S.o.S

By theanagsanti

620 43 18

Hidup Ramona adalah hidup yang diimpikan oleh hampir seluruh gadis di dunia. Cantik dan punya suami seorang p... More

1
2
3
4
5
6

7

16 2 1
By theanagsanti

"Kopi," Bram, rekan kerja Rama menyodorkan kaleng kopi instan ke arah Rama yang hanya menjawab dengan "hmmm" tanpa berpaling dari dokumen yang sedang dia baca.

"Sebenernya ini soal hati atau apa sih?" tanya Bram sambil duduk di salah satu kursi, kemudian menyelonjorkan kakinya ke atas meja.

"Come on!!!" protes Rama.

Bram tertawa.

"She's hot," komentarnya selanjutnya sambil memutar kedua bola matanya dengan jahil.

"Gue cuma mau tahu aja, bukti kuat apa sehingga membuat Ramona layak untuk dijadikan terdakwa," kilah Rama.

"Emmmm.....suaminya bukan pemakai, tidak mengkonsumsi obat apapun, dia sehat, kemudian pada suatu malam suaminya mati, dan mereka hanya berdua di apartemen itu. Daaaan.....penjaga apotik mengiyakan jika sorenya Ramona membeli obat tidur tersebut yang ditemukan didalam gelas suaminya," jelas Bram.

"Yakin penjaga apotik itu tahu persis?"

"Ya. Karena dia punya kartu berlangganan khusus, obat seperti itu juga harus atas resep dokter. Ada dalam catatan apotik pembelian menggunakan kartu berlangganan miliknya juga,"

Rama masih mengangguk-angguk sambil berpikir keras ketika kemudian handphonenya berdering.

"Ya Va......enggak....oke gue kesana ya," Rama menutup telponnya. Dia lalu melemparkan dokumen berkas perkara Ramona ke arah Bram yang menangkapnya dengan gerakan gugup hingga hampir terjatuh dari kursinya.

"Gue pergi dulu. Thanks  kopinya," Rama meraih kopi yang tadi disodorkan Bram, lalu melangkah keluar.

"Untung temen gue...." sungut Bram setelah Rama menghilang dari pandangan.

***

Eva berdiri di depan apartemennya dengan beberapa tumpukan karton disamping kakinya ketika mobil Rama datang.

"Hai," sapa Rama sambil keluar dari mobil.

"Haii, aduuuh sorry ya gangguin lo. Nggak tahu tuh mobil gue, padahal abis diservis lho, kok tiba-tiba aja ngadat."

"Enggak ganggu kok, gue lagi free. So, what can I do for you?" tanya Rama kemudian.

"Mmmm...anterin gue nganter barang-barang ini," kata Eva menunjuk tumpukan karton disamping kakinya.

"Oke, ayok!!"

"Agak jauh tapi....ke....Bandung. Hehehehehehe."

Rama mengerutkan keningnya, seakan berpikir keras.

"Ada ongkosnya kan?" tanyanya.

"Oke!!" Eva mengacungkan jempolnya.

Mereka tertawa, kemudian sibuk menaikkan karton-karton tersebut ke dalam mobil milik Rama.

"Berangkaaaaaat," seru Rama setelah mereka selesai.

"Lo nggak nyimpen CD lagu gitu di mobil?" tanya Eva, di dalam perjalanan menuju Bandung.

"Ada sih, tapi nggak yakin lo bakal suka ngedengerinnya," jawab Rama sambil tetap fokus menyetir mobil.

"Dimana?"

"Ada di dalam dashboard situ, cari aja."

Eva membuka dashboard kemudian melihat-lihat tumpukan CD, yang kebanyakan isinya beraliran metal, tapi kemudian dia menemukan satu CD yang menggelitik untuk diambil.

"Lo serius dengerin ini? Dangdut koplo?" tanyanya sambil menunjukkan CD tersebut.

Rama menoleh sebentar, lalu tertawa.

"Hhahhahahaha...enggaak....itu si Bram yang suka kadang minjem mobil gue," jawabnya.

"Tapi asyik lho kadang dengerinnya, bisa ngilangin ngantuk gitu liriknya," lanjut Rama.

Eva mengangkat bahu lalu memasukkan kembali CD itu ke tempatnya.

"Nggak jadi muter lagu?" tanya Rama.

"Nggak. Lo bener, I will not like it," jawab Eva.

"Yeaaah...gue inget. Lo tuh suka musik klasik, jazz, relax music. Mellooowww....galaauuuw."

Eva tersenyum.

"Ya...karena kekuatan relaks itu luar biasa."

"Oh ya?"

"Ya...simplenya kalau kita stress, obatnya ya relaksaai, dan lo kalau pernah lihat acara di tv ya, hipnotis itu dimulai dengan relaksasi. After that, lo bisa mengontrol orang dari bawah alam sadarnya. Amazing kan?"

Rama mengangguk.

"Ya...ya...hipnoterapi juga ada dalam metode penyelidikan. Intinya sama, orang dibuat relaks, supaya bisa ngomong lebih terbuka."

"Itu!!!" Eva menjentikkan jarinya.

Rama tersenyum ke arah Eva.

"Lo sama Ramona itu bener-bener unik. Dua orang dengan karakter yang bedaaaa banget, bisa seawet ini sahabatan."

"Gue sayang sama gadis bego itu. Hahahahhahah."

"Eh...lo masih inget nggak......" obrolan terus berlanjut sepanjang perjalanan dengan berbagai cerita tentang masa SMU mereka. Hingga akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan mereka.

PANTI ASUHAN KASIH BUNDA

Rama mengikuti Eva turun dari mobil.

"Disini?" tanyanya sambil membuka bagasi mobil.

"Iya. Gue suka bawain beberapa buku buat anak-anak disini," jawab Eva sambil mengeluarkan karton dari dalam bagasi mobil.

"Kok bisa tahu tempat ini?"

"Kebetulan sih anak saudara gue ada yang disini. Namanya Lara. Dia sudah yatim piatu dari umur 2 bulan. But, she was a great girl. You'll see," kata Eva.

Mereka disambut oleh Ibu panti yang ramah dan ayu khas orang Sunda. Lalu langsung menuju taman belakang, tempat anak-anak panti sedang berkumpul, asyik bermain.

"Haiiiii!!!" sapa Eva.

Anak-anak itu seketika berhenti bermain dan berlari menyambut Eva, menyalami mereka berdua satu persatu, kemudian berebut membuka karton satu persatu.

"Pesenan Ara ada Kak?" tanya seorang gadis kecil berusia sekitar enam tahun.

Rama terpesona pada matanya yang bulat, yang berbinar bahagia menatap Eva. Senyumnya lebar, menampilkan gigi-giginya yang berjajar rapi.

"Ada doooong. Kakak simpan khusus buat kamu," Eva mengeluarkan buku cerita tebal dari dalam tasnya.

"Oh iya. Kenalan dulu dooong...ini kak Rama," Eva mengenalkan.

Lara mengulurkan tangannya yang disambut oleh Rama.

"Oke....siapa gadis cantik ini?"

"Lara," jawab Lara malu-malu.

"Buku apa ini? Wow!! Kumpulan cerita penemu dunia. Memangnya Lara mau jadi apa?"

"Profesor. Bikin pesawat terbang kayak Pak Habibi."

"Hebat!!! Tos dulu dong."

Mereka tos. Lalu Lara berpamitan untuk bergabung bersama teman-temannya.

"Dia cantik," komentar Rama.

Eva tersenyum.

"Dan dua minggu lalu, dia divonis terkena leukimia, dia harus mulai terapi kemo."

"Lo serius?" Rama menatap Eva.

"Iya. Tapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk jadi profesor. Yuk gabung sama anak-anak," Eva berjalan mendahului Rama.

Rama termangu menatap Lara dari kejauhan. Dia sedang duduk membacakan cerita untuk teman-temannya yang duduk mengelilinginya.

Rama baru akan melangkah ketika tiba-tiba handphonenya berbunyi dan mengedipkan nama Bram.

"Ya...."
"Case closed. Ramona bebas. Keluarga Daniel mencabut tuntutannya," suara Bram dari seberang.

Rama menutup telpon dengan wajah gamang. Eva dari seberang juga tampak sedang mengangkat telepon dari seseorang. Dia kemudian berdiri dan berlari mendekati Rama.

Dengan terengah-engah Eva berkata...
"Ramona......."
"Ya," Rama mengangguk memberi tanda bahwa dia sudah tahu yang akan disampaikan Eva.















Continue Reading

You'll Also Like

925K 90.6K 62
Hidup Katya sangat sempurna: peraih lulusan terbaik, model cilik, dan anak dari keluarga Adhyaksa-Pramaditya yang merupakan dua keluarga terkaya di I...
39K 2.5K 25
Hidup seperti roda yang berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Seperti itulah juga hidup Reana Lovata. Walaupun pernah menjadi model anak anak ya...
X dan Dia By Sirius Khans

Mystery / Thriller

53.9K 4.9K 26
'Mungkin tak semua orang dapat memahami apa yang kita rasakan. Tak sedikit pula orang hanya ingin tahu, bukannya benar-benar peduli.' Itulah yang dir...
165K 6.9K 68
Gadis yang terbiasa untuk mengerti dari pada dimengerti adalah gadis yang penurut. Hidup sederhana, dan bertutur lembut. Renja adalah gadis desa yang...
Wattpad App - Unlock exclusive features