CANDLE LOVE

By Utaridk

57 4 0

CANDLE LOVE More

SATU
DUA
TIGA
LIMA
ENAM

EMPAT

9 0 0
By Utaridk

Likha melingkari formulir yang diberikan kaka kelasnya, formulir yang berisi pemilihan ektrakurikuler karena bagi siswa kelas 1 wajib untuk mengikuti minimal 1 ektrakurikuler yang ada pada sekolah 35 Bekasi.

"pilih apaan lu kha?" tanya Affi yang sedang bingung memilih apa yang akan dipilihnya.

"gua pilih PMR"

"halaaaah gua apaan yaak"

"ya serah lu"

Affi tersenyum mendapatkan ide. Likha geleng-geleng melihat Affi yang tiba-tiba tersenyum sumringah

"gue pilih Osis aja, ada kak Diar ganteng soalnya ihiiiikkk"

"hahaha dasar lu, pinter deh milihnya".

Likha berkumpul bersama anak-anak yang memilih ekstrakurikuler PMR, tidak banyak, mereka jumlahnya 60 termasuk Likha. Likha senang memilih ekstrakurikuler PMR karena dia ingin mengetahui lebih banyak ilmu tentang P3K dll.

"baik adik-adik sekarang perkenal satu persatu dimulai dari kamu"

Kakak Mila seorang kakak kelas yang menjadi pembina PMR menunjuk seorang yang duduk diujung dekat pintu.

"nama saya Abinaya Alexi dari kelas x IPA3"

Deg. Jantung Likha berdegup kencang begitu nama itu disebut oleh suara yang dikenalinya. Matanya langsung menatap kearah suara itu berasal. Likha tak menyangka disinilah dia bisa mengenalnya, di PMR lah Likha bisa memulai untuk lebih tahu tentang Abinaya Alexi.

Setelah semua selesai memperkenaalkan diri. Beberapa kakak kelas mulai mengajarkan apa itu PMR dan ada berapa divisi-divisi yang ada didalamnya.

Likha tak kesulitan mengerti tentang materi yang diberikan kakak kelasnya karena diSMP Likha sudah diajarkan.

"baik adik-adik, minggu depan akan ada pelantikan anggota baru PMR, untuk itu dipersiapkan dari sekarang untuk melatih fisik dan mental kalian semua. Karena nanti ada tempat dan beberapa hal yang mungkin adik-adik akan dibuat tercengang hihihi" kata kak Nia.

Likha menceklist semua barang-barang yang disuruh kaka panitia anggota baru PMR untuk bekal dan semua perlengkapannya. Likha menyiapkannya dengan rapi padahal masih tiggal 3 hari lagi tetapi Likha sudah membereskan semuanya dimulai dari perlengkapan tidur,mandi,makan,baju ganti,barang pelengkap,snack sudah lengkap semua.

"yaps beres"

Ditengah makan malamnya bersama mami dan papinya dan adiknya yang bernama Pramudista melino, Likha meminta ijin sehubung dengan acara Pelantikan anggota baru PMR,

"mi pi Likha mau ada acara disekolah acara pelantikan anggota baru PMR. Acaranya 3 hari tapi Likha ngga tau dikasih tau sama panitia mau dimana acaranya"

"loh kok gitu nanti bagaimana papi dan mami menjenguk kamu kalau tempatnya aja ngga dikasih tau" jawab papi

Likha memutarkan kedua bola matanya, diusianya yang menurutnya sudah besar ini orangtuanya masih saja memperlakukannya seperti anak balita yang harus dijaga.

"piiiiii PLIS deh Likha udah gede dan papi mami ngga perlu jengukin Likha disana, karena sama panitia tidak diperbolehkan dijenguk oleh siapaun piiiiiii" lika memperjelaskan dengan penekanan disetiap katanya.

Papinya tersenyum melihat anak putri satu-satunya kesayangan sudah belajar mandiri tanpa disuruh, disisi kepercayaan kepada putrinya itu Teddy merasa khawatir karena selama 3 hari tidak bisa melihat putri kesayangannya.

"papi percaya sama kamu sayang"

***

3 hari berada dihutan dan ini baru hari pertama benar-bener membuat Likha ragu, apakah Likha bisa kuat disini menghadapi kaka senior yag galaknya luar biasa belum lagi setiap melakukan apapun harus diwaktuin, dan harus tepat waktu.

Semenjak bergabung di PMR Likha menjadi semakin dekat dengan Abi. Diacara pelantikan Abi sekelompok dengan Likha. Dan disetiap kegiatannya Abi selalu memberikan perhatian lebih kepada Likha.

Likha merasa nyaman dengan apa yang Abi perlakukan kepada Likha, pelantikan itu ada beberapa acara salah satunya penjelajahan. Setelah kelompok yang diketui oleh Abi sampai pada pos terakhir mereka dihadapkan oleh komdis, komisi disiplin. Dimana setiap calon anggota baru PMR yang akan dilantik harus dimarahi terlebih dahulu.

Ada kak Rena, kak Zai dan Kak Mila. Mereka itu galaknya super dupeer galak. Kaya macan yang lagi kelaperan.

Apalagi kak Zai yang bicaranya ngga pake rem. Namun Likha tau ini adalah salah satu seleksi untuk para anggota.

Setelah ber terapi syok, akhirnya mereka para anggota baru dilantik, dan dinyatakan sebagai anggota PMR.

Sepulangnya acara pelantikan Likha dan Abi menjadi sangat dekat, Likha tak menyangka Abi mengatakan bahwa mulai menyukai gadis cantik yang selalu tersenyum itu.

Sepulang sekolah Abi menahan Likha untuk jangan pulang terlebih dahulu, Abi mengajak Likha untuk meminum es krim di sebuah kedai es krim karena setelah mengenal Likha, Abi sedikit tahu tentang Likha bahwa Likha suka dengan es krim.

Likha melahap es krimnya dengan semangat.

"Kha, aku rasa aku menyukaimu. Seketika Likha merasa es krim dimulutnya meminta keluar dari mulut mungilnya, Likha tersedak.

Oh tidak Abi akan menembaknya. Likha memejamkan mata dan meminum air putih. Kemudian menyilangkan tangan dimeja. Likha ingin fokus mendengar Abi berbicara. Walaupun didalam hatinya sudah tidak karuan alunan degup jantungnya apalagi ditambah tangan Abi yang menyentuh tangan Likha.

"Dan aku rasa aku sayang kamu Pramudya Likhania"

Deg. Likha tak tahu harus mengatakan apa, Likha menyukai Abi, dan ini kesempatan Likha untuk bersama orang yang Likha sayangi.

"Mereka berpacaran. Abi sering menjemput Likha untuk sekolah. Mereka selalu bersama. Makan bersama saat istirahat dikantin.

"honey nanti aku ada jam tambahan, kamu ngga usah nunggu aku, aku bisa minta jemput papi" likha meminta pada pacarnya untuk tak usah menunggunya karena psti sampai sore. Dan Likha tau Abi akan mengikuti final futsal bersama teman kelasnya.

"tapi apa nggak papa Hon, aku kan udah jemput kamu, dan udah seharusnya aku juga anter kamu balik kerumah"

"kamu ini, nggak papalah kalopun nanti papi belum balik juga kan masih ada taxi, kamu ngga usah lebah gini ah, betein"

Likha memalingkan wajahnya, likha memang tidak suka apabila dirinya merasa dikhawtirkan bukan pada tempatnya. Likha sudah bisa menjaga dirinya sendiri.

"oke deh Hon, kabarin aku kalo udah sampe dirumah ya, sekarang kamu masuh, bel udh bunyi tuh"

Sebenarnya Abi adalah orang yang super duper baik dan selalu berusaha untuk membuat Likha bahagia, Zai adalah salah yang membuat hubungan mereka tidak baik akhir-akhir ini. Selama mereka di PMR Zailah orang yang selalu memberika perhatian lebih kepada Likha. Tak dipngkuri disisi sifat Zai yang baik kepada Likha, Zai juga memiliki karisma yang menarik, Zai ganteng, kulitnya putih, badannya tinggi tapi tak sesixpack Abi.

Semenjak itu, Abi merasakan Likha yang mendapatkan perhatian lebih dari seniornya. Abi merasa geram, Abi tidak ingin ada yang menyukai kekasihnya itu.

Saat sedang berkumpul sepulang sekolah di markas PMR, Abi dengan kasar menyeret tangan Likha yang sedang duduk memegang es krim dari Zai.

"Bi sakit, lepasin tangan gue, bisa ngga sih lo ngga kasar?"

"kalo lo ngga mau dikasarin jaga perasaa gue ! ngerti !" likha tak habis pikir, Abi akan semarah ini, mengetahui Zai memberikan es krim untuk Likha.

"kamu murahan banget sih Kha, gue bisa beliin eskrim 10 kali lipat buat lo ! udah berapa kali gue ingetin juga, gausah deket deket sama Zai karna gue ngga suka!!!" ada nada penekanan pada setiap katanya yang membuat Likha sangat sakit hati, nada itu kata murahan itu seharusnya tak usah keluar dari mulutnya, hanya kesalahan ini hanya sesepele ini.. Likha menangis, dan pulang menaiki taxi,karena dibiarkan ditinggal sendiri. Likha tertekan setiap kali Abi memarahi Likha bahkan berteriak pas didepan mukannya ditambah dengan kata-katanya yang menyakitkan hatinya dan langsung pergi membiarkan Likha pulang sendirian.

Likha pulang menggunakan taxi, karena papinya belum pulang dari kantor.

Likha meletakan tasnya, pikiran Likha pusing memikirkan pacarnya yang perilakunya akhir-akhir ini kasar padanya.

Suara ponsel Likha berbunyi, nama kak Zai tertera di ponselnya, Likha menggeser slide dan menerima telfon dari Zai

"Hai likha"

"iya ka ada apa?"

"gue denger tadi lo berantem sama Abi gara-gara eskrim yang gue kasih buat lo ya?"

"engga kok ka, aku sama Abi baik-baik aja"

Likha berusaha menutupi pertegkarannya tadi dengan Abi, karena Likha tahu masalah ini kedengaran konyol sekali,

"kalopun kalian berantem gue minta maaf ya, niat gue Cuma ngasih eskrim itu aja ke lo, soalnya kebutetulan pas gue beli minum ada eskrim kesukaan lo dan tiba-tiba gue keinget deh sama lo, hehe"

"aaduh ka kenapa jadi minta maaf sih, harusnya aku yang makasih ka hehe, makasih buat eskrimnya ya ka".

"hahaaaai ya udah Kha, istirahat sana lo. Suara lo udah keliatan kecapean banget tuh. Udah dulu ya. Bye."

Tut..tut..tut..

Seperti biasa Likha dijemput oleh Abi. "pagi sayang, yuk masuk"

Likha tersenyum dan langsung masuk kedalam mobil Abi.

Di jam istirahat, Likha dan Abi bertemu dikantin untuk makan siang bersama,

Abi sudah memaafkan Likha dan berusaha untuk melupakan kejadian kemarin.

"handphonemu hon" Abi meminjam Hndphone Likha seperti biasa untuk meng ceknya.

log panggilan masuk from kak Zai durasi 4 menit.

Likha yang sedang asyik meminum softdrink tak sadar bahwa cowok didepannya sudah sangat panas dan marah.

Abi bangkit dari kursi dan pergi meninggalkan Likha sendiri.

Likha yang tersentak melihat Abi kabur bingung dan kaget dan langsung menyambar handphone di depannya, "mampus".

Lagi. Abi membiarkan Likha dikantin dan sudah terbiasa Abi asal pergi begitu saja, Likha geram namun hanya didalam hati. Entah kenapa Likha seperti menangis batin merasakan perilaku Abi akhir-akhir ini padanya.

Likha berniat untuk tidak menanggapi perhatian yang Zai berikan dan tidak membalas pesan-pesannya semua karena Abi, Likha menyayangi Abi.


Continue Reading

You'll Also Like

1.5M 74.1K 39
Bagaimana jika seorang ketua geng motor berumur 18 tahun yang memiliki sifat brandalan dan di cap sebagai pembuat onar malah kecelakaan dan membuat n...
273K 16.6K 36
𝗣𝗵𝘂𝘄𝗶𝗻: 𝗸𝗮𝗺𝘂𝘁𝘂𝗵 𝗺𝗮𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗽𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗼𝗻𝗱: 𝗻𝗲𝗻𝗲𝗻❟ 𝐏ɦυω𝗂𐓣 ᑯ𝖾𐓣𝗀α𐓣 𝗌𝖾𝗀αᥣα 𝗄𝖾𝗌αᑲα𝗋α𐓣𐓣𝗒α ꭑ𝖾𐓣𝗀ɦαᑯαρ𝗂 𝗍𝗂𐓣�...
2.8M 108K 67
Karena kasus bullying, Vannesya Morris dipindahkan ayahnya ke New York. Vannesya mengira kehidupan barunya di Negeri Paman Sam tersebut akan membawa...
112K 10.8K 53
[Masih Revisi] "Saat Takdir Memberi Kesempatan Kedua untuk Menjadi 'Rumah' yang Sesungguhnya." ------- Zavier : "Dulu aku membangun dinding untuk ber...
Wattpad App - Unlock exclusive features