Pencinta Rahasia

By shanipu

13.2K 818 64

Baginya mungkin aku hanya sekedar butiran upil yang terabaikan dan tidak dia pedulikan.Baginya mungkin aku ti... More

PART 1
PART 2
PART 3
PART 4
PART 5
PART 6
PART 8
PART 9
PART 10
PART 11
PART 12

PART 7

875 68 4
By shanipu

Sebal itu ketika kamu sedang di paksa abangmu untuk menemaninya pergi ke luar rumah.Sebal itu ya Dipta Pratama.Aku tidak tahu si Dipta akan membawaku kemana,yang pasti saat ini sungguh aku mager sekali.Dan jangan salahkan aku ketika aku tidak memanggilnya dengan embel-embel bang.Karena dia membuat moodku turun sedrastis-drastisnya.
Bagaimana tidak baru saja aku pulang sekolah,bahkan tas pun masih tersampir di bahuku dia sudah menyeretku meminta ditemani makan di luar,untungnya mama sedang berada di rumah tetangga sebelah,jadi beliau tidak tahu tentang kelakuan anak sulungnya yang lebih memilih makan di luar dan merengek pada adiknya daripada memakan masakan yang sudah di buat oleh ibunya dengan alasan bosan dengan masakan mama.Dasar Dipta tak tahu di untung,padahal opor ayam yang bertengger di meja makan tadi adalah menu kesukaannya,dan oh God abangku ini tidak tahu capek apa?dengan kebiasaanku yang selalu memakai sepeda ke sekolah harusnya dia mengerti dong kalau aku capek.

"Jangan cemberut gitu dong"bujuknya.

"Gimana gak cemberut?gue capek tau bang,lo makan di rumah aja apa susahnya sih"kataku sebal sendiri.Sekarang kami sudah berada di mobilnya yang juga sudah melaju membelah jalanan kota.

"Kan gue udah bilang,lo ganti aja sepeda butut lo itu sama mobil yang dikasih papa.Biar gak capek.Lagian itu mobil sayang kalo gak dipake."sekarang abangku malah mengalihkan pembicaraan.

"Gausah ngalihin pembicaraan deh.Gue mau tidur,percuma nolak permintaan lo.Nggak bakalan mempan."kataku akhirnya.

Aku memang beneran mau tidur.Karena semalam aku kurang tidur gara-gara memikirkan senyuman Kelvin itu,dan pelajaran di sekolah pun full , tidak ada yang bolong sama sekali yang menyebabkan aku tidak bisa tertidur barang sebentar saja.Dan mudah-mudahan jalanan macet dan abangku memilih tempat makan yang lumayan jauh,jadi aku bisa tidur lumayan lama.
Tapi semua hanyalah mimpi.Tidak sampai setengah jam mobil rupanya berhenti yang langsung membuatku membuka mata.Silau dan sedikit pening yang kurasakan.Aku melihat ke keluar jendela,rupanya sekarang kami ada di halaman L'CheeseFactory Cafe.Salah satu kafe yang terkenal dengan menu dessert-nya.Aku pernah beberapa kali mengunjungi kafe ini,karena aku adalah salah seorang penyuka segala hal berbau keju,selain itu kafe ini juga sangat nyaman dengan kombinasi warna ungu lembut dan putih di dalamnya juga tak lupa furniture minimalis serta pernak pernik yang menempel di dinding yang membuatnya semakin terlihat nyaman.Dan percayalah dessert di kafe ini patut di coba semuanya,dari mulai red velvet,cheese cake sampai miles crepesnya.Eh kok aku jadi terlihat seperti SPG yang sedang menawarkan dagangannya?dan saking memikirkan menu l'cheese yang menggiurkan aku sampai lupa bahwa di sebelahku ini masih ada orang yang membuatku sebal.Tapi tak mengapa,rasa sebalku sekarang sudah menguap dengan sendirinya ketika mendapati bang Dipta ingin makan disini.Pokoknya aku akan membuat dompet bang Dipta tipis,setipis mungkin.Haha.Katakan aku adik yang jahat,aku tidak peduli.Siapa suruh selalu saja memaksaku untuk menuruti keinginannya.
"Bang ayok turun"kataku menyenggol lengannya.

"Hah?oh iya ayok."katanya. terlihat gugup.

Kami pun beriringan memasuki kafe.Ketika memasuki kafe bang Dipta terlihat menoleh ke sekitar kafe.Seperti mencari orang.

"Cari siapa sih bang?"tanyaku penasaran ketika kami tengah duduk di salah satu sudut kafe.

"Temen"kata bang Dipta,lalu matanya mencari-cari seseorang lagi.

"Janjian?"tanyaku lagi.

"Iyaa,lo pesen aja dulu.Gue tau lo suka banget dessert yang ada disini"tukasnya sambil memanggil pelayan.Ah,rupanya abangku ini tidak semenyebalkan yang aku duga.Bang Dipta cincahkuuu.

"Satu slice nuttela hokkaido miles crepes ,satu slice newyorkcheese,banana cheese waffle sama greentea honey squash."kataku mengakhiri pesananku dengan senyuman pada pelayan yang kira kira unurnya di atas tiga tahun dariku.Lalu si mbaknya beralih pada bang Dipta yang menatapku ngeri.

"Hot chocolate"bang Dipta menyebutkan minuman kesukaannya untuk pesanannya pada mbak-mbak pelayan itu.Mbak pelayan itu pun segera pergi dari hadapan kami.

"Lo gila dek makan sebanyak itu?"tanya bang Dipta beralih padaku

"Inget kalori!pantesan itu badan makin hari makin melar"cibirnya padaku.

"Bodo.Badan aku masih oke kok.Itu masih sedikit.Nanti pulangnya mau ngebungkus buat bawa balik ya?"pintaku mencondongkan badanku ke arahnya sambil menaik turunkan alisku.

"Ngebungkus?lo pikir warteg?haha"band Dipta tertawa mengejek.

"Haiss,pokoknya aku bungkus buat bawa balik.titik"kataku memancing emosinya.

"Bungkus aja.Duit gue masih cukup kok buat traktir anak gajah kayak lo"ejeknya telak.Dan sialnya rencanaku untuk membuat dompetnya menipis setipis-tipisnya mungkin akan gagal total.Karena sepertinya bang Dipta mendapatkan aliran dana yang oke dari papa.Yah mau bagaimana lagi.

"Terserah abang mau bilang apa.Tapi ngomong-ngomong abang kesini kan mau makan,kok cuma pesan hot chocolate?"tanyaku heran.Tadi dia menyeretku ingin makan di luar,sesampainya disini dia hanya memesan minum.Walaupun disini kebanyakan menu dessert , tapi disini juga kan ada menu lunch-nya.

"Abang mau makan siang tapi gak di sini"jawabnya sambil tersenyum penuh arti.

"Lalu dimana?"tanyaku makin heran.

"Disitu"aku menoleh ke belakang,telunjuknya mengarah pada sebuah meja yang terhalang tiga meja,dari meja kami sekarang.Disana ada seorang cewek berambut panjang yang dikuncir kuda,dengan wajah manis yang fokus dengan buku bacaan yang sedang ia pegang,dan aku taksir kira-kira umurnya sama denganku.Apa bang Dipta mau kencan?pantas saja dia melewatkan opor ayam kesukaannya di rumah dan lebih memilih makan di luar.Rupanya ini alasannya.

"Bang Dip ma..."ucapanku terpotong karena seseorang yang tadi bersamaku kini telah raib.Aku menoleh lagi ke belakang,benar saja,dia sudah bertengger manis di kursi yang berhadapan dengan cewek itu.Ck,bang Dipta menyebalkan.Mengajakku kesini lalu meninggalkanku sendiri.Benar-benar menyebalkan.Tak lama kemudian untungnya pesananku datang.Segera saja aku melahap miles crepesku daripada memikirkan bang Dipta yang tega meninggalkanku.Miles crepes sudah raib,masuk ke dalm perutku.Aku beralih pada cheesecakeku,dan kembali memakannya.

"Hai,boleh gue duduk disini"ujar seseorang.Suaranya.Suaranya sepertinya aku kenal.Aku menghentikan acara makanku dan mendongak,menatap seorang cowok tinggi di depanku yang masih menggunakan seragam yang sama denganku.Dia menatapku sambil tersenyum ramah.Ah senyum itu lagi.

"Oh,boleh kok.Silahkan"kataku mempersilahkan cowok ini.Cowok yang hampir selalu hadir dalam pikiranku.Cowok yang membuat aku tidak bisa tidur hanya karena senyuman ramahnya.Bagaimana bisa?bagaimana bisa dia menghampiriku dan berniat duduk bersamaku di meja yang sama?ini seperti sebuah mimpi indah.Atau memang ini hanyalah mimpi?aku menyubit pipi kananku.Sakit dan membuatku meringis.

"Lo kenapa?"tanyanya tiba-tiba setelah berhasil duduk di hadapanku.

"Tidak apa-apa.Ngapain disini?"tanyaku tersenyum kaku.Ini bukan mimpi.

"Gue barusan ngeliat cewek sendirian di meja yang penuh makanan,makannya juga banyak banget dan udah kayak cewek yang nggak mikirin kalori buat tubuhnya.Gue penasaran,yaudah gue samperin"ujarnya sambil menahan tawa.

"Hah?"aku berfikir sebentar.Dan ya ampun,aku maluuuu.Yang dia omongin itu kan aku.

"Gak sopan ngomongin seseorang di depan orangnya"kataku keki sendiri.Kalori?setiap cowok kok mikirin kalori?tadu abang,sekarang Kelvin.Aku aja yang cewek kadang bodo amat sama kalori yang masuk di tubuhku.

"Daripada di belakang orangnya?bukannya lebih menyakitkan?"tanyanya telak.Memang ada benarnya juga sih.Aku hanya mengangguk.Antara masih malu dan mencoba menahan debaran jantung ini.Calm down,calm down.Sugestiku pada diri sendiri.

"Lo sendiri?"tanyanya lagi.

"Nggak.Sama abang.Tapi dia udah ngacir duluan sama pacarnya.Kamu mau?"aku menawari waffleku pada Kelvin,mencoba merilekskan diri.

"Nggak.Makasih.Lo makan aja sendiri.Gue lebih suka ngeliat lo makan"

"Hah?"tanyaku bingung.

"Eh maksud gue,gue lagi gak laper.Dan gue lebih suka ngeliatin orang makan"jelasnya.Aku hanya ber-oh ria.Dimulut memang ber-oh ria,tapi di dalam hati?di dalam hati aku seolah tengah berlari di kejar anjing Bu.Marta,tetangga sebelah.Ck,Sania norak.

"Oh iya,gimana luka di pelipis kamu?"tanyaku ketika teringat kejadian kemarin pagi.

"Gausah dipikirin.Udah oke kok.Kan lo sendiri yang obatin"jawabnya meyakinkanku."Eh San,lo itu sekelas sama Gio ya? 11Ipa1 dong?selama ini gue jarang ngeliat lo soalnya"lajutnya.

"Iyaa.Dan kamu 11ipa2?"aku pura-pura menebak.

"Iyaa.kok tau?"

"Iyaalah.Kamu kan terkenal.Apapun tentang kamu pasti semua orang tahu.Siapa sih yang nggak kenal seorang Kelvin Anggara.Hampir semua cewek juga suka kali"termasuk aku,lanjutku dalam hati.

"Haha.Lo berlebihan.Gue biasa aja kali"merendah.Persis seperti Charlotte.Mereka memang cocok.

"Haii,udah nunggu lama ya beb."sungguh ini bukan suaraku ataupun Kelvin.Aku mendongak.Charlotte.Baru saja dipikirkan,sudah muncul.Panjang umur.

"Ya.Tapi selama apapun kamu, tetap akan ku tunggu"ujar Kelvin,kulihat pipi Charlotte memerah.Dan itu membuat jantungku berdenyut sakit.

"Oh,haii ada Sania juga rupanya."sapa Charlotte saat melihatku.

"Iyaa.Haii"sapaku balik.

"Kamu ajak Sania juga beb?"tanya Charlotte yang sekarang duduk di sebelah Kelvin.

"Tidak.Tadi aku melihatnya disini.Aku menghampirinya sambil menunggumu,dan mengobrol sebentar"jujurnya pada Charlotte.

"Oh baiklah.Gue minta maaf Sania,tapi kayaknya kami harus pamit ke meja lain,karena ada yang harus kami bicarakan.Terimakasih sudah menemani Kelvin terlebih dahulu."ujarnya tulus.Apakah dia masih akan berbaik hati padaku seandainya dia tahu perasaanku pada Kelvin?entahlah.

"Ya sama-sama"balasku.

"Oh iya,mumpung kita bertemu.Jangan lupa menghadiri acara ulangtahun gue malam minggu besok.Undangan resminya gue kasih sama lo besok di sekolah ya."lanjut Charlotte.

"Oke.Kalau gak ada halangan.Aku dateng"Charlotte menangguk mengerti.Lalu bangkit bersama Kelvin.

"Sampai jumpa Sania"Ucap Kelvin sambil tersenyum.Charlotte yang mulai menggandeng tangan Kelvin pun ikut tersenyum padaku.

Dan yah,tinggalah aku sendiri.Memang pada hakikatnya semua yang bukan milik kita akan kembali kepada pemilik sebetulnya bukan?

Continue Reading

You'll Also Like

1.5K 274 43
Gw slalu jadi korban hancur hati,tpi kenapa orang yang gw benci slalu bahagia?apa gw ga pantes bahagia?gw benci lo semua!
16.1K 1K 19
gue hampir kehilangan orang yang paling berarti di hidup gue, karna kebodohan gue sendiri, gue jaga dia dengan baik agar tidak pergi dari hidup gue...
1.4M 25.3K 23
Selamanya Raga adalah cinta pertama dan satu-satunya dihatiku...tapi kenapa tunanganku sibrengsek Wega akhir-akhir ini selalu memenuhi pikiranku memb...
67.4K 2.7K 16
aku hanya ingin terus bersama mu,bahhkan aku tak pernah meminta apapun dari kamu. aku hanya minta sama kamu,tetap disisi ku, cintai aku seperti aku m...
Wattpad App - Unlock exclusive features