CHRISTmas.

By fellycahterina

504 21 3

the only time of the year in which one can sit in front of a dead tree and eat candy out of socks More

part1
part3
part4

part2

104 5 0
By fellycahterina

*still lexa's pov.

Deg.
Ternyata benar dugaanku.
"Kalau begitu kenapa tidak langsung bilang kepadanya saja" ujarku tersenyum FAKE
"Aku sudah menyukainya sejak dulu, tapi aku takut mengatakannya" ujarnya sambil menghembuskan nafasnya kasar
"Hahaha dijaman seperti ini masih ada laki-laki pemalu sepertimu" ujarku dengan mata berkaca-kaca
"Tapi aku dengar dia dulu pernah pacaran dengan seseorang"ujarnya
"Apa? Dia tidak pernah bercerita kepadaku, setahuku dia tidak pernah pacaran" ujarku menahan air mata
"Kalian sering cerita ya?" tanyanya
"Tentu saja. Kami bahkan tidak memiliki rahasia, yasudah aku pergi dulu ya. Bye"
"Tunggu"
Aku berlari meninggalkan perpustakaan
Ayolah alexa kau jangan lemah, kau tidak boleh menangis hanya karena hal kecil itu!
Aku pun menuju kamar anna, dan kemudian memberi buku tersebut lalu pergi.
"Hey kenapa dia?" tanya anna
Hanya itu yang aku dengar, lalu aku berlari atap sekolah tempat yang biasa aku melampiaskan kekesalanku dan menangis.
Tunggu..
Kenapa aku merasakan seseorang dibelakangku, aku masih menangis
"Patah hati huh?" ujar seseorang
Aku menoleh kebelakang
"Diam! Itu bukan urusanmu" ujarku marah kemudian menangis kencang
"Kau sangat ribut seperti anak kecil" kemudian memelukku untuk menenangkanku dan mengusap punggungku pelan
"Kau tau, aku sangat mencintainya menyukainya lebih dari apapun! Tapi kenapa dia menyukai orang lain terlebih lagi itu adalah sahabatku sendiri" ucapku berteriak dan masih nangis dipelukannya
"Kita mengalami hal yang sama"ujarnya pelan
Aku melihat tatapannya yang terlihat sangat sedih
"Aku baru saja menyampaikan perasaanku pada anna" ujarnya pelan lalu menghembuskan nafas kasar
Kenapa anna lagi?
"Anna anna anna lagi! Kenapa semuanya selalu menyukai anna!"
"Tapi dia menolakku dan mengatakan padaku ada orang yang disukainya"
Aku memeluknya, dia kelihatan sangat sedih
"Tadi aku keperpustakaan dan bertemu niel, niel bilang dia menyukai anna. Kau tau aku sangat menyukai niel! Kenapa dia memilih anna?! Kenapa semua orang memilihnya? Apa yang kurang denganku?"tanyaku pelan
"Kau tidak ada yang kurang lexa, kau sempurna dan cantik" ujarnya tersenyum
"Terima kasih" aku mulai merasa tenang sekarang
"Syukurlah kau sudah merasa tenang sekarang" ujarnya tersenyum
"Tapi aku masih menyukainya! Tidak gampang bagiku untuk melupakan orang yang sudah aku sayangi!" teriakku kencang
"Aku saja merelakan anna dengan orang yang disukainya, aku akan bahagia jika melihatnya bahagia. Mana mungkin aku memaksanya untuk menyukaiku"
Aku mulai berpikir.
Benar juga ya
"Benar juga, aku akan belajar untuk merelakannya" ujarku tersenyum

-pagi hari-
Alicia's pov.
"Hosh hosh hosh"
Aih aku kira sudah terlambat.
"Minumlah air dulu" david menyodorkan air putih
Apa dia gila?
"Hey biarkan aku tenang dulu baru minum. Kau ingin aku mati sekarang?" ujarku marah
"Maaf, tapi itu maksudku tadi" ujarnya menggaruk tekuknya yang tidak gatal itu
Merasa mulai tenang aku pun mengambil minuman yang masih ditangan david, dan lalu meminumnya dan berjalan kekelas.
"Apa dia tidak tau berterima kasih" ujar david lalu pergi
Aku terkikik mendengarnya

"Hey kenapa kau sangat ceria pagi ini?" tanya anna
"Ah tidak ada" ujarku masih tersenyum
"Bohong hahaha, tumben sekali kau membawa air minum" tanya anna bingung
"Nah itu dia, ini air pemberian david tadi" ujarku senang
"Wuahh aku turut senang"

Aku bisa melihat anna tersenyum sangat bahagia saat ini.
Dulu dia sangat pendiam, ya semenjak kejadian itu dia menjadi berubah. Yang dulunya sangat manis dan terbuka menjadi murung dan tertutup. Saat itu sedang natal mereka sedang jalan-jalan, awalnya bersama kami tetapi pria itu menyuruh kami pergi dan tinggal mereka berdua ditaman itu. Kemudian anna menghilang, pria itu ditemukan kecelakaan dengan truk besar dan sayangnya sudah tidak dapat ditolong lagi. Semenjak itu anna menjadi sangat takut dan murung, tapi untungnya dia dapat berubah saat kami mulai kembali mengajaknya untuk kumpul bersama.

"Hey! Selamat pagi anna, aliciaa" teriak ashley
"Aku tidak melihat lexa, apa dia terlambat?" tanyaku
"Tidak, dia sedang bersama randy" ujar ashley sambil menunjuk keluar
"Hey mereka jadi semakin dekat" ujar anna
"Aku penasaran dengan apa yang mereka bahas" ujar ashley
Kami tersenyum evil dan mulai jalan mendekati pintu

"Oh iya randy, aku membawa cupcake buatanku kau mau mencobanya?" tanya alexa
"Ah kebetulan aku belum makan pagi" ujar randy
"Ini" lexa menyodorkan cupcake yang terlihat manis

"Aku jadi ingin mencoba cupcake yang dibuat lexa" ujar anna
"Baru kali ini aku melihatnya membuat cupcake semanis itu" ujarku penasaran
"Aku yang membantunya menghias" ujar ashley tersenyum bangga

"Cupcakenya sangat enak, kau memasukinya permen ya?" tanya randy
"Tidak mungkin aku memasukinya permen. Tapi tentu saja cupcakenya itu manis semanis aku" ujar lexa tersenyum
"Tentu saja kau memang sangat manis" ujar randy
Pipi lexa memerah saat ini

"Oh lihatlah lexa sangat manis saat ini" ujar anna
"Aku sangat ingin menggigiti pipinya yang merah itu" ujarku
Kami tertawa
"Baru saat ini aku melihatnya seperti hello kitty" ujarku kembali membuat kami tertawa
"Ehm!"
"Hey lexa, pagi ini kau sangat cantik" ujar ashley
"Kalian pasti menguping" ujar lexa
"Kami hanya penasaran apa yang kalian bahas"
"Ahhh aku kan jadi maluu" ujar lexa yang langsung menutup mukanya saat ini

Author's pov.
Istirahat

"Aku tidak melihat lexa sedari tadi" ujar anna
"Dia habis makan langsung pergi, katanya mau keperpustakaan" ujar ashley
"Kalau begitu kalian duluan saja kekelas ya, aku mau ketoilet dulu" ujar anna

Anna's pov.
Saat selesai kegiatanku ditoilet, aku berjalan melewati taman sekolah. Terakhir aku kesini saat mengajak ashley jalan-jalan, oh iya tentang ashley dia jadi memiliki banyak teman di-
"Kenapa sekarang kau mulai menjauhiku lex?"
"Kau tidak tau yang sebenarnya niel"
Seperti suara lexa dan niel, dengan penasaran aku mengintip mereka.
'Ternyata memang benar mereka'ujarku dalam hati
"Apa maksudmu lexa? Aku tidak mengerti"
Aku mencintaimu saat masih smp sampai sekarang! Tidakkah kau menyadarinya" ujar lexa menangis
Niel terdiam

Ternyata begitu, lexa juga menyukai niel.
Aku berlari kebelakang sekolah saat ini

Menangis?
Tidak. Aku tidak ingin terlihat lemah.

Ternyata bukan hanya aku yang menyukai niel, apa aku harus merelakan niel untuk lexa? Apa aku harus menjauhi niel saat ini?

"Hey kenapa kau melamun?"
"Randy? Kenapa ada disini?"
'Tidak ada, jika merasa bosan aku akan kesini" ujarnya tersenyum
Aku memeluknya.
"Kau kenapa?" tanya randy mengelus rambutku
"Aku pernah bercerita tentang pria yang aku sukai bukan? Ternyata lexa juga menyukainya, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus melupakan niel saat ini?" tanyaku
"Kau tau lexa menyukai niel?" tanyanya
" aku mendengarnya saat mereka berbicara ditaman"
"Kau mencintai niel kenapa tidak langsung katakan saja padanya"
"Aku tidak tau"
"Kau pasti takut karena mimpimu itu bukan?"

Hey bagaimana dia bisa tau? Itu hanya alicia saja yang tau, bahkan lexa dan ashley saja tidak tau.

"Aku tau itu dari alicia, maaf aku yang memaksanya untuk memberitahuku" ujarnya merasa bersalah
"Uhm.. Tidak apa-apa" ujarku tersenyum
"Karena itu semalam aku tidak memaksamu, dan kau kelihatan sangat pucat kemarin. Kau teringat lagi dengan kejadian pada saat itu bukan?" tanyanya
Diam.
Mulutku terasa kaku saat ini, seperti berat sekali untuk berbicara.
"Uhm Maaf. Tapi percayalah saat kau menemukan seseorang yang terbaik, mimpimu akan hilang seiring berlalunya waktu"
Benarkah?
"Benarkah?"
"Aku memang tidak pernah mengalaminya, tapi aku pernah mendengar momku bercerita tentang temannya"
"Aku merasa sangat bersalah" ujarku murung
"Tidak apa, biarlah waktu yang menjawab ini semua. Takdir berada ditangan tuhan" ujarnya tersenyum
"Terima kasih" ujarku tersenyum
"Yasudah ayo kita kekelas" ajak randy
"Baik"

Kelas.
Author pov.
"Hey lexa kau kenapa?"tanya randy
"Uhm tidak ada, kau kenapa bisa bersama anna?"
"Tidak ada, kami hanya bertemu dibelakang sekolah"
"Tadi niel sudah bicara baik-baik padaku. Mungkin aku memang harus merelakan dia bahagia bersama anna" lexa tersenyum
"Baguslah"

Randy's pov.

"Kau melukis siapa?" tanyaku penasaran
"Alicia" jawabnya tenang
"Kau menyukainya" tanyaku bingung
"Menurutmu?" tanyanya enteng
"Kau benar-benar menyukainya?" tanyaku
Hening.
Semuanya menoleh padaku dan kemudian tertawa
"Suaramu tadi terlalu keras bodoh" ujarnya kesal menahan malu

"Kalian menganggu pelajaranku saat ini! Sekarang kalian boleh keluar kelas sampai jam sejarah selesai! Sekarang!" ujar ms. Liz
Dasar sudah tua tapi tidak sadar diri.

Aku dan dave keluar kelas dengan tenang.

"Dave benarkah kau menyukai alicia?" tanyaku penasaran
"Tentu saja, dia baik dan juga cantik" jawabnya masih melukis
Aku menghela nafas berat.
"Kenapa?" tanyanya
"Tidak ada"
"Kau menyukai anna sejak smp bukan? Kenapa tidak kau katakan saja"
"Sudah. Tapi dia menolak. Kau saja yang menyukai alicia tidak menyatakannya" ujarku kesal
"Hanya menunggu waktu yang tepat, lalu?"
"Dia menyukai niel."
"Benarkah" ujarnya terkejut
"Dan niel juga mencintai anna" ujarku lemah
"Tenang bung. Masih banyak wanita diluar sana, seperti lexa atau ashley" ujarnya bodoh
"Ashley? Bisa dimakan hidup-hidup aku sama jordan"
"Hahaha aku hanya bercanda. Sepertinya kau dan lexa dekat"








---------------------------------------------
Lalalalala~

Continue Reading

You'll Also Like

1.3M 15.4K 7
"Dirga lupa semuanya Jane." Janeta, ia hanya ingin menjalani hidupnya diumur dua puluh dua ini dengan damai, dan tak menyesali apapun yang terlewat d...
4.1M 103K 60
(FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA) Perjodohan, hingga sampai menikah muda dimasa putih abu abunya. Tidak pernah terlintas di benaknya ia akan menjadi ca...
1.4M 91K 58
"Mereka selalu memanggilku anak haram, aib, dan pembawa sial." Selby merasa dunianya runtuh dan jungkir balik dalam satu malam. Tiba-tiba orang asing...
637K 27.1K 62
Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar p...
Wattpad App - Unlock exclusive features