POV JULES
Aku senang sekali tadi Storm menampilkan penampilan yang terbaik. Aku tak menyangka bahwa penampilan kami menimbulkan suasana riuh di acara ini.
Fyi, aku memang pandai menyanyi karna di florare aku dimasukkan ayahku ke kelas musik. awalnya aku memang tidak begitu menyukai hal yang berbau musik dan menyanyi tapi setelah aku masuk ke kelas itu, aku menyukainya.
Setelah penampilan dari storm, acara selanjutnya yang mereka sebut dansa pun dimulai. Dan tebak siapa pasangan ku kali ini? Ya, Dia adalah My handsome boy Leander gorbinson! Jodoh memang gak kemana.
Kami berdansa sesuai dengan alunan musik pengiring, meskipun aku tidak bisa berdansa tetapi lean dengan sabar nya mengajariku.
"Leannn" aku memanggilnya dengan pelan, aku sangat terpesona dengannya malam ini, dia tampan sekali! sebelumnya dia memang tampan tetapi entah kenapa malam ini ketampanannya bertambah berkali kali lipat. panggilanku tadi hanya dibalas dengan dehaman nya.
"lean i really love you!" Aku menangkup kedua pipinya lalu mencium bibirnya sekilas dan meninggalkan keterkejutan lean. Lean saat ini hanya diam dan berdiri kaku menatapku.
"a..ap..apa yang lo lakuin" dia gelagapan setelah apa yang aku lakukan padanya tadi.
"APA YANG LO LAKUIN SAMA PACAR GUE HAH?" tibatiba diandra datang dan mendorong bahuku dengan kuat yang rasanya sakit sekali.
"maaf di, lean. aku gak sengaja. aku tadi refleks nyium lean" aku hanya bisa menunduk merutuki kebodohanku. kenapa aku bisa bisanya nyium orang yang udah punya pacar. kenapa aku bodoh sekali.
"GUE KIRA LO SEPUPU LEAN TAPI TERNYATA APA? LO PACAR LEAN YANG LAIN KAN? DASAR CEWEK GANJEN! DAN BUAT LO LEAN! KITA PUTUS" Diandra kali ini benar benar terbakar emosinya dan apa katanya? putus? dia memutuskan hubungannya dengan lean dan itu semua karena aku? aku rasanya ingin mati saja, aku gak mau jadi penghalang kebahagiaan orang lain.
"Din gue sayang sama lo. Gue gak mau putus dari lo. Sumpah dia bukan pacar gue. Jangan pergi din, gue mohon" Lean nangis! aku baru pertama kalinya melihat cowok nangis demi cewek kayak gini. Lean benar benar tulus cinta sama diandra, tapi aku ngehancurin cinta itu.
Diandra gak jawab omongan dari lean dan dia langsung pergi ninggalin acara yang mendadak menjadi diam dan hening karna pertengkaran kami. Lean pun berusaha mengejar diandra yang sudah pergi.
"Lo! tunggu gue di apartment dan kita selesaikan masalah kita!" begitu kata lean sebelum dia pergi ninggalin aku disini.
------------------------------------
Setelah peringatan dari lean tadi aku langsung pulang dengan diantar oleh max. Gak tau kenapa dia jadi kayak baik gitu sama aku tadi. Aku hanya meminta max mengantarku sampai lobby dan aku berjalan sendiri menuju apartment ku.
Aku memasuki lift dengan keadaan yang sudah acak acakan abis nangis. Riasanku luntur dan dengan menenteng sepatu tinggiku. aku sampai tidak sanggup memakai sepatu tinggi itu karna lemas sehabis menangis di mobil max tadi.
"Jules? kau kenapa?" Ternyata aku tidak sendirian di lift ini tapi ada kak austin. aku tidak menyadarinya. Pria ini lagi. Pria yang selalu membuatku penasaran.
"gak apa apa kak. eh udah nyampe. aku duluan ya kak" lift pun terbuka dan aku langsung cepat cepat meninggalkan kak austin dan sebelum aku pergi, aku sempat mendengar dia bilang 'gadis florare yang cantik'
Apa dia tau dengan diriku?
----------------------------------
Aku membuka pintu apartment dan ternyata lean sudah menungguku di sofa. Ekspresinya sulit ditebak tapi tatapan nya kosong.
"Lean aku... " Aku berjalan mendekati lean dan menggantungkan kalimat terakhirku, aku gak tau mesti bicara gimana lagi.
"cukup! puas lo ngancurin hubungan gue sama diandra? ternyata lo cewek licik! gue gak nyangka lo bisa bisanya kayak gitu padahal lo selama ini polos banget didepan gue" Lean berdiri dengan tatapan marah. ku hanya bisa diam dan menangis, ucapan lean benar benar menyakitkan tapi itu pantas untuk diriku yang salah ini.
"Hapus air mata buaya lo! oh jangan jangan lo bukan bidadari kan? lo cuma ada niatan jahat sama gue? dasar cewek licik! apartment ini gue serahin ke lo dan gue bakal pergi. gak usah nyari gue karna mulai sekarang gue udah anggep lo gak ada!" Jahat! aku tau aku salah tapi ucapan nya menyakitkan sekali. Dia meninggalkanku yang rapuh ini sendirian disini. Dia menabrak bahu ku lalu pergi ninggalin apartment.
Maafin aku lean...
--------------------------------------
Aku terbangun jam 2 pagi karna merasakan sakit dibagian dadaku dan rasanya nafasku sesak sekali. ada apa ini? aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. apa yang harus aku lakukan sementara aku disini hanya sendirian.
Kak austin! ya hanya dia yang dapat kuminta tolong saat ini. Aku pun berjalan dengan tergopoh gopoh keluar apartment sambil berusaha mengatur nafasku yang sesak.
aku berjalan menuju apartment kak austin dengan memegangi dinding sampai akhirnya aku sampai. lalu aku menekan bel apartment kak austin berulang kali dan akhirnya pintu itu pun terbuka dengan menampilkan pemiliknya yaitu kak austin yang berdiri dengan keadaan setengah tidur dan shock melihatku dalam keadaan mengenaskan.
"KAU KENAPA?" hanya kalimat itu yang terakhir kali kudengar sebelum semuanya menjadi gelap.
--------------------------------------
POV AUTHOR
sinar matahari mulai menyelinap didalam celah gorden itu sehingga membangunkan wanita itu. siapa lagi kalau bukan jules. keadaannya benar benar memprihatinkan. matanya sembab, wajahnya pucat dan nampak tidak bersemangat.
"jules, apa kau sudah bangun? aku membuatkanmu sup ayam" Kak Austin masuk ke kamar itu dengan menyodorkan sup ayam buatannya tetapi jules hanya diam.
"aku tidak selera makan kak dan terima kasih bantuannya."
"Ya samasama. Kau harus makan, jules. kau sedang sakit" Kak austin menyuapi jules sup ayam dan untungnya jules menerimanya walaupun ia makan dengan tidak semangat.
"Kak kenapa ya cinta itu menyakitkan?" pertanyaan jules sontak membuat kak austin yang sedang mengaduk sup menjadi berhenti.
"Cinta itu tidak menyakitkan, jules. Yang menyakitkan itu adalah Pengabaian, Pengkhianatan, dan sebagainya. Cinta itu malah membuat hidup kamu jadi lebih indah." austin tersenyum manis yang mengingatkan jules akan seseorang.
"Senyum kakak mirip sekali sama teman aku."
"Ohya? nama nya siapa?" tanya kak austin dengan penasaran.
"Anne."
"Oh, makanlah dulu sup ini nanti dingin malah gak enak lagi sup nya." ekspresi kak austin seketika berubah aneh mendengar nama anne disebut oleh jules.
"kamu ada masalah?" tanya kak austin tibatiba.
"ya aku ada masalah kak atas kebodohan diriku sendiri. bisa bahas yang lain? aku benar benar gak mau bicara soal itu lagi."
------------------------------------
Lean...
aku tau kamu marah sama aku
aku emang salah
aku emang benar benar cewek bodoh
tapi apa kamu sadar?
aku cinta sama kamu
dan gak ada kebohongan dalam cinta aku
mungkin...
dengan 'kepergian' kamu bisa menyadari rasa cinta aku ke kamu kayak gimana
aku...
aku cinta sama kamu, leander gorbinson.
(A/N)
next chap @venesiaaa