mawar untuk mama

By RicoTattoPutraRiau

5K 440 176

Semua dimulai ketika aku membuka mataku dipagi hari, saat aku keluar dari kamar dan mendapati rumah dalam kea... More

Putri kesayanganku 1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
ulang tahunku yang ke 32
12
13
14
15
16
17
rahasia besar yang terkuak
19
20
21
22
23
24
25
26
27
perpisahan yang menyakitkan
29
30
31
32
33
34
35
36
37
musibah beruntun
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
Mawar untuk mama
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61

38

73 8 0
By RicoTattoPutraRiau

"Kenapa nenek masih disini? Kenapa nenek tidak pergi?" Ujarku pada nenek dengan berdiri didepannya, aku marah padanya dan tidak ingin melihatnya karena itu aku menyuruhnya pergi.

"Raysa kenapa kamu berbicara seperti itu kepada nenek sayang?" Tanya nenek kepadaku dengan memegang pipiku. Matanya menatapku dengan tatapan tidak percaya.

Sepertinya nenek tidak percaya kalau aku akan berbicara seperti itu kepadanya, karena itu dia bertanya seperti itu kepadaku tapi aku sangat marah kepadanya aku benci dan tidak ingin lagi melihatnya.

"Aku benci nenek, gara gara nenek papa pergi dan gara gara nenek juga mama jadi seperti ini. Aku tidak ingin lagi melihat nenek sekarang pergi dari sini tinggalkan kami." Ujarku sambil mendorong dorong tubuh nenek agar ia mau pergi dari rumah kami.

"Raysa, bagaimana nenek bisa meninggalkan kalian dalam keadaan seperti ini sayang, kalau nenek pergi siapa yang akan menjaga kalian dan siapa yang akan merawat mama kalian?"

Ujar nenek bertanya kepada kami tanpa sedikit pun mau beranjak dari tempatnya berdiri. "Kami bertiga bisa menjaga diri kami sendiri dan kami bertiga juga bisa merawat mama. Kami tidak butuh nenek disini jadi sebaiknya nenek pergi" jawab kak Resta sambil menyusir nenek.

Tapi nenek tetap tidak mau pergi akhirnya kami bertiga mengusirnya secara paksa, kami mendorong nenek hingga sampai keluar "pergi nenek pergi, nenek pergi, nenek pergi" kata kami bersamaan.

"Sayang nenek mohon jangan lakukan ini pada nenek, nenek ingin disini bersama kalian tolong izinkan nenek menjaga kalian dan merawat mama kalian" ujar nenek terus mohon kepada kami agar kami mengizinkannya untuk tinggal bersama kami tapi kami mau.

"Tidak kami tidak mau tinggal bersama nenek karena nenek jahat. Nenek telah membuat papa pergi dan mama jadi seperti sekarang itu semua karena nenek" ujar kami tidak mau memaafkannya dan tetap mengusirnya.

"Resta, Raysa, Randi, jangan seperti itu sayang. Bagaimana pun juga itu tetap nenek kalian kalian tidak seperti itu" ujar tante lastri mencoba untuk menasehati kami tapi tidak mau mendengarnya dan tetap menyuruh nenek.

"Tidak mau tante kami tidak mau tinggal bersama nenek, karena nenek jahat nenek yang membuat mama seperti sekarang" ujar kami sambil terus mengusir nenek dan akhirnya nenek pun pergi.

Nenek pergi sambil menangis aku merasa bersalah membuatnya menangis tapi aku juga tidak bisa memaafkan nenek. Karena telah menghancurkan kebahagian kami.

Setelah nenek pergi tante lastri pun meminta izin untuk pulang kerumahnya. "Resta, Raysa, Randi maafkan tante ya sayang. Tante tidak bisa lama lama disini tapi kalau kalian butuh bantuan panggil saja tante"

Ujarnya sambil memeluk kami "iya tante dan terima kasih karena tante sudah baik kepada kami" ucap kami berterima kasih kepada tante lastri. "Tidak pa pa sayang, tante melakukan itu semua karena mama kalian adalah teman baik tante.

Jadi wajar kalau tante baik kepada kalian, ya sudah sekarang pulang ya" ujar tante lastri sambil berjalan keluar aku mengikutinya dari belakang setelah tante lastri pergi aku pun langsung menutup pintu dan menguncinya.

Sekarang dirumah ini hanya ada aku kak Resta Randi mama dan bik inah. Rumah ini terasa sangat sepi seperti tidak ada kehidupan didalamnya, tidak ada lagi tawa yang keluar dari mulut kami.

Kami hanya duduk diam melihat apa yang dilakukan mama terkadang kami nangis saat melihat mama memeluk bantal dan menganggap bantal tersebut sebagai Nana.

Aku menangis menatap bik inah sekarang hanya bik inah satu satunya orang dewasa yang bisa ku jadikan tempat untuk bersandar. Dan seperti bik inah juga tahu apa yang ada didalam pikiranku.

Bik inah mendekatiku dan memelukku "kalian yang sabar ya sayang. Bibi juga akan selalu bersama kalian" ujar bik inah kepada kami dengan tulus "benar bik, bibi akan selalu bersama kami dan tidak akan pernah meninggalkan kami?"

Tanyaku kepada bik inah mencoba mencari kebenaran dari kata kata yang diucapkan bik inah, bukan karena aku tidak percaya tapi aku takut bik inah akan berubah pikiran dan pergi meninggalkan kami juga.

"Benar sayang, bibi janji selama  hidup bibi tidak akan pernah meninggalkan kalian. Bibi akan menjaga kalian dan membantu kalian merawat mama kalian" ujar bik inah meyakinkan kami sambil memeluk kami.

Continue Reading

You'll Also Like

1.2K 17 10
"kringggggg...."dering bel pulang sekolah sudah berbunyi... "baiklah anak anak...besok sebelum jam pelajaran ibu dimulai,tugas hari ini harus selesai...
68.1K 4.5K 26
Menceritakan tentang kedua orang yang saling bermusuhan, lalu mereka dijodohkan oleh kedua orang tuanya, namun, ada seseorang yang tahu tentang perjo...
8.6K 762 24
"𝐉đĸ𝐤𝐚 𝐚𝐤𝐡đĸđĢ𝐧𝐲𝐚 𝐤đĸ𝐭𝐚 𝐭đĸ𝐝𝐚𝐤 𝐛đĸđŦ𝐚 𝐛𝐞đĢđĨ𝐚𝐛𝐮𝐡 𝐛𝐞đĢđŦ𝐚đĻ𝐚, đĻ𝐚𝐤𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐮 𝐩𝐚đŦ𝐭đĸ𝐤𝐚𝐧 𝐤đĸ𝐭𝐚 đŦ𝐞đĻ𝐩īŋŊ...
Wattpad App - Unlock exclusive features