Aku yang sedang menyiram bunga ditaman belakang, kaget mendengar suara Ka Ferdy"YUHUUU KA FERDY PULANGGG"
Aku segera berlari ke arahnya sambil berkacak pinggang "Loh Drey udah pulang dari rumah Femy?"Tanya nya
Aku hanya menatap tajam matanya, "Kenapa sih Drey?"Tanyanya bingung
"Jujur ka, kaka sebenernya lagi suka sama Yona atau Femy sih?"Tanya ku
Ka Ferdy hanya terdiam mematung ditempat "Ka Ferdy jawab dong"rengekku
"Okey, sebelumnya gue emang suka sama yona, tapi setelah gue liat yona berpelukan sama cowo, gue langsung menuju rumah Femy dan curhat sama dia, dan gue sadari gue suka sama Femy, Femy itu pikirannya dewasa banget"jelas ka Ferdy
Aku hanya melongo menatapnya "Kakak yakin suka Femy dengan tulus?"selidikku. aku takut Femy cuman dijadikan Ka Ferdy pelampiasan hanya karna Yona udah punya pacar.
"Iya Audrey sayang, tenang aja kakak ga bakalan nyakitin Femy kok."ucap ka Ferdy
"Janji?"
"Janji."
Aku lega mendengarnya, seenggaknya hanya aku yang merasakan rasanya disakitin sama orang yang kita cintai.
***
Sudah beberapa hari aku tak berhubungan dengan revan. "Drey, Revan didepan tuh"ucap Ka Ferdy sambil duduk disampingku
"Bilangin sama dia, gue sibuk ga bisa diganggu. Kalo mau jalan bilangin aja jalan aja ama cewek lain"ucapku sambil menatap lurus ke depan
Ka Ferdy hanya menatapku dengan bingung seolah dia tak tahu apa yang sedang terjadi sekarang "Oke,lo utang cerita sama gue"ucap Ka Ferdy dan berjalan keluar taman belakang rumah
Aku menghirup udara dan menghembuskannya. "Sekarang jelasin kenapa lo ngehindarin revan?"Tanya Ka Ferdy tiba-tiba datang. buset ni anak penasaran banget keknya.
"Pertama, dia udah boongin gue. Kedua dia jalan sama cewe lain sambil rangkulan"ucapku sambil tersenyum pahit
"Bentar maksudnya ngeboongin lo?"
"Dia bilang dia balik sore, eh pas gue ke café siang kemaren gue sama Femy dia jalan ama cewe"sahutku. "Dan bodohnya gue, gue sempet ngira dia itu suka juga sama gue, tapi nyatanya enggak"
Ka Ferdy langsung memelukku erat. Ya dia tahu kalau sudah begini aku pasti aku menangis, dan tumpahlah air mataku. Aku menangis dipelukannya.
***
Tibalah hari pertama masuk sekolah sebagai anak kelas 11, aku buru-buru mengikat rambutku dan memoleskan sedikit liptint dibibirku. Aku berlari menuju tangga dan menuruninya "Ka ayo cepetan aku hampIr telat nih"ucapku sambil mengikat tali sepatu
"Apaan sih Drey, baru juga jam setengah 6."ucap ka Ferdy
Aku melongo lalu melihat ke arah jam dinding, dan benar masih jam setengah 6. "Jadi siapa yang mengutak-atik jam dikamarku?"tanyaku bingung
Ka Ferdy dan Mami ketawa tawa, oke aku sudah tahu jawabannya. Aku memanyunkan bibirku, dan membelakangi mereka berdua.
"Elah Drey ga usah ngambek dong"
"Iya Drey Mami cuman bercanda"
Aku pura-pura tidak mendengarnya dan segera mengirim pesan ke femy
[line]
Audrey: JEMPUT GUE NOW
Femy: otw mbak
"Drey"panggil ka Ferdy
Aku tetap menghiraukannya hingga....
"Hai Drey yaudah yuk berangkat"ucap Femy sambil nyelonong masuk ke rumah
"Ayuk Fem"ucapku sambil berjalan mendatanginya
"Hai Femy"ucap Ka Ferdy sambil tersenyum. kampret ni anak sempet_sempetnya modus
"Hai ka"balas Femy sambil cengengesan
"Drey jangan ngambek dong kita cuman bercanda lagian ini idenya Ferdy"ucap Mami
"oh gitu yaudah Audrey juga bercanda BYEEEE"ucapku sambil berlari ke luar rumah.
***
Aku berjalan beriringan dengan Femy, dan tiba tiba ada seseorang menahan tanganku. Akupun berbalik dan disitu ada Revan.
"Lepasin."ucapku dingin, bukannya aku membenci di, tapi aku berusaha menghilng perasaan ku terhadapnya.
"Ga, sebelum kamu jelasin kemana kamu selama beberapa hari yang lalu?"tanyanya
"Bukan urusan lo. LEPASIN!"ucapku sambil melepas tangannya, dan berlari menuju kelas.
Aku sudah tak tahan lagi air mataku tak dapat terbendung lagi. Aku segera menghapusnya dan berjalan menuju kantin untuk membeli tissue, aku berjalan menunduk dan tanpa ku sadari aku menabrak seseorang. Aku pun mendongak untuk melihat wajahnya
"Maaf gue buru buru"ucapku
"Lo nangis?"Tanya cowo itu
"Ga."
"Pake saputangan gue aja nih"ucap cowo itu sambil menyondorkan saputangan biru muda
Akupun mengambilnya "Terima kasih"ucapku sambil tersenyum
"Sama-sama. Oh iya nama lo siapa? Gue Kevin"ucapnya sambil mengulurkan tangan
Aku membalas ulurannya "Gue Audrey"
"Yaudah Audrey, jangan nangis lagi ya"ucapnya sambil membelai rambutku
Aku hanya mengangguk menanggapinya, cowo itupun pergi.
***
Revan pov
Entah akupun tak tau alasannya kenapa Audrey menjauhiku, kenapa dia tidak membalas chat dariku. Aku bingung dimana letak kesalahanku saat ini?
Aku menghampiri femy yang sedang duduk sendirian dikantin untuk menanyakan kenapa sikap Audrey berubah "Fem Audrey kenapa sih?"
"Tanya ama diri lo sendiri"ucap Femy dingin
"Gue bingung apa salah gue"
"Lo tuh ngapain ke café butterfly pagi-pagi? Pake rangkulan ama cewe lagi. Dan lo tau ga Audrey itu cinta sama lo!"ucapnya sambil beranjak pergi
Aku melongo mendengar perkataan Femy. Audrey cinta sama aku? Apa benar?
***
Audrey pov
Aku termenung disini memandang lurus ke depan, aku lagi ditaman sekolah. Tiba-tiba ada seseorang yang menghampiriku dan duduk disebelahku
"Hei, lo kenapa sih?"Tanya cowo itu
"Gapapa"ucapku sambil tersenyum
"Elah ga usah fake smile, ga usah sok strong kalo nyatanya lo ga kuat ngadepinnya"ucap tuh cowo
Aku memandang cowo itu dengan mata yang sembab
"Ngapain lo nangisin cowo sih, toh cowonya emang peduli ama lo? Cowonya emang bakal nangis juga?"ucapnya lagi
"Emangnya lo pernah nangisin cewe?"tanyaku sambil menahan tawa
"Pernah sih"ucapnya sambil malu malu
Aku pun tertawa terbahak-bahak
"Kenapa ketawa sih"protesnya
"Abisnya lo lucu emang ada cowo nangisin cewe?"ucapku disela sela ketawa
"Ada, cowo nangis berarti dia udah sayang dan cinta banget ama cewenya"ucapnya bijak
"Oh gitu ya, eh gue mau ke kantin nih mau ikutan ga vin?"tanyaku
"Yaudah ayuk"ajak Kevin
Semoga bisa membuatku melupakan Revan dengan jalan bersama kevin
***************************
Author POV
Audrey tertawa terbahak-bahak bersama Kevin, Kevin itu orangnya lucu . Asik pula. "Tau ga drey masa gue dirumah tadi mau buat baju ke mesin cuci tapi gue malah buat bajunya dikardus kosong yang isinya tai kucing gue"ucapnya
Sontak audrey langsung ketawa mendengarnya " Sumpeh lu? Anjer ngakak gue vin"kata audrey
"Iya beneran Drey, gue aja bingung kenapa gue bisa error gitu pernah , trus ya gue pernah mau minum air es trus mau ngambil gelas eh gue malah ambil piring"kata Kevin dengan muka polosnya
Audrey tertawa geli mendengarnya " anjir kev lo itu pikun apa gimana sih, ngakak gue dengernya"
Ditempat yang tak jauh dari situ revan melihat dengan tatapan yang tak biasa, dia kesal audrey bisa dekat dengan laki-laki lain selain dirinya, "ekhem kenapa lo cemburu liat audrey?"ucap femy yang tiba-tiba berada disamping revan
"ga, gue ga cemburu kok fem"elaknya
"really? Tapi asal lo tau kayak beginilah perasaan audrey liat lo jalan sama cewe lain van"
Revan terpaku mendengar kata-kata femy
"sadar van, sebelum apa yang seharusnya adalah milik lo menjadi milik orang lain. Ngerti kan maksud gue?"ucap femy sambil menepuk bahu revan seolah-olah membangunkannya dari tidurnya.
Revan terdiam sesaat dan amatanya terus memandangi audrey bersama cowo lain, entah kenapa hatinya sakit melihat itu semua, tapi dia tak mau mengakuinya.
***
Audrey terduduk sendirian dikelas, sambil membaca novel yang ia beli semalam. Tiba-tiba femy menghampirinya
"drey, siapa cowo yang tadi dikantin sama lo?"Tanya femy sambil duduk disampingnya
"oh itu, Kevin anak IPS-3 dia asik banget orangnya, dia ganteng lucu juga. Pokoknya gue nyaman sama dia sekarang"cerita audrey sambil menampilkan senyum bahagia
Femy menatap bola mata audrey yang bulat "yakin? Gue tau kok drey, lo masih kepikiran kan sama revan?"
"enggak kok, ngapain gue mikirin cowo kek gitu"elak audrey. Padahal didalam hatinya dia masih terlalu sakit untuk mengingat kejadian dicafe semalam
Femy hanya tersenyum tipis menanggapinyadia tahu audrey mana mungkin bisa melupakan revan dengan sekejap mata.
***
Cek mulmed ada kevin.