Circus Of Dark Days [Done]

By shimoshimoren

963 45 1

'Ini sudah bulan April... dan genap hari ini aku sudah di sirkus ini selama hampir 1 tahun. Aku memang sudah... More

Prologue 1
Prologue 2
Last Part - Prologue
Rahasia Keluarga Lawsterln dan Udang di Balik Batu - Bagian 1
Rahasia Keluarga Lawsterln dan Udang di Balik Batu - Bagian 2
Ada Apa Dengan Umur Tsuruki dan Siapa Galeon Sebenarnya - Bagian 1
Ada Apa Dengan Umur Tsuruki dan Siapa Galeon Sebenarnya - Bagian 2
Kontrak Terkutuk Senji dan Telur di Ujung Tanduk - Bagian 1
Kontrak Terkutuk Senji dan Telur di Ujung Tanduk - Bagian 2
Happy 100 readers(?)
Hati Seekor Serigala Putih - Bagian 2
Circus of Dark Days - Bagian 1
Circus of Dark Days - Bagian 2 (Final Chapter)
Epilog
Ucapan Terima Kasih & Akhir Kata
Sneak Peek

Hati Seekor Serigala Putih - Bagian 1

48 0 0
By shimoshimoren

Kehidupan di sirkus sangat menyenangkan, walaupun aku hanya sebagai MC dan Grand Finalè. Semula, aku hanyalah pemuda pemberani yang cukup penakut dan aktor di atas panggung yang menyenangkan.

Tapi sekarang, aku adalah seorang pemuda tinggi berumur 19 tahun yang menjadi model yang mengecat rambut menjadi pirang muda, menindik telinga kiriku dan memasang anting dengan batu kecil berwarna merah, terkadang biru, terkadang hijau, sesuai mood. Aku juga memanjangkan rambutku sedikit dan menjalankan misi dengan sadis. Ya. Aku berubah banyak di 'Circus of Dark Days'.

Hari ini, 12 Maret. Sirkus kami sudah keliling dari negeri orang Yuka hingga ke negeri orang Pinay dan negara tujuan kami sekarang, Brazil, dengan penghasilan total ditargetkan 10 juta dollar Amerika.

Aku dan semua anggota sirkus sangat senang saat menginjak 'surganya burung tropis' ini, apalagi saat bertepatan dengan parade burung tahunan. Mulai dari awal, di pesawat Jumbo Jet yang kami naiki (sirkus ini cukup kaya), kami mulai menyusun rencana dan misi. Pak Ordlè terlihat senang sekali melihatku dan yang lainnya berbaur.

"Rencananya, kalian mau ke mana?" tanya Toura.

"Mungkin ke pantai, sekaligus memeperbaiki kulitku," kata Senji sambil menguap. "Bagaimana dengan kakak?"

"Um... ke pantai? Aku kurang yakin, Sen. Aku sebenarnya lebih pilih wisata daripada ke pantai melihatmu berenang," kata Ashiya sambil meminum jus yang ia ambil dari kulkas pesawat kelas spesial dunia.

Aku tertawa. Sudah sebulan sejak kejadian Senji dan sirkus kami selalu berhasil untuk mentupi masalah. Ashiya masuk ke sirkus ini dan ia adalah orang satu-satunya dan yang pertama untuk masuk ke sirkus ini di tengah tur dunia (karena menurut kak Zuya, ia jarang sekali mau menerima member baru yang masuk saat tur).

"Ashiya, mungkin kau lebih tergoda untuk memotret wanita Brazil di sana?" tanya Herb dengan nada menggoda.

"Ah, tidak juga," jawab Ashiya dengan malu.

"Tapi, mumpung kita di Brazil, mau menemaniku bekerja?" tanya kak Zuya.

"Itu pekerjaanmu. Lagipula, aku juga bekerja, kok," kata Hyakki dengan senang.

"A... aku juga, kak. Aku harus mengumpulkan darah untuk kakak dan aku dan Hojosa. Bagaimana, Hojo-ki?" tanya Ryuu sambil menatap Hojosa, yang langsung menyetujuinya.

"Kalau kamu, Yusuke?" tanya Herb.

"A... aku?"

Aku tidak tahu harus bekerja apa. Memang sih, kak Zuya dan Hyakki adalah super model, sementara Herb dan Ryuu adalah aktor. Aku hanyalah murid biasa. Murid Harvard biasa. Aku tidak punya pengalaman bekerja sebagai model. Tapi, kak Zuya berkata lain.

"Bagaimana kalau kau menginjak dunia ayahmu, Yusuke?" tawar kak Zuya sambil memberikan padaku sebuah pin, disusul oleh rasa khawatir semua orang. Aku tentu saja cukup tahu apa itu: Agen sekaligus pembunuh bayaran.

"Tenang, Yuu. Bukan hanya kamu yang jadi pembunuh. Senji, Toura, Hashimoto, aku, Zuya, dan Herb adalah pembunuh professional paling diincar. Kalau kau mau, aku bisa melatihmu," kata Hyakki. "Lagipula, kau sudah siap, kok, jadi pembunuh seperti ayahmu."

"Ya. Ayahmu pintar sekali dalam membunuh. Apalagi setelah memotong..."

"Hei, Herb. Itu kau, kali," kata Senji sambil menyindir Herb, yang langsung tidak disukainya.

"Haha, sudahlah. Aku tidak sekejam itu, kok..."

Tiba-tiba saja ada turbulensi di pesawat, yang membuat kami semua hampir terjatuh dari kursi kami. Sesaat kemudian, semua orang tidak sadarkan diri. Dan ketika aku menatap mukaku di gelas wine milik kak Zuya, aku melihat darah yang mengucur dari kepalaku. Tapi, aku tidak tahu apa-apa setelah Behemia melihatku.

Aku baru membuka mataku satu setengah hari kemudian, saat pesawat sudah sampai di Brazil. Aku juga melihat Toura dan Herb yang baru saja bangun. Semula, aku melihat Brazil yang dipenuhi oleh embun yang turun dari langit. Brazil sedang hujan saat aku bangun. Mendung, tapi tidak semendung yang dikira. Creah berawan juga tidak.

"Maaf keadaanya begini, Yusuke. Awan kumulonimbus membuat turbulensi pesawat dan semua orang pingsan, kecuali pilot tentunya. Tapi, saat aku sadar, kita sampai di Brazil pagi tadi dengan mendung yang cukup parah," kata Hashimoto dengan khawatir. Ia tidak bisa bercerita kalau ia siuman paling duluan dan ia mengontrol pesawat hingga sampai di Airport dengan selamat.

"Mungkin kau keluar duluan, Hashi," kataku, setengah bercanda.

"Memang iya," jawab Hashimoto sambil mengangat tangan, lalu berteriak," SELAMAT DATANG DI BRAZIL!! DARK DAYS, AYO JALANKAN MISI!!"

"Hei, itu bagianku," kata kak Zuya sambil mengejar Hashimoto. Kami semua senang akhirnya bisa sampai di sini. Brazil, negeri para pemain sepakbola dan burung.

Karena satu dan lain hal, kami semua check in di hotel yang berbeda-beda. Aku berada di hotel bintang 4 yang cukup mewah, namanya Sunnyside Hotel, bersama Hyakki dan Toura. Kami sepakat untuk pulang jam 6 sore, karena kami memiliki acara sendiri. Hari ini, aku pergi ke pantai dimana aku juga melakukan pembunuhan berantai yang kejam. Di situlah aku menjadi pembunuh untuk pertama kalinya, tanpa dilatih.

Dengan rasa puas aku kembali ke hotel. Langit mulai berwarna oranye kekuningan saat matahari terbenam mengiringiku ke Sunnyside Hotel, ketika aku melihat kak Lax bersama kak Masaomi mengobrol bersama teman lamaku, Alex.

"Hai!" sapa kak Lax.

"Kak Lax. Tumben ketemu di sini," kataku dengan tidak enak hati, karena aku baru saja berjemur hampir seharian di pantai. "Ada apa?"

"Kami sedang mengobrol. Kebetulan kau kenal Alex jadi kau bisa membantu kami," kata kak Vernix yang secara tiba-tiba mendorongku ke kak Lax dan kak Masaomi.

"Alex adalah pelanggan setia kami. Bukan, ia baru sih, tapi sama saja. Tapi, ada baiknya kau mendengarkan ceritanya," kata kak Lax.

Karena itu aku duduk di lounge dan memesan coctail favoritku, di bawah matahari sore dengan mendung yang canggung. Aku mendengarkan Alex bercerita tapi tidak dengan sepenuh hatiku, mungkin karena waktu aku latihan akan bentrok setelah ini dan Alex masih mengobrol panjang lebar. Tapi, sudahlah, namanya teman...

****************************

Jantungku berbunyi dengan kencang. Alex ceritanya lama sekali, dan aku telat untuk latihan. Saat aku sampai di depan tenda latihan, berharap semua orang akan memarahiku, aku tentu saja membiarkan keringatku mengucur deras. Aku segera masuk, tanpa tunda lagi. Tapi, pemandangan aneh terjadi.

"Lho, Yuu? Untung kau datangnya tidak telat," kata Herb dengan rasa khawatir.

"Eh, benarkah?" kataku dengan kaget.

"Ya. Aku sedang mencari Hyakki dan kak Zuya ketika kau datang. Kukira kau bersama Toura," jawab Herb sambil turun dari Trapeze yang tergantung.

"Hei, hanya kita berdua saja?" kataku sambil duduk di lantai berlapis karpet.

"Tidak juga," kata kak Zuya sambil masuk ke dalam tenda latihan. Ia datang bersama Hyakki dan Toura. Mukanya juga lebih dingin dari biasanya.

"Hoo... kukira kau lama, Zuya. Aku sudah menunggu dari sejam yang lalu, dan kau masih begini?" tanya Herb sambil menunjukkan jamnya.

"Haha, maaf. Kukira kau belum sampai..."

"Atau kau lagi ngaret, Zuya?"

Sadar dengan suara yang ia kenal, kak Zuya langsung menengok ke belakang. Seperti biasa, rambut hitam panjang sempurna. Tak salah lagi; Masaomi!

"Berisik kau kakak," kata kak Zuya sambil mensummon pedangnya.

"Whoa... aku datang dengan tenang. Kau tahu aku sedang sibuk? Lagipula, Ying ada di sini. Aku sengaja menyembunyikan Alfie dan kak Lax, ia berurusan dengan polisi karena mengira memotret wanita berpakaian eksotis," kata kak Masaomi sambil membuka jasnya yang berwarna hitam.

"A... apa?"

Kak Zuya kaget dengan apa yang kakaknya katakan. Alfred Vignon adalah adik satu-satunya yang walaupun tidak sedarah dengan kak Zuya, tapi ia sayang sekali dengan dia. Alfred memang adik kelaski saat SD, jadi aku lumayan kenal. Tapi, kenapa ia harus ikut ke Brazil?

"Kak Herb, kenapa kak Zuya senang dengan Alf?"

"Hoo, itu. Kau tahu, Zuya adalah 8 bersaudara sebenarnya. Yang pertama Masaomi, lalu yang kedua Ying, yang ketiga tidak sengaja keguguran, yang keempat Zuya. Sayangnya, ibu Zuya mati saat melahirkannya. Tapi, saat ayahnya menikah dengan perempuan lain, anak yang kelima meninggal dalam rahim, anak yang keenam Alfred, yang ketujuh dan kedelapan kembar tapi ibunya mati, lagi," kata Herb dengan panjang lebar. "Karena Masaomi merantau duluan, dan Ying jahat sekali dengan Alf, baik Masaomi dan Zuya melindungi Alf dari kesulitan. Saat Masaomi pergi sebagai hunter, ia berpesan pada Zuya agar adiknya dijaga dengan baik-baik.

"Sirkus ini telah berjalan selama 20 tahun, tepat hari ini. Zuya menjadi Ringmaster 10 tahun yang lalu, saat ia masih 15 tahun. Ia masih muda sekali tapi ia berhasil berkat percaya diri..."

Tapi saat Herb belum selesai bicara, kepalaku pusing secara mendadak dan tiba-tiba saja mataku mulai berbayang. Aku tidak bisa melihat ke depan, dan aku berjalan seperti orang mabuk yang baru pulang dari bar. Setelah itu, aku tidak sadarkan diri.

Kak Zuya melihatku dengan tatapan dingin, tatapan sadar bahwa inilah saatnya aku mengatakan pada dunia bahwa aku adalah seorang...

Continue Reading

You'll Also Like

689 39 5
Pada acara pertemuan keluarganya, Findy tidak sengaja menemukan sebuah buku tua yang berisi hal -hal aneh, catatan harian dan gambaran mahkluk fanta...
69.2K 1.6K 16
Namaku Giania, semua orang memanggilku putri Giania alasannya tentu saja karena ayahku seorang Raja yang memerintah di sebuah kerajaan yang besar. ak...
856 88 15
Pada suatu hari ketika aku dan teman-temanku sedang berlibur menikmati indahnya alam semesta, hal yang diluar dugaan kami datang. Datang menghampiri...
Wattpad App - Unlock exclusive features