Anila yang Tak Lagi Sampai

By kay_raps

52 4 0

"Kamu tahu kenapa laut tidak pernah bosan memeluk pantai, padahal ia tahu akan dipaksa surut lagi?" Kinanthi... More

01. Siluet Di Balik Kebaya
02. Di Antara Deru dan Debu
03. Tentang Warna yang Mulai Berpendar
04. Tentang Rahasia yang Terbungkus Rapi
05. Tentang Cara Menjaga yang Paling Sunyi
06. Di Bawah Langit Peninsula
07. Tentang Dua Dunia yang Saling Membaca

00. Prolog: Tentang Angin yang Paling Licik

14 3 0
By kay_raps

[Malam setelah Kinanthi pergi ke Tabanan]

"Orang-orang percaya bahwa angin bukan sekadar udara yang berpindah. Ia adalah pembawa pesan yang paling tabah. Namun, terkadang, angin adalah pencuri yang paling licik. Ia membawa aroma tubuhnya, tawanya yang setipis benang, lalu menghilangkannya di antara deburan ombak Pantai Nusa Dua.

Namaku Aruna. Dan di depanku, ada Kinanthi-perempuan yang seolah diciptakan semesta dari serpihan cahaya fajar dan sisa sunyi malam hari.

Kami adalah dua orang yang merasa asing di tanah ini. Aku datang dari dinginnya Kintamani, dan dia dari rimbunnya Selemadeg. Kami bertemu di sebuah gang sempit perempatan kampus, tempat kos-kosan kami saling berhadapan-seperti dua pasang mata yang ingin menyapa, namun terhalang ragu.

'Aruna,' panggilnya suatu sore, saat ia menjemur kain kebayanya di balkon lantai dua. 'Kamu tahu kenapa laut tidak pernah bosan memeluk pantai, padahal ia tahu akan dipaksa surut lagi?'

Aku yang sedang sibuk dengan penggaris siku dan maket arsitektur di teras bawah, hanya menoleh. Menatap matanya yang serupa telaga tenang. 'Kenapa, Nan?'

'Karena bagi laut, pelukan itu satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa ia pernah ada. Meski hanya sebentar. Meski nanti hilang lagi.'

Saat itu, aku tidak paham. Aku hanya menganggapnya mahasiswi sastra yang terlalu banyak meminum diksi. Aku tidak tahu bahwa kalimat itu adalah sebuah peringatan. Bahwa Kinanthi adalah Anila-angin yang datang untuk memelukku sebentar, namun takdir tak pernah mengizinkannya untuk sampai ke pelabuhanku.

Kini, di bawah langit malam Nusa Dua yang menyisakan sedikit bintang, aku berdiri di bibir pantai yang sama. Sendirian. Merasakan angin yang menerpa wajahku-angin yang sama yang dulu pernah menyentuh rambutnya.

Aku sadar, melupakannya adalah rencana yang paling mustahil. Karena di setiap jengkal kota ini, ada percakapan kita yang masih tertinggal di udara."


❯❯❯❯

Continue Reading

You'll Also Like

962K 34.3K 52
"ပရော်ပရည်စကားတွေပြောမယ်ဆို တို့လက်ခံစကားမပြောဘူးနော်" "အစ်မကလည်း ကိုယ့်ရဲ့ဇနီးလောင်းကိုတောင်ပြောလို့မရဘူးလား"? "အိုး တော်ပြီ မင်းပြန်လိုက်တော့"!!
610K 11K 60
Kami berdua hanyalah manusia biasa, pendosa yang tidak punya pilihan selain bertahan dengan harapan kebahagiaan.. Ini adalah kisah hidup, yang sulit...
2.4K 26 156
Aku tidak menulis ini untuk semua orang. Hanya untuk kamu- yang pernah merasa hilang, tapi bahkan tidak tahu ke mana harus pulang. 365 hari. 365 puis...
267K 7.4K 25
[M] Menggoda Taehyung adalah keahlian Jisoo
Wattpad App - Unlock exclusive features