Married Without Love

By annisafa1

505K 17.2K 218

Angeline Stewart berumur 28 tahun. Ayahnya seorang politisi di Korea Selatan. Sedangkan Ibunya salah satu pem... More

Prolog
BAB 1
BAB 2
BAB 3
BAB 4
BAB 5
BAB 6
BAB 7
BAB 8
BAB 9
BAB 10
BAB 11
BAB 12
ATTENTION PLEASE!!!
ATTENTION PLEASE
BAB 13
BAB 14
BAB 16
BAB 17
EPILOG
Dear Readers
ATTENTION
NEW STORY : MARRIED WITH HIM IF YOU DARE

BAB 15

15.7K 717 10
By annisafa1

Hai-hai guyss... aku updatenya lagi cepet nihh... hahaha maklum gada kerjaan bhahaha bosen kali yakk gurunya ngasih pr mulu :D Yaudah guys langsung dibaca aja yukkk... dijamin seru abizzz

VOTE + COMMENT NYA JANGAN LUPA!!!

HAPPY READING GUYSS

##########

"Eun Hye?!" ucap Choi Woo kaget.

"Choi Woo?!" ucap Eun Hye kaget.

Choi Woo mematung di pintu. "Sayang, kemarilah," ucap Angeline.

Choi Woo tersadar. Choi Woo pun duduk di sebelah Angeline. Tubuhnya benar-benar gemetar.

"Aku mengajak Nona Yu Ri makan malam bersama," ucap Angeline.

Pelayan pun membawa makanan yang telah Angeline pesan sebelumnya. "Ayo, silahkan makan," ucap Angeline.

"Maaf, Nona Kim," ucap Eun Hye. "Aku ada janji dengan seseorang. Aku harus pergi," lanjutnya seraya beranjak dari kursi.

"Kau ingin pergi secepat itu?" tanya Angeline. "Nona Eun Hye," lanjutnya.

Pada saat yang sama, Choi Woo menjatuhkan pisau daging steaknya. Choi Woo benar-benar kaget mendengar Angeline menyebut nama Eun Hye.

Bagaimana Ji Yoo tau, dia adalah Eun Hye? ucap Choi Woo dalam hati.

Penjaga menghalangi pintu. Eun Hye pun tidak bisa keluar.

"Duduklah," ucap Angeline. "Ada yang harus kita bertiga bicarakan," lanjutnya.

Choi Woo menoleh pada Angeline. Angeline hanya tersenyum pada Choi Woo.

Eun Hye kembali duduk di tempat semula. Mereka pun mulai menikmati hidangan. Suasana menjadi hening.

"Choi Woo, aku sedikit bingung," ucap Angeline. "Aku harus memanggilnya Nona Yu Ri atau Nona Eun Hye?" tanyanya.

Choi Woo mulai gugup. "Kau pernah bilang dia adalah Yu Ri," ucap Angeline. "Sedangkan dia bilang, dia adalah Eun Hye," lanjutnya.

Choi Woo dan Eun Hye terdiam. "Oh iya, aku juga pernah melihat kalian makan malam bersama," ucap Angeline. "Kalian memang benar-benar pasangan yang..." lanjutnya.

"Ji Yoo," potong Choi Woo. "Kita berdua harus bicara. Nona Eun Hye, bisakah kau keluar sebentar," lanjutnya.

"Baiklah," ucap Eun Hye.

"Untuk apa menyuruhnya keluar?" tanya Angeline. "Dia juga terlibat bukan?" tanyanya lagi.

Eun Hye menghentikan langkahnya. "Kau bilang dia Nona Yu Ri," ucap Angeline. "Dan sekarang kau memanggilnya Nona Eun Hye," lanjutnya.

"Kau telah berbohong padaku, tentang dia," ucap Angeline.

"Ji Yoo..." ucap Choi Woo.

"Aku tau hubungan kalian selama ini," potong Angeline. "Aktingmu menjadi suami yang baik dan jujur di hadapanku benar-benar luar biasa," lanjutnya.

"Ji Yoo, kau salah paham," ucap Choi Woo.

"Salah paham apanya?" tanya Angeline. "Aku melihatmu makan malam bersamanya dan aku juga pernah melihat kau memegang tangannya," lanjutnya.

"Kau bilang kau mencintaiku," ucap Angeline dengan mata berkaca-kaca. "Tapi, di belakangku setiap Senin malam dan Kamis malam kau selalu pergi bersamanya," lanjutnya.

"Aku tidak bodoh, Choi Woo," ucap Angeline.

"Baiklah, aku bersalah," ucap Choi Woo. "Aku memang setiap Senin malam dan Kamis malam bertemu dengannya. Tapi, aku tidak berselingkuh dengannya," lanjutnya.

"Selama hampir 1 tahun ini kau sering menemuinya," ucap Angeline. "Jika ini bukan perselingkuhan, lalu apa? Tidak masuk akal jika kau selalu menemuinya diam-diam di belakangku selama hampir 1 tahun ini dan kau bilang dia bukan wanita simpananmu!" lanjutnya.

"Ji Yoo," ucap Choi Woo. "Semua ini ada penjelasannya," lanjutnya.

"Penjelasan apa?" tanya Angeline. "Aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!" lanjutnya.

"Ji Yoo..." ucap Choi Woo.

"Bersenang-senanglah malam ini dengannya!" ucap Angeline seraya berjalan pergi.

Angeline masuk kedalam mobil. "Huh? Lucu sekali," ucap Angeline. "Dia bahkan tidak mengejarku," lanjutnya. Angeline pun melajukan mobilnya.

Di sisi lain, Choi Woo masih berada di ruang VVIP dengan Eun Hye. "Bagaimana bisa dia tau semua ini?" tanya Choi Woo.

"Aku juga tidak tau," jawab Eun Hye. "Awalnya aku juga kaget saat Kepala Park datang kerumahku," lanjutnya.

"Apa?" tanya Choi Woo. "Kepala Park?" tanyanya lagi.

"Ya," jawab Eun Hye. "Dia datang kerumahku. Dia bilang, Ji Yoo ingin bertemu denganku," lanjutnya.

"Benarkah?" tanya Choi Woo.

"Ya," jawab Eun Hye. "Aku rasa, Kepala Park yang memberitahu semuanya pada Ji Yoo," lanjutnya.

"Si b*jingan itu!" ucap Choi Woo. "Kau benar, pasti dia. Dia memang dari awal tidak suka aku menikah dengan Ji Yoo," lanjutnya.

Kembali ke Angeline. Angeline sampai dirumah. Dia segera pergi ke kamarnya untuk mengambil barang-barang.

Tas koper sudah terisi. Angeline mendekati meja kerja Choi Woo. Angeline melepaskan cincin nikahnya. Lalu, menaruhnya di atas meja.

"Annyeong (selamat tinggal), Choi Woo," ucap Angeline dengan mata berkaca-kaca.

Angeline pun turun ke bawah. Di bawah, para pelayan sudah menunggunya.

"Nyonya," ucap pelayan. "Anda mau kemana?" tanyanya.

"Untuk sementara aku akan tinggal di Blue House," jawab Angeline. "Aku ingin bersama Ayahku. Tolong jaga rumah ini baik-baik ya. Kalian semua juga harus jaga diri baik-baik," lanjutnya.

"Baik, Nyonya," ucap para pelayan.

Angeline pun pergi menuju Blue House. Di perjalanan, Angeline tidak henti-hentinya menangis. Dia teringat kenangan-kenangan manis beberapa hari terakhir dengan Choi Woo.

Angeline berhenti di pinggir jalan. Dia mengirim pesan text pada Eun Hye.

"Sekarang, Choi Woo milikmu. Tolong jaga dia baik-baik. Temani dia, karena aku sudah tidak bisa menemaninya lagi." tulis Angeline seraya mengklik tanda send.

Eun Hye menerima pesan dari Angeline. "Dia mengirim pesan text," ucap Eun Hye seraya membuka pesan itu. Eun Hye membacanya.

Pada saat yang sama, handphone Choi Woo berdering.

"Ya," ucap Choi Woo.

"Tuan, maaf menelfon Anda seperti ini," ucap pelayan. "Tapi, ada sesuatu yang aneh dengan kepergian Nyonya Kim," lanjutnya.

"Tunggu, apa maksudmu pergi?" tanya Choi Woo.

"Nyonya pergi, Tuan," jawab pelayan. "Beliau bilang, beliau ingin tinggal di Blue House untuk sementara. Tapi, saya rasa ada sesuatu yang aneh," lanjutnya.

"Apa Tuan tidak tau, Nyonya akan pergi?" tanya pelayan.

Choi Woo terdiam. Dia memutuskan telfon. Choi Woo bergegas pergi dari restorant.

Di perjalanan, Choi Woo ingat dengan sikap Angeline yang akhir-akhir ini berbeda.

*FLASHBACK*

Saat Choi Woo pulang, Angeline memeluknya. Lalu berkata, "Aku hanya ingin memelukmu,".

"Jikalau, aku melihatmu dengan wanita lain. Menurutmu, apakah aku akan cemburu juga?" tanya Angeline.

Saat pertama kali makan di kedai pinggir jalan. Angeline berkata, "Tapi, bagaimana kalau kita tidak mempunyai banyak waktu bersama lagi?" tanya Angeline. "Bagaimana, jika seandainya saja ada sesuatu yang memaksa kita harus berpisah?" tanyanya lagi.

Saat di perjalanan pulang setelah makan di kedai pinggir jalan. Angeline berkata, "Bisakah kita pergi berlibur ke suatu tempat yang sangat jauh untuk waktu yang sangat lama?" tanya Angeline.

Saat Angeline memberikan sebuah jam tangan pada Choi Woo. Angeline berkata, "Aku tidak ingin kau menghentikan waktu. Biarkanlah waktumu itu terus berjalan, selamanya," ucap Angeline.

*FLASHBACK OFF*

Choi Woo menambah kecepatan mobilnya.

Kembali ke Angeline. Sekarang, Angeline berada di depan gerbang Blue House. "Aku tidak ingin membuat Ayah khawatir lagi," ucap Angeline. "Aku tidur di hotel saja," lanjutnya.

Saat Angeline hendak masuk kedalam mobil, Choi Woo datang. Choi Woo keluar dari mobil. Angeline kaget saat melihat Choi Woo.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Choi Woo. "Ayo, pulang," lanjutnya.

"Aku," ucap Angeline. "Tidak akan kembali ke rumah itu," lanjutnya.

"Aku ingin mengatakan sesuatu, tapi sulit untuk mengatakannya secara langsung," ucap Angeline. "Tapi, berhubung kita bertemu disini aku akan mengatakannya lalu pergi," lanjutnya.

"Aku ingin bercerai denganmu," ucap Angeline seraya masuk kedalam mobil.

Tiba-tiba, Choi Woo menggenggam tangan Angeline. Lalu, Choi Woo menyuruh Angeline masuk kedalam mobilnya. Angeline tidak punya pilihan lain, dia pun masuk ke dalam mobil Choi Woo. Choi Woo pun melajukan mobilnya.

Di perjalanan, Angeline dan Choi Woo tidak mengucapkan sepatah katapun. Mata Angeline berkaca-kaca.

"Aku tidak akan kembali kerumah itu lagi," ucap Angeline. "Tolong, turunkan aku," lanjutnya.

"Jika kau tidak ingin melihatku marah," ucap Choi Woo. "Diamlah," lanjutnya.

Pikiran Choi Woo kacau. Akhirnya, Choi Woo menghentikan mobil ke bahu jalan. Choi Woo turun dari mobil. Wajahnya memerah. Tangannya mengepal. Choi Woo sebenarnya ingin menangis.

Angeline pun ikut turun. Dia menghampiri Choi Woo.

"Kenapa kau melakukan itu?" tanya Choi Woo. "Kau pergi dari rumah, lalu kau menyuruhku untuk bersama dengan Eun Hye? Apa kau pikir itu semua untuk kebaikanku sendiri? Atau kau pikir itu untuk kebaikan Eun Hye?" tanyanya lagi dengan nada sedikit tinggi.

"Aku melakukan semua itu, bukan untuk kebaikanmu atau kebaikan Eun Hye," jawab Angeline. "Aku melakukannya untuk diriku sendiri," lanjutnya.

"Aku sangat mencintaimu," ucap Angeline. "Tapi, kau telah menghancurkan hatiku," lanjutnya.

"Daripada, aku menangis setiap hari karena hal itu," ucap Angeline. "Lebih baik aku pergi," lanjutnya seraya berjalan pergi meninggalkan Choi Woo.

Choi Woo hanya terdiam melihat Angeline pergi. Choi Woo bergegas pergi menuju rumah Kepala Park.

Choi Woo sampai di rumah Kepala Park. Choi Woo mengetuk pintu dengan kuat. Akhirnya, Kepala Park membukakan pintu.

"B*JINGAN!!" teriak Choi Woo seraya memukul wajah Kepala Park. "Kau telah menghancurkan rumah tanggaku!!" lanjutnya.

"Gubernur Lee," ucap Kepala Park.

"Katakan padaku," ucap Choi Woo. "Kau kan yang memberitahu semuanya pada Ji Yoo?!" tanyanya seraya menarik kerah baju Kepala Park.

"Ya, memang aku yang memberitahunya," jawab Kepala Park.

"DASAR B*JINGAN!!" ucap Choi Woo seraya kembali memukuli wajah Kepala Park.

"Itu semua salahmu!" ucap Kepala Park. "Jika kau tidak mempermainkan Ji Yoo, semua ini tidak akan terjadi!" lanjutnya.

"Aku tidak pernah mempermainkannya!" ucap Choi Woo.

"Jika kau tidak mempermainkannya," ucap Kepala Park. "Lalu, siapa Eun Hye?! Dia simpananmu kan?!" tanyanya dengan nada tinggi.

Choi Woo terdiam. Dia melepaskan tangannya dari kerah baju Kepala Park. Lalu, Choi Woo pun pergi.

Choi Woo sampai dirumah. Dia masuk ke kamar. Saat Choi Woo duduk di meja kerja, dia melihat cincin nikah Angeline di meja.

Choi Woo hanya termenung meratapi cincin Angeline dan cincin yang melingkar di jarinya.

##########

Keesokan harinya. Angeline sedang menyiapkan sarapan untuk Tuan Kim. Tuan Kim turun kebawah.

"Ji Yoo," ucap Tuan Kim. "Kapan kau datang?" tanyanya.

"Tadi malam, Ayah," jawab Angeline. "Ini, aku sudah buatkan banana pancake kesukaan Ayah," lanjutnya.

Angeline dan Tuan Kim pun sarapan bersama. "Kau bertengkar dengan menantu Lee?" tanya Tuan Kim.

"Tidak," jawab Angeline.

"Hmm... Ayah yakin," ucap Tuan Kim. "Pasti ada sesuatu yang terjadi," lanjutnya.

Pada saat yang sama Choi Woo tiba-tiba datang. "Selamat pagi, Ayah," ucap Choi Woo.

Angeline kaget saat melihat Choi Woo. "Menantu Lee," ucap Tuan Kim. "Kemarilah, kita sarapan bersama," lanjutnya.

"Maafkan aku Ayah, aku tidak bisa berlama-lama," ucap Choi Woo. "Aku hanya mengantarkan beberapa barang Ji Yoo. Aku memintanya untuk menemani Anda untuk beberapa hari ini," lanjutnya.

"Aku dan Ji Yoo baik-baik saja. Jadi jangan khawatir," ucap Choi Woo.

"Baiklah," ucap Tuan Kim.

"Kalau begitu, aku permisi," ucap Choi Woo seraya berjalan pergi.

"Apa yang kau lakukan? Antar menantu Lee keluar," ucap Tuan Kim.

Angeline menyusul Choi Woo. "Bisakah aku bicara denganmu?" tanya Choi Woo. "Hanya sebentar saja," lanjutnya.

"Baiklah," jawab Angeline.

Mereka pun pergi ke taman. Kebetulan taman sedang sepi. "Terima kasih telah mengatakan hal seperti itu pada Ayahku," ucap Angeline. "Tapi, mulai sekarang, kau tidak perlu datang kesini lagi. Kecuali untuk urusan negara," lanjutnya.

"Aku tidak percaya apapun yang kau katakan padaku kemarin," ucap Choi Woo. "Jadi, jangan menyakiti dirimu sendiri dengan mengatakan hal yang omong kosong," lanjutnya.

"Tidak masalah jika kau percaya atau tidak," ucap Angeline. "Aku bicara yang sebenarnya," lanjutnya.

"Aku datang kesini bukan untuk membawamu pulang," ucap Choi Woo. "Jadi, tinggallah dengan Ayahmu untuk beberapa hari," lanjutnya.

"Aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir," ucap Choi Woo. "Aku tau sekarang kau tidak ingin mendengar penjelasan apapun. Tapi yang jelas, aku memiliki penjelasan untuk semua kejadian ini," lanjutnya seraya berjalan pergi.

"Aku akan tinggal bersama Ayahku," ucap Angeline. "Tapi, aku tidak akan pernah kembali padamu," lanjutnya.

Langkah Choi Woo terhenti. Tidak lama kemudian, Choi Woo kembali berjalan meninggalkan Angeline.

##########

Beberapa hari telah berlalu sejak Angeline meminta bercerai dengan Choi Woo. Angeline masih tinggal di Blue House.

Sekarang malam, Angeline meminta Kepala Park untuk menguntit Choi Woo. Kepala Park mengikuti Choi Woo menuju sebuah restorant.

Ternyata, Choi Woo bertemu dengan Eun Hye di restorant itu. Choi Woo masuk ke ruang VVIP.

Kepala Park melihat ada pelayan yang hendak mengantarkan makanan keruangan VVIP Choi Woo dan Eun Hye. Kepala Park menghampiri pelayan itu.

"Permisi," ucap Kepala Park. "Aku ingin bertanya menu spesial malam ini?" tanyanya.

Pelayan pun memberitahu menu spesial. Diam-diam, Kepala Park memasukkan penyandap suara lewat sela-sela pintu yang sudah sedikit terbuka. Kepala Park berhasil memasukkan penyandap suara kedalam ruang VVIP.

"Baiklah, terima kasih," ucap Kepala Park seraya kembali ke mejanya.

Penyandap suara sudah terhubung pada telfon Kepala Park dan Angeline. Mereka pun mulai mendengarkan perbincangan antara Choi Woo dan Eun Hye.

"Bagaimana keadaan Ji Yoo?" tanya Eun Hye.

"Dia masih belum merubah keputusannya untuk bercerai," jawab Choi Woo.

"Aku rasa kau harus memberitahu yang sebenarnya," ucap Eun Hye.

Mendengar Eun Hye mengatakan hal itu, Kepala Park dan Angeline mendengarkan dengan seksama.

"Dia tidak akan percaya," ucap Choi Woo.

"Lalu, kau akan menyerah begitu saja?" tanya Eun Hye. "Dia harus tau, Choi Woo. Dia harus tau bahwa kau tidak pernah mempermainkannya, apalagi memiliki wanita lain di belakangnya," lanjutnya.

"Dia harus tau, bahwa kita tidak memiliki hubungan apapun," ucap Eun Hye. "Kita memang mempunyai hubungan, tapi dulu. Sebelum Ji Yoo datang ke Korea," lanjutnya.

Kepala Park dan Angeline kaget dengan perkataan Eun Hye. "Setelah itu kita putus, bukan?" tanya Eun Hye. "Ahhh seharusnya, aku tidak membuat perjanjian itu denganmu," lanjutnya.

Putus? Perjanjian? Apa maksud Eun Hye? ucap Angeline dalam hati.

##########

Gimana guyss? Angeline nya minta cerai tuhh :"( Angeline sama Choi Woo nya juga udh ga satu rumah lagi, dan Angeline juga udh ga mau pake cincin nikahnya lagi :"( tapi, maksud Eun Hye apa yah? Putus? Perjanjian? Kira-kira apa yah kebenaran dari semua ini? Penasarankan?? Tunggu kelanjutannya di BAB 16!!!

NEXT?? 20+ VOTE + COMMENT :* :*

Continue Reading

You'll Also Like

24.4K 1.4K 46
[ WARNING ] ADA MATURE SCENE +21 Pernikahan dapat diartikan sebagai ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami ister...
26.5K 3.4K 103
Menjadi kepala keluarga di usia dua puluh delapan bukan hal yang mudah. Apalagi jika kamu punya empat adik dengan kadar kewarasan yang dipertanyakan...
404K 54.7K 37
TAMAT & PART MASIH LENGKAP Lelah bertahun-tahun sekolah, ujung-ujungnya pencapaian dibandingkan dengan anak tetangga. Lelah menjalani masa remaja de...
Mencoba Rujuk By Di_evil

General Fiction

193K 6.6K 32
[Follow dulu untuk bisa membaca part dewasa 21+] Menjadi ketua umum di usia 29 tahun, tak mudah bagi Agratha Dewantara. Apalagi ia harus mengamankan...
Wattpad App - Unlock exclusive features