Blind Heart

By isnainihermiaa

790 202 5

Dan kau harus menerima saat dimana waktu itu akan tiba. Disaat orang yang selalu kau tunggu tak pernah datang... More

Belum cerita
Prolog
Part #1
Part #2
part #3
part #4
bukan part #1
Part #6
Part #7
Part #8
Bukan part #2
Bukan part #3
Part #9
Part #10
Bukan part #4
Part #11

Part #5

37 13 0
By isnainihermiaa

Felice POV

Seperti malam-malam biasanya, aku menghabiskan malam bersama Niall. Menghayati film dan menikmati popcorn. Niall benar-benar menepati janji yang dibuatnya beberapa hari lalu, membeli semua makanan kesukaanku. Ah, dia seorang kakak yang baik sekali.

"Felice?" panggilnya sambil mengusap kepalaku lembut. Aku menatapnya mengatakan bahwa dia boleh berbicara selagi film ini iklan.

Niall memutar bola matanya," lihatlah aku Felice. Aku ingin berbicara sesuatu padamu."

Aku bangkit dari senderanku pada bahunya, duduk disamping Niall sambil masih melahap popcorn serta sesekali menyeruput minumanku. "Apa?"

"Apa kau pernah jatuh cinta sebelumnya?"

"Ya." sahutku singkat.

Niall melebarkan matanya,"oh ya? Kufikir kau ini mati rasa. Lalu, dengan siapa kau merasa jatuh cinta?" aku ingin mencekiknya!

"Dengan wanita yang sudah menjadi sahabatku selama 16 tahun. Dia sungguh sangat mengerti diriku. Selalu sabar dengan semua tingkahk...."

"Kau lesbi?" potong Niall. Aku membalas dengan mencubit lengannya.

"Dengarkan dulu ceritanya, bodoh! Aku kesal!"

"Hahaha."

"...orang itu mom-ku. Tak ada salahnya aku mencintai mom-ku sendiri, kan?

Lalu, seorang anak laki-laki yang berjanji akan selalu nelindungiku. Aku jatuh cinta padanya. Sangat cinta. Bahkan orang itu dan mom-ku lebih berharga ketimbang seluruh berlian diseluruh dunia."

Niall tersenyum manis," ah darling, kau manis sekali. Biar kupeluk dirimu." lalu dia merentangkan kedua tangannya. Aku langsung berhambur kedalam pelukannya. Pelukan Niall betul-betul hangat, sangat kusukai.

"Jangan lepaskan ya!" ujarku masih terbenam dipelukannya.

Niall mengusap punggungku,"it's okay, sweety. Anything for you my little sister."

Aku tahu, malam ini begitu singkat kami lewati. Menit berikutnya, aku sudah terlelap. Masih didalam pelukannya.

Niall POV

Pagi ini aku sudah bersiap. Terlalu pagi, mungkin. Mengingat ini baru jam 5. Aku sudah mengenakan seragamku, dan sedikit merapikan rambutku. Aku ingin menjemput Felice, juga Selena. Rumahnya tak jauh dari apartemenku dan Felice. Yosh!

"Rapi sekali kau hari ini." goda greg saat melihatku sudah bersiap.

Aku menjulurkan lidah,"aku selalu rapi, Greg. Berbeda dengan kau." ujarku saat melihatnya melangkah mengambil handuk.

Greg mengangkat bahunya. Lalu menghilang dibalik pintu kamar mandi.

Dad turun dari atas, menyapaku dan menyiapkan sarapan untukku.

"Thanks dad, tapi kupikir aku akan makan dirumah mom saja." kataku.

Dad mengangguk,"baiklah, sampaikan rasa terimakasihku pada mom dan Felice ya."

"Okay dad."

Aku segera pergi ke depan. Membuka pintu apartemen Felice.

"Hai Niall." baru saja aku hendak menyapa penghuni rumah ini, mom sudah menyapaku terlebih dahulu.

Aku tersenyum,"hai juga mom. Dimana Felice?"

"Kau datang terlalu cepat, Niall, dia masih tidur dikamarnya." mom menjelaskan. Yah, tadi malam dia tertidur didalam dekapanku, lalu aku menggendongnya ke kamar.

"Aku akan membangunkannya." mom melambai padaku. Lalu aku menaiki tangga.

Kamar Felice sangat berantakan sekali begitu aku membuka pintu. Sepatu sah-sah saja nangkring diatas lemari baju (padahal sudah disediakan lemari sepatu dibawah!), beberapa baju bersih keluar dari lemari, dan pakaian kotor dijadikan semacam lap.

Gadis ini jorok sekali

"Hei, bangunlah!" aku mengguncang-guncangkan Felice begitu aku melihatnya kerukupan dibalik selimut. "Hei! Hei! Hei!"

Felice mengubah posisinya, masih dalam keadaan stengah sadar dia mengumpat.

Astaga, dasar gadis yang brutal.

Aku semakin bersemangat membangunkannya. "Hai Feliceeee! Ini sudah pagiiiii."

Hasilnya? Sekali teriakan tepat ditelinganya saja gadis itu sudah terduduk ditempat tidur. Seperti orang linglung saja.

"Sudah sampai ya, Lou..." dia berkata sambil mengucek matanya. Lalu dia juga pasti bermimpi. Dengan seseorang..

Waitttt.... Lou, katanya? Lou siapa? Ah! Gadis ini kan masih belum sadar sepenuhnya!

"Ini sudah pagi, sweety. Kau harus pergi sekolah." bisikku. Felice langsung meletot padaku.

"K...kau? Sejak kapan k..kau d..disini?"

Aku mengangkat bahuku.

"K..keluarlah! Ak...aku akan hoammmm..bersiap-siap." ujarnya. Aku mengikuti kata-katanya. Mungkin mom memasak sesuatu yang luar biasa pagi ini.

Selena POV

Dia datang! Dia datang! Lho? Itu Felice? Oh, maksudku tadi mereka yang datang. Kupikir Niall sendiri yang akan menjemputku.

Felice POV

"Luar biasa sekali, ternyata kau menjemputku lebih awal demi ini? Demi menumpangkan Selena Gomez?" ujarku sebal. Jujur saja, waktu mandiku jadi singkat untuk pagi ini. Mana aku harus menikmati sarapanku didalam mobil.

"Bukan dia yang menumpang, tapi aku yang menawarkan." ralat Niall lalu menepikan mobilnya. Selena sudah ada diseberang.

Aku tersenyum sinis," wah, baik sekali ternyata Anda. Mengapa tidak bisa baik denganku? Anda tega membuat mandiku tidak bersih pagi ini."

Niall mengacuhkanku lalu turun menjemput Selena. Tak sampai dua menit kemudian, mereka berdua telah berada didalam mobil. Tentu saja Selena dibelakang. Aku tidak ingin pindah!

"Hai Felice." sapanya ramah namun aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengannya.

Selena POV

"Hai Felice." aku berusaha bersikap baik pada gadis didepanku ini. Dia bahkan sudah merusak moodku pagi ini!

"Hai." balasnya tanpa menoleh sedikitpun kearahku! Damn! Padahal aku sudah sangat melunak pagi ini!

Aku mulai berpaling pada Niall yang tengah menyetir,"Niall, bisakah kau menemaniku membeli hadiah untuk sepupuku?"

"It's okay. Nanti sepulang sekolah?"

"Whatt?" teriak Felice yang mengacaukan semuanya. Gadis itu ingin kubunuh rasanya!

Aku memasang ekspresiku,"tak apa bila kau tak bisa menemaniku, mungkin aku akan minta ditemani oleh Charlie saja."

Niall menatapku sementara Felice nampak sangat senang. Huh!

"Aku akan menemanimu," Niall berkata padaku lalu menoleh kearah Felice,"kau bisa pulang dengan Lou, seperti dimimpimu."

Lou siapa? Tidak mungkin Lou yang dimaksud adalah Louis Tomlinson yang notabene adalah cowok paling cool yang menjabat sebagai ketua OSIS. Pasti Lou yang dimaksud bukan ketua OSIS kami!

"Ak..aku tidak mengenalnya! Hei! Kau harus tanggung jawab! Kau harus antarkan aku pulang terlebih dahulu!" Felice terus merengek. Child!

"Nanti akan kucarikan orang untuk mengantarmu. Oke sweetheart?"

Aku melirik sinis Felice. Oke aku tahu, Felice adalah sahabat kecilnya Niall. Tapi sweetheart? Kenapa aku menjadi iri seperti ini? Seharusnya panggilan sweetheart itu ditujukkan padaku!

Felice POV

Selena mengubah Niall menjadi sangat menyebalkan. Bagaimana aku bisa pulang dengan orang lain yang tidak aku kenal? Aku bahkan belum punya teman. C'mon, ini baru hari kedua ku bersekolah!

Dan Niall tega terhadapku.

Niall memang sudah berubah.

Aku turun dari mobil tanpa ada sepatah katapun. Hampir menganga melihat Niall membukakan pintu untuk Selena. Memangnya gadis itu buta apa?! Menyebalkan!

"Hei Felice!" Niall menghentikan langkahku. Aku menoleh dan terpaksa menatap wajahnya yang ikut-ikutan menjadi menyebalkan. "Aku akan duduk dengan Selena hari ini. Kau bisa duduk dibangkunya Selena, kalau kau mau."

Aku hanya mengangguk lalu pergi meninggalkannya. Kesal sekali terhadap Niall James Horan.

"Maaf, bisa aku duduk disampingmu?" aku melihat seorang pria disampingku.

"Ya," sahutku malas masih sibuk dengan handphoneku. "Kau baru masuk?" tanyaku lagi begitu dia sudah duduk disampingku.

Dia mengangguk,"ya. Namaku sudah tercantum disekolah ini, tetapi aku kemarin sakit dan tidak bisa hadir disekolah."

Aku ber-oh ria. Lumayan juga, dia tampan, manis. Badannya juga bagus, sepertinya dia rajin untuk pergi melatih otot-ototnya.

"Aku Felice Autumn Ashley. Panggil saja Felice." aku mengulurkan tanganku. Sepertinya pria ini asik juga untuk dijadikan teman pembunuh waktu karena bosan.

Dia membalas jabatanku,"Aku Liam Payne." nama yang bagus.

"Oke Liam, sekarang kita berteman ya!"

"Ya."

Oh no! Dia lagi! Mengapa dia menatapku seperti itu! Dasar Nerd! Aku terus meruntuki saat Nerd itu menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan. Aku berusaha bersikap cuek padanya dan terus mengobrol bersama Liam.

Namun nerd itu terus saja menatapiku.

Nerd yang mengaku bahwa namanya adalah Harry Styles.

Readers, gimana? Wahahaha, aku bikin Harry abstrak banget disini yak! Eitss! Tapi jangan kecewa gitu dulu dong! Next chapter bakalan seru deh (kayaknya)

Vomment-nya
Vomment-nya
Vomment-nya
Vomment-nya
Vomment-nya jangan lupa yaa..

Salam anget-anget kuku dari
Zaynmalik's wife❤❤

Eh guys, satu lagi, kalian udah liat belum video clipnya zayn ama gigi. Duhhh, kepingin nyakar tembok gue. Gigi hadidnya ya am pun.

Continue Reading

You'll Also Like

65.4K 6.6K 27
[COMPLETED] Tidak semua persahabatan dimaksudkan untuk bertahan selamanya. (my first story, don't forget to feedback, appreciate me guys thank you :)
139K 7.2K 5
[COMPLETE] ONESHOOT VKOOK Dengan rate T-M, dengan konflik dangkal, dan ini cerita awal² ku jadi semuanya ini masih belum bagus dan gak terlaku menari...
36.7K 1.7K 20
Assalamualaikum ini buku pertama saya. jadi mohon di maklumin lah karna belum cukup bagus. saya minta maaf jika ada kesalahan kata, alur yang sama...
92.9K 6.7K 41
tak perlu panjang lebar...cuss langsung baca aja cerita ini murni karangan penulis jadi mohon bijak dalam memilih cerita, yg ga suka blh langsung di...
Wattpad App - Unlock exclusive features