Love You More Than Word

By Daliee11

4.7K 244 38

Kesalahpahaman yang membuat dirinya menjadi membenci diriku.. More

Chapter 1
Chapter 2
(Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Bukan Update

Chapter 11

221 15 4
By Daliee11

Dilarang mengcopy atau memperbanyak atau mengedit tulisan cerita tanpa izin dari pengarang.!!!

Tulisan saya, ide saya dan karangan saya..
Kritik dan sarannya..
Itu sangat membantu..

Terima kasih




*********



ANASTASIA POV

Kalian tau apa yang kurasakan sekarang? Aku merasa sangat senang. Operasi donor mataku berhasil dan aku telah dapat melihat dunia lagi. Aku sudah bisa merasakan bagaimana rasanya kekebasan dalam melihat. Akan tetapi ada rasa sedih yang kurasa saat aku tau pendonorku, gadis yang baik hati itu telah meninggal dunia tepat saat tiga hari sesudah melaksanakan operasi. Aku juga sempat untuk pergi ke pemakamannya. Dia di makamkan di samping makam orang tuanya yang terlebih dahulu telah meninggalkannya.

Sebelum operasi, dia pernah bilang padaku jika aku harus menjaga matanya. Jangan sampai aku kembali kehilangan mataku ah maksudku matanya. Aku juga sangat berterima kasih kepadanya atas mata yang dia berikan kepadaku. Matanya sangat indah, warna coklat madu yang cerah membuatku semakin cantik. Oh Ya Tuhan aku tidak henti hentinya untuk bersyukur atas apa yang telah kau berikan Tuhan.

Sekarang aku berada di depan cermin, aku tidak bosan bosannya untuk memandangi mata indah milik gadis berhati emas itu. Tapi pandanganku tertuju pada bekas bekas luka yang terdapat di berbagai anggota tubuhku. Seperti lenganku, leher, wajahku. Aku juga menarik ujung dressku dan apa yang ku dapat, kakiku, paha bahkan di perutku juga ada bekas luka. Aku tidak ingin mengingat bagaimana rasanya saat Justin menyiksaku, aku juga bersyukur pada kala itu aku tidak melihat bagaimana dia menyiksaku. Mungkin jika aku melihat hal itu, aku akan trauma ataupun depresi. Tapi ini semua tidak seberapa sakit di bandingkan dengan perceraian. Aku sangat tidak menginginkan itu. Lantas mau bagaimana lagi? Semua telah terjadi, bahkan aku telah menandatangani surat sialan itu. Aku sangat berharap jika aku akan mendapatkan keberuntungan dan perceraianku bisa di batalkan tiba tiba, amin.

"Sayang?". Ku turunkan segera dressku dan merapikannya dengan cepat. Kulihat mom Pattie masuk ke kamarku dan menghampiriku.

"Apa yang sedang kau lakukan sayang?". Ucap mom sambil mengelus lenganku.

"Tidak ada mom, apa maksudmu?". Aku tau mom pasti curiga karena aku sampai menarik dressku tadi. Oh ya ampun kenapa aku terlalu ceroboh. Seharusnya aku mengunci pintunya dulu dan baru bisa melakukan apa yang ku mau.

"Aku tau kau sedang melihat bekas bekas luka itu kan sayang". Mom menatapku dalam, ada kesedihan yang terpancar di matanya. Aku tidak bisa melihat itu, oh mom ku sayang. Ku peluk mom Pattie sebentar. "Ku mohon maafkanlah Justin sayang". Lanjut mom sambil membalas pelukanku. Aku terkejut mendengar kalimat mom, sehingga membuatku melepaskan pelukannya. Aku menatapnya.

"Apa maksudmu mom? Jangan berpikir seperti itu. Tentu saja aku sudah memaafkan Justin dengan sepenuh hatiku mom". Mom memelukku lagi. Ya Tuhan mom, apa yang kau pikirkan. Tentu saja aku sudah memaafkan suami yang sangat aku cintai itu. Seberapa banyakpun dia menyiksaku aku tetap mencintainya.

"Maafkan perkataan mom, tapi terima kasih sayang". Ucap mom dan aku hanya membalas dengan anggukan.







AUTHOR POV

Bell rumah berdering dengan kerasnya sampai berkali kali, tak ada siapapun yang memperdulikannya. Semua orang sedang sibuk dimana mana hingga tak ada yang sempat untuk membukakan pintunya.
Dylan yang tengah asik menonton TV, terganggung dengan suara bell yang bernyanyi ria dari tadi. Dia terlihat celingak celinguk ke arah kanan, kiri, depan dan belakang untuk memastikan dimana semua orang. Dia menghela nafasnya sebentar sebelum akhirnya bangkit dari tempat duduknya yang nyaman itu. Dia berjalan malas ke arah pintu utama dan membukannya.

"Oh Ya Tuhan". Seru Dylan yang sangat terkejut saat membuka pintu.
Begitupun dengan seseorang yang ada di balik pintu tersebut, dia tak kalah kagetnya melihat Dylan yang berseru seperti itu.

"Apa apaan kau, kenapa kau terkejut seperti itu hah? Apakah kau kaget melihat gadis cantik bagaikan bidadari yang turun dari langit hmm?". Ucap seorang gadis yang berdiri di balik pintu itu dengan penuh percaya diri. Dylan yang mendengar hal itu sampai membulatkan matanya.

"Apa kau bilang? Bidadari katamu? Oh Tuhan, gadis ini memang benar benar gila. Pantas saja tak ada yang mau membukakan pintu untukmu, dasar gadis gila".

"Heh, kau mengataiku gila? Aku tidak gila, tuan. Itu memang kenyataan ok. Kau saja sampai kaget melihat kecantikanku". Dylan hanya menanggapinya dengan memutar bola matanya.

"Dylan ada apa?". Dylan yang mendengar suara lembut itu langsung membalikkan tubuhnya dan tersenyum melihat kakak iparnya yang sangat cantik itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Anastasia Payne ah bukan tapi Anastasia Bieber. Meskipun sang suami tidak ingin mengubah nama belakangnya.

Ini baru bidadari yang turun dari surga, oh Tuhan kakakku ini sangatlah cantik. Justin bodoh itu memang benar benar buta, pikir Dylan.

"Dylan?". Panggil Anna.

"Ah ya, kak?".

"Ada apa Dylan? Kenapa kau marah marah sendiri di pintu? Ada siapa disana? Kenapa tidak di suruh masuk?".

Terlihat Pattie yang baru sampai dengan wajah bingung sambil menatap Anna dan Dylan secara bergantian. "Ada apa ini?". Tanyanya.

"Entahlah mom, Dylan marah marah sendiri". Sahut Anna.

"Anna? Kau kah itu?". Ucapa seorang gadis yang berada di balik pintu, dia berusaha menampakkan wajahnya yang tertutupi oleh Dylan.

"Jane? Kau? Kenapa tidak masuk? Oh ya ampun. Dylan?". Anna menatap dengan tatapan menyelidik. Dia tau Dylan kurang suka dengan Jane, padahal waktu itu mereka sudah baikan tapi kenapa mereka musuhan lagi? Dasar anak remaja.

"Apa?". Dylan hanya mengangkat tangannya seolah mengekspresikan perasaannya. Anna hanya tersenyum melihat Dylan dan Jane secara bergantian.






***********





JUSTIN POV

Ini sudah lebih dari sebulan, dan akhirnya tourku selesai. Akhir dari tourku adalah Melbourne, lalu selanjutnya aku akan pulang dan beristirahat dengan tenang. Ah apakah aku bisa merasa tenang? Sepertinya tidak jika ada gadis itu dirumah. Tapi aku juga tidak bisa tenang jika tak ada gadis itu? Oh tidak tidak, hilangkan pemikiran itu Justin. Kau harus cepat cepat pulang dan selesaikan masalah perceraianmu. Dengan itu semuanya akan berakhir dan kau akan bebas memilih sesuai kemauanmu.
Sekarang aku berada jalan lebih tepatnya di dalam bus pribadi milikku, aku sudah pulang akan tetapi aku tidak memberitahu mom maupun Dylan, aku ingin membuat mereka kaget akan kembalinya aku yang tiba tiba.

"Justin, apa kau ingin kami langsung mengantarmu atau kau mau ikut kami ke studio dulu?". Ucap Scooter sambil menepuk bahuku.

"Tidak Scoot, aku akan ke studio dulu. Ada barangku yang tertinggal disana. Aku ingin mengambilnya dulu".

"Baiklah kalau begitu, well semuanya kita kembali ke studio". Kata Scooter kepada semua crew.

Sesampainyan di studio, aku langsung merebahkan bokongku di sofa yang biasanya aku tempati. Aku memejamkan mataku sebentar sekedar merasakan kelelahan yang menjalar di tubuhku. Aku sangat lelah, tour kali ini memang tidak hanya menyenangkan akan tetapi juga sangat melelahkan.

"Justin, tangkap ini". Aku terbangun dari tidur pendekku dan menangkap botol yang berisi penuh dengan air mineral di dalamnya.

"Kau terlihat sangat lelah bro, sampai kau tertidur di sofa".

"Tentu saja Ryan, siapa yang tidak lelah jika begini hmm? Kau pikir tourku itu liburan apa?". Ryan hanya tertawa sesaat sebelum dia meneguk minumannya.

Aku berdiri dan merapikan bajuku sebentar "Dimana Kenny?". Aku bertanya kepada Ryan yang sedang meneguk minumannya itu. Dia menatapku seakan sedang berpikir.

"Aku tidak tau, mungkin dia sudah duluan beristirahat. Dia juga cukup lelah Justin".

"Oh baiklah, aku akan pulang sendiri. Dimana kunci mobilmu? Aku pinjam ya, besok akan ku kembalikan".

"Oh Justin, kau seakan minta pinjam kepada orang lain saja. Aku juga akan menginap disini". Ryan melemparkan kunci mobilnya ke arah ku dan dengan singgap aku menangkapnya. Aku hanya tersenyum kepadanya, dia memang teman yang sangat baik oh salah maksudku sahabat terbaikku.

Aku melambaikan tanganku dan berguma 'bye' tanpa suara dan hanya di balas dengan anggukan oleh Ryan. Aku langsung berlari kecil untuk sampai ke parkiran studio, dan lihat saja akhirnya aku menemukan mobil sport yang keren akan tetapi tidak terlalu mewah seperti mobilku. Well, Ryan memang bukam tipe laki-laki yang suka dengan kemewahan, dia lebih suka dengan kesederhanaan. Aku suka gayanya, termasuk dalam hal memilih pasangan. Dia suka wanita yang sederhana tidak terlalu agresif ataupun berpenampilan mewah.

Setelah menemukan mobilnya, aku langsung masuk dan menjalankannya menuju rumahku. Ah ya, yang paling tidak aku suka dari Ryan adalah dia menyukai istriku. Dia bilang istriku seperti tipenya, sederhana. Tidak tidak, maksudku dia menyukai gaya dari gadis buta itu. Sejak kapan kau menyebutnya istrimu Justin? Aku menggelengkan kepalaku, ya ampun aku benar benar sedang di landa kelelahan tingkat dewa sehingga tidak bisa berpikir jernih lagi.

Di saat aku sedang bertarung dengam pikiranku, tiba tiba saja dengan samar samar aku melihat sebuah mobil melaju dengan sangat cepat dari arah yang berlawanan denganku. Tapi bukan itu masalahnya, masalahnya adalah mobil tersebut berjalan dengan cepat dan juga tidak beraturan. Hingga akhirnya..



BRAKKKK...


DUAAAaaRR..


***********

Maaf ya kalau garing..
Well, aku udah pernah bilang kan kalau aku gak bosan bosannya buat bilang makasih untuk yang udah baca dan vote FF ini.
Untuk @mygreyson99, @diktamelda dan @tommobizzle makasih untuk comentnya.. Dan makasih untuk masih nunggu..
Dan juga untuk silent readers, hehehe

Continue Reading

You'll Also Like

226K 20.8K 22
Gumi selalu dipaksa untuk mengalah pada adik, dan mengerti keadaan kakak. Pada suatu malam, Gumi yang biasanya mau mengalah pada adik dengan mudah, t...
239K 8.4K 27
Aqira terbangun dari koma dan mengetahui dia telah menikah dengan seorang Pria yang tidak di kenal. Ternyata dia CEO dingin yang tidak berperasaan ka...
206K 6.3K 55
Sebuah perjodohan antara pria yang hidup di langit dan wanita yang menantang hidup di ruang operasi. Delvin Valora Demetrya-pilot dengan hati sedingi...
51.5K 5.6K 19
#Lihat Tag ya biar gak salah Genre# Pernahkah kalian berpikir bahwa sebuah buku cerita dapat menciptakan dunia yang baru? Seorang pria muda meningga...
Wattpad App - Unlock exclusive features