CHAT ROOM
Sakti Al Khair:
please ray ikut yaaaa, kalo lo gak ikut pasti kania juga gak mau ikut gituuu :'(
Naraya Rinjani
Minggu depan banget emang?
Sakti Al Khair
iyaa, abisnya ini juga baru dibahas semalem sama anak2 di grup laki
Naraya Rinjani
yaudah kenapa gak kalian-kalian aja?
Sakti Al Khair
yah gak seru kalo kebanyakan chromosome xy.....
Sakti Al Khair
lagian sekalian perpisahan jeremy dia mau ke sweden ngambil phd raaay
Naraya Rinjani
seriuuus? yah tahun depan gak bakal ketemu dia lagi dong, terus emang ceweknya bakal ada siapa aja?
Sakti Al Khair
serius! September udah masuk dia, jadi udah bentar lagi banget, agustus dia udah ke sweden sekalian belajar bikin lemari ikea kali
Naraya Rinjani
part time jadi carpenters ya.. Jadi siapa aja Sakti ceweknya yang ikut?
Sakti Al Khair
oh iya lupa.. sejujurnya anak2 ngajaknya lo sama kania doang sih..
Sakti Al Khair
makanya ikut dong sebagai wanita2 terpilih yayaya
Naraya Rinjani
ajak Lolita sama Ais lah minimal, gak enak kalo mereka gak diajak
Sakti Al Khair
yah nanti mobilnya gak muat :') gak seru kalo pake dua mobil raay
Naraya Rinjani
emang cowoknya siapa aja?
Sakti Al Khair
abang, lupus, jeremy, reza sama gue terus lo sama kania, nah pas kan bertujuh
Naraya Rinjani
Fajar Topan?
Sakti Al Khair
gak bisa mereka.. fajar kk nya nikah, topan ada event gitu biasa lah anak eo
Naraya Rinjani
yaudah InsyaAllah ya, Kania udah lo ajak?
Sakti Al Khair
uuuu raya you're the best! Belom ehehe lo ajak ya pleaseeee kalo sama lo pasti mau deeeh
Naraya Rinjani
tuhkan! Emang ini niat terselubung lo Sak!!! Dasar modus!!
Sakti Al Khair
ahahaha please, raya bantuin sakti...
Sakti Al Khair
kania galak banget
Sakti Al Khair
sumpah kalo di line balesnya irit, ig gue gak di approve coba :'(
Naraya Rinjani
lo nya kayak orang mainan sih, gitu kan dia jadinya..
Sakti Al Khair
emang keliatannya gitu? Padahal gue serius mau deket sama dia sumpah demi deh
Sakti Al Khair
terus gue harus apa?
Sakti Al Khair
yaah dia ilfeel ya sama gue??
Sakti Al Khair
yah gimana dong raaay?
Sakti Al Khair
apa dia udh punya gebetan? Lebih ganteng dari gue ya?
Naraya Rinjani
take it a lil bit slowly Sak, free spirit kayak Kania gak bisa dipaksa, pelan namun pasti
Sakti Al Khair
tapi dia kira2 naro interest ke gue gak ray?
Naraya Rinjani
sorry, it's not my place to tell you..
Sakti Al Khair
i understand but please give me your blessing raay biar mulus deketin temen lo yang galak satu itu :")
Naraya Rinjani
sure thing! As long as you promise you will never ever in a million years make her heart torn apart.
Sakti Al Khair
i promise! Thank you so much rayaa! Mau gue kenalin sama sepupu gue gak ray?
Sakti Al Khair
anaknya ganteng deh blasteran kanada sunda jawa, baik, rajin menabung, alim, setia, perhatian meskipun rada kaku kalo ngobrol sama cewek, cocok bgt sama lo sumpah!
Sakti Al Khair
eh gak jadi deh ntar gue diomelin reza..
Naraya Rinjani
jadi gue ajak Kania ya buat Minggu depan road trip ke Green Canyon buat sekalian perpisahan Jeremy, yang ikut ada Bang Bugi, Lupus, Reza sama lo ya, besok gue kabarin lo lagi byeee~
.......
Satu minggu kemudian.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil Sakti yang akan membawa mereka ke tempat wisata Green Canyon yang berada kurang lebih 30 kilometer dari pantai Pangandaran.
Bugi duduk di kursi penumpang di sebelah Sakti yang sedang menyetir. Di belakangnya sudah ada Reza, Lupus, dan Jeremy. Lalu di kursi paling belakang sudah ada Raya dan Kania.
"Hoaaaammm... Ini masih di tol aja, perasaan gue udah tidur lama banget deh," tanya Lupus, masih setengah sadar karena baru bangun dari tidur lelapnya.
"Ini udah di Cipularang kok," jawab Sakti sembari melihat sekilas ke arah spion atas.
"Tadi mau kita lewatin Purwakarta ya, Sak, biar lihat pemandangan, lonya pada molor sih! Cuma Raya doang tuh yang daritadi melek," tandas Bugi dengan nada sedikit tinggi namun sebenarnya hanya bercanda.
"Sorry sorry, semalem revisi skripsi dulu biar tenang, entar ada yang manggil gue 'adek' lagi kalau enggak cepet jadi sarjana," ucap Reza sambil melirik ke arah Raya yang duduk di kursi belakangnya.
"Bang Bugi bercanda kok, Dek Reza," goda Bugi dari arah depan.
"Iya ih ADIK Reza mah dibawa ke hati amat," tambah Lupus sembari mencolek dagu Reza yang duduk di sebelahnya.
"Sak, Sak! Sini gantian gue yang nyetir, males lama-lama duduk di sini bisa ketularan 'ganda putra'," sergah Reza sambil memepetkan tubuhnya ke pintu berusaha menjauhkan diri dari Lupus yang kini malah melingkarkan tangannya ke tubuh Reza. Padahal Lupus straight, tapi dia dan lainnya memang sangat hobi untuk menggoda Reza.
"Ihhh jangan jauh-jauh dari Lupus dong Adik Reza, sini sini Lupus peluk biar hangaaat..." goda Lupus yang kadar kejahilannya tingkat tinggi.
Seisi mobil yang semua sudah terjaga menjadi tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan Lupus. Ketika tawa mereka sudah mulai reda, Kania yang pertama membuka suara. "Kita enggak istirahat? Emang pada enggak laper? Sakti juga emang enggak mau gantian nyetir?"
"Cieeeeeeeeee! Sak, Sak, Sak, diperhatiin sama Kania tuh cieeeee," goda Lupus seraya mengarahkan pandangannya ke depan dan ke belakang.
"Apaan sih lo Pus meong! Orang gue laper!" bantah Kania sambil memukul kepala Lupus dengan bantal yang dipeluknya untuk kemudian melemparkan pandangannya ke luar jendela.
"Cie cie cieeee bantalnya Sakti aja daritadi dipeluk-peluk gitu, biar serasa meluk yang punya yaaaa?" goda Lupus, lagi, kepada Kania diikuti tawa yang membahana dari seisi mobil kecuali Sakti yang malu-malu menahan tawa sambil sesekali melihat ke arah belakang melalui kaca spion tengah.
Raya pun sebagai sahabat tidak kuasa menahan tawa, yang kemudian disambut oleh pelototan dari Kania. Raya hanya dapat mengucapkan kata 'sorry' kemudian mengangkat tangan kanannya ke arah bibir dan membuat gesture seperti orang yang mengunci rapat bibirnya. Setelah itu, Kania kembali melihat ke arah Lupus yang masih menggodanya, dengan kecepatan ekstra, dari belakang Kania menarik kedua daun telinga Lupus dan berkata, "Nih! Biar kuping lo kayak kuping kucing! Dasar pupus meong! Gangguin orang mulu kerjanya!"
"Ih sakit, Kania! Lagian maunya kayak kuping Scottish Fold-nya Sakti tuh biar gemes!" seru Lupus sembari melipat daun telinganya mengikuti telinga kucing jenis Scottish Fold.
Sakti dengan senyum malu-malu yang masih tersungging di bibirnya berkata untuk menengahi pertengkaran di antara Kania dan Lupus. "Nanti makan siang di Ampera yang pas abis keluar tol Cileunyi aja ya, udah bentar lagi kok."
Kemudian diliriknya Kania sebentar, menurut Sakti, Kania terlihat begitu menggemaskan kalau wanita itu sedang memasang muka marah sambil sesekali mengerucutkan bibirnya. Asal ada Kania, Sakti pasti akan selalu semangat dan rela menyetir untuk enam jam ke depan sampai Green Canyon tanpa perlu digantikan.
.......
Diparkiran setelah makan siang.
"Sini Sak, gantian gue yang bawa lo istirahat aja," ucap Reza menawarkan untuk menggantikan Sakti menyetir.
"Lu tau jalan, Za?" tanya Jeremy.
"Tau lah, nagreg mah gue khatam," jawab Reza meyakinkan.
"Oh iye! Si cumi kan kalau mudik ke Garut ya. Itu Green Canyon juga dia yang ngusulin!" seru Lupus mengingatkan.
"Yaudah sekarang Reza yang nyetir. Entar kalau lo mau gantian bilang aja, Za. Biar kita gantiin," ucap Bugi yang berperan sebagai kepala suku. Kemudian melanjutkan perkataannya, "Raya di depan temenin Reza ya? Lo kan bilang enggak bisa tidur kalau pas lagi di jalan. Sakti di belakang sama Kania biar agak legaan, kan daritadi nyetir terus jemputin kita satu-satu. Sisanya di tengah, oke?"
Tidak ada yang berani menolak, meskipun sudah dapat dipastikan ada maksud terselubung di dalamnya, tapi memang alasan yang diutarakan oleh Bugi cukup masuk akal. Maka di sinilah mereka sekarang; Reza yang menyetir dengan Raya di sebelahnya. Lalu di kursi tengah ada Bugi, Lupus dan Jeremy serta di kursi paling belakang sudah ada Sakti yang gugup karena harus berdekatan dengan Kania yang duduk di sampingnya—hanya dibatasi bantal yang sebelumnya Kania gunakan.
"Bantalnya lo yang pakai aja, Kan," kata Sakti menawarkan.
"Gue udah tidur kok daritadi, lo pakai aja buat senderan pasti capek kan daritadi nyetir," ucap Kania acuh tak acuh.
"Beneran?" tanya Sakti berusaha dengan keras untuk tidak melontarkan isi hatinya yang berkata, 'yaaah tapi gue maunya senderan di bahu lo, Kaaaan.. Boleh ya pleaseee...'
Kania hanya menganggukkan kepala kemudian membuang mukanya ke arah luar jendela.
Sakti yang tidak ingin merusak momen dan mengingat kata Raya sebelumnya—'take it a lil bit slowly, jangan dipaksa'—memutuskan untuk mengambil bantal tersebut dan menaruhnya di sisi jendela sebagai sandaran untuk kepalanya agar dia bisa tidur lebih nyaman.
#######
nnrslnty
27 Jan 2016