GIVE ME YOUR HEART

By Aphrodite_Themis

35.4K 3.7K 176

Hidup itu pilihan, terus berjuang atau menyerah kalah. Kim Jaejoong, namja cantik dengan penyakit berbahaya y... More

Chapter 1 - Aku Mau Hidup
Chapter 2 - Donor Jantung
Chapter 4 - Nama? Jae... BooJae
Chapter 5 - KAU GILA, DOKTER JUNG
Chapter 6 - Akan Kupastikan Jantung Bodoh Itu Terus Berdetak!
Chapter 7 - Data Pasien Rumah Sakit
Chapter 8 - Aku Tidak Mau Mati
Chapter 9 - Jangan! Yoona Sudah Menunggu Lama!
Chapter 10 - Aku Takut Sekali....
Chapter 11 - Kita Harus Mengambil Jantung Itu!
Chapter 12 - Jangan Tinggalkan Aku
Chapter 13 - Tabrak Dia!
Chapter 14 - Bukan Kami Pembunuhnya!

Chapter 3 - Aku Siap Membunuh

2.1K 295 22
By Aphrodite_Themis

Warning : Ini cerita yang mungkin di luar nalar, kejam dan tidak berperikemanusiaan. Namun tidak bisa dipungkiri hal-hal seperti terjadi di sekeliling kita.

Gw pernah update GMYH sampai ending di FFN. Kala itu gw mendapat banyak sekali kecaman dan hujatan.

GMYH gw tulis tahun 2014, so tulisan gw masih sangat kacau dan tak tertata dengan baik.

Jadi, jika kalian ingin ini di update ulang, tolong bacalah dengan bijak. Ini hanya fiktif.

.
.
Happy Reading

.

"Malaikat maut sekalipun tidak akan memisahkan kita"

SEOUL

BANDARA INCHEON

Rombongan itu tampak mencolok karena banyak bodyguard yang mengikuti mereka. Riuh rendah suara memenuhi koridor bandara itu, hampir semua mata memandang pada mereka. Namja dan yoeja berusia 40-an yang masih sangat gagah dan cantik serta sosok bertubuh ramping yang berjalan disamping yoeja cantik itu. Wajah sosok itu bahkan lebih indah dari yoeja yang memeluk ringan bahunya itu. Dengan kaus berwarna merah dan celana hitam dengan pola roboken yang membalut kedua kaki jenjang itu hingga sedikit kulit putih terekspos serta mantel coklat yang menutupi tubuh itu membuat tampil sangat memukau. Bisik-bisik terdengar dari hampir semua orang yang mereka lewati.

"Itukah keluarga Choi?"

"Omo....Siapa itu yang dalam pelukan yoeja cantik itu? Cantik sekali..."

"Aku dengar Choi Siwon memindahkan bisnisnya ke Korea...Aneh sekali..."

"....kalau tidak salah mereka punya seorang putra..."

"Jangan-jangan itu pewaris Choi...tapi...."

Choi Siwon berjalan semakin cepat, dia ingin segera tiba di mobil yang telah menjemput mereka. Perjalanan Jepang-Korea memang hanya memakan waktu 2 jam tapi itu juga bisa membuat Jaejoong kelelahan. Dan kerumunan orang dan media yang menunggu bukanlah hal yang ingin dihadapinya. Dengan cepat dia berseru pada tangan kanannya,"Katakan pada semua media aku akan memberikan wawancara di kediaman Choi. 2 jam lagi. Sekarang cepat singkarkan mereka."

"Baik tuan Choi.."

.

.

MANSION CHOI

"Istirahatlah dulu Joongie. Kamarmu sudah siap. Sama persis dengan yang di Jepang." Choi Heechul membuka pintu kamar yang telah disiapkan bagi putra kesayangannya ini dengan senyum lebar, dia yakin Jaejoong akan sangat senang.

Namja cantik itu berjalan pelan mengelilingi kamar barunya. Tangannya menyentuh setiap pernak pernik yang sama persis dengan miliknya di Jepang. Umma-nya benar-benar berusaha keras untuk membuatnya nyaman, Jaejoong menghampiri yoeja cantik yang masih berdiri diambang pintu itu,"Gomawo umma, saranghae."peluknya erat pada tubuh yeoja yang telah susah payah melahirkannya itu. Walaupun pada akhirnya dia mengalami apa yang pernah sang umma lalui.

Membutuhkan donor jantung!

"Nado..Tetaplah bersama umma..."Heechul mencium pelan rambut almond itu. Dia bisa merasakan anggukan kecil dari tubuh ramping yang sedang memeluknya itu.

"Kapan Xia akan menemuiku umma?" Jaejoong berusaha mengalihkan pikirannya pada sang sepupu yang selama ini tinggal di Seoul. Salah satuh hal yang membuat namja cantik ini sangat senang dengan kepindahan mereka adalah dia bisa setiap hari menemui sepupunya itu.

"Nanti malam. Sekarang umma mau kau beristirahat. Perjalanan Jepang-Korea pasti membuatmu lelah." Heechul mendorong pelan bahu ramping itu menuju ranjang king size yang ada ditengah kamar itu dan Jaejoong sama sekali tidak diberikan kesempatan untuk membantah ucapan umma-nya yang tegas itu.

.

.

"Joongie sudah istirahat?"Tanya Siwon begitu melihat sang istri memasuki ruang kerjanya yang masih sedikit berantakan itu. Dia baru saja selesai memberikan sedikit interview pada media tentang alasan bisnis Choi dipindahkan ke Seoul. Kepindahan mereka ini sangat mendadak sehingga ada begitu banyak yang harus mereka kerjakan walaupun kebutuhan Jaejoong tetaplah mereka dahulukan.

Tanpa menjawab pertanyaan Siwon, yoeja cantik itu menjatuhkan tubuhnya pada kursi besar diruangan itu dan memejamkan matanya sambil bergumam pelan,"Wajahnya sangat pucat Wonnie."

Siwon tahu apa maksud kalimat singkat itu, namja Choi itu tidak buta. Putra mereka sakit.  Walau pun Jaejoong selalu menunjukkan senyum ceria dan bertingkah seolah tidak ada yang terjadi.

"Besok kita akan menemui Dokter Jung di rumah sakit MyungWoo. Aku sudah membuat janji dan jika dokter itu tidak bisa menyembuhkan Jaejoongie maka kita akan mencari dokter lain dimana pun itu."

Heechul menghela nafas berat mendengar suara tajam sang suami yang berusaha menyembunyikan kesedihannya itu. "Wonnie, kau benar akan melakukan hal itu?"Tanya Heechul ambigu seraya menatap tajam mata sang suami.

"Kau pikir aku hanya berusaha menenangkan Joongie?" Siwon tahu apa maksud dibalik pertanyaan itu.

Heechul terdiam sesaat, "Aku tidak tahu...Aku begitu takut saat ini jika memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi. Walaupun saat ini keinginanku hanya satu, putra kita tetap hidup."

"Aku siap melakukan apa saja bahkan jika itu akan membuat kita berselimut dosa. Putra kita akan selamat. Walaupun untuk itu aku harus menjadi seorang pembunuh!" Tidak terdengar sedikit keraguan pun pada suara Siwon, sedangkan Heechul hanya mengangguk kecil karena itu juga yang dipikirkannya.

.
.

MIROTIC BAR

"Jadi kau akan membangkang dari perintah ahjussi?" Yoochun menatap heran pada sahabatnya yang sedang meneguk vodka dengan santai. Awalnya Yoochun merasa aneh seorang Jung Yunho memesan bahkan telah menghabiskan beberapa sloki vodka, namun apa yang baru dikatakan namja bermata musang yang sedikit mabuk itu membuat semuanya terasa begitu mengerikan.

"Tentu saja Chunnie...Bisakah kau bayangkan aku membiarkan pasienku mati hanya karena dia tidak akan menerima donor yang telah ditunggunya selama bertahun-tahun dan semua itu karena appa ingin aku memprioritaskan putra sahabatnya...Aku benar-benar seperti tidak mengenal appa-ku lagi!!" seru Yunho dengan suara parau, kepalanya pusing sekali memikirkan hal itu seharian.

Yoochun masih tidak bisa mempercayai apa yang didengarnya, ini sama sekali tidak seperti ahjussi Jung yang dikenalnya selama ini,"Ini aneh...Tapi ingatlah Yunho walaupun saat ini kau yang menjalankan rumah sakit, namun pengaruh ahjussi tidak bisa diremehkan. Siapa calon penerima donor yang pertama?"

"Yoona, adik dari Sandara."

Bola mata Yoochun membulat. Dia sama sekali tidak tahu jika yeoja cantik yang baru sekali ditemuinya itu menderita jantung bawaan dan sekarang ahjussi Jung ingin menyingkirkan yoeja itu dari daftar tunggu penerima donor. Bagaimana jika keluarga Park atau ahjumma Jung tentang ini? Ini akan berakhir sangat buruk!

"Omo..."

.

.

MANSION CHOI

Semalam makan malam bersama dengan keluarga Kim Kangin berlangsung dengan lancar, sepupu Siwon itu adalah seorang jaksa dan namja bertubuh besar itu sangat senang namja Choi itu memutuskan untuk menetap di Seoul bahkan memasukkan Jaejoong di kampus yang sama dengan Xia, putranya. Walaupun saat Siwon mengungkapkan alasan kepindahannya namja Kim itu sangat marah, namun ketika mendengar jika hidup keponakannya sedang dipertaruhkan pada akhirnya namja itu berjanji akan membantu sebisanya untuk mencari nama-nama yang dibutuhkan Siwon.

Pagi ini Xia sedang berusaha keras membangunkan Jaejoong yang sedari tadi bersembunyi dibawah selimut tebal itu tanpa memperdulikan tarikan Xia pada kakinya atau pun teriakan keras sepupunya yang sedikit urakan itu.

"Biarkan aku tidur 5 menit lagi Junchan...Kau tahu bukan aku sedang sakit? Kenapa kau tega sekali padaku?" keluh Jaejoong dengan suara parau karena baru bangun, mata doe itu bahkan masih terpejam rapat.

"Aku tahu kau sakit, tapi tetap saja kita harus belanja...Orang sakit juga harus penuh gaya.....Sedang ada pameran fashion dan kau harus menemaniku. Lagipula ahjumma sudah memberikan izin dan kita akan pergi dengan beberapa pengawal. Aku sudah tidak sabar membeli sepatu yang sudah kuincar. Limited edition...Palliiii....Kenapa kau malas sekali?" Lengkingan suara tajam itu begitu memekakkan telinga Jaejoong yang masih setengah tidur. Dia bingung bagaimana bisa sepupunya bisa bicara tanpa jeda seperti itu.

"Okeeee....Aku bangun dan kita akan pergi ke pameran itu. Aigooo, aku menyesal merasa senang bertemu denganmu..Kau merepotkan sekali Kim Junsu..." keluh Jaejoong lagi sambil mencubit keras pipi Xia hingga namja yang selalu berpenampilan eksentrik itu menjerit kuat.

"Xia! Ingat panggil aku Xia..." protesnya yang memang benci sekali dipanggil Junsu sejak beranjak dewasa.

Dengan malas Jaejoong mengusap matanya dan mengangguk tak acuh, "Yeah... Xia. Puas?"

.

.

Hampir satu jam Xia menunggu sepupunya itu bersiap-siap. Dia tahu Jaejoong sakit dan apa tujuan keluarga Choi pindah ke Seoul dari appa-nya semalam. Jaejoong adalah sepupu kesayangannya selain Changmin yang masih ada di Jepang, walaupun dia tidak tahu apa yang bisa dilakukannya untuk membantu Jaejoong tapi dia akan berusaha membuat sepupu cantiknya itu selalu bahagia.

"Lama sekali...Jika sepatu itu dibeli orang, kau harus bertanggung jawab Choi Jaejoong.." dumelnya seraya bergegas memasuki mall mewah yang sedang mengadakan pameran itu sambil menarik lengan Jaejoong yang terlihat tidak bersemangat. Para pengawal yang ikut berusaha keras menjaga agar Jaejoong tidak terdesak ataupun merasa kepanasan.

Jaejoong melirik kesal pada Junsu dan bersiap untuk mengomeli sepupunya itu saat tanpa sengaja matanya melihat ornament gajah yang sangat cantik dipamerkan tidak jauh dari tempatnya berdiri dan tanpa aba-aba namja cantik itu berbelok kearah ornament gajah itu bahkan dia tidak menghiraukan teriakan para pengawal dan Junsu yang berusaha mengejarnya diantara kerumunan itu.

"Aku harus mendapatkan gajah itu.."gumam Jaejoong penuh tekat saat dia melihat ada seorang yoeja yang tampaknya juga melangkah kearah yang sama dengannya. Namja cantik itu mempercepat langkahnya, tidak dihiraukannya dada kirinya yang terasa sedikit nyeri. Tangannya berhasil meraih gajah kecil itu bersamaan dengan tangan yoeja itu.

"Ini milikku.." klaim mereka bersamaan.

.

.

Namja bermata musang itu melihat sekelilingnya dengan bosan. Jika bukan karena rengekan dari Sandara dan permintaan dari sang umma, dia tidak akan pernah menemani yoeja manja itu ke pameran ini. Kerumanan orang ini membuatnya sangat jengkel. Dan kenapa ada namja-namja bertubuh besar dengan pakaian bodyguard berlari kencang? Apa ada sesuatu yang terjadi?

"Ini milikku.." pekik nyaring itu mengalihkan perhatian Yunho dari namja-namja aneh tadi. Dialihkan pandangannya pada arah dimana tadi Sandara melangkah dan dilihatnya yoeja itu sedang berebut sesuatu dengan seseorang. Dengan langkah lebar Yunho menerobos kerumunan untuk menghampiri yoeja manja itu, dia tidak mau malu karena ulah kekanakkan Sandara. Dari jauh dilihatnya kedua orang itu saling menarik sesuatu, tidak ada yang mau mengalah. Sosok dengan rambut almond dan cardigan biru itu tampak memaki kecil walau Yunho tidak mendengar jelas karena jarak mereka masih beberapa langkah.

"Hentikan Sandara!!!"suara tegas Yunho menghentikan perebutan yang terjadi. Karena terkejut, Sandara melepaskan genggamannya pada sebuah gajah kecil yang ternyata menjadi bahan perebutan itu dan sosok berambut almond itu membalikkan tubuhnya menghadap Yunho.

Hati namja Jung itu sedikit berdesir menatap mata doe berwarna kecoklatan yang membingkai wajah indah itu, walupun bibir dan pipi sosok indah itu sedikit pucat. Indah sekali. Tapi semua pikiran Yunho itu seolah menghilang saat tiba-tiba sosok itu terjatuh dihadapannya. Untung saja namja bermata musang itu berhasil meraih tubuh ramping itu sebelum membentur lantai. Pekikan Sandara yang marah karena Yunho peduli pada sosok indah itu juga tidak dihiraukannya.

"Bangunlah...Bangun..." Yunho menepuk ringan pipi pucat itu, tapi mata doe itu tetap terpejam.

"AIGOOOO...JAEEEEE......" pekik kuat itu disertai dengan munculnya namja berwajah manis serta para bodyguard bertubuh besar itu sedikit mengejutkan Yunho.

"Apa yang kau lakukan pada Jae hyung? Kenapa dia bisa sampai pingsan? Omooo...Apa yang harus kulakukan?? Ahjumma bisa membunuhku...Jae hyung punya penyakit jantung..." racau Xia hampir menangis sedangkan tangannya berusaha membangunkan sosok indah yang ternyata seorang namja itu sedangkan para pengawalnya tampak sibuk menghubungi rumah sakit.

"Penyakit jantung? Aku dokter jantung....Aku akan menolong hyung-mu." Tanpa izin Yunho mengangkat tubuh ramping itu dan berjalan cepat menuju pintu luar mall itu, namja bermata musang itu bahkan menulikan telinganya dari pekikan Sandara maupun teriakan marah namja manis yang berlari dibelakangnya.

"TUNGGUUU...MAU KAU BAWA KEMANA HYUNG-KU? TUNGGUUUUU.....PENCULIKKK...."
lengkingan kuat itu semakin tidak terdengar saat Yunho mempercepat langkahnya menuju mobil. Keselamatan namja cantik yang telah membuat hatinya berdesir ini harus diutamakan.

Yunho menatap sekilas namja cantik yang ada dalam pelukannya itu dengan posesif,"Kau milikku sejak saat ini !"nada tegas itu terucap begitu saja dari bibir yang tanpa sadar sudah menyeringai itu.

.

T..............B.............C.................

Note Author : Tinggalkan jejak ya. Biar gw tahu repost ini gk sia-sia.

Continue Reading

You'll Also Like

91.5K 5.2K 30
Kisah seorang remaja malang yang tidak pernah merasakan namanya dicintai. baik cinta dalam keluarga, cinta persahabatan, ataupun cinta dari orang yan...
4.2K 576 37
Cinta abadi? Sayangnya, itu tidak pernah terjadi pada hidup Jung Junsu yang egois. 'Aku memilihmu.' Hanya butuh waktu 6 bulan sebelum Junsu menyadar...
Wattpad App - Unlock exclusive features