Bugh ..
"Awww.. kepalaku .."
"Anda kenapa ?"
"Udah tau kejedut pintu masih ditanyak lagi .."
"Yg nyuruh anda nabrak pintu siapa ?"jawab Rai dengan nada datar.
"Eh, lo itu ngeselin yah, yg bukak pintu tiba-tiba siap.. a ?"jawab Yeonni sambil melihat kearah Rai. 'Dia .. dia .. yaampun, dia disini didepanku, apa yg harus kulakukan, apa dia mengenalku ?? Haduh.. haduuh bagaimana ini '
"Nona.. nona ", kata Rai sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah yeonni.
"Ah ya .. ada apa ?" Yeonni mengerjap- ngerjapkan matanya -baru tersadar dari lamunannya-
"kenapa anda .. diam ? Tadi anda marah-marah ?"
"Ah .. sudah lah bukan urusanmu .. Minggir dari sana "
"Tidak" jawab Rai dengan nada dan ekspresi yg masih sama -datar-
"Menyingkirlah dari depan pintu.. aku mau masuk !!"
"Ah .. ada apa ini ribut-ribut di luar ?"
"Ma.. maaf Pak " jawab Yeonni sambil membungkukkan badan-meminta maaf-
"Ohh .. Yeonni, silahkan masuk.."
"Baik pak .."
"Minggir lu .." Yeonni berjalan masuk sambil menyenggol Rai dengan sengaja.
Rai melihat ke arah Yeonni yg masuk ke ruangan Frankestein seraya tersenyum tipis. "Anak yang unik"
~~~###~~~
"Bagaimana pekerjaanmu ? Apa sudah selesai ?"
"Ah.. bukannya kita sudah sepakat pak, untuk tidak membicarakan itu di sekolah .." kata Yeonni seraya duduk di kursi tamu yg sudah disediakan.
"Oke, baiklah-baiklah .. ngomong-ngomong tadi di depan ada ribut-ribut, kenapa ?"
"Ohh .. itu.. tadi jumpa anak ngeselin di depan pintu bapak" jawab Yeonni dengan nada malas.
"Anak ngeselin ? Siapa ?"
"Iya, saya gx kenal tuh .. tapi dia baru keluar dari sini juga tadi "
'gheehhh.. dia bilangin tuan ? Astaga.. tahan emosi Frankesteinn.. '
"Pak .. ?? Ada apa pak ? Bapak kenapa tiba-tiba jadi diam begini .. saya ada salah ngomong ya pak ..??"tanya Yeonni yang tampak khawatir dengan raut wajah kepsek nya yang tiba-tiba saja menegang.
"Ah .. tidak ada apa-apa kok .."kata Frankestein setelah sadar dari pikirannya dan menetralkan emosinya .
"Ah .. ngomong-ngomong Yeonni ada apa kemari ?"
"Oh .. tapi sesuai perjanjian setiap saya masuk kembali ke sekolah saya harus menemui bapak dulu .. ya kan pak ?"
"Ah .. itu benar juga .. tapi tak ada yg lain ? Aku tak yakin .."
"Baiklah .. sebenarnya ada yg ingin ku bicarakan, adik-adikku ingin pindah ke sekolah ini .. mereka akan mulai masuk minggu depan. Apa .. masih bisa transfer murid lagi ?" Tanya Yeonni dengan hati-hati.
"Hmm.. bisa, tapi ku harap surat2 nya sudah diurus "
"Semua sudah selesai ditangan Alenka"
"Oh ya pak .. boleh ku tanya sesuatu ?"
"Oh .. silahkan saja "
"Saya lihat banyak murid murid baru ya pak .. seperti nya mereka bukan orang biasa .."
"Ah .. apa maksudmu dengan bukan orang biasa ? "
"Eh .. Ah .. itu itu .. mereka seperti bukan dari korea .."
"Hnn ... bagaimana dengan mu ? Kau juga seperti bukan dari sini .."
"Sepertinya pak kepsek juga enggak .."
Dingg.. dongg .. Ding.. Dong..
Bunyi bel akhirnya menghentikan pembicaraan antara kepsek dan muridnya .
"Ah .. maaf pak .. sepertinya saya harus segera ke kelas .. permisi pak " Yeonni membungkuk memberi hormat kepada frankestein kemudian keluar dari ruangannya .
~~~###~~~
At class ..
"Wee .. udah denger kalo anak itu udah masuk ??"teriak Shin woo menghebohkan satu kelas .
"Ahh .. benarkah ??"
"Masa sih ?"
"Seriusann ???"
"Ahh .. kenapa mereka heboh sekali .. mereka sama sekali tidak berkelas " regis menatap mereka dengan malas.
"Haduh .. ada apa ini ? Kenapa kalian bising sekali ??"tanya Yeonni yg baru saja tiba di depan pintu kelas.
"Yeeoonnn !!!"
"Ah .. sui, yuna.. kyaaa .. lepaskan !!"kata Yeonni berusaha melepaskan diri dari pelukan Sui dan Yuuna
"Ehh kaauuu !! Kenapa duduk di tempat duduk ku ??!!!"kata Yeonni sambil menunjuk nunjuk orang itu .
"Ehhh ..??"
seluruh kelas melihat kearah2 yang ditunjuk Yeonni -Rai-
"Oh .. ini bangku mu ? Maaf tapi ini sudah menjadi milikku .." kata Rai cuek ..
"Apa ??!! Bagaimana bisa ??"jawab Yeonni sambil berjalan menghampiri Rai .
"Pergi dan ambil kursi mu S.E.N.D.I.R.I "
Rai menatap Yeonni dengan malas kemudian berkata "tidak"
"Apa maksudmu ?! Awas.. awas .. !!"
"Tidak .."
"Heh cowok datar .. itu bangku ku .."
"Tidak .."
"Geezz .. kau itu !!!"
"Engg .. tenanglah Yeonni .. kau bisa pakai bangku ku .. "kata shinwoo sambil menunjuk bangkunya -yg tepat berada di depan Rai-
"Terserah lah .." kata Yeonni malas dan segera duduk di kursi Shin Woo .
"Ah .. itukah suara Rai ? Kyaa manisnya .." kata para cewek di kelas tersebut.
"Itu benaran Yeonni ? Kenapa Yeonni jadi cerewet ya ?"
"Apa itu karena dia berbicara dengan Rai ?"
"Ah .. bahkan pesona Rai tidak dapat ditolak oleh Yeonni .."
"Tidak tidak .. bagaimana kalau Yeonni jugak mengincar Rai ?"
Para cewek di kelas tersebut sibuk membicarakan tentang hal 'langka' yg baru saja terjadi di kelas mereka.
"Aku tidak mau Rai jatuh ke tangan Yeonn.. i.." ucap salah seorang cewek yg langsung terdiam karena ditatap dengan sangat tajam oleh Yeonni ..
"Awas .. singa betina akan mengamuk .." kata ikhan yg langsung mendapat tatapan tajam dari Yeonni.
"Demon kesayangan ku .. jangan ngamuk .."kata Shinwoo dengan santainya.
"Demon ? Yeonni seorang De.. mon ?"tanya Regis yg menatap Yeonni tatapan tak percaya sementara yg ditatap terdiam -shock-
"Hei.. hei .. ada apa dengan wajah kalian ? Kenapa tegang begitu ? Akukan cuma becanda .. "kata Shinwoo mencoba mencairkan suasana yg tiba-tiba menegang.
"Tapi ngomong-ngomong kenapa kau ikutan shock Yeonni ? Emang kau beneran Demon ?"kata salah seorang murid di kelas itu .
"Tidak bodoh .. manamungkin aku seorang Demon ? Kalian percaya jika Demon ada ? Jangan-jangan kalian juga percaya jika Vampir dan werewolf ada ?"
"Kami percaya "
Seketika itu juga semua mata menuju kearah Rai yang barusaja mengutarakan pendapatnya .
"Ah .. kalo kau sih aku tak heran .. "
Setelah perbincangan mereka, guru kelas pun masuk, dan pelajaran pun dimulai .
~~~###~~~
Dingg.. dongg.. Dingg.. dongg ..
"Hoaamm .. membosankan .. ada yg ingin ke kantin ?"
"Ayoo !!"kata Ikhan, Sui, dan Yoona dengan semangat, sementara Yeonni hanya mengikuti mereka dalam diam.
"Regis, Seira Rai.. kalian tidak ikut ?"
"Kami akan ikut, hanya jika Rai ikut juga .."
"Akan kutraktir Ramen nanti " kata Shinwoo yang membuat Rai segera bangkit dari tempat duduknya.
"Huh .. Ramen -_-# "
"Kalo Ramen ajj baru mau begerak .. "kata Shinwoo sarkastis.
Sesampainya di Kantin mereka memesan makanan mereka masing masing, dan tentu saja Ramen khusus untuk Rai -_-.
Mereka makan sambil mengobrol santai tentang kegiatan mereka selama ini, namun pada kenyataannya hanya Shinwoo dan Ikhan saja yg bercerita dan sekali kali ditimpali oleh Sui dan Yoona, sedangkan Rai, Regis,dan Seira hanya duduk diam menikmati makanan mereka .. dan Yeonni hanya duduk diam dan sibuk memperhatikan sambil ngedumel di dalem hati
'Kenapa anak ini makin cerewet ajj sih ? Perasaan dulu enggak gini gini amat.. apa karna pengaruh dari sosial atau karena pengaruh Ji Yoo ?'
'Aneh .. anak yg bernama Yeonni ini pasti sedang memikirkan sesuatu, tapi kenapa aku sama sekali tidak bisa membaca pikirannya ? Apa kemampuanku sudah mulai berkurang ? Kira kira apa yg dipikirkannya ? Kenapa dia sama sekali tidak berkedip memandangi anak itu' Rai membatin karena merasa heran dengan apa yg baru saja dialaminya -tidak bisa membaca pikiran Yeonni-
"Hahahah .. lihatlah .. Yeonni.. kau terpesona padaku ? Kau melihatku tanpa berkedip .. apa aku begitu tampan ???" Kata Shinwoo dengan PD nya ..
"Woooo .. "
-Shinwoo disorakin pemirsah-
04-12-2015
♡AY