Pinky promise

Galing kay shanset01

33.3K 840 41

Ini adalah terjemahan dari Novel Pinky Promise sebagai latar belakang kisah Dao dan Koi di serial Hormones Te... Higit pa

Pinky Promise Bab 1 Bagian 2 (Pertemuan)
Pinky Promise Bab 2 (Gadis Baik)
Pinky Promise Bab 3 Bagian 1 (Diterangi!)
BAB 3 BAGIAN 2 (BERSINAR)
BAB 3 BAGIAN 3 (BERSINAR)
BAB 4 BAGIAN 1 (Noon)
BAB 4 BAGIAN 2
BAB 4 BAGIAN 3
BAB 4 BAGIAN 4
BAB 4 BAGIAN 5
BAB 4 BAGIAN 6
BAB 5 BAGIAN 1
BAB 5
BAB 6 "Hubungan Rahasia"
Bab 7 (Pinky Promise)
Bab 8 (Teman atau Bukan?)
Bab 9 (Pencerahan)
Bab 10 (Kesempatan Terakhir)

Bab 1 bagian 1 (Pertemuan)

4.8K 121 11
Galing kay shanset01

Pinky Promise Bab 1 Bagian 1 (Pertemuan)

Gadis bermata sipit menarik nafas panjang untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. Dia mengenakan pakaian seragam yang sangat rapih tidak kusut sedikitpun. Seragam sekolahnya benar-benar putih, bersih dan baru, tertancap kedalam roknya, sepatu sekolah baru berwarna hitam dan rambut indah bergaya buntut kuda. Semuanya begitu sempurna tidak ada kesalahan sedikitpun. Hanya poni yang sedikit kusut tertiup angin.

Gadis berponi itu membawa tas dan berjalan menyusuri gedung kelas. Dikoridor terlihat banyak murid mengobrol dan bersenang-senang. Teriakan bercampur dengan tawa bahagia. Gadis itu tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakan, yang dia tahu bahwa semua orang bahagia bisa bertemu lagi. Ini adalah awal semester baru. Sudah lama tidak bertemu sehingga banyak cerita yang akan dibicarakan tanpa henti. Membuat dirinya curiga tentang hal yang tidak bisa dibicarakan pada seseorang seperti dirinya.

Dia adalah murid baru disekolah ini, walaupun dia berjalan cepat, tapi dia butuh waktu yang lama untuk menemukan kelasnya, kemudian dia berhenti di sebuah ruang kelas yang bertuliskan Kelas 10 Ruang 1, dia berencana untuk menempati sebuah kursi tapi gagal karena hampir semua kursi sudah ada pemiliknya. Dia juga berjalan dengan sedikit malu saat memasuki ruang kelasnya. Dia berusaha mencari kursi kosong untuk menyimpan tas di sebuah meja baris ke tiga yang terlihat masih kosong.

"Maaf. Kursinya uda ada yang isi"

Murid baru itu melihat kearah suara. Seorang gadis berkaca mata melihatnya dengan wajah tenang.
Murid baru itu tersenyum malu, dia mulai memeluk tasnya.

"Hei kamu" murid baru mendengar suara yang memanggil dirinya. Dia memutar kepalanya dan mencari sumber suara. Dilihatnya seorang gadis bermata besar yang memanggilnya barusan.

"kamu bisa duduk disini, disini kosong" gadis itu berkata sambil memukul ringan meja dengan tangan kanannya yang menandakan kursi tersebut kosong. Murid baru merasa bahagia dan tersenyum lebar sehingga membuat matanya ikut tersenyum, di taruh tasnya kemudian duduk.

"Hai aku Noon, nama kamu siapa?" Gadis baik itu mulai berbicara kepada murid baru.

"aku Prao." Murid baru menjawab singkat dengan suara yang semangat.

" hai Prao, senang kenal kamu" Noon menyapa dengan senyum di wajah.

" Hai Noon. Senang kenal kamu juga" Jawab Prao.

" Kenalin aku juga donk" Kata Seorang gadis dibelakang Prao.

"kamu nggak punya mulut?" Jawab Noon sambil tertawa. "Prao ini Gook"

"Hai Gook" Prao melambaikan tangannya dengan perlahan dan tersenyum kepada Gook kemudian mendengarkan cerita panjang tentang dirinya bertemu dengan Noon sejak Kelas 7 smpai 9, kemudian dia merasa bosan dan memutuskan untuk berganti teman sebangku. Dia juga memperingatkan Prao bahwa Noon adalah gadis gila dan benar-benar ceroboh.

Prao tertawa saat melihat Noon mencoba memukul kepala Gook, kemudian Prao mengambil tas dan mengeluarkan buku serta tempat pensil dan menaruhnya diatas meja.
"Kitty!" Noon membuka matanya makin lebar dan berbicara dengan semangat sampai Prao tidak bisa menahan.

"Kenapa?"

"Jarang ada yang pake alat tulis Kitty"

"aneh ya?" Pemilik alat tulis Kitty itu bertanya dengan pelan seperti hilang percaya diri saat menjawab pertanyaan tersebut.

"itu lucu banget" Jawab Noon sambil mengeluarkan tempat pensil bergambar Mumin, sebuah karakter mirip kudanil yang tidak punya mulut ke atas meja.
"Kamu suka Mumin?"

"Ia" Jawab Noon sambil melanjutkan "Ada yang bilang klo mukanya itu mirip sama mukaku" Noon membuka matanya lebih lebar dan memasang muka bingung seperti Mumin. Prao tertawa kemudian dia menyadari bahwa Mumin tidak mempunyai mulut sama seperti Kitty.

"Noon. Apa kamu tahu kenapa Mumin nggak punya mulut?" Tanya Prao.

"Nggak tahu" jawab Noon sambil menggeleng tanda tidak tahu.

"Aku nggak tahu tapi apa sama ya pemikirannya sama pencipta Kitty soalnya Kitty juga nggak punya mulut" Prao melanjutkan ceritanya.

Noon membuka matanya yang besar setelah mengetahui rahasia tersebut. Dia mengambil tempat pensilnya dan meneliti lebih dalam kemudian menepuk Gook yang sedang asik membaca Majalah Artis Korea.

"Hei Gook. Lihat!! Aku baru tahu klo Kitty nggak punya mulut!"

"Semuanya juga udah tahu kali, emangnya kamu nggak pernah perhatiin?" Tanya Gook.

Mata besar Noon membuat Prao menyadari bahwa Noon senang Kitty tidak mempunyai mulut. Prao tersenyum dan mulai menjelaskan "Kitty nggak punya mulut soalnya penciptanya ingin Kitty merasakan perasaan semua orang, seperti ketika kita bahagia Kitty juga merasakan bahagia atau ketika kita sedih Kitty juga ikut sedih"

"Oo!!" Jawab Noon dan Gook bersamaan

"Artinya bener-bener dalem!" Noon mengambil Kitty untuk melihat lebih dekat. Kemudian dia membuat wajah Bahagia, lucu lalu merubah wajahnya menjadi sedih. Mulutnya dibuat sama seperti seseorang yang sedang menangis.

"Ini beneran! Saat ketawa dia ketawa juga, saat menangis dia benar-benar nangis bareng aku" Gadis bermata besar itu semakin bersemangat "Ini keren banget!"

"Aku pikir Prao harus menjauhkan Kitty dan membuat Noon melihatnya, setelah itu Noon pasti jadi gila" Gook menggoda temannya itu lalu dia dan Prao tertawa bersama.

"Sampai berapa lama ketiga gadis itu mengobrol?"

!!!!?

Entah kapan seorang guru telah memasuki ruang kelas? Kemudian terdengar suara pukulan sebuah tongkat yang membuat Prao, Gook dan Noon duduk tegak dan mulai memperhatikan pelajaran. Prao melirik Noon, yang memperhatikan Guru dengan wajah tenang, tapi wajah Noon tidak bisa menyembunyikan rasa senang. Sampai Prao bisa merasakan bahwa gadis ini akan menjadi teman dekatnya.

Bel sekolahpun berbunyi sebagai tanda waktu istirahat telat tiba, Murid kelas 10 Ruang 1 meninggalkan barangnya begitu saja dan mulai meninggalkan kelas.
Prao mulai merapihkan pakaiannya yang sedikit kusut, tiba-tiba Noon menggandeng tangan Prao dan menariknya keluar kelas.

"Nggak usah di rapihin! Kalo kamu lelet pergi ke kantin, semua kursi kantin keburu penuh! Sekolah disini kita kudu cepat!"

Prao mengikuti Noon dengan kecepatan penuh, dan Gook pun ikut terburu-buru.
Di Kantin, sudah banyak murid yang antri didepan restoran. Ada seseorang yang duduk menempati kursi untuk temannya. Prao berusaha menyesuaikan dengan suasana ini dan mencoba menghindari tabrakan dengan orang yang membawa makanan seperti nasi atau semangkuk mie yang berjalan melewati Prao.

"Hei, aku lihat sasaran nih" Noon memberi sinyal kepada Gook dan Prao untuk melihat sekumpulan murid kelas 7-9 yang sudah selesai menyantap makan siangnya, tapi mereka masih mengobrol di mejanya dengan suara keras.

"Kamu mau ngapain Noon?" Tanya Prao ragu

"Liat aja" Jawab Noon sambil mendekati meja tersebut. Prao dan Gook mengikuti Noon dengan perasaan bingung. Mereka tidak menyangka Noon akan berdiri di depan meja dan batuk dengan sangat keras sampai semua orang di meja tersebut melihat kearah Noon kemudian Noon tersenyum manis dan berbicara dengan sopan "bisa aku duduk disini?" sambil memperhatikan piring kosong sebagai tanda para gadis itu sudah melahap habis makan siangnya, kemudian Noon tersenyum manis dengan tulus dari hatinya sebagai penutup.

Sekelompok Gadis itu meninggalkan piring kotornya dan pergi secepatnya. Noon kemudian berterima kasih dan memutar kepalanya kearah temannya dan mengangkat alis seraya menyeringai. Dia tidak bisa menyembunyikan perasaan bangga atas keberaniannya itu.

"kamu beli makan dulu gih, aku nungguin meja"

"Kamu mau minum apa? Mau aku beliin" kata Prao sebagai tanda terima kasih kepada temannya

"Nggak usah Prao ntar aku beli sendiri" Jawab Noon sambil tersenyum manis.
Prao merasa bahagia ketika dia melakukan suatu hal walau sedikit

Setelah membeli beberapa makanan, Prao, Noon dan Gook duduk bersama sambil menikmati makanan dengan lahapnya. Ketika Noon menyendok sup ayam, dia mulai bertanya kepada Prao lagi, Sampai Noon mengetahui kalau Prao murid pindahan dari sekolah khusus wanita.

"Sekolah khusus cewe?" Noon mengulangi. Prao mengangguk untuk menjawab Noon yang menurutnya tidak harus dilebih-lebihkan.

"Halo Nyonya" jawab Noon dengan perasaan senang.

"kenapa kamu pindah ke sekolah ini?" Gook penasaran

Prao menjawab, tapi Noon mengangkat tangannya dan menyela jawaban Prao. Kemudian dia berkata "Aku tahu kenapa kamu belajar disini"
Noon dan Gook saling berpandangan seolah tahu sesuatu, kemudian tersenyum licik.

"nggak kaya yang kalian bayangin!!" Prao menyangkal dengan imut, suaranya meninggi ketika menebak arti senyuman dan pandangan temannya tersebut.

"Nggak usah menyangkal Prao, kamu pindah kesini karena pengen ketemu cowok kan?" Noon berbicara sambil menyenggol pundak Prao dengan pundaknya sampai pipi Prao memerah.

"apa kamu gila? Aku kesini soalnya sekolah ini favorit, banyak murid yang keterima di universitas terkenal"

"ia deh ia.." Noon berkata kemudian melihat sesuatu yang menarik dari balik bahu Prao

"Hei Gook! Itu Thee cowo cakep anak marching band!!!"

Prao langsung melihat kearah Thee

"dimana!!!?" Prao mencoba mencari Thee.

Noon tertawa terbahak-bahak sambil bicara pada Prao "apa kamu yakin kalau datang kesekolah ini untuk masuk universitas terkenal?"
Saat Prao tahu Noon menipunya, gadis bermata sipit itu cemberut untuk menunjukkan rasa marahnya, lalu dia memakan makanannya tanpa berkata sedikitpun.

"kamu ngambek? Oh!!! Maafin...." Noon mengibaskan tangannya kearah wajah Prao sama seperti orang tua yang melambai kan tangan kepada anaknya supaya berhenti menangis.

"enak aja!!! Aku nggak ngambek!!" kata Prao

"lain kali kalau ntar liat cowok cakep ato kakak kelas ganteng, aku kasih tahu deh" Noon masih menggoda Prao kemudian dengan lugunya Prao memandang Noon dan berkata

"janji ya.."

Saat mendengar itu Noon dan Gook tertawa sangat keras, tak terbayangkan kata-kata itu keluar dari seorang gadis sopan seperti Prao.

Bersambung ke Bab 1 Bagian 2

Translate From Campzzz.com

Terjemahan bebas dari campzzz.com
Terdapat perubahan dalam beberapa arti atau makna yang sengaja dirubah penulis untuk menyesuaikan.
Maaf apabila terdapat kekurangan dan kesalahan

Terima Kasih


Ipagpatuloy ang Pagbabasa

Magugustuhan mo rin

948K 95.3K 34
terperosot ke selokan jadi pindah ke dalem novel? mana jadi pelayan pula, dosa apa aku astaga.
77.6K 5.8K 18
Males bikin deskripsi Kalau penasaran langsung baca aja Update sesuai mood😇 Jangan lupa vote dan komen sebanyak-banyaknya
643 17 26
Peringatan: Cerita ini adalah terjemahan dari novel 'Apothecaries Diaries' dan bukan karya asli saya. Hak cipta dari novel asli tetap milik pengarang...
272K 11.4K 28
Cocok buat pemburu gendre harem. Lumayan banyak 18+ jadi bijak² ya klo baca Ndak bisa buat deskripsi jadi baca aja
Wattpad App - I-unlock ang mga eksklusibong feature