hari dimana ia mencintai Iqbaal, dimana ia  mulai merasakan gejala bersama Iqbaal

" But watching you stand alone. All of my doubt Suddenly goes away somehow " dan hari itu terjadi, hari dimana Iqbaal menembaknya. Dimana ia mulai memberanikan diri untuk mencintai Iqbaal

" I have died everyday waiting for you. Darling don't be afraid I have loved you for a thousand years. I'll love you for a thousand more " Milona masih menatap Iqbaal lembut. Mengingat masa lalunya yang udah ia paksa lupakan, kembali terngiang. Dimana hari Milona menunggu Iqbaal 3 tahun, sudah banyak yang menembaknya. Tapi ia berjanji untuk menunggu dan terus menunggu Iqbaal, ia akan mencintai Iqbaal selama seribu tahun lebih. Walaupun mungkin sekarang akan menjadi sulit. Sekarang giliran Iqbaal yang bernyanyi melanjutkan syair dari Milona.

" Time stands still. Beauty in all she is. I will be brave. I will not let anything take away. What's standing in front of me. Every breath. Every hour has come to this"

" One step closer" Iqbaal dan Milona bernyanyi sangat indah

" I have died everyday waiting for you. Darling don't be afraid I have loved you for a thousand years. I'll love you for a thousand more" Milona Iqbaal menyanyikan lagu itu. Lirik itu, mereka saling menghadap. Dan saling menatap seolah mereka saling mencintai agar lagunya lebih terkesan. " I have loved you for a thousand years. I'll love you for a thousand more. I'll love you for a thousand more " seakan waktu ganya milik mereka berdua. Tidak akan ada yang memisahkan mereka, tapi nyatanya. Mereka akan berpisah, mungkin untuk selamanya.

" I'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I'll love you for a thousand more " lagu berakhir diiringi suara teriakan histeri dan tepukan tangan dari para siswa dan siswi. Bahkan ada yang mengis terharu karena terbawa perasaan oleh lagu itu.

'Lo tau Baal, gue akan coba lupain lo. Tapi gue gak akan menghilangkan rasa cinta gue sedikit pun! Rasa cinta ini akan selalu buat lo. Sampai lo sadar nanti' Milona tersenyum menatap Iqbaal

.
.
.
.
.
.
Tbc^^

Belum panjang kah? Gue capek bener nih ngetik :v mengharapkan voment kalian :) #kodekeras biasanya gue nulis 1000 kata tapi ini 2000.. pliss hargai yakss^^ makasih :)

Kenapa gue panjangin? Karena hari Senin UTS huaaa.. :') perlu persiapan matang. Dan kemungkinan satu minggu gak bisa gue next jadi part ini panjang :v walaupun gak ada yang mau baca juga,hahahaha #ketawaMiris

Goodbye.. sampai jumpa minggu depan ~(0.0)~

Lanjutkan Membaca

Kamu Akan Menyukai Ini

56.1K 3K 50
Cinta itu akan bertemu dimana saja seperti kita berdua bertemu tanpa tidak disengaja. - Gracia --------------------------- Kalau dia memang jodohku m...
891K 66.4K 68
(namakamu) memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan tinggal bersama kakaknya. Ia mulai bersekolah di sekolah yang sama bersama Iqbaal. Siapa yang tidak...
2.7K 1.5K 37
[sejak 3 mei 2018 13.17 WIB] NB:KLIMAKS ADA DI TENGAH DAN AKHIR CERITA. JANGAN NINGGAL PAS DIAWAL YA YOROBUN (:( ""Sadar deh, lo cuma toy Vernon, y...
96.6K 9.6K 34
[End] Hidup sebagai babu untuk ke-3 idolanya sendiri. *Tapi kenawhy ini mas idola beda banget ama yg sering gue liat ditipi ya? Kudu aing ruqyah nih...
Aplikasi Wattpad - Akses fitur eksklusif