Konouyor Saint dia berjalan bebas di daerah tempat tinggalnya, Saint-Denis salah satu kota di Paris, dengan wajah datarnya juga penuh luka, dia berjalan sambil menundukkan kepalanya, Seseorang mengejarnya dari belakang.
"Saint!Wait!"Pria berdarah Korea China yang nyasar ke Prancis rela mengejar orang seperti Konouyor?.
Konouyor menghela nafasnya dengan raut wajah jengah"Why?Jika itu bersangkutan dengan MMA, Aku menolak!"Orang itu berdecak sambil berkacak Pinggang, Menatap dengan wajah serius.
"Anak muda, Dengarkan Aku, Kau punya kesempatan besar dalam dunia Tinju, Kau terkenal dan kau akan hidup dengan banyak uang".
"Tapi semakin membuat hidupku banyak tekanan, Dan aku menolaknya Jain!"Zain Lee nama pria dengan wajah frustasinya.
"Hei!kamu hanya perlu tanda tangan kontrak dan setelahnya kau bebas dan kaya, Hidup mu perjalannya masih panjang~Jangan Kau sia-siakan"Konouyor berdecak, Tetap kukuh pada pendiriannya.
"Kau Tau aku, Aku hanya suka memukul tanpa harus terkenal"Ucapnya Ragu.
"Kau bermimpi?Dalam hidupmu sekarang saja kau di kejar-kejar banyak orang, Entah itu Preman pasar atau siapalah dia, Kau sudah terkenal, Lalu?".
"Aku tetap menolak tawaranmu, Kembali saja ke rumahmu dan cari orang lain!"Konouyor lanjut berjalan, Dia hanya butuh udara pagi kali ini, Dia beberapa hari sudah mengurung diri di rumah yang seperti kandang kecil karena stress, Dan kali ini setidaknya dia mencari udara agar melepas hal negatif yang mungkin akan singgah berulangkali.
"Oke aku tidak memaksa, Tapi jika kau berubah pikiran, Kabari aku, kamu tau dimana aku berada kan?".
Tak ada sahutan dan Zain pun malas untuk mengejar si keras kepala itu, Tapi Zain yakin kalau Konouyor akan hidup lebih panjang dan lama, Sosok itu tak mungkin terkelabu oleh pikiran jahatnya.
"Padahal dia hanya bosan menjalani hidup, Bukankah jika dia masuk MMA, dia akan mengubah takdir hidupnya?"Monolog Zain yang berjalan berlawanan arah dari Pria Saint-Denis itu.
.
.
Dia hanya duduk manis di pinggiran sungai kecil, Menatap matahari yang bersinar lebih terang dan dia mulai berkeringat.
Berpikir dia sudah bosan hidup, Orang tuanya bercerai tapi memilih tempat berkelahi di rumah yang didiami oleh Konouyor membuat Ouyor merasa lelah, Ditambah lagi dengan Omelan Ibunya yang meminta Ouyor agar dapat cari uang sendiri, Karena bagaimanapun Rumah yang ia tempati masihlah di urus oleh kedua orang tuanya.
Dia bersender pada bangku yang panjangnya cukup menampung, Dia menghela nafas sambil memejamkan mata, Dia berharap Let Go dari Bumi bukan satu-satunya pilihan.
Berjam-jam dia hanya menyender di kursi itu, Berakhirlah dia untuk pulang ke rumah, Kemungkinan kedua orangtuanya sudah pergi setelah berdebat panjang tanpa dirinya.
Tapi perjalannya tak semulus itu, Bukan Zain, Tapi orang lain, Turis?Dia menahan langkah Ouyor dan berdiam diri di depannya.
"Excuse Me Sir, You Know tempat yang terkenal belakangan ini?"Kata orang itu memakai bahasa Inggris, Yang pastinya Ouyor pasti mengerti.
"I don't know, And I Wanna Go Now"Ucapnya dingin, Si Turis wanita itu langsung menyingkir ke pinggiran dan membiarkan Ouyor lewat dan pulang.
"Pria mana yang tidak tau UNDERGROUND yang populer belakangan ini?"Monolog sang Turis lalu pergi dari sana, Sempat Ouyor dengar tapi dia begitu asing dengan Kata-kata itu jadinya dia cuek dan tak memikirkannya berlarut-larut.
Pulang ke rumah, Dan bagus tidak ada orangtuanya disana, Tapi ada satu wanita yang duduk di sofa dengan raut wajahnya yang...Tidak bisa diprediksi.
"Lo pergi ga bilang-bilang"Ucap Wanita itu, Dan Ouyor sendiri hanya merotasikan bola matanya sedikit jengah.
"Why You comeback?Dan kapan datang"Meskipun jengkel tapi Ouyor tetap duduk di samping Kakak perempuannya itu, Kakak tirinya.
"Korea begitu membosankan Bung!So gimana kehidupan Lo setelah lama hidup di Paris?"Ouyor menggelengkan kepalanya.
"You Need something?Eating or Drink?"Tanyanya maksud untuk mengalihkan pembicaraan.
"Lo kenapa nolak Jain?Dia baik buat nawarin Lo jadi petinju legal, Bukan Ilegal!"Ouyor sudah menebak isi kepala perempuan yang masih duduk santai.
"Lo cuma bisa luka-luka tanpa Lo obatin, Apa Lo emang sebosan itu hidup di dunia?"Karina Yoo berucap begitu santai tapi ada makna tekanan di dalam kata-katanya.
"Please, Stop ngebahas yang buat gue goyah lagi, Lo bisa pergi tidur atau ngapain aja, asal jangan ganggu gue"Karina berdecak, Ouyor begitu serius dalam menjalani hidup, Tapi dia tidak bisa menjawabnya lagi, Dan membiarkan Anak Dua puluh tahun itu merenung dengan dirinya sendiri.
"Oke, Gue pergi malam ini, If You Know Bar?Lo bisa bersenang-senang kesana selagi umur Lo udah legal, Mau join?".
"Pergi saja dengan dunia Lo yang gak sama kaya gue! Kunci pintunya"Ouyor langsung pergi ke kamarnya Tanpa memperdulikan wanita itu.
.
.
Jay nama orang yang asing, Tapi dia mengenal siapapun orang-orang yang pantas menjadi pilihannya.
"Konouyor Saint itu bagaimana?bisa kamu pantau dia lebih dalam lagi, Meski aku tau dia adalah Anak muda yang putus asa, Tapi Aku tidak tau bagaimana dia, Jong?bisa kau deskripsikan dia bagaimana?".
"Anak muda yang dulunya hanya menyukai musik, Tapi dia berhenti menyukai segala hal, Kala kedua orangtuanya bercerai, Alasan lain, Karena sepertinya dia di anggap sebagai beban hidup, Bekerja?Dia baru saja di pecat dari pekerjaannya dan yang kau bilang tadi Bos, Dia putus asa akan kehidupannya".
"Dia menarik untuk saya tarik dalam hidup... kehidupan baru, Awasi dia, sepertinya dia bukan tipe pria yang gampang di bujuk"Jong mengangguk sambil menundukkan kepalanya, Bos besarnya berjalan ke lorong panjang di bawah tanah, Melirik sambil bergumam.
"Fireground sepertinya dia akan berada di sini, Cepat atau lambat bawa dia kemari sebelum dia bunuh diri"Jong mengangguk lagi, Kali ini dia tak mengikuti langkah Bos nya yang menuju ke Bagian atas, Sedangkan Jong, Menatap satu lorong panjang di depannya, Gelap, Mengerikan tapi penuh makna.
.
.
Esok paginya, Ouyor langsung memasak, Biasanya dia akan makan pas siang hari, Tapi kali ini, Ada orang lain yang bersama dengan Kakaknya.
"Ku perhatikan kalian berdua cukup memiliki sifat yang beda, Bagaimana mengatasi perdebatan?"Tanya Wanita berambut pendek Rijin namanya.
"Aduh kepala gue pusing, Lo gak usah banyak tanya, Ou gak akan jawab"Rijin berdecak, tapi akhirnya dia diam, Ouyor mendekat ke meja makan, Menaruh ramen dan Escargot tapi hanya diam.
"Perasaan kemarin Lo ngurung diri di kamar, Kenapa muka Lo makin lebam?"Tanya Karina tanpa bisa mengisolasi mulutnya.
Ouyor hanya menatap sekilas"Kistas menggila"Kistas adalah preman berbadan besar yang suka memukul orang lebih dari pada Ouyor.
"Dia lebih parah kan?".
"Pingsan"Jawab Ouyor cuek, Dia lebih memilih menyantap Ramennya.
"Lo gak pernah mau memikirkan tawaran Jain?Please MMA mungkin jalan ngubah hidup Lo yang sekarang udah kaya mayat hidup berjalan".
"Aku selesai"Ouyor langsung pergi, Dia cukup pusing untuk memikirkan hal yang pernah merasuki pikirannya Jujur, dia ingin menerima tawaran itu tapi dia ragu.
"I Just wanna Broken my everything".
"Fighter Not Fight"
Kwon Ohyul as Konouyor Saint
Bersambung