Girls' Diary

By SeraineNachevier

12K 547 30

Bumi tak hanya seluas taplak meja. Jika kau bisa terbang dan melihat melalui jendela-jendela rumah, kau akan... More

Karena Tak Ada yang Singgah Bukan Berarti Mudah Diketuk
Kenapa Bersikeras? Karena Aku Benci Terluka
Dicintai dan Mencintai
Apakah Aku yang Bukan UmatMu boleh Mencintai HambaMu?
Orang Pertama dan Kedua
Keraguan Menerima Karena Aku Mencinta
Apa Kabar?
Ikatan
Terlambatkah?
Lari
Let's Not Fallin' In Love
Aku, Dia, dan Dirinya
Sulit Dimengerti?
Pengorbanan?
Alasan
Friendship Goals
Status?
Tawa Seorang yang Patah Hati
Mari Berhenti Jatuh Cinta
Penghambat Mimpi
Humor
Being Single
Rupanya Hanya Aku Seorang?

Hanya Berani Menutup Mata dan Berharap Tidak Ada yang Sia-Sia

755 41 4
By SeraineNachevier

Tak pernah ada hubungan yang terbentuk di antara aku dan dia. Meskipun ia meyakinkanku jika rasa ini sama. Aku tak berani menuntut apapun. Aku terbiasa mencintainya dengan sederhana. Ya, sesederhana rasa yang timbul karena terbiasa.

Aku mencintainya. Hanya itu.

Bagi seorang wanita, semua itu sudah cukup. Meskipun banyak hal yang menentang komitmen tak terucap itu, aku tetap mencintainya sama seperti saat pertama kali aku melihatnya.

Lalu, aku sadar dia berbeda. Awalnya dia selalu bertanya aku berada dimana. Kenapa dia tak bisa menghubungiku, dan hal-hal lainnya pada sahabatku. Kelamaan, waktu memutus rasa yang ada pada dirinya. Dia tidak lagi bertanya.

Tapi aku, tetap seperti dulu.

Aku mencintainya.

Sahabatku selalu berkata, "cari seseorang yang baru selagi hatimu belum terperosok terlalu dalam." Tidak bisa, aku mencintainya.

"Dia mulai tidak peduli padamu." Mungkin dia sibuk.

"Kemarin aku melihatnya pergi bersama wanita lain." Orang itu pastilah sahabatnya.

"Bagaimana jika wanita itu adalah kekasihnya? Orang yang menggantikanmu saat kau tak ada." Tidak, dia pernah berkata, dia mencintaiku.

"Semudah seseorang mencintai, semudah itu pula ia melupakan. Jangan menjadi orang bodoh." Aku tak ingin berkomentar.

Lalu, hari itu tiba.

Dia datang saat aku memintanya. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan. Hanya diam. Sampai dia membuka pembicaraan, "Ada apa?"

Kuberanikan diri bertanya apakah rasa yang dulu masih tersisa.

"TIDAK, MAAF."

Aku hanya tersenyum.

Satu-satunya yang kuinginkan saat itu hanyalah agar Tuhan menahan air mataku. Kumohon. Jangan menetes.

Lalu semuanya selesai begitu saja.

"Sudah kubilang semua pria sama saja." Aku menangis. Terisak.

Sahabatku memelukku.

"Waktunya bagimu untuk mencari yang baru."

Aku tersenyum, "Tidak. Aku akan tetap setia menunggunya. Sampai kami kembali memiliki rasa yang sama. Aku akan tetap disini."

Continue Reading

You'll Also Like

245K 22.3K 63
SUDAH TERBIT✅ || FOLLOW SEBELUM MEMBACA || ⚠️ MOODY-AN ganti judul jadi TEARS OF SINCERITY ⚠️ "Setelah baca Tears Of Sincerity lanjut baca Happier or...
11.3K 560 25
SUDAH TERBIT!! Kisah yang bercerita tentang seorang remaja bernama Angkasa, lelaki yang mempunyai Trust issue berlebih terhadap perempuan. Terutama B...
3.3M 180K 67
[CERITA LENGKAP] ☁☁☁ "KENAPA HARUS SAHABAT GUE?!!" "Sorry" "Semuanya udah terlambat, asalkan lo tau rasa sakit yang gue rasain berkali-kali lipat. L...
6.5K 174 13
Aku akan memilih jalan lain agar aku bisa melihat mu bahagia meski tak bersama ku -Vernatha Mikhaella Smith Karena egoku terlalu tinggi untuk mengala...
Wattpad App - Unlock exclusive features