“Neo..mau mencoba dance denganku tidak..?” Tanya Minwoo ragu kalau gadis itu akan menolak. Tapi sepertinya dugaannya salah besar, mata gadis itu langsung berbinar saat mendengarnya.
“Jeongmalyo..?!! Tentu saja aku mau..” Seru Cherry antusias.
Minwoo pun mulai mengajari gerakan-gerakan awal pada gadis itu. Mungkin karna memang tidak berbakat dalam bidang ini, gadis itu selalu saja salah.
“Arrgh~jeongmal!! Kau ini bodoh atau apa. Dari tadi salah terus” Seru Minwoo kesal
“Yaa!! Enak saja mengataiku bodoh! Ini semua karna kau yang tidak becus mengajariku..!!” Ketus Cherry tak mau kalah.
“MWO?! Hha..hebat! Kau ini benar-benar tidak tau terima kasih ya?! Hari ini dan malam itu..aku kan sudah menolongmu..tapi kau..hho~jiinca”
“Mworago!? Ya~memangnya kau pikir hanya aku yang begitu. Kau sendiri juga tidak berterima kasih padaku. Padahal aku kan sudah mengobati tanganmu.” Seketika Minwoo terpaku, benar juga. Malam itu kan dia sama sekali tidak mengatakan apapun. Bahkan sampai gadis ini pulang.
“Haargh~sudahlah aku lelah berdebat denganmu!” Kata Minwoo berusaha mengalihkan topic. “Na ddo~!!” Balas Cherry. Gadis itu baru saja berniat pergi sampai tiba-tiba ia terhuyung jatuh di lantai.
Minwoo yang terkejut langsung menghampirinya. “Ya~Gwencana..?!!”
“Ka..kakiku rasanya sakit sekali..” Rintihnya. Minwoo memijat kaki gadis itu pelan. Membuat gadis itu berteriak. “Ya!! Pelan-pelan sedikit, Sakit tau!!”
“Aiish~yaa neo..” Baru saja Minwoo berniat membalasnya namun tidak jadi. Ia terkejut saat mendapati wajah Cherry yang hanya berjarak 5 cm dengannya. Ternyata mereka tidak sadar jarak mereka sangatlah dekat. Mendadak getaran aneh timbul di hati pemuda itu. Degupan jantungnya berbeda dari biasanya. Anehnya gadis dihadapannya itu sama sekali tidak terlihat aneh. Apa mungkin hanya dirinya yang merasa seperti ini..?
“Ba..Babo~ya. Kakimu keseleo..ini karna kau terlalu semangat menari. Padahal tidak tau sama sekali.” Cherry melongo seketika. “Tunggu disini..aku ambilkan obat untukmu di Uks.” Tanpa berkata apa-apa lagi Minwoo langsung pergi.
Sesampainya di Uks Minwoo terdiam sejenak. Ia kembali teringat dengan kejadian barusan. Ia menatap obat salep ditangannya, Otaknya sibuk berpikir. Kenapa..? Ada apa denganku? Apa mungkin ini artinya aku benar-benar menyukainya..?
“Minwoo~ya..”Sebuah panggilan membuyarkan lamunan Minwoo. Saat berbalik kearah pintu ia melihat seorang yeoja yang kini berjalan mendekatinya. Orang itu tidak lain adalah Sunmi, salah satu dari pacar Minwoo sebelumnya. “Apa itu benar..kalau kau sudah…?” Yeoja itu tidak melanjutkan kata-katanya.
“Aku menyukainya.” Yeoja itu tampak tertegun mendengarnya.
“Mungkin kata ini terdengar biasa ditelingamu..tapi kali ini aku ingin menambahkan ‘Aku..mencintainya, Aku menyayangi gadis itu..” Kata Minwoo tenang seraya tersenyum kecil. Kali ini ia sudah menyadari sepenuhnya kalau ia ternyata benar-benar menyayangi Cherry.
“Neo..apa sedang bercanda?! Kau mana mungkin melakukan ini padaku!!”
“Mianhae karna sebelumnya aku sudah mempermainkanmu. Aku harap suatu hari nanti kau bisa bertemu seseorang yang sungguh-sungguh menyukaimu.” Tanpa berkata- apa-apa yeoja itu tiba-tiba saja melangkah maju lalu mencium Minwoo.
Cherry yang sudah lama menunggu mulai bosan,karna Minwoo tak juga kembali. Akhirnya ia memutuskan untuk menyusulnya ke Uks. Sesampainya didepan uks, samar-samar Cherry mendengar Minwoo sedang bicara. Tapi dengan siapa? Sampai akhirnya ia memutuskan untuk masuk kedalam. Dan betapa terkejutnya ia saat mendapati Minwoo yang tengah berciuman dengan seorang yeoja. Menyadari seseorang datang membuat mereka menghentikannya.
“Mi…mianhae..ak..aku tidak bermaksud mengganggu..mian..~” Cherry tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Ia langsung bergegas meninggalkan tempat itu.
Minwoo berniat mengejar Cherry sampai Sunmi menahan tangannya.”Minwoo~ya”
“Kuharap ini terakhir kalinya kau melakukan ini pada seseorang. Hargailah dirimu sendiri sebagai seorang gadis. ” Minwoo lalu melepaskan tangannya secara kasar. Dan berlari meninggalkan Sunmi yang kesal sekaligus sedih itu.
Cherry bergegas menyusuri pekarangan sekolah berniat pulang secepatnya. Sore ini hujan turun cukup deras, Gadis itu berusaha berlari ditengah hujan sekalipun kakinya masih sakit luar biasa. Nyeri di kakinya bukan apa-apa dibandingkan dengan yang dirasakannya saat ini. Ia benar-benar terpukul saat melihat kejadian tadi, hatinya sakit sekali. Air hujan yang dingin menambah pilu di dadanya saat ini.
“YAA~!!!” Mendengar suara Minwoo membuat gadis itu mempercepat langkahnya. Ia masih tidak sanggup bertemu pemuda itu saat ini. Sayangnya,secepat apapun gadis itu berusaha jika dengan kaki yang sakit seperti itu ia tak mungkin bisa pergi jauh. Alhasil saat ingin menyebrang jalan ia kembali hampir tertabrak mobil karna tidak konsentrasi, beruntung Minwoo lagi-lagi dengan sigap menariknya.
“BABO~YA!! KAU MAU MATI HAH?!!” Bentak Minwoo kesal.
“WAEYO?! Memangnya kenapa kalau aku mati hah?!. Itu bukan urusanmu. Memangnya kau peduli apa padaku..?!!!” Kini giliran Cherry yang balas membentak pemuda itu.
Tanpa berkata apa-apa Minwoo langsung memeluk Cherry. Gadis itu meronta-ronta dipelukannya “Mwoya?! Lepaskan aku..~aku benci padamu!!” Bukannya melepaskan,pemuda itu malah mempererat pelukannya. Perlahan kekesalan Cherry berubah menjadi isakan. “Aku benci diriku yang percaya kau akan berubah..aku benci diriku yang berharap kau juga bisa menyukaiku. Aku benci diriku..yang tidak bisa membencimu sama sekali..!! Ini semua karna kau!!” Gadis itu terisak ditengah hujan.
“Mianhae..~aku tahu ini semua salahku, karna tidak menyadari kalau kau ternyata begitu berarti bagiku. Terlalu lama menyadari perasaanku yang sebenarnya. Aku...menyukaimu Cherry~ah, Saranghae~”
Kata-kata terakhir yang diucapkan Minwoo membuat airmata gadis itu tumpah seketika. Perasaan sedih,kesal sekaligus bahagia kini bercampur aduk.
Entah kenapa tiba-tiba saja tubuh Cherry ambruk, untung Minwoo dengan sigap menahannya. Gadis itu kehilangan kesadarannya.
"Yaa~ Han Cherry!! Yaa waegurae..?!! Ya..~!!" Seru Minwoo sambil terus mengguncang tubuh gadis itu, namun tidak ada respon sama sekali.
Cherry membuka matanya perlahan. Saat ini ia sedang berada dirumah sakit. Ternyata tadi ia pingsan karna terlalu lama kehujanan. Gadis itu mengamati setiap sudut ruangan sampai matanya terhenti pada seseorang yang sedang tertidur lelap disamping ranjangnya. Minwoo. Wajahnya selalu begitu polos saat tertidur, Cherry yang menemukan tasnya berada di meja samping tempat tidurnya berusaha mengambil bukunya. Lagi,ia berniat menggambar wajah pemuda itu. Sayangnya tangannya begitu sulit meraih buku itu hingga dirinya nyaris saja terjatuh dari ranjang.
“Ya~neo jeongmal..ceroboh sekali!!” Gerutu Minwoo saat berhasil menahan tubuh Cherry. Rupanya ia baru saja terbangun. Ia pun mengambil buku itu lalu memberikannya pada Cherry.
“Arggh~menyebalkan!! Kenapa kau sudah bangun sih..?!!” Kata Cherry kesal.
Minwoo melongo seketika.”Mwo?!! ii~yeoja jiinca...ya!! kau ini, baru sadar sudah membuat kesal. Lagian kenapa juga masih mau menggambar saat seperti ini?!” Sahut Minwoo jengkel. Cherry tidak menjawab, ia benar-benar berharap bisa menggambar Minwoo tadi. Melihatnya seperti itu membuat Minwoo akhirnya menghela nafas. “Hah~mianhae..” mendadak sebuah ide jahil terlintas di benaknya. “Eh?! Bagaimana kalau kau menggambarku sekarang saja. Aku bisa menjadi modelmu saat ini juga.” Mendengar itu Cherry langsung antusias. Gadis itu mengangguk sambil tersenyum, ia pun mengambil buku sketsa dan mulai menggambar Minwoo yang berpose dengan tangan di dagu sambil tersenyum kearah Cherry. Awalnya memang biasa saja, tapi kemudian sesuai perkiraan Minwoo, gadis itu mulai salah tingkah. “Egh..eum..aku hentikan saja..” Kata Cherry gugup lalu mengalihkan pandangan.
“Waeyo?! Bukannya tadi begitu semangat ingin menggambarku. Sampai memarahiku segala.” Goda Minwoo. Ia tau kalau sebenarnya Cherry tidak bisa menggambarnya karna gugup melihatnya secara dekat. Tadi ia memang sengaja tersenyum sambil terus menatap gadis itu dalam.
“Mianhae..aku tau aku salah sudah memarahimu..maafkan aku. Lain kali aku tidak akan memaksamu untuk digambar lagi” Kata Cherry pasrah. Ia benar-benar menyesal sudah marah-marah pada pemuda itu.
Tanpa diduganya sama sekali, Minwoo langsung memeluknya. Sesaat ia terkejut dengan apa yang dilakukan namja itu tapi kemudian ia tersenyum.
“Dwaesso~kau tidak salah sama sekali. Mulai sekarang dan selamanya kau bebas menggambarku sesukamu. Karna kau…” Ucapnya pelan.
“Nae yeojachingu..Saranghaeyo Cherry~ah!!” Minwoo lalu mempererat pelukannya.
Ini pertama kalinya bagi Cherry mendengar namja itu menyebut namanya. Perasaan terharu dan bahagia menjadi satu saat ini. Dia bahagia karna telah menyukai Minwoo. Gadis itu membalas pelukan Minwoo seraya tersenyum. Na ddo saranghae~
The End