Galaxy Rising

By mawar_lestari1

33 13 4

🌌 GALAXY RISING Selama lima ratus tahun, tidak ada seorang pun yang mampu membangkitkan kekuatan bernama The... More

part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
part 7
part 8
part 9
part 10
part 11

part 1

14 3 4
By mawar_lestari1

🌌 GALAXY RISING

Part 1 - Kebangkitan yang Pertama

Di ujung sebuah galaksi bernama Aurelia, terdapat sebuah planet kecil bernama Asteria.

Planet itu bukan pusat perdagangan.

Bukan pula tempat para pahlawan terkenal dilahirkan.

Asteria hanyalah sebuah planet biasa yang sebagian besar penduduknya hidup dengan memandang bintang dari kejauhan.

Namun, ada satu hal yang membuat Asteria berbeda.

Setiap malam, langitnya selalu dipenuhi ribuan bintang.

Dan sejak kecil, seorang pemuda bernama Kael selalu percaya bahwa suatu hari dirinya akan pergi ke sana.

"Suatu hari nanti aku bakal melihat bintang-bintang itu dari dekat."

Itulah kalimat yang selalu Kael ucapkan ketika duduk di atas bukit kecil di belakang rumahnya.

Sayangnya, kenyataan tidak seindah impiannya.

Kael hanyalah seorang pemuda berusia tujuh belas tahun.

Ia tidak memiliki kemampuan khusus.

Tidak memiliki keluarga terkenal.

Bahkan untuk menaiki kapal antariksa saja, ia belum pernah.

Teman-temannya sering menertawakan mimpinya.

"Kael, kamu sadar nggak? Untuk pergi ke luar angkasa butuh uang."

"Dan kemampuan."

"Dan alasan yang cukup kuat."

Kael hanya tersenyum setiap kali mendengarnya.

"Aku bakal menemukan caranya."

Malam itu pun awalnya sama seperti malam-malam sebelumnya.

Kael duduk sendirian di atas bukit.

Angin malam berembus perlahan.

Ia menatap langit.

Namun tiba-tiba...

Sebuah cahaya muncul.

Kael mengerutkan kening.

"Itu... apa?"

Sebuah benda bercahaya melintas di antara bintang-bintang.

Bukan meteor.

Gerakannya terlalu lambat.

Dan semakin lama, benda itu semakin dekat.

Kael berdiri.

"Jangan bilang..."

Cahaya itu tiba-tiba berubah arah.

Langsung menuju Asteria.

"WOI?!"

BOOM!

Tanah bergetar.

Kael terjatuh.

Debu memenuhi udara.

Sebuah benda telah menghantam hutan yang berada tidak jauh dari bukit.

Kael menatap lokasi jatuhnya benda tersebut.

Rasa takut muncul.

Tetapi rasa penasarannya jauh lebih besar.

"Aku harus lihat."

Ia berlari menuju hutan.

---

Beberapa menit kemudian, Kael tiba di lokasi.

Sebuah kawah besar terbentuk di antara pepohonan.

Di tengah kawah itu terdapat sebuah benda kecil.

Sebuah pecahan kristal.

Bentuknya tidak beraturan.

Namun di dalamnya terdapat cahaya yang bergerak seperti bintang kecil.

Kael mendekat.

"Apa ini?"

Tidak ada tanda kehidupan.

Tidak ada suara.

Hanya cahaya yang berdenyut perlahan.

Kael mengulurkan tangannya.

Begitu jarinya menyentuh kristal tersebut-

DOR!

Cahaya putih meledak.

Kael terlempar beberapa meter.

"AARRGH!"

Ia memegangi tangannya.

Sesuatu terasa mengalir di dalam tubuhnya.

Panas.

Kemudian dingin.

Kemudian...

hening.

Kael melihat telapak tangannya.

Tidak ada apa-apa.

"Apakah... aku cuma berhalusinasi?"

Tiba-tiba langit berubah.

Bintang-bintang di atas Asteria mulai bergerak.

Satu demi satu.

Seperti ribuan cahaya sedang membentuk sebuah pola raksasa.

Kael mendongak.

"Apa yang terjadi...?"

Di seluruh planet, orang-orang keluar dari rumah mereka.

Mereka semua melihat hal yang sama.

Langit malam yang biasanya tenang kini berubah menjadi lautan cahaya.

Kemudian sebuah suara terdengar.

Bukan dari langit.

Bukan dari tanah.

Suara itu terdengar langsung di dalam kepala setiap manusia di Asteria.

"Identifikasi selesai."

Kael membeku.

"Siapa kamu?"

Suara itu tidak menjawab.

"Stellar Core ditemukan."

Kael menatap kristal di depannya.

Cahaya di dalam kristal semakin terang.

"Pengguna terpilih terdeteksi."

Jantung Kael berdetak semakin cepat.

"Sinkronisasi dimulai."

"Tunggu!"

Cahaya biru tiba-tiba menyelimuti tubuhnya.

Kael berteriak.

"BERHENTI!"

Namun semuanya terlambat.

Sebuah simbol berbentuk lingkaran muncul di telapak tangannya.

Kemudian-

seluruh langit Asteria menjadi gelap.

Bukan karena malam.

Melainkan karena semua bintang tiba-tiba padam.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Lalu...

satu bintang menyala kembali.

Bintang itu jauh lebih terang daripada yang lainnya.

Cahayanya bahkan terlihat dari seluruh penjuru galaksi Aurelia.

Di berbagai planet, para ilmuwan terkejut.

Di markas kerajaan, para prajurit berdiri.

Di kapal-kapal antariksa, alarm berbunyi.

Dan di sebuah tempat yang tidak diketahui siapa pun...

seseorang membuka matanya.

"Jadi..."

Sebuah suara tua terdengar dalam kegelapan.

"Setelah lima ratus tahun..."

Ia tersenyum.

"...The Rising akhirnya memilih seseorang."

Kembali di Asteria, Kael terjatuh berlutut.

Kristal di depannya telah menghilang.

Namun simbol di tangannya masih bersinar.

Kael menatapnya dengan napas terengah-engah.

"Apa yang sebenarnya terjadi padaku...?"

Untuk sesaat, tidak terjadi apa-apa.

Kemudian sebuah kalimat muncul di hadapannya.

Bukan suara.

Bukan tulisan dari perangkat.

Sebuah pesan yang terbentuk dari cahaya.

STELLAR CORE - 0.01%

Kael terdiam.

"0.01 persen?"

Ia belum sempat memahami maksudnya ketika pesan kedua muncul.

WARNING.

THREE GALACTIC ENTITIES HAVE DETECTED YOUR AWAKENING.

Mata Kael membesar.

"Galactic entities...?"

Kemudian pesan terakhir muncul.

RUN.

Kael menatap langit.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia tidak lagi melihat bintang sebagai sesuatu yang jauh.

Karena sekarang...

bintang-bintang itu sedang melihatnya kembali.

Dan di suatu tempat yang sangat jauh dari Asteria-

sebuah armada raksasa mulai bergerak.

Tujuan mereka hanya satu.

Asteria.

Mencari seseorang yang baru saja membangunkan kekuatan yang seharusnya tidak pernah bangun lagi.

---

Bersambung...

Continue Reading

You'll Also Like

2.9M 181K 59
Aira Ysolde Luthien Gadis cantik yang tidak pernah menjadi siapa-siapa. Tidak ada satupun orang di samping Aira yang menemani saat hembusan nafas te...
941K 61.4K 53
Di mata semua orang, Gael Dirgantara adalah antagonis yang pantas menerima akhir tragis. Bagiku, ia hanyalah seorang pria yang tak pernah diajari bag...
11.3M 703K 29
Mari follow terlebih dahulu šŸ’‹ *** Leyla termangu sesaat. Sebuah pistol di todongkan tepat di keningnya. "Masih mau bermain-main, hm?" Yang di tanya...
267K 27.1K 55
Nathaniel selalu ditimpa kesialan dalam hidupnya sehingga selalu berucap 'dosa apa yang aku lakukan di kehidupan dulu sehingga membuatku selalu tert...
Wattpad App - Unlock exclusive features