Bukan istri pajangan.

By chie_kapoor995

335K 7.9K 262

Mendingan baca langsung dech... !!! hehehe... More

Prolog.
Part 20
Part 16
Part 13
Part 9
Nikah Dadakan
Pertemuan Ke Dua
Bertemu Mantan
Keperawanan
De beers platinum
Bathtub
Part 8
Part 10
Part 11
Part 12
Part 14
warning...!!!
Part 15
Part 17
Part 18
Part 19
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26.
Part 27
Part 28. Ful Sex Mulan
Warning!!!
Part 29.
Kemenangan Venitha.
Terungkapnya Rahasia Di Balik Maxi.
TERUNGKAPNYA AYAH BIOLOGIS ZHARINA
IJAB QOBUL VENITHA..
TERUNGKAPNYA KEBUSUKAN VENITHA.
Detik-Detik Last Part.
Akhir Hidup Venitha...
Bayangin saja kalau ini adalah mereka si pemeran BIP....
Mulan Meet Ferry.
Ralat... ini bukan update...

Part 30. Antara Kharina dan DNA.

11.5K 232 37
By chie_kapoor995

Author pov.

Mulan tengah mondar mandir di ruang televisi dengan perasaan tak tenang. Karena Kharina urung jua kembali menuju apartemen Max. Di telepon tetapi tidak di angkat pula membuat Mulan tambah cemas dan penasaran apa yang sebenarnya tengah ia lakukan sehingga tak sempat mengangkat telepon dari Mulan.

"Babe, kau kenapa mondar mandir terus??" tanya Max sambil memeluk Mulan dengan gaya agresifnya dari belakang. Mencium pundak Mulan dan membuatnya merinding. Setelah kejadian semalam, mereka kini tengah saling dekat tanpa ikatan apapun.

"Max, diam! Aku sedang risau tau! Sudah diam! Jangan mulai lagi, barusan kita sudah dua kali melakukannya, di tambah yang semalam, coba kau hitungkan, sudah berapa kali aku orgasme? Kau ini membuat lututku lemas" ujarnya sembari menghindari ciuman yang di daratkan oleh Max. Max hanya terkekeh membalas ucapan Mulan.

Max membalikan tubuh Mulan kehadapannya, membingkai wajah Mulan menagkupnya dan melumat bibirnya dengan lihai dan penuh gairah, Mulan meresponya Max menarik tengkuk Mulan dan memperdalam ciumannya. Mengarsir setiap yang ada dalam mulut Mulan, sehingga membuat Mulan lupa diri kalau ponselnya tengah memanggil kepada kontak Kharina.

"Jangan! Jangan apa-apakan saya, ja-jangan sakiti sa-saya..!! Tolooooooooonggggg"

Suara dari ponsel Mulan yang masih di pegangnya tak sengaja terpijit oleh Mulan ketika berciuman dengan Max, membuat keduanya terperangah kaget oleh suara rontaan dan teriakan minta tolong telah memendam hasrat berciuman mereka dan berpindah perhatian pada ponsel demikian.

"Kha-Kharina??" ujar Mulan sambil menatap Max

Mereka saling menatap mendengar teriakan Kharina dari dalam ponselnya. Max merebut ponsel Mulan dari genggamannya dan berusha berbicara dengan Kharina.

"Kharina? Hey, Kharina, apa kau baik-baik saja? Ada dimana kamu sekarang?" tanya Max dengan pancaran mata penuh kecemasan. Sayang, berulang kali Max berbicara di telepon, namun tak ada jawaban dari Kharina, malah kini suara itu perlahan menghilang dan tak terdengar suara apapun setelahnya.

"Mulan, kau tau Kharina kemana? Dia bilang tadi akan pergi kemana?" tanya Max penuh penasaran

"Ta-tadi Kharina bilang akan pergi belanja Max. Cepat susul dia Max, aku takut dia kenapa-kenapa, aku takut bayi dalam kandungannya kenapa-kenapa." jawab Mulan dengan nada Khawatir

Tanpa menjawab lagi, Max langsung menghambur keluar apartemen dan menaiki lift menuju basement untuk segera mencari Kharina yang di duga bahwa ia sedang dalam bahaya.

▫▫▫▫

Kini Max sudah berselancar di jalan yang akan ia tuju seperti yang di katakan Mulan. Ia berharap akan menemukan Kharina di tepi jalan. kilatan penuh amarah terpancar di kedua bola matanya yang kini tengah liar mencari-cari kharina dan bersumpah ia akan membunuh siapa saja orang yang telah mengganggu Kharina. selagi mengemudi di barengi dengan emosi yang mulai memanas di ubun-ubunnya, ia tak sengaja melihat mobil Mulan yang di pake oleh Kharina terparkir memalang di jalanan yang mengarah menuju jalan pulang ke apartemennya dengan keadaan pintu sebelah kanan terbuka lebar. Max langsung mengerem mobilnya dan membuka seatbeltnya, lantas ia keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobilnya. segera ia mendekati mobil yang di pake Kharina dengan langkah khawatirnya, namun sayang, kharina tidak ada di dalam mobil tersebut, ia hanya menemukan ponsel Kharina dan tasnya saja.

"sial! ini tandanya Kharina tidak di rampok, tetapi di culik, barang-barangnya tidak ada yang hilang satupun, ini berarti ada orang yang ingin menyelakai dirinya, aku yakin itu!!!" ujarnya setelah memeriksa semua barang yang ada di dalam mobil

Ia menganalisa dari semua kejadian yang ada di hadapannya, ia melihat tapak ban mobil yang menuju ke arah berlawanan dari arah mobil Kharina, tak berpikir lama Max langsung menaiki mobilnya kembali dan mengendarai mengikuti jejak ban mobil yang telah menculik Kharina.

Didalam mobil.

"Hallo?"

"Iya boss?"

"Aku butuh bantuan kalian sekarang, cepat datang ke tempat yang akan ku smskan alamatnya."

"Siap boss! Kami akan segera datang!"

Max bercakap dengan anak buahnya lewat ponselnya sambil mengemudikan mobil miliknya.

▫▫▫

Zayn pov.

Jam 09-00wib. Bel rumah sudah berbunyi, tanda tamu yang bertandang, namun aku tak tahu siapa yang gerangan yang datang, kalau aku boleh meminta, aku berharap itu Kharina, namun tidak mungkin, mengingat perjanjian yang telah kita sepakati.

Ku buka pintu utama rumahku, dan ku lihat seorang pria berpakaian bak petugas rumah sakit telah berdiri di hadapan pintu rumahku dengan senyuman ramahnya. Sengaja aku tak bertanya terlebih dahulu, hanya membalas senyum ramahnya saja.

"Pak Zayn?" tanyanya ramah, dengan ekspresi bingung aku coba menjawab.

"Iya, saya sendiri." jawabku tak kalah ramah

"Saya Ridwan pak, petugas dari rumah sakit yang di tugaskan untuk mengantarkan hasil tes DNA kemarin pak,," jelasnya

Ku kerutkan dahiku bingung, karena hasil tes DNA itu lebih cepat hasilnya dari yang di janjikan.

"Maaf mas, bukannya hasil tes DNA itu 3hari lagi ya? Kenapa ini lebih cepat? Dan saya bisa mengambilnya langsung ke rumah sakit, tidak perlu di antar seperti ini." kataku penuh tanya sekaligus di sertai bingung

"Maaf pak Zayn, saya hanya di suruh saja, bila pak Zayn tidak percaya, pak Zayn dapat melihat isi suratnya, di dalam surat ada stempel rumah sakit, itu tandanya asli." jelasnya lagi

Aku hanya mengangguk masih bingung sambil menerima amplop yang bertuliskan nama rumah sakit, dan aku coba untuk tidak curiga pada petugas rumah sakit ini.

Aku harusnya bersyukur karena hasil tes ini bisa datang lebih cepat dari waktu yang di janjikan sebelumnya. Petugas rumah sakitpun telah pamit untuk pergi. Dan aku kini telah siap untuk membuka hasil tes DNA yang tengah di nanti-nantikan sejak lama, sekaligus penentuan untuk aku dapat memiliki Kharina kembali dan juga bayiku dalam kandungan istriku.

"Kharina sayang, bersiaplah untuk ku peluk dan menjadi istri seutuhnya seorang Zayn Khalik" banggaku sambil bersiap untuk membuka amplop penentuan masa depanku di tanganku ini. "Oh baby ku yang ada di dalam perut istriku, bersiaplah nak, ayah akan segera mencium dirimu di perut ibumu" bahagiaku yang kesekian kalinya lagi.

"Zayn, Zayn..!! Dimana kau anak bodoh??" teriak mami dengan nada hinaannya padaku, tapi jujur aku suka sebutan itu dari mamiku.

"Iya mam," jawabku dari dekat pintu utama

"Hey, kenapa kau ada disitu anak bodoh??" tanyanya lagi sambil menghampiriku

"Mam, aku sedang bahagia, aku.." ucap terhenti ketika mami merebut amplop putih di tanganku

"Oh My God! Zayn, bukankah ini amplop dari rumah sakit?? Apakah ini hasil DNA itu??" tanya mami kaget juga bertubi matanya melotot tetapi penuh kegembiraan di dalamnya, aku hanya menjawab dengan senyum dan mengangguk.

"Mami sudah tak sabar ingin membukanya, tapi tunggu Zayn, bukannya hasil tes ini keluarnya 3hari lagi? Kenapa bisa datang lebih cepat?" mami menatapku dengan tatapan ragunya

Aku jelaskan semuanya pada mami, setelahnya mami faham, dan mengangguk hanya ber-oh ria saja.

"Okay, siap-siap, kita akan buka bersama-sama!" ucapnya

"Tidak mih, mamih aja yang buka, biar mami bisa percaya padaku, kalau aku tidak melakukan apa yang di tudingkan Venitha padaku." jelasku menyerahkan

"Baiklah, aku akan membukanya, dasar anak bodoh!" mami mentoyor kepalaku di barengi senyum bahagia penuh harapnya

Perlahan mami membuka amplopnya, mami mengintip isi amplop itu dan menarik kertas dari dalamnya, ia membuka lipatan kertasnya dan menelaah semua isi penjelasan dari dalam kertas tersebut.

Senyumku memudar ketika mami tiba-tiba merubah ekspresi cerianya menjadi ekspresi mendung dan...

"Happ!!" aku menahan mami yang hampir pingsan jatuh kebawah.

"Mam, mami...mami kenapa? Ada apa?" tanyaku cemas dan khawatir sambil memegangi nadi di pergelangan lengannya, lemah denyutnya dan tidak stabil. Perlahan mami menyodorkan surat kertas lab itu padaku dengan keadaan yang lemah dan lemas, seperti baru melihat hantu.

"Zayn, in..in..aaahh.." mami telah pingsan kini, dan aku coba melihat isi amplop itu, betapa aku terkejut dengan isi pernyataan surat hasil lab ini.

▫▫▫▫

To be continue again...

Sorry ya guys.. Lama updatenya..
Sorry juga aku potong lagi,, sorry kalau typo and kurang dapet feelnya.. Maklum.. Aku tulis cerita ini tidak fokus sambil bekerja..

Alhasil seperti ini... Sorry.. Guuys.. Mohon di maklumi...!!!

Continue Reading

You'll Also Like

6.2M 291K 42
[Follow sebelum membaca! Part 8 nya acak.] Setelah mabuk dan menghabiskan malam panas dengan seorang pria. Zeanna pun diusir oleh ayah kandungnya dan...
885K 21.2K 72
Nabila harus menanggung konsekuensi fatal dari ke tidak sadaran Dewa, Ayah sahabatnya karena pengaruh Alkohol. Pria yang ia hormati itu merebut paksa...
5.2M 246K 76
(BELUM DI REVISI MASIH BANYAK TYPO) Ansera, gadis centil dan cerewet, langsung jatuh hati pada Raha saat pertama kali ia melihat lelaki itu, pengacar...
3.5M 127K 71
Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta ke...
Wattpad App - Unlock exclusive features