"mulut mercoon!" panggil Galang mengetuk pintu Prilly. Prilly membuka pintu.
"apaan?" tanya Prilly.
"inikan malem minggu. Yok ikut gue." ajak Galang.
"ke mana?" tanya Prilly
"ke tempat biasa. Dandan yang cantik yaa. Gue tunggu di kamar." ucap Galang lalu pergi.
Prilly hanya menggaruk-garuk kepala. Dia masuk ke kamar. Dia memutuskan memakai celana ripped hitam kesukaannya dengan tanktop putih longgar dan bootsnya. Dia mengambil jaket hitam kesayangannya dan slingbag putih. Dia mematutkan dirinya di cermin.
"make up gak ya?" ucap Prilly berkaca. "makeup aja lah."
Prilly menyapukan eyeshadow tipis dan memakai lipgloss cherry favoritenya. Dia mengambil kuncir rambut dan memasukkannya kedalam tas. 'sapa tau kalo butuh' batinnya. Prilly lalu ke kamar Galang
"pakuu payuuung!" teriak Prilly. Tak lama kemudian Galang keluar. Nampak pakaian mereka hampir sama. Galang merapikan jambulnya.
"udah kece belom?" tanya Galang.
"udah." jawab Prilly.
"mau kemana lang?" tanya Mami saat mereka melewati ruang kelaurga.
"mau malam mingguan mi, sama Prilly." ucap Galang
"tumben?" tanya Papi.
"sekali-sekali kali Pi , daripada adek Galang jadi fosil diem dirumah terus." ledek Galang. Prilly hanya cemberut.
"yaudah hati-hati ya sayang." ucap Mami saat Prilly mencium tangan Mami. Prilly hanya mengangguk.
"jagain adek kamu Galang." pesan papi.
"beress Pi." jawab Galang.
"yaudah Galang sama Prilly pamit pergi dulu ya Mi, Pi. Assalamualaikum." ucap Galang
"walaikum salam." jawab papi dan mami.
"mau kemana hari ini lang?" tanya Prilly.
"ada deh pokoknya." jawab Galang membuat Prilly penasaran. Setelah sampai dilokasi Prilly terheran.
"ini ada pasar malem yaa, kok rame amat. Tapi kok banyak motor sih?" tanya Prilly
"makanya jangan kebanyakan dirumah aja. kudet kan lo." ejek Galang, Prilly memukul lengan Galang.
"auuuwwhh sakit kali nyil." gerutu Galang.
"woyy broo akhirnya dateng juga lo. hayyy Prilly." sapa Tristan mengedipkan sebelah matanya. Prilly hanya menampangkan senyum setengah-setengah.
'mulai lagi deh genitnya' batin Prilly menggandeng lengan Galang.
"ngapain gandeng-gandeng sih. Kaya nenek-nenek mau nyebrang jalan aja." gerutu Galang.
"lo mau apa adek lo yang unyu badai ini digodain ama serigala-serigala lapar kayak mereka. Noh liat mata mereka, pengen gue colok aja tuh mata."
"heeeh kagak ada yang mau godain loo, orang mulut elo kaya toa." cibir Galang. Prilly mendengus kesal, dia langsung berjalan mendahului Galang.
"hay cantik, sendirian aja nihh. Boleh dong kenalan?" tanya segerombolan pemuda menghadang langkah Prilly, Prilly hanya menunjukkan wajah kesal
'gak Galang gak semuanya bikin gue kesel mulu' batin Prilly.
"heeehhh gak usah ngehalangin jalan gue ya. mau gue bogem kalian satu-satu." bentak Prilly.
"duhhh kalo marah tambah cantik deh, kakak jadi emess liatnya." ucap pemuda yang lain menoel dagu Prilly.
"kurang asem banget sih lo." teriak Prilly emosi, Galang yang tau adiknya di godain menyusulnya.
'berani banget mereka godain adek gue' batin Galang. Tapi dia kedahuluan dengan seseorang.
"kenapa sayang, digodain sama mereka?" tanya seseorang dibelakang Prilly,
Prilly menoleh ke belakang, dia menatap heran pemuda asing yang ngaku-ngaku jadi pacarnya.
'buset sapa lagi ni bocah, pake ngaku-ngaku jadi cowo gue' batin Prilly kesal.
Cowo itu merangkul pundak Prilly yang membuat Prilly menatapnya horor. Pemuda itu juga mencium kepala Prilly
"ikutin aja alurnya, kalo lo gak mau di godain." bisik pemuda itu sewaktu mencium kepala Prilly.
Prilly hanya melotot ke arah pemuda itu 'sialan nih bocah. Udah ngaku-ngaku jadi pacar gue, nyosor pula' gerutu Prilly dalam hati.
"Looo apain pacar gue, lo juga, mau tangan lo gue potong pake nyolek dagu pacar gue segala." ancam pemuda itu. Prilly hanya menatap pemuda itu bergidik. Terlihat para cowo-cowo yang tadi menggodanya bergidik ngeri.
"sori Al, kita ga tau kalo dia pacar lo." ucap salah satu dari mereka ketakutan.
"minta maaf." perintah pemuda itu tegas. Mereka langsung mengangguk.
"mbak, pacarnya Ali maafin kita ya." ucap salah seorang dari gerombolan itu tadi. Prilly hanya mengangguk.
"udah pergi sana. Ngapain masih disini." usir Ali galak.
Mereka langsung pergi menjauh. Prilly menatap Ali yang senyum-senyum. Sadar dirinya diperhatikan, Ali melihat Prilly. Tampak Prilly menatapnya dengan wajah yang sulit diartikan.
"gue Ali." ucapnya memperkenalkan diri,
"aaauuuwwwwhhhhh." rintih Ali menahan sakit karena kakinya diinjak Prilly.
"elo jangan sok deket deh kenal juga enggak, main ngaku-ngaku jadi pacar gue juga. Emang situ sapa!" omel Prilly.
"yee udah dibantuin malah nginjek. Marah-marah lagi." protes Ali.
"bodooo. Gue juga gak mintak lo bantuin wleek." jawab Prilly meninggalkan Ali.
"dasar cewe gak tau terimakasih." gerutu Ali berjalan kearah sahabatnya yang daritadi tertawa.
"apa looo!" sungut Ali.
"hahaha niatnya ngebantuin. Eeeh kakinya di injek. Makanya jangan sok jadi pahlawan. Kena kan lo, gak semua cewe klepek-klepek lo gituin bro. Mana sini uang taruhannya." ucap Yasya masih tertawa.
"sialan lo. udah ngetawain, ngerampok lagi." sungut Ali mengeluarkan uang 100 ribuan.
"ini mah gak ngerampok kali, ini hak gue. Kan lo kalah taruhan." cibir Yasya menerima uang dari Ali.
"lo gak apa-apa nyil?" tanya Galang.
"lo kemana aja sih, beneran kan tuh gue digodain cowo-cowo iuuggh. Mana ada satu cowo ngaku-ngaku jadi pacar gue lagi. Jijay banget deh gue. Sok kecakepan." ucap Prilly bergidik.
"si Ali?" tanya Galang.
"yaaa, what everlah siapa namanya. Bodo amat dah." jawab Prilly malas.
"yaudah yuk." ajak Galang merangkul pundak adiknya menemui teman-temannya.
"nah loo nah loo Li." ucap Yasya menepuk pundak Ali.
"apaan lagi siiihhh!" sungut Ali.
"Noh Liat noh." Yasya menengokkan wajah Ali kearah yang ditunjuknya.
"kecengan loe udah di duluin Galang noh. Hahaha apes banget dah lo malem ini. udah nolongin, diinjek sekarang cewenya direbut ama musuh lo. hahaha kasian bener nasib lo Li. Asal jangan sampek kalah aja ntar. Awaas ntar gue cincang lo. gue udah taruhan besar nih buat lo." ancam Yasya namun tetap tertawa. Ali hanya menatap sahabatnya itu sebal.
"Lang udah waktunya standbye nih. Lo siap-siap gih." ucap Tristan. Galang mengangguk.
"aduhh gue kebelet lagi,, mana bentar lagi mulai. Nyil lo tunggu sini yaa. Jagain motor gue." ucap Galang.
"mau kemana lo?!".
"toileeet." jawab Galang pergi menjauh.
"my princess, Galang kemana?" tanya Tristan. Prilly hanya menggendikkan bahu.
"aduuuh mau mulai juga kemana sih tu bocah." gerutu Tristan pergi. Prilly menatap montor abangnya itu, dia menyeringai.
*brummm
"nah nih dia anaknya. Lo kemana aja sih lang. Ehh lo ganti baju ya?" tanya Tristan bingung. Dia tidak bisa melihat wajah Galang karna tertutup helm fullface.
"yaudah deh daripada ribet, ayo deh mulai. Li lo siapkan?" tanya Tristan, Ali mengangguk dia memakai helm full facenya.
"kali ini lo bakal kalah lagi." ucap Ali pada Galang. Galang tidak menengok ke Ali.
"Lang lo siap?" tanya Tristan, Galang mengangguk.
"okee. 3,2,1. Gooo!" Tristan membunyikan terompet. Galang dan Ali memacu montornya sedetik kemudian mereka saling kejar-kejaran.
"ehhh sori Tan, lama ya. gue kebelet soalnya." ucap seseorang menepuk pundak Tristan. Tristan tampak syok.
"loooh Lang kok elo disini, terus yang tadi siapa? Masak hantu siih." ucap Tristan. Galang hanya menatap Tristan bingung.
"maksud lo apaan sihh? Gue gagal paham. Terus si Prilly mana? kok dia gak kelihatan."
"bukannya sekarang elo lagi balapan sama Ali. Tapi kalo elo disini terus yang sama ali itu siapa?" tanya Tristan kepada Galang. Mereka tersentak kaget.
"jangaan-jangaan!!!" ucap mereka bebarengan. Yasya yang sibuk memonitori pergerakan Ali melihat ke arah Tristan, Dia terkesiap.
"loh galang kok ada disini? Terus yang balapan sama Ali tadi kalo bukan Galang siapa dong?" gumam Yasya tak percaya. Di tikungan pertama sampai ke empat Ali bisa memimpin di depan.
'ternyata segini aja kemampuan lo' batin Ali mengejek.
Tinggal 2 tikungan terakhir, Ali yakin dirinya akan menang. Dan dia bisa berpesta dengan teman-temannya serta para gadis. Namun tanpa Disangka saat memasuki tikungan kelima tiba-tiba Prilly mengambil sudut dalam dan hampir saja membuat mereka bertabrakan, reflek Ali mengurangi kecepatannya. Sehingga Prilly berada diposisi pertama 'gila tu bocah. Bisa mati berdua ini. arrgghh sial' batin Ali meruntuki Dirinya.
"Galang diposisi pertama." ucap seseorang dari walki talki. Tristan terkesiap,
"sejak kapan adek lo pinter balapan lang?" tanya Tristan.
"dia itu dulu sama kaya gue, tapi dia gak diijinin balapan lagi semenjak dia kecelakaan, dan kehilangan sebagian memorinya. Makanya bokap sama nyokap pindah kesini." jelas Galang membuat Tristan mengangguk.
"jadi adek lo lebih jago dari elo ya lang?"
"sialan lo. gue lah yang paling jago." ucap Galang membusungkan dadanya.
"tapi buktinya elo selalu kalah dari Ali, tapi ini adek lo bisa ngalahin si Ali." ejek Tristan. Galang hanya manyun. Sampai Di tikungan terakhir dan sisa lintasan lurus Prilly masih tetap memimpin,
"kalau gini terus gue bisa kalah nih. Tapi kenapa skillnya meningkat banget ya." gerutu Ali.
Memang daritadi Ali mencari celah untuk menyalip Prilly namun susah sekali, setiap Ali sedikit mempunyai celah pasti selalu digagalkan oleh Prilly. Bahkan sampai di garis finishpun Ali tidak bisa menyusul Prilly. Akhirnya Prilly keluar sebagai pemenang.