***
Asher pun memilih untuk melanjutkan perjalanan nya menuju ke rumah sakit yang mengurus Anora kala itu. Dengan hujan yang masih lebat itu Asher menerobos segala nya seperti hal itu bukan lah apa-apa.
Setiba nya Asher di rumah sakit tersebut, dia langsung mencari dokter yang menangani Anora kala itu. Tidak berselang lama, Asher pun akhirnya menemukan dokter yang dia cari.
"dok, saya butuh hasil medis korban bully yang bernama Anora." ujar Asher kepada dokter tersebut
"...?! t-tuan Asher? kamu siapa nya? padahal yang saya dengar dari satpam kampus nya, dia bener-bener nggak punya keluarga?" dokter tersebut kebingungan sekaligus terkejut akan kedatangan nya
"cerita nya panjang. jadi saya minta tolong untuk kasih saya hasil medis Anora." balas Asher yang tidak ingin membuang-buang waktu
"dok...Anora tidak memiliki keluarga...tidak memiliki penghasilan, dan beasiswa nya di cabut karena kecelakaan yang menyebabkan banyak kesalahpahaman ini...jadi saya minta tolong sekali..." sambung nya
"...!! baik tuan, silahkan tunggu di kursi, dan saya akan se segara mungkin untuk kembali dengan semua yang anda minta." balas dokter tersebut, dia dengan segera pergi ke ruangan yang dia tuju.
Dengan perasaan cemas, Asher menunggu di kursi, gelagat nya sangat menunjukkan kegelisahan nya. Dia takut berkas-berkas lama nya sudah terbuang semua.
Setelah menunggu kesekian lama nya, dokter pun kembali dengan berkas-berkas yang sudah di taruh rapih di dalam satu map kertas. Dengan perasaan tenang, Asher menerima semua itu, dan bergegas pergi ke perusahaan warisan Henry yang dimana kakak nya mengelola.
Disana, Asher memberikan bukti medis dan juga menjelaskan apa yang telah terjadi. Setelah mendengar penjelasan dari adik nya, Camilla menyuruh Asher untuk tetap menunggu di ruangan nya. Namun Asher menolaknya mentah-mentah.
***
𝑻𝒊𝒏𝒈 𝒏𝒐𝒏𝒈𝒈....
Asher menekan tombol bell rumah.
Deras nya hujan dan kencang nya angin membuat Asher kedinginan. Air hujan sedikit membasahi rambut nya. Dengan sedikit menggigil Asher menunggu seseorang membukakan pintu untuk nya.
Setelah menunggu, akhirnya pintu terbuka. Dengan wajah khawatir, Anora melihat Asher.
"eh kak?! masuk masuk!" ucap Anora, menarik lengan Asher untuk masuk kerumah nya.
"sinii kak duduk duluu"
Tanpa mengatakan sepatah kata, Asher membuka jaket nya.
"tunggu ya kaa...aku ambil in air hangat duluu!!" sambung Anora yang sudah membalikkan badan nya untuk pergi ke dapur.
Baru saja Anora membalikkan tubuh nya, namun tangan nya tetiba tertarik, yang membuat dia kembali menghadap kearah Asher. Dan disaat itu pula, Asher memeluk Anora dengan erat. Anora terkejut, karena selama hidup nya, yang hanya memeluk dirinya hanyalah Susan. Dan kini, ada orang lain yang ingin memeluknya selain Susan. Perasaan nya campur aduk, Anora terkejut, namun dia juga nyaman akan pelukan Asher yang sangat hangat.
Dengan gerak gerik yang ragu, Anora mengelus punggung Asher. Merasakan bahwa Anora mengelus punggungnya, Asher semakin mengeratkan pelukan nya dan juga mengelus kepala Anora dengan kasih sayang.
"u-uhm..." suara nya terpendam, karena perbedaan tinggi antara Asher dan dirinya. Kepala nya bahkan hanya mencapai leher Asher.
Asher menghela nafas, dan melepaskan pelukan nya setelah sekian lama Asher memeluk Anora.
"kakak gapapa...?" ucap Anora, tatapan nya penuh ke khawatir an.
"...." Asher membalas nya dengan senyuman dan anggukkan.
"kamu disini aja, aku gak haus." sambung Asher yang duduk disofa
Melihat Asher duduk dengan sangat tenang, Anora pun ikut terduduk, menghadap kearah Asher dan menunggu untuk Asher mulai berbicara.
Asher pun menoleh dan tertawa ketika melihat Anora yang terlihat sangat penasaran sekaligus khawatir dengan nya.
"ahahaha...kamu gak perlu khawatir... aku cuma pengen ngunjungin kamu lebih sering ajaa"
"...tapi aku gak yakin ka..."
Mendengar ucapan Anora, Asher tersenyum dan membelai lembut rambut Anora. Disaat itu pun Dia berkata "aku cuma capek perjalanan ajaa...aman kokk..!"
"okay deh...kakak boleh cerita kok kalau ada apa-apa! aku gak bakal cepuu! lagi juga aku kan gapunya temen yaa...ehehehe..."
"ahahaha...iyaa kamu tenang aja, aku bakal langsung cerita kok."
"oh ya, soal cafe...kamu mau kan jadi barista? nanti sesekali aku ikut jadi barista...ahahaha!"
"ahahahaha, boleh tuh kak!"
"gimana kalau kita nyari nama dan lain-lain nya dulu? design cafe nya juga...?" Asher berbicara dengan nada yang sangat bersemangat.
"ayyokk!!"
***
Mereka berbincang hingga rambut kusut, kerah lengan di lekuk, dan meja yang sudah berantakan dengan kertas-kertas diatasnya. Dan setelah berbincang sekian lama untuk menentukan nama cafe dan design nya, mereka akhirnya menemukan nama yang sangat pas bagi kedua nya.
"Nocturne!!" kedua nya mengatakan satu kata secara bersamaan dengan semangat.
"nahh kerenn tuhh kaa!!"
"wahahaha lumayan juga yaa ide kitaa!"
"ya ampun itu mah ide kakak! kan kakak yang pengen tema cafe nya cozy vibes gituu ihihihi"
"tapi kan kamu juga bantuu, Anoraa!"
"eheheheh iyaa dehh kaa!"
"nah karena tema nya cozy, dan rata-rata cafe buka nya dari pagi sampe malam, aku pengen deh ada saran menu dari masing-masing waktu nya...gimana menurut kamu?"
"toppp!! keren lhoo kaakk, jarang-jarang ada cafe yang ngasih saran kayak begituu. Karena jujur yaa, selama aku jadi barista, aku kadang suka lama nunggu in pelanggan yang masih bingung mau minum apaa!! serius dehh!!"
"ahahahahahaha! okee, masukin list yaa!"
"yeaayy!!"
***
Tanpa sadar, waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Anora menguap, yang membuat Asher tersadar dan melihat jam di tangan nya.
"duh...maaf Anora, aku sampe lupa waktu disini... kita lanjut besok lagi dehh!!"
"ehh?!! gapapaa kaa, aku cuma nguap kokk! belum ngantukk!! gapapa kok lanjutin ajaa, sebentar lagi selesai jugaa kann??"
"kamu serius belum ngantuk?"
"belumm!! duduk lagii kaa!!"
"nginep juga gapapa..." Anora tersipu malu
"ahahaha, emang kamu gak keberatan?"
"nggak dongg!! justru aku senenggg, ada yang nemeninn...ehehehe"
"okeh! udah malem jugaa kan yaa, bisa lah jadi alasan ahahahaha"
"eh tapi kakak boleh gaa??"
"boleh-bolehh. belakangan itu mah"
***
"hooaaammm... huhh!! akhirnyaa"
"ahahaha, capek yaa" ucap Asher sembari membenahi kertas-kertas yang berterbaran.
"ehehehe ngantukkk kaa"
"aku mau bersih-bersih dulu, dimana?"
"ah! ayoo sinii ikut akuu!!" Anora langsung berdiri dengan sangat tegap, sangat bersemangat untuk menunjukkan kamar nya.
Anora berjalan lebih dulu, dan di ikuti oleh Asher.
"siniii kaa!" Anora mengajak Asher memasuki salah satu kamar dirumah nya menggunakan gerakan tangan.
Asher pun memasuki kamar tersebut, dan mata nya langsung tertuju ke salah satu bingkai foto besar yang menggantung di dinding. Bingkai nya sangat besar, dan gambar di dalam bingkai tersebut juga sangat mewah. Foto tersebut adalah foto pernikahan Rudien dan Jeanette.
"disini ka kamar mandi nyaa!" Anora menunjukkan kamar mandi untuk Asher membersihkan diri nya.
"oh ya Anora, kamu ada handuk gak? handuk kecil aja gapapa."
"oh! bentar yyaa kaa"
Anora pun pergi ke lemari untuk mencari handuk yang belum pernah di pakai. Untung nya, dia memiliki stok.
Setelah mendapatkan handuk nya, Anora segera kembali ke kamar mandi.
"ini kak anduk ny-!"
"EH KAK MAAFF!! AKU GAK SENGAJAA!!" Anora terkejut dan langsung menutup mata nya ketika melihat Asher yang sudah setengah telanjang.
"ahahahaha, santai ajaa. sesama cewek kan."
"eug- aku tunggu di balkon yaa kaa!"
Anora langsung lari terbirit-birit, dan kembali ke lemari untuk mencarikan Asher baju yang sekira nya muat untuk dipakai Asher yang memiliki badan yang jauh lebih besar daripada Anora.
"aduhh...ada yang muat gak yaa...uugghh mana sii!!" Anora terus mencari, namun tidak menemukan yang sekira nya muat. Ia mencari cukup lama. Hingga akhirnya Asher selesai mandi, dan keluar menggunakan handuk kimono yang di berikan oleh Anora sebelumnya.
"Anora, nyari apa?" ucap Asher yang baru selesai mandi dan langsung menghampiri Anora yang masih saja sibuk.
"ah-" belahan dada yang terlihat dan juga rambut yang basah membuat Anora terkejut ketika melihat Asher. Wajah nya tidak bisa berbohong. Ekspresi itu benar-benar menunjukkan bahwa Asher benar-benar menarik dan seksi.
"Anora?" Asher memanggil Anora yang terbengung melihat nya.
"a-ah...ituu kaa, yang kegedean sama aku cuma kaus putih ini doang kaa, ga ada lagii...gapapa??"
"ohh...iyaa gapapa-gapapaa, sini aku coba"
Anora pun memberikan kaus nya, dan Asher berniat untuk memakai nya tepat di depan Anora.
"e-eh kak! madep belakang ga si...?"
"oh..." Asher pun berbalik badan, dan dengan jelas Anora bisa melihat back muscle Asher yang sangat tebal dan detail.
Melihat back muscle Asher membuat Anora mengangkat alis nya dan menghela nafas.
"gimana?cocok gak pake baju kamu?" Asher berbalik badan
"ehh??cocok juga yaa ternyataa, jadi kayak baju press body, tapi press body nya banget banget gitu...ahahahaha!"
"ahahahaha kamu nih!"
"ehehehe...oh ya! kakak mau tidur dimana? kalau kamar tamu, lumayan jauh jarak nya dari kamar ini...terus jarang di bersihin jugaa"
Mendengar pertanyaan Anora, Asher langsung melirik kearah kasur.
"lumayan gede juga ya kasur nya" ucap nya sambil mengangkat kedua alisnya.
"o..ohh!! ahahahaha, kakak mau tidur disini ajaa?? bilangg dongg!"
"ehehehehe...boleh??aku takutt kalau sendirian" Asher kemudian memasang ekspresi malang nya.
"ahahaha boleh-bolehh, lagian juga yang lain jarang di bersihinn. paling kamar aku, sama kamar bu Susan aja yang sering aku bersih in.."
"hmm...rajin juga kamu"
"ehehe...abisnya gak ada kegiatan lain..."
"btw...ini orang tua kamu kah?" ucap Asher sembari memandang bingkai foto yang besar itu.
"hu'um!! cantik dan tampan yaa orang tua akuu..."
"pantes ya, anak nya cantik...persis kayak ibu nya..."
"ahh..!! ka ih bisa ajaa dehh!"
"ahahaha seriuss!"
"tidur kaa tidurrr, udah pagii nii!" Anora salah tingkah hingga dia terburu-buru untuk tidur.
***
Pagi pun tiba dimana matahari sudah sangat terik hingga menembus kaca dan hordeng. Anora bangun dalam posisi membelakangi Asher, dan langsung berbalik badan ketika menyadarinya. Dia ingin mengecek apakah Asher sudah bangun lebih dahulu. Saat berbalik badan, jarak diantara kedua nya sangat dekat, yang membuat Anora terkejut sendiri. Anora pun memandangi Asher dengan senyum di wajah nya, dan senang di dalam hati nya. Disaat-saat itu, tetiba Asher membuka kedua mata nya secara perlahan, yang membuat Anora spontan menutupi wajah nya.
Asher yang baru bangun pun langsung tersenyum ketika melihat kelakuan Anora.
"udah bangun aja kamu.." suara Asher yang baru bangun dari tidurnya terdengar sangat berat.
"ehh...aku juga baru bangun sii kaa, ehehehe!"
"oh iya! kak gak ngampus?!?!?udah jam seginii!!"
"enggaa...kosong hari ini...santai ajaa"
"oalaa pantess..."
"Anora..."
"eung??" kedua alisnya kemudian terangkat
"kamu ikut aku kerumah dulu, mau kan?"
"...?!"
~~