Disinilah gue
Melihat dirinya
Sudah sejak lima tahun
Gue selalu merhatiin dia
Be a part of her
Tapi sampai sekarang apa?
Gue hanya baper disini
Kulangkahkan kakiku memasuki ruang musik sekolah. Pagi ini gue sengaja datang awal biar bisa main musik sebentar. Lama. Itu yang terlintas di pikiran gue mengingat perjuangan gue buat dia.
Tidak mudah bagiku untuk jatuh cinta. Apalagi dekat dengan seorang perempuan. Ini sulit. Mengingat dia hanya menganggapku seorang sahabat dan tak akan pernah lebih --baginya--.
Ku langkahkan kakiku mendekati alat musik itu. Piano. Memang pelampiasan yang selalu menemaniku ketika sedang hancur. Hancur. Memang kata itulah yang tepat saat ini.
Sejak kemarin, Cat selalu menceritakan tentang pria itu. Kurasa dia mencintainya. Caranya tersenyum memberikan banyak arti mendalam. Dan itulah senyuman yang selalu di inginkannya. Dan kali ini? Kali ini bukan darinya, senyuman itu datang.
Sedih. Itulah dirinya saat ini. Galau? Mungkin begitulah anak bocah ingusan menyebutnya.
Ku harap Dimas dapat menjagamu Cat
Gue duduk di kursi single untuk memainkan piano dengan warna putih pucat. Piano ini cukup berdebu. Sudah dua tahun dia tak menyentuhnya. Itu semua karna dia dekat dengan Cat. Orang yang membuatnya lupa akan segalanya.
Di tekannya satu persatu tuts piano itu dengan merdu dan mulai memainkan lagunya.
[{ The Script - Breakeven }]
Breakeven? Sangat cocok dengan perasaannya yang memang telah sanagt putus asa atas segalanya.. sengalanya.. tentang Cat.
Ia bernyanyi tanpa sadar
Dengan nada yang sangat parau
Namun tetap merdu...
I'm still alive but I'm barely breathing
Just prayed to a God that I don't believe in
'Cause I got time while she got freedom
'Cause when a heart breaks, no, it don't break even
Her best days will be some of my worst
She finally met a man that's gonna put her first
While I'm wide awake, she has no trouble sleeping
Cause when a heart breaks, no, it don't break even, even, no
Ya, sulit memang melihat orang yang kau sayangi bersama dengan orang lain. Walau tercekik rasanya kau tetap bahagia melihatnya bahagia, walau bukan bersamamu.
Tak ada hati yang baik saat sedang terluka..
What am I suppose to do when the best part of me was always you?
And what am I supposed to say when I'm all choked up and you're okay?
I'm falling to pieces, yeah
I'm falling to pieces
Ya Cat, I falling to pieces and I think I breakeven.. about you
Rasanya hanya sebatas sahabat. Tidak lebih.
Ku langkahkan kakiku menuju keluar ruangan. Ku lihat koridor masih sepi. Ku putuskan untuk berjalan menuju kelasku. Entah karena apa, gue hanya melirik sekilas di pintu kelas Cat. Dia ada. Tapi gue tetap berjalan mencoba bersikap cuek.
Walaupin pada akhirnya nanti gue tau ini semua tidak akan pernah berhasil. Karna sekuat apapun kau menyukai seseorang, terlalu munafik bagimu untuk berkata 'Tidak suka'.
Ku masuki pintu kelasku dan duduk di bangkuku. Tak lama bel masuk berbunyi. Dan inilah yang ku tunggu.
○○○○
Di sela jam istirahat ku putuskan untuk tidak keluar dan kekantin atau kemanapun di daerah sekolah. Gue tetap stay di tempat gue sekarang. Sambil baca buku artikel - artikel berita terbaru tentang businness.
Ini tahun terakhir di seragam abu - abu. Dan gue gak mau jadi pengangguran, jadi ku baca beberapa artikel yang bisa menjadi inspirasiku untuk kedepannya ingin kuliah di jurusan dan lanjut bekerja sebagai apa dan dimana.
Businnes man.
Itulah yang selalu menjadi sebuah ketertarikan bagi gue. Itu memang sangat terkenal di Indonesia sebagai pekerjaan yang sangat menguntungkan.
Apanya yang tidak? Punya resort, punya hotel, punya resto, punya tempat wisata, punya rumah mewah dan punya keluarga yang harmonis. Lelaki mana yang tidak mengidamkan hal perfect semacam itu?
Tak lama terdengar suara langkah kaki yang cukup lembut. Itu menggetarkannya. Membuatnya mematung merasakan hembusa wangi vanilla yang menyeruak di ruangan bersuhu 18°c itu.
Ya, benar firasatnya. Wangi Vanilla itu memang tidak asing lagi baginya. Siapa lagi kalau bukannya. Orang yamg selama ini selalu mengganggunya dengan bayangannya di setiap pertemuan dari awal hingga kini. Gue bagkan sudan lupa kapan kami bertemu pertama kali karena terlalu banyaknya kenangan mereka bersama.
Cat berjalan mendekatinya. Sendiri. Ya dia sendiri. Kemana teman - temannya? Kenapa dia seberani ini? Biasanya dia tidak kemana - mana saat istirahat kecuali di ajak oleh temannya atau sedang mood saja.
Tapi ini?
Kenapa?
Kenapa?
Oh
God!
Perlahan ku rundukkan lagi kepalaku. Berusaha sekeras mungkin untuk tetap cuek-bebek-itik padanya yang kurasa kini menatapku dengan tajam.
Sepertinya suasana kelas sangat tidak mendukung. Kemana semua anak kutu buku yang biasanya ada disini? Nggak inget gue disini? Kenapa ninggalin gitu aja sih! --Omelku dalam hati.
Perasaan itu membuncah kembali saat Cat memukul mejaku. Kencang. Sangat kencang. Ku dongakkan kepalaku dan melihat kearah pintu bahwa semua orang sedang menonton kami disana.
Aku memang tampan, tak heran bila siapapun yang berada bersamaku selalu menjadi pusat perhatian. Bukan maksudku untuk ke-GR-an. Tapi begitulah nyatanya.
Jujur itu sangat membuatku tidak nyaman dengan tatapan mereka yang bisa di bilang sangat 'Kepo' itu.
"Kenapa kau menghindariku?"
Suaranya yang lantang membuatku tersadar dari lamunanku. Dia sangat keras. Bahkan losing the rock!
Bukan maksudku untuk membandingkanmu dengan batu. Tapi, keegoisanmu mengalahkan batu.
"Gak papa" jawabku, datar. Ku cuba untuk mengatur segala perasaa aneh itu yang sejak kemarin lalu sangat mengganggu dan membuncah kembali saat ini.
"Trus kenapa lo harus ngindarin gue?" Kini suaranya mulai memelan tetapi cukup meyakinkan bahwa dia serius dan tajam padaku.
"Gue capek aja"
"Capek apa Re?"
"Capek ngejar lo!"
Nih mulut kenapa sih susah banget di ajak kompromi kalo lagi gugup! Shit, mati gue!
"Ngejar apa Re?"
"Ngejar lo!"
...dasar mulut somvlaakk...
"Gue?"
..yaiyalah, emang siti badriah!
"Kenapa Re?" Tanyanya lagi, melihatku yang hanya diam mematung di depannya. Ingin ku kutuk mulutku dan hatiku yang terus - terus berkelahi tentangnya.
..Plis Cat, jangan buat gue keliatan bodoh..
"Udah lupakan!" Kataku, datar.
Gue berjalan meninggalkannya disana. Di tempat duduk gue di kelas. Kelas kami hanya bersebelahan. Entah kenapa itulah yang membuat kami saling mengakses satu sama lain.
Kalau pengen ke kantin, pasti lewatin kelas gue. Kalau pengen pulang dan datang pasti lewatin kelasnya Cat. Itulah mengapa sulit melupakan orang yang selalu bersamamu..
Benar kata orang
Memendam itu jauh lebih mudah di bandingkan mengungkapkan.
×××
Sorry baru update. Semoga happy Readingnya.. jgan lupa vite yah
Semoga bisa menjadi cerita random yang keren..
Byee..
Wkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkwkwkwkwxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxdxckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckckkckckckckckckkckckckckckckckckckckckckck
- - - - - - -
Bye.
- xx.rii