What's A Game?

By HafifahKomariah

16.5K 1.3K 112

[COMPLETED] (Cerita sedang direvisi) Disebut apakah permainan ini? Apakah permainan Kematian? Atau Permainan... More

Prolog: Kematian Siti dan Ovi
Awal Dari Semuanya
Permainan Bodoh.
You Are Next!
Wanna Play With Me?
Mulai Mengetahui.
Semuanya Telah Terbongkar.
Gunung Ceremai.
Penjelasan (1)
Penjelasan (2).
Akhir Dari Semuanya.

Start To Know.

1.1K 94 26
By HafifahKomariah


"Wah? Finna? Lukman?" Fitri tercengang saat Lukman berlutut didepan Finna.

"Terima! Terima! Terima!"

"Will you love me?"

"Terima! Terima! Terima!"

Mereka terus berteriak terima, sampai akhirnya Finna mengangguk mantap. Lukman berdiri. Lalu memberikan senyuman semanis mungkin kepada pacar barunya.

"Tan? Gue boleh nangis nggak?" Arfan berbicara sendu.

"Tahan om! Tahan! Malu lagi disekolah!" Hafifah mengibaskan tangannya.

Arfan menahan tangis.

"Wisssss!! Peje dong peje!"

Keduanya mesem-mesem. Sampai akhirnya bel masuk berbunyi dengan kencang.

"Daahhh My Cinderella!"

"Daahhh My Prince."

"Sakitnya tuh disini didalam hatiku sakitnya tuh disini!!" Arfan bersenandung lagu dangdut tanpa malu, hingga akhirnya Cowok Lebayan itu pergi meninggalkan lapangan.

***

Ariska. Cewek itu pernah dekat dengan Lukman. Emang sih, Ariska udah nggak deket lagi sama Lukman. Tapi kita disini sama-sama yakin kalau Ariska masih menyimpan sedikit rasa. Walaupun hanya 'sedikit'.

Tapi Hafifah tak mau ambil pusing dalam urusan itu. Biarin aja mereka pada pacaran atau apa. Yang penting adalah pelajaran... Lagian nggak selamanya juga cinta bisa bikin bahagia. Buktinya, orang-orang diluar sana, bunuh diri cuma gara-gara jatuh cinta. Bahkan untuk urusan gagal move on, mereka sampai begitu prustasinya menghadapkan soal cinta yang selalu kebayang-bayang. Dan ujung-ujungnya, nilai turun banget alias anjlok parah.

Mending sekalian nyari teman hidup, bukan pacaran, tapi rasa kayak pacaran. Bakalan selamanya. Nggak ada yang namanya kata putus.

Udahan ah curhatnya :v

PING!!! Lamunan Hafifah terhenti saat ponselnya berbunyi. Dibukannya sebuah Pesan.

Hilda Patia Amanda
PING!!!

Hafifah.
Kenapa Da?

Hilda Patia Amanda
Nggak. Bete aja.

Hafifah.
Oh.

Hilda Patia Amanda
Gue mau nanya.

Hafifah.
Nanya apa?

Hilda Patia Amanda
Kalo misalkan lo punya temen Psychopath, tanggepan lo gimana?

Hafifah.
Ya jangan sampe dibunuh.

Hilda Patia Amanda
Serius tau. Ini Ida lagi nanya...

Hafifah.
Emangnya kenapa sih? Lo mau jadi Psycho ya?

Hilda Patia Amanda
Bhakkk! Leh Ugha. Hahahhaa

Hafifah.
Idih najong.

Hilda Patia Amanda
Jadi Psychopath enak kali ya?

Hafifah.
Enak apanya?-_-

Hilda Patia Amanda
Enak bisa bales dendam sama orang yang udah nyakitin kita...

Hafifah.
Ya Ampun. Ampe segitunya...

Hilda Patia Amanda
Yaudah deh. Ida mau belajar dulu. Byee

Hafifah.
Bye

Hafifah mematikan kembali ponselnya. Hilda. Mengapa dia berbicara seperti itu. Bukannya ini bisa mengeluarkan asumsi-asumsi... Tetang pembunuhan dari Ovi sampai Endang.

Walaupun polisi sudah meyakini bahwa Kematian mereka semua adalah benar-benar bunuh diri. Tapi Hafifah madih tidak yakin. Feeling Hafifah sangat kuat. Kematian mereka memang ada unsur kesengajaannya. Apalagi orang yang berada dibalkon pada waktu Endang terjatuh dari lantai tiga. Siapa sebenarnya orang itu? Kalau orang itu bukan pembunuhnya, kemarin, ia akan ikut menjadi saksi atas meninggalnya gadis cantik bertubuh mungil itu.

Satu pertanyaan dibenak Hafifah saat ini. Apakah ini semua ada sangkut pautnya sama Hilda?

***

Hari ini, hari minggu. Acara pemutaran kedua Gladian Pinru. Sekarang bertempat di Pulau Mangga. Semuanya sudah hampir berkumpul disana.

"Udah pada dateng semuanya?" Tanya Kak Irham, selaku pembina Pramuka disekolah kami.

"Belum, Kak. Masih ada yang belum dateng."

"Yaudah nanti kalau udah pada dateng. Panggilin kakak, Kak Madanih, sama Kak Solah." Kak Irham kembali duduk.

Ariska berada didalam tenda peneduh, bersama Hafifah, sambil tidur-tiduran.

"Yakin Ka? Lo yakin nggak bakalan suka sama dia lagi?" Tanya Hafifah.

"Ya Enggak lah! Ngapain! Besok dia gue bunuh!"

"Dih jahat." Hafifah tertawa diakhir kalimatnya.

"Hahahahaha." Ariska ikutan tertawa.

"Sama Pandu aja Ka. Dia kan Jomblo. Eh bukan Jomblo deh, tapi jones. Bhakakakaka."

"Ett parah banget ya lo." Ariska ikutan ketawa.

"Behhh... biarin aja ah. Udah jangan galau. Kan ada gue. Lo lupa ya? Gue kan juga Jones. Samaan dong." Hafifah meletakan tangannya diatas udara. Siap menerima balasan tangan dari Ariska.

"Idih gue mah Jonis. Jomblo Manis."

"Najis." Hafifah buru-buru menurunkan tangannya, lalu berlaga marah.

"Eh keluar lo pada! Berdua-duaan didalem aja ya!" Fanny tiba-tiba nongol dari samping tenda.

"Emang udah pada dateng semua?"

"Udahlah! Lelet sih!"

Ariska dan Hafifah buru-buru keluar dari tenda. Dan benar saja, semua sudah datang dan sudah berbaris rapi di tengah-tengah lapangan.

"Materi pembelajaran Gladian Pinru ini adalah... Alternatif Makanan Saat Kita Berada Di Alam Terbuka. Jadinya, kita bakalan ke sawah yang dibelakang itu." Kata Kak Irham.

"Idih! Ogah ah Kak. Sawahnya kan serem. Ntar kalo ada yang mati gimana?!" Celetuk Putri dengan tiba-tiba.

"Idih si Putri mah ngomongnya gitu!" Fanny berteriak.

"Ihhh..." Putri bergidik ngeri.

"Udah-udah! Abaikan aja si Putri mah." Hilda menengah.

"Yaudah. Sekarang baris yang bener. Segera rapi buat pergi ke sana! Mengerti?!"

"SIAP!!!"

"Ayok jalan."

Kak Irham memimpin didepan. Menunjukan jalan yang akan mereka lalui untuk mencari Alternatif Makanan kemah.

Someone's Point Of View

Awal jalan pertama, mereka masih berjalan seseuai barisan tadi. Tapi... setelah sampai ke sawah, barisan mendadak bubar.

Ini kesempatan emas aku untuk membunuh 'dia'. Dia begitu bodoh. Mengapa ia selalu jalan terakhir. Dan lebih tepatnya lagi. Aku berada bersamanya di barisan paling terkakhir.

Mataku memandang sebuah gubuk kecil dengan kapasitas yang hanya disesaki oleh kurang lebih lima orang. Ini saat yang sangat tepat.

Aku mengajaknya untuk menemaniku kedalam sana. Dengan Alasan, siapa tau aja disana ada sebuah tumbuhan yang bisa kita ambil.

"Masuk duluan. Gue takut." Alibiku.

"Oke."

Dasar bodoh. Maunya saja aku suruh masuk kedalam sana. Aku mengeluarkan pisau kecil dari dalam sepatuku. Ini yang aku lakukan setiap hari, menaruh pisau ini didalam sepatu.

Aku segera ikut masuk kedalam gubuk kecil itu.

"Kayaknya, nggak ada deh. Gue nggak nemu tumbuhan apa-apa."

"Iya kali ya. Tapi tujuan gue kesini bukan itu."

"Terus?"

Aku memperlihatkan pisauku. "Gue mau bunuh lo!"

Dia panik sekaligus ketakutan. Dia langsung berusaha untuk keluar dari gubuk ini.

"Mau keluar? Susah tau. Mending disini. Main-main sama gue. Mainan kematian!" Aku tau wajahnya saat itu benar benar ketakutan.

"Nggak perlu takut." Aku mendekatinya.

Dia terlihat hendak membuka mulutnya.

"Mau minta tolong?! Nggak akan ada yang denger. Hm... Emang sih mereka banget-banget peduli sama lo! Sampe gue aja jarang dipeduliin tau nggak! Seorang elo gitu! Seorang yang megang kepemimpinan tertinggi diantara kita! Ya kita cuma bisa apa?! Ikutin kata-kata lo doang! Oke udah cukup. Gue nggak bakalan abisin suara gue untuk ungkapin semuanya sama lo! Nggak guna! Lo juga bakalan mati dikit lagi." Aku menggoreskan pisauku dilehernya. Belum dimulai kok acara pembunuhannya.

"Enaknya dimana ya? Disini atau ditangan? Dada? Jantung? Up To You!"

"Please. Gue mohon...."

"Ada pesan-pesan terakhir?"

Dia menahan napas.

"Nggak ada? Oke...." Aku menusuk leher sebelah kanannya. Ia menjerit.

"Jangan teriak... Lo nggak mau kan ada yang ikutan dipermainan kita?" Aku menutup mulutnya dengan pelan. Pisauku belum aku cabut dari leher sebelah kanannya.

"Selamat tinggal." Aku mencabut pisauku. Tepat saat itu cairan berwarna merah keluar deras dari lehernya.

Tubuhnya limbun. Lalu terjatuh ketanah. Aku tertawa pelan. Permainan tadi begitu menyenangkan. Tanpa aku sadari, seseorang telah berdiri dibelakangku....

"Lo...?"

BERSAMBUNG~

Riddle:

Di Part Ini ada satu orang yang udah dibunuh kan... Mau tau siapa yang dibunuh tadi. Ayo pecahkan Riddle inibuat tau siapa pembunuhnya.

(5,3)(8,2)(5,2)(6,2)(2,1)(6,2)

Kata kuncinya: Ini adalah angka dari keypad yang ada dihandphone-handphone jaman dulu.

--

Bantu ditebak ya :v Ohya Maksud dari Someone's POV adalah, ketika seseorang mengubah Subjeknya menjadi kata 'Aku'. Gue sengaja ngubah biar Pembunuhnya nggak langsung ketebak :v Bhakkk... oke sekian terimakasih^^

Continue Reading

You'll Also Like

Psychopath Child By shiro

Mystery / Thriller

66.5K 5.3K 34
[17+] Anak itu datang dengan manisnya, membawa sebuah koper misterius yang selalu menyertainya. Awalnya kupikir ia bisa mengisi hari-hari sepiku. T...
17.1K 1.3K 45
Koma untuk waktu yang panjang lalu terbangun dengan beberapa ingatan yang menghilang, hampir semua keluarganya menjadi korban dari pembunuh yang iden...
grudge | treasure ✔ By nana

Mystery / Thriller

219K 33.8K 25
❝Kenapa lo lakuin ini semua?❞
13.4K 352 11
Diam dan turuti kemauanku atau kau akan mati🥀🔪 . . . . Yang masih penasaran, yuk mampir ke ceritaku🍻 Cover diambil dari pinterest🍭 Sebelum baca...
Wattpad App - Unlock exclusive features