Normal pov.
Aku pulang dengan menggunakan baju semula yang kupakai.
Aku berada dirumahku bersama Shion yang mampir
"Geez.. Aku lepas aja dah bando ini!!"
"Ja-jangan Luu, nanti kamu bisa dimarahin sama Yume loh.. ukh ittai.." Rintih Shion memegang ujung bibirnya yang memar
"Uh! Shion.. Jangan banyak berbicara dulu"
Mau flashback?? okeh!
Flashback~
"Shion, mimisan mu tidak mau berhenti, sebaiknya kamu ditoilet aja bersihinnya"
"A-ah, baiklah"
Shion pun pergi ketoilet sambil menutup hidungnya.Yume dan Hisawa menghampiriku dengan wajah mencurigakan.
"Luu~chan, kau tahu? sepertinya Shion menyukaimu?" bisik Hisawa
"Ha?! jelas g-gak mungkin lah!!"
"Kau juga menyukainya kan~"
"Y-Yume~sama!"
"Ya, itu gak mungkin! Scarlet~san itu punyaku!!" teriak Keita yang datang tiba-tiba
*blush
wajahku memanas ketika mendengar perkataan Keita
"Iya kan? Scarlet~san?" tambahnya
"E-entahlah" jawabku sambil memalingkan wajahku yang memerah
.
.
"Apa yang kau katakan tadi ha?!!" kulihat Shion yang habis dari toilet dengan hidung disumpal tishu. Aura gelapnya yang berkobar-kobar sangat mengerikan.
"Apa belum jelas kuucapkan?! mau ku ulangi lagi?" jawab Keita dengan aura orange(?) yang selalu dikeluarkannya saat sedang bersemangat
"Ggrr.. Sini kau dasar ba*ingan!!"
#Bak buk bak buk (wkwk apaan sih)
"Ya ampun.. mereka ini" gumam ku.
"Huaa.. seperti pertarungan serigala dan harimau" ucap Lyra sambil memakai kacamata 3d dan memakan popcorn menikmati pemandangan itu
"Senangnya.. Luu~chan jadi banyak yang suka"
"Terserahlah, aku akan mengganti pakaianku"
"Tapi bando telinga kucingnya jangan dilepas ya~ kau imut memakainya"
"Ha? tentu saja akan kulepas"
"Kalo kamu lepas gajimu akan kupotong!"
"Huee.. jangan dong Yume~sama, baiklah akan kupakai terus untuk hari ini"
"Muehehe~ gitu dong"
Aku menuju ruang ganti dengan kesal. Terpaksa hari ini aku harus memakai bando ini terus!. Aku segera mengganti kostum kucingku dengan pakaian yang kupakai semula. Kemudian aku berjalan ketempat dimana mereka tadi berkumpul. Kulihat Shion dan Keita yang sedang tergeletak(?) dilantai dengan banyak luka memar.
"Hei? Kalian tidak apa-apa?" tanyaku khawatir
"Ini hanya luka kecil Scarlet~san" jawab Keita tersenyum
"Tutup mulutmu!!" ucap Shion kepada Keita
"Sudahlah baka!" aku menjitak Shion karena gemas
"Agh! sakit tau!" teriaknya
Aku pun membantu mereka berdua untuk duduk dan meminta Lyra untuk membantuku menyembuhkan luka Shion dan Keita.
"Sudah.."
"Oke, ayo kita pulang Lu--"
'He?? kenapa aku baru sadar kalo Luu masih pakai bando itu!?' teriak Shion dalam hati
"Ada apa Shion? wajahmu tiba-tiba merah, apa masih sakit?" tanyaku
"Ti-tidak kok, ayo pulang" ujar Shion lalu menarik tanganku
"A-apa kamu tidak mau pakai penutup mata?" tanya nya sebelum sampai kedepan pintu Rematch
"Tidak, aku mau mencoba pulang tanpa penutup mata sekalian untuk latihan" jawabku
"J-jangan paksakan diri" Shion menggenggam tanganku erat lalu berjalan menuju mobil
Flashback End-
"Sini biar aku kompres lagi dengan air hangat" kata ku
"H-hee?? ti-tidak usah" jawab Shion sambil menutup hidungnya karena takut mimisan lagi.
"Kamu yakin? baiklah"
"Aw.." rintihnya
"Huft, tuh kan! sini aku kompres" paksa ku lalu mengambil wadah air hangat dengan sehelai handuk dan mengompres ujung bibir Shion
"Agh! jangan ditekan baka!!" protesnya
"Ah gomen, makanya kamu jangan berkelahi terus!!"
"Ini semua karna mu tau!"
"Hahh?! kenapa aku?!!"
"Ya soalnya aku dan si bodoh itu kan berkelahi karena aku-- ah!! lupakan"
"Hee? apapun alasannya intinya jangan berkelahi lagi!"
"Yah yah.. baiklah.." ucapnya pasrah
"Nah begitu!" ujarku sambil mengacak rambutnya, wajahnya kembali memerah dan langsung menutup hidungnya
"U-urusai!!"
"Fuh.. oke sudah selesai"
"A-arigatou" jawabnya sambil memalingkan wajahnya
"Iie.. kamu kan sering membantuku"
Tiba-tiba ada yang memanggil dari depan rumahku
"Scarlet~saaan.." teriak seseorang dengan suara yang tidak asing dari luar rumahku
"Loh, itu kan suara Keita" aku segera beranjak namun tangan ku ditahan Shion
"Biar aku saja yang keluar" ujarnya
"Oke"
Didepan rumah
"Mau apa kau kesini?!" sapa Shion dengan ramah(?)
"Ha? sedang apa kau dirumah Scarlet~san?"
"Bukan Urusanmu!"
"Ada apa ribut-ribut?" tanyaku menuju kedepan rumah
"Keita? Lyra? kenapa kalian kesini?" tambahku
"Kita akan latihan drama" jawab Lyra
"Loh? bagaimana dengan Err.. Akira~senpai?"
"Kami sudah janjian, kita akan latihan ditaman"
"O-key ayo pergi"
Kami menuju taman menggunakan mobil Shion. Jujur, aku sangat takut karena harus bertahan dengan waktu lama apalagi tanpa penutup mata. Shion menggenggam tanganku dengan erat sepanjang perjalanan. Sesampainya ditaman, terlihat Akira sedang duduk dikursi taman sambil menggunakan earphone dan membaca buku yang sering dibawanya. Kami pun turun dari mobil dan menghampirinya.
"Lama sekali kalian" kata Akira kesal
"Maaf.. maaf, ayo kita mulai sekarang" ucapku
"Luu~chan, bisakah kita istirahat sebentar?" pinta Lyra dengan puppy eyes andalannya. Aku sebenarnya mau mengabulkannya tetapi kalo tidak cepat, aku akan pingsan karena mengenang kejadian mengerikan itu, belum lagi kalo pusing hebat dikepalaku kembali saat teringat kejadian itu.
"Maaf Lyra~chan, tapi kita harus cepat biar selesainya juga cepat" jawabku mencari alasan, Shion melirikku
"Iya, ayo kita mulai" ujarnya
"Huft baiklah.."
Kami memulai latihan, namun berbeda dari latihan sebelumnya latihan kali ini lebih tenang karena Shion dan Keita tidak banyak berkelahi. Hanya saja ada beberapa dialog yang kami masih lupa-lupa. Yah, tapi itu bukan masalah besar, karena kata bu Sawaki ketika lupa dialognya, bisa digantikan dengan bahasa kami sendiri asalkan nyambung dengan ceritanya. Latihan pun berakhir. Tiba-tiba pandanganku mulai buram. Sakura-sakura yang berjatuhan itu membuatku merinding. Aku mulai kehilangan keseimbanganku.
"Luu!" teriak seseorang memanggilku.. Shion?. Dia berlari kearahku. Aku terjatuh, namun seseorang menahan tubuhku
"Akira.. kun" ucapku, setelah itu semuanya menjadi gelap dan aku tidak sadarkan diri
.
.
.
Tbc~