Hai guyssss welcomeback setelah lama Hiatus dari dunia blog, hayalan, dan dunia kyuhyun(?) LOL akhirnnya menyempatkan untuk update karena author sedang sibuk-sibuknya ujian menjelang ujian nasional, doa'in yaa semoga aku lulus :D hahaha...okelah kali ini author kembali dengan ff kyuhyun yaaang entahlah sulit di deskripsikan, mungkin kali ini ff nya hanya two shoot aja yang author buat.*jadiCurcol*....JANGAN jadi SIDERS! PLAGIAT suatu tindakan yang tidak termaafkan. ini murni hasil pemikiran Author. kritik dan saran sangat diperlukan :)
===happy reading===
"Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan, dan aku tidak bisa menempuh keduanya. Sebagai pengembara, aku berdiri lama dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa, kemana keelokannya mengarah di balik semak belukar. Kemudian, aku memandang yang satunya, sama bagus bahkan lebih bagus. Karena, jalan itu segar dan mengundang ketertarikan.
Dan di pagi hari keduanya sama-sama membentang di bawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik, meski tahu semua jalan berkaitan, aku ragu akan kembali. Dua jalan bercabang di hutan, dan aku menempuh jalan yang jarang di lalui dan itu mengubah segalanya."
*in the minds of kyuhyun*
Seorang pria berdiri di tengah-tengah hamparan ilalang luas dan indah. menatap bingung tempat ini, tidak tau harus kemana. jika pun tau, ia tidak tau harus berjalan kearah mana, karena disekelilingnya hanya ilalang tinggi yang saat ini tengah dipijakinya seorang diri. Pria itu menengok sana-sini mencari seseorang yang mungkin bisa menolongnya, ia ingin berteriak meminta tolong tapi rasanya mulutnya begitu keluh dan kaku, dirinya mencoba menggerakkan kakinya yang juga sulit digerakkan seperti ditahan oleh suatu benda yang sangat berat. Alhasil pria itu hanya berdiam diri menunggu seseorang datang menghampirinya dan membantunya keluar dari tempat ini.
Udara cuaca yang cukup dingin disore hari membuat pria itu sedikit mengigil kentara dengan bibirnya yang mulai bergetar, hanya dengan pakaian baju rajutan tipis tidak mampu menghangatkan tubuh pria itu. Dia mengerang sesaat ketika dirinya merasa kakinya begitu keram luar biasa yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, ia mendongakkan kepala memejamkan matanya erat menahan sakit pada kakinya.
Pria itu merasakan sesuatu yang begitu terang dari arah barat sehingga menusuk matanya. Perlahan mata itu terbuka menyamakan cahaya yang begitu silau dihadapannya saat ini, menatap gumpalan cahaya itu yang tanpa pria itu sadari datang menghampirinya. Sorot mata yang sayu, tatapan kosong, bibir pucat pasi, kantung hitam yang menghiasi wajah tampannya Begitulah sedikit deskripsi tentang keadaan pria itu.
Cukup lama pria itu menatap sendu cahaya putih yang saat ini sudah ada di hadapannya membuat pria itu menyipitkan matanya. Sesosok anak kecil dengan wajah damai dan polos keluar dari balik cahaya tersenyum manis kearahnya, membuat aura tampan anak kecil itu berkali-kali lipat.
"appa(ayah)" ucap anak kecil itu pelan dengan masih senantiasa tersenyum manis tapi kali ini lebih lebar menanti sang ayah menatap kearahnya.
Kyuhyun yang mendengar suara anak kecil sontak memperjelas pendengarannya, kyuhyun berfikir mungkin jika ia menemukan anak kecil itu bisa membantunya keluar dari tempat ini. Kyuhyun masih belum menyadari kehadiran anak kecil itu yang berdiri hanya berjarak 1 meter dari kyuhyun karena sedari tadi matanya tertutup oleh telapak tangannya.
"ayah" ucap anak kecil itu lagi memanggil yang ia sebut ayahnya.
Kyuhyun mendengarnya lagi, Suara itu. Kali ini kyuhyun berusaha mengedarkan pandangannya mencari sumber suara itu dan tepat tidak jauh darinya berdiri, kyuhyun melihat seorang anak kecil dengan pakaian serba putih dan wajah yang bersinar menatap kearahnya. "siapa anak itu? Pikir kyuhyun.
seperti tersengat listrik darahnya berdesir hebat ketika melihat senyum manis anak itu, membuat kyuhyun sedikit terenyuh. Entah kekuatan dari mana tanpa diperintahkan kyuhyun berhasil melangkahkan kakinya pelan mendekati anak kecil itu yang terus menatapnya.
Kyuhyun berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil itu, menatap lekat setiap inci wajah anak itu. Matanya sangat berbinar. Batin kyuhyun.
"appa(ayah)" ucapnya untuk ketiga kali ketika kyuhyun telah dihadapannya.
"siapa yang kau sebut ayah? Aku?" Tanya kyuhyun lembut.
Anak kecil itu mengangguk kepala pelan pertanda sebagai jawaban iya tetap sambil tersenyum kearah kyuhyun.
"tapi aku tidak mengenalmu"
"kau ayahku"
"bukan, aku bukan ayahmu. Kau mungkin salah orang"
"tidak, kau ayahku" sahut anak kecil itu kekeuh dengan jawabannya.
"ayah"
"ayah"
"ayah"
Kyuhyun mengernyit heran menatap anak kecil itu yang terus saja memanggilnya dengan sebutan ayah, benarkah dirinya sudah menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki? Lantas kyuhyun mengalihkan pandangannya ke tangan kirinya menatap jari manis yang terdapat sebuah cincin yang melingkar dijarinya.
Benar, dirinya sudah menikah. Tapi kapan?dimana?lalu siapa istrinya?apa benar anak ini anaknya?siapa nama istri dan anaknya? Aku seorang ayah? kenapa aku tidak mengingatnya sedikitpun?" batin kyuhyun bertanya-tanya.
Lalu Kyuhyun mengalihkan pandangannya lagi mentap kearah anak kecil itu, bermaksud meminta penjelasan atau hanya sekedar bertanya tapi, ia terlonjak kaget ketika melihat seorang gadis cantik berdiri disebelah anak kecil itu dengan pakaian yang serupa. Wajahnya begitu cantik, mata hazelnya yang indah, sorot mata yang teduh, kulit putih bersinar, rambut coklat madu yang bergelombang terurai indah, serta senyumannya yang begitu manis dan lembut membuat kyuhyun merasa nyaman.
Kyuhyun menatap lekat gadis itu, merasa dirinya pernah bertemu dengan gadis ini wajahnya tidak asing bagi kyuhyun. Kyuhyun memiringkan kepala sedikit ada yang berbeda dari tatapan gadis itu, yah walaupun tatapan matanya sangat lembut dan teduh tapi jika diperhatikan lebih, didalam sorot mata itu tersirat kesedihan, ketersiksaan, dan keputusasaan mendalam. Membuat kyuhyun cukup tertegun melihat tatapan itu seolah ada sebuah gejolak ingin melindungi gadis itu dan mengatakan "jangan bersedih, aku tidak suka melihatmu seperti itu".
Seperti ada dorongan yang kuat dari jiwanya, kyuhyun bangkit dari jongkok berdiri sejajar dengan mereka, melangkahkan kakinya mendekatinya mencoba menggapai mereka dengan setiap langkahnya. Kyuhyun menunduk sebentar menatap nanar meratapi langkahnya yang tidak kunjung mendekat dengan mereka, ini seperti semakin kyuhyun mencoba mendekat maka semakin sulit untuknya ia genggam, Sorot mata kyuhyun meneduh. Hati kyuhyun berdesir lagi, sama ketika saat ia melihat senyum anak kecil itu, ya~ kyuhyun baru menyadari ada kemiripan diantara mereka
Seperti...ibu dan anak
Lama kyuhyun menatap mereka bergantian jantungnya berdegup dengan kencang. Mungkinkah mereka...
"hallo ayah"
"hai suamiku"
Sapa mereka secara bersamaan. Kyuhyun mengerjapkan matanya berkali-kali tidak percaya dengan apa yang ia dengar, dia anak kecil itu anaknya dan gadis itu istrinya? Kyuhyun menggelengkan kepalanya mencoba menampik kenyataan ini menetralisir pikirannya yang mungkin saja dirinya sedang berhalusinasi. Logikanya mengatakan untuk menolak kenyataan itu namun disisi lain hatinya menerima jika hal itu memang benar. Ada apa dengan dirinya? Pikirannya kosong, Kyuhyun merasa seperti orang yang tidak mempunyai tujuan hidup yang bingung dengan kehidupannya sendiri. kyuhyun terpaku melihat ekspresi sedih dari mereka berdua, Kyuhyun berusaha mengucapkan sesuatu dari mulutnya yang lagi-lagi mulutnya bagitu kaku, padahal dirinya ingin berucap jangan tunjukkan ekspresi kalian seperti itu.
Kyuhyun menggelengkan kepala dengan tangan yang ikut mengudara mencoba menggapai mereka yang semakin jauh darinya. Tidak! Kyuhyun tidak ingin kehilangan mereka, kyuhyun menyadari memang ada sesuatu diantara mereka bertiga seperti sebuah ikatan batin dan kyuhyun tidak ingin menyangkal hal itu. Kyuhyun menggeram kesal disaat seperti ini semua anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan seperti tadi saat pertama kali melihat mereka, Hal ini membuat dada kyuhyun begitu sesak tanpa sadar setetes cairan bening meluncur dipermukaan wajah kyuhyun.
"Maafkan aku" batin kyuhyun berkecamuk.
Entahlah kyuhyun sendiri tidak mengerti dengan perasaannya sendiri, yang ia tau diirinya harus meminta penjelasan untuk memastikan hatinya dan tidak ingin melihat mereka pergi dari sisinya. Ia bingung.
*in the minds of kyuhyun end*
Disebuah rumah mewah megah yang terletak di daerah distrik gangnam dengan arsitektur bergaya eropa modern dengan halaman yang cukup luas dihiasi dengan berbagai tanaman dan bunga cantik membuat rumah itu tampak hidup dari luar tapi tidak didalam keluarga tersebut. Rumah itu begitu sepi sangat berbeda dengan ketika tiga tahun lalu yang selalu dihiasi penuh cinta, keceriaan, dan tawaan dari setiap penghuni didalamnya.
Sora menatap lekat pajangan foto besar yang terpasang di dinding ruang tengah rumahnya, difoto tersebut terdapat foto dirinya memakai gaun putih pajang dengan sang lelaki tampan disampingnya yang tengah melingkarkan tangannya dipinggang rampingnya dengan pakaian tuxedo tersenyum manis kearah kamera. Dia, cho kyuhyun. Pria yang telah berhasil mencuri hatinya, berhasil membuatnya jatuh hati sehingga tidak mampu untuk dirinya berpaling dengan orang lain, hatinya benar-benar terpenuhi oleh lelaki itu. Sora tersenyum tipis mengenang masa-masa itu. Membuat pandangan sora mengabur karena gumpalan airmata yang mendesaknya untuk keluar. Tidak, ia tidak sedih ia hanya merindukan masa-masa dimana keluarganya sangat bahagia dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Mungkin garis takdir kebahagiaan kehidupannya tidak sedang berpihak padanya, dalam sekejap seperti terkena gunjangan tsunami kehidupannya berubah 1800 ia tidak pernah merasa ada kebahagian lagi, tidak ada kasih sayang dan cinta yang didapatkannya dulu. yang ada hanya tangisan, penyesalan, kebencian dan kemurkaan.
Bisakah semuanya seperti sediakala? Dirinya sungguh tersiksa seperti ini.
Semenjak kecelakaan mobil tiga tahun lalu yang telah merenggut salah satu anugerah yang ia miliki -Cho Junoo- meninggal dunia disaat berumur 5tahun. Sebulan setelah pemakaman junoo kyuhyun mulai berubah dan sora menyadari perubahan suaminya. Dia selalu menyendiri, menyalahkan diri sendiri, menjadi arogan, kasar, emosional dan sifatnya sangat dingin. bahkan pria itu-suaminya- tidak segan-segan akan melukai dirinya sendiri dengan memotong urat nadi, menghantamkan tangannya ke kaca, dan menyeburkan diri ke kolam renang dirumahnya dengan meloncat dari lantai 2 rumahnya, sungguh gila sekali bukan kelakukan kegilaan suaminya itu.
Hal itu sebagai luapan amarah dan penyesalannya yang terpendam didalam dirinya, sehingga tidak mampu bagi kyuhyun untuk meluapkan itu semua secara terang-terangan. jika kyuhyun sudah seperti itu berarti ia telah bermimpi buruk, membuat sora harus menahan mati-matian mengobati setiap luka kyuhyun karena ia sangat takut sekali dengan darah. Membuat sora harus extra sabar, tenang, dan harus selalu berada di samping kyuhyun, jika tidak ingin pria itu melukai dirinya sendiri.
Sora sudah cukup kebal dengan setiap tingkah kyuhyun lakukan dan bahkan ia hampir beranggapan bahwa suaminya memang gila, Tidak! Ia menampis kasar sekelabat pemikaran gilanya. kyuhyun hanya sakit, sakit karena rasa bersalah mendalam yang menurutnya adalah kelalaian terbesar yang sangat fatal, beranggapan bahwa yang sepatutnya mati adalah dirinya, bukan anaknya.
Jika boleh jujur, dirinya sangat marah dengan kyuhyun ketika mendapati kabar buruk seperti itu, bayangkan ketika kau baru saja mendapat suatu anugerah terindah dari tuhan namun dalam sekejap anugerah itu hilang tergantikan oleh bencana dalam kehidupan keluarganya. Betapa sangat terpuruknya sora saat itu beranggapan kalau kyuhyun tidak becus menjaganya dan pembunuh anaknya. Namun sora sadar tidak sepatutnya dia bisa seenaknya menyalahkan kyuhyun, dia pasti lebih merasa kehilangan sosok jagoan kecilnya apalagi saat kecelakaan mobil yang menimpa dirinya dan junoo, pantas jika kyuhyun begitu terguncang kejiwaannya. Yah disini sora tidak bisa menyalahkan siapapun semua takdir seseorang telah diatur oleh yang maha kuasa tidak ada yang tau kematian seseorang akan datang bukan?.
Sora memejamkan matanya sejenak menautkan kedua tangannya berdoa agar kehidupannya kembali seperti dulu, anaknya semoga bahagia disana Dan berharap agar suaminya kembali sediakala. tidak apa jika ia sudah kehilangan anaknya, sora sudah mengikhlaskan kepergiannya. Tapi Ia tidak ingin kehilangan seseorang lagi yang saat ini sangat berharga dihidupnya karena hanya kyuhyunlah satu-satunya orang yang ia miliki didunia ini. Orangtuanya sudah lama meninggal ketika ia berumur 12tahun akibat kebakaran di villa keluarganya saat berlibur musim kemarau.
Sora membuka matanya perlahan setelah selesai berdoa, mengusap wajahnya menghapus sisa-sisa airmatanya. Diliriknya jam yang terpasang disudut ruang tamunya.
"sudah jam 12, waktunya kyuhyun minum obat" batin sora lalu melangkahkan kakinya menuju dapur membuat kan sedikit makanan untuk kyuhyun.
***
Sora menaiki tangga rumahnya dengan tersenyum simpul seraya membawa nampan yang berisi makanan kesukaan suaminya, berharap jika suaminya menyukai masakannya lalu tersenyum kearahnya, ah membayangkan hal itu membuat sora ingin terbang. Ia tidak bisa membayang kan jika hal itu benar terjadi, pasti dirinya adalah wanita yang paling bahagia didunia ini karena, melihat kesembuhan suaminya. Yah dirinya hanya perlu lebih sedikit bersabar dan mempunyai tekad kuat untuk kesembuhan suaminya.
"kyu kau harus sembuh" gumam sora sambil menatap makanan yang dibawanya.
Langkahnya terhenti didepan sebuah pintu kamar dirinya dengan kyuhyun, membuka pintu secara perlahan takut mengganggu jika kyuhyun sedang dalam tertidur. Sora tersenyum ketika mendapati kyuhyun sedang duduk dikursi roda memandang luar kota seoul dari sudut jendela kamarnya dengan tatapan kosong tanpa ekspresi. Mungkin bisa dipastikan, kyuhyun tidak menyadari kehadiran sora saat masuk ke kamarnya.
"kyu aku membawa makanan kesukaanmu, sudah waktunya kau minum obat"
melihat tatapan kyuhyun yang lagi-lagi seperti tidak mengenali sosok dirinya membuat sora sedih atau mungkin tidak menganggap dirinya ada selama ini, sebegitu traumanya kah kyuhyun hingga harus seperti ini?
Sora menaruh nampan di meja nakas lalu menghadapkan kursi roda kearahnya, lalu mencium kening, kelopak mata, hingga bibir pucatnya rutinitas yang selalu sora lakukan ke kyuhyun. dirinya lalu menatap sendu kearah kyuhyun.
"cah sekarang kau makan eoh, aku tidak ingin melihat sedikitpun makanan yang tersisa, aku tidak menyukai hal itu. Lihatlah badanmu semakin kurus tidak terurus, membuatku menyesal karena tidak bisa manjaga suaminya dengan baik...Kau ingat, dulu kau selalu mengomel kepadaku karena terlalu sering menyisakan makanan Dan sekarang sebagai balasannya jika kau tidak menghabiskannya aku akan mengomel juga." ujar sora panjang lebar seraya merapikan anak rambut kyuhyun yang sedikit berantakan dengan terkekeh pelan.
Entah lah perkataannya didengar oleh kyuhyun atau tidak yang terpenting ia hanya ingin menyampaikan isi hatinya, mengingat kata-kata dokter jika kyuhyun sebenarnya tidak sakit, dia normal. hanya saja trauma dan penyesalan pada dirinya yang membuat dirinya menolak semua tentang kehidupan dunianya lebih menenggelamkan jiwanya kedasar alam bawah sadar dan salah satu alternatif untuk kesembuhannya harus lebih sering diajak berbicara agar otaknya kembali berfungsi.
Dengan sabar dan telaten sora mensuapi kyuhyun, sora tersenyum karena merasa kyuhyun seperti bayi besar yang sedang bermanja dengan ibunya dan sora menikmati hal itu. Lima sendok telah tersuap oleh kyuhyun membuat sora beranggapan kalau kyuhyun tadi mendengar ucapannya dan perlahan-lahan mulai mendengar perkataannya. "oh god, apakah ini pertanda baik"batin sora
Teng nong..
"sepertinya ada tamu... aku keluar sebentar, aku tidak akan lama" ujar sora lembut lalu melangkahkan kakinya keluar yang tanpa sepengetahuan sora jari-jari kyuhyun mulai bergerak perlahan.
#SKIP
"bagaimana kabarmu dan kyuhyun? Maaf sekali, aku jarang berkunjung dan menjenguk kyuhyun. Kesibukkan ku yang harus menggantikan kyuhyun sebagai CEO sementara waktu, membuatku harus selalu berkutat dengan tumpukan kertas" ujar Siwon ketika tiba didalam rumah sahabatnya-kyuhyun-
"dia masih sama seperti dulu" jawab sora menunduk menghindari tatapan iba dari siwon.
"sabar, kehidupan didunia memang begitu keras dan sulit, tergantung bagaimana kau mengahadapinya...Aku mengerti tidak mudah untuk seorang wanita sepertimu menghadapi ini semua, Aku salut terhadapmu yang masih senantiasa menemani kyuhyun hingga sekarang." jawab siwon menenangkan istri sahabatnya.
Siwon menatap iba mengerti akan posisi sora saat ini, gadis itu pasti lelah dan butuh seseorang yang menjadi sandarannya. Siwon hanya berharap jika kyuhyun cepat pulih seperti sediakala, sudah terlalu banyak penderitaan yang selama ini sora terima, ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi, istri sahabat suaminya sudah sepatutnya bahagia. sungguh dirinya juga merindukan sosok kyuhyun yang dulu.
"bisa aku bertemu dengannya?" Tanya siwon mengalihkan pembicaraan.
"tentu, dia sedang dikamar baru selesai makan dan kau tau oppa sebuah kemajuan kecil kyuhyun mau makan banyak walaupun masih sedikit-sedikit tapi aku sangat senang." balas sora dengan senyum terpancar.
"oh ya..bagus kalau begitu, jika bocah tengik itu sudah pulih aku tidak akan segan-segan membogem wajahnya lalu mengatakan padanya sudah beraninya kau menyusahkanku ah, aku merindukan diriku sebagai aktor." Tungkas siwon seraya mempraktekkan dirinya sedang berhadapan dengan kyuhyun diakhiri tawaan ringan dari keduanya.
"oppa tidak akan bisa membogemnya, kau tau sendiri bukan dia sangat begitu evil dan sulit dikalahkan oleh siapapun" balas sora menyindir sedikit membela kyuhyun, terkikik geli ketika melihat perubahan raut wajah sahabat suaminya.
"memang, suamimu itu benar-benar mengerikan dan sepertinya hanya kau yang bisa mengendalikkannya."
Sora mengendikkan bahunya keatas mencoba membenarkan perkataan siwon.
"kau ingin minum apa?"
"terserah, aku akan meminumnya jika kau yang buat" jawab siwon menggombal mencairkan suasana.
"jangan memulai oppa, bagaimana jika kyuhyun oppa mendengar?"
"biarkan saja, biar bocah tengik itu sadar jika ia telah menyia-nyiakan istrinya selama ini, Lagi pula ia tidak akan mendengarnya." Dengan santainya siwon menjawab berjalan mendahului sora, yang saat ini menatap melongo ke arahnya.
"ahyaa... kemarin aku bertemu dengan teman lama ku di London dia baru menyelesaikan studynya, dia seorang dokter ahli saraf dan disana aku menyeritakan perihal bagaimana kondisi kyuhyun selama ini." Sambung siwon.
"lalu?"
"dia menyarankan agar kyuhyun sedikit diberi tamparan keras."
" maksudmu?"
TBC
Jangan lupa vomment:)